
Nera perlahan-lahan melangkah maju di bawah tatapan bingung putra mahkota, di saat bersamaan maka ilusi yang dibentuk oleh jubah yang digunakan Nera mulai hancur.
Saat ini putra mahkota melebarkan matanya penuh rasa tidak percaya, ia sangat terkejut ketika mengetahui identitas Nera yang sebenarnya.
Sekarang sosok manusia Nera sudah menghilang sepenuhnya, orang yang berdiri di depan putra mahkota adalah seorang manusia tengkorak dengan kematian yang sangat menakutkan di sisi kiri tubuhnya dan kekuatan kehidupan yang memberikan kedamaian di sisi kanannya.
Di tengah-tengah kekuatan kehidupan dan kematian yang saling berlawanan, terdapat planet-planet kecil yang berputar-putar di sekitar Nera, kekuatan langit ini memisahkan antara kekuatan kematian dan kehidupan.
Walaupun kekuatan kehidupan serta kematian Elos tidak saling bertarung, Elos membiarkan kekuatan langit milik Urmur memisahkan 2 kekuatan itu agar tidak terlalu dekat. Elos tidak tahu mengapa, tapi semakin kuat dirinya maka Elos semakin memiliki firasat buruk, Elos merasa bahwa selama ia tidak berhati-hati maka kekuatan kehidupan dan kematian ini akan memakannya. Oleh karena itu, Elos sering memakai kekuatan langit untuk memisahkan 2 kekuatan ini agar tidak saling bertemu.
Tekanan kekuatan Elos menyebar ke seluruh ibukota kekaisaran, ketika seseorang terkena kekuatan kematian Elos maka mereka akan merasa takut atau sakit. Namun saat kekuatan kehidupan mengenai mereka, para penduduk merasa jauh lebih kuat dan sehat. Untuk kekuatan langit, maka ia hanya membuat planet-planet di sekitar bumi ini menjadi lebih dekat sehingga selama seseorang melihat langit sekarang maka mereka bisa melihat beberapa planet yang masih cukup jauh di langit.
Seluruh tubuh putra mahkota gemetar ketakutan, ia merasa langit sekarang sedang menekan dirinya sedangkan mata kiri Elos yang gelap membuatnya merasa bahwa kematian sangat dekat dari dirinya. Untuk mata kanan Elos, maka putra mahkota masih merasakan tekanan yang menakutkan dari sana.
Bagaimanapun putra mahkota adalah musuh Elos, jadi Elos tidak perlu membantunya memakai energi kehidupan.
Elos perlahan-lahan mengulurkan tangannya, mulut Elos mulai terbuka "Namaku adalah Fjorten Elos, pemimpin Federasi Tuan Labirin! Nera hanyalah nama samaran yang aku gunakan, meskipun begitu aku masih harus berterima kasih kepadamu, putra mahkota! Tanpa kebodohanmu untuk merebut tahta milik kaisar, rencana ini pasti tidak berhasil semudah itu! Sebagai tanda terima kasihku, maka aku membiarkanmu mengetahui identitas ku yang sebenarnya sebelum kau mati".
Putra mahkota menunjuk Elos dengan ketakutan, tidak ada kepercayaan diri lagi di wajah putra mahkota sebab ia sudah mendengar seberapa kuat Elos yang berani melawan Ark dan Tersin secara bersamaan, masalahnya Elos masih bisa menang melawan 2 orang itu yang bekerja sama untuk melawannya.
__ADS_1
"Tidak mungkin, kenapa kau datang kesini?", kata putra mahkota.
"Kenapa?", kata Elos yang segera tertawa dengan keras, semua orang bisa mendengar kemarahan dari suara tawa itu "Kalian masih bertanya kenapa aku menyerang kekaisaran? Pertanyaan yang sangat bodoh! Sejak kalian berani menyerang Federasi Tuan Labirin dan mencoba membunuhku, maka kalian sudah menjadi musuhku! Tidak aneh bukan bagi diriku untuk menghancurkan musuhku?".
"Lalu kenapa kau memilih kami? Bukankah musuh utamamu adalah Ark dan Tersin? Kenapa kau harus menyerang kekaisaran lebih dulu?", teriak putra mahkota, ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa sosok di depannya adalah Elos.
"Jawabannya mudah, karena kekaisaran adalah yang paling lemah! Baiklah, aku rasa sudah cukup untuk menjawab pertanyaan mu, lagipula aku sudah membayar rasa terima kasihku atas bantuan mu sehingga aku bisa merebut kekaisaran dengan mudah", kata Elos yang berbalik untuk pergi dari sini, ia tidak tertarik untuk membuang terlalu banyak waktu bersama putra mahkota yang akan mati ini "Hergaf, biarkan putra mahkota beristirahat untuk selamanya. Putri Fillie, kau tidak keberatan bukan?".
Mendengar bahwa Elos bertanya kepadanya, Fillie membungkuk tanpa ragu "Apabila itu keputusan Tuan Elos maka Fillie tidak keberatan".
Elos sedikit mengangguk, lalu ia pergi dari tempat ini.
Di sisi lain, Terfis melangkah mau menuju putra mahkota yang sudah jatuh duduk di tanah dengan ketakutan.
Putra mahkota berlutut ke tanah tanpa ragu, ia saat ini sudah menangis ketakutan "Jangan bunuh aku, biarkan aku tetap hidup! Aku tidak akan lagi mencoba menjadi kaisar, aku bahkan tidak masalah untuk membantu Tuan Elos menjadi kaisar, biarkan aku tetap hidup! Apakah kalian membutuhkan uang? Aku masih memiliki banyak uang untuk--".
"Slash!".
Sebelum putra mahkota bisa menyelesaikan perkataannya, Hergaf menebasnya tanpa ragu. Kepala putra mahkota terbang sejauh beberapa meter sebelum mendarat di tanah, dengan ini maka putra mahkota sudah berakhir.
__ADS_1
Melihat mayat putra mahkota, Hergaf berkata dengan dingin "Uang? Menjadi Kaisar? Hal ini sama sekali tidak menarik di mata tuanku, jika bukan karena kaisar yang melawan tuan lebih dulu maka tuanku pasti tidak akan repot-repot membuang waktu untuk menyerang kalian!".
Hergaf membuang semua darah di pedangnya lalu mengikuti Elos lagi.
Saat ini Elos terbang di tengah-tengah ibukota kekaisaran, ia mengamati seluruh ibukota yang sudah mengalami kehancuran yang cukup berat.
Saat Elos baru datang kesini, ibukota masih sangat makmur dan damai. Namun sejak putra mahkota mengirim para pemberontak untuk menyerang ibukota, maka ada banyak bangunan di ibukota yang hancur atau terbakar. Terutama gerbang ibukota yang sudah mengalami kehancuran berat, selama trebuchet yang sudah direbut Fillie terlambat menembak maka gerbang ibukota ini pasti sudah hancur akibat para pemberontak.
Riona terbang ke belakang Elos, kali ini Riona sudah tidak memakai identitasnya sebagai Lasha lagi.
"Bagaimana dengan tangan kanan kaisar?", tanya Elos.
Riona menggelengkan kepalanya "Ia sangat keras kepala, walaupun mengetahui bahwa kaisar sudah mati tetapi ia menolak untuk menyerah dan terus melawan sampai akhir. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mengalahkannya".
Elos mengangguk "Apabila ia menolak untuk menyerah maka tidak perlu repot-repot merekrutnya, bagaimanapun aku tidak kekurangan pasukan sekarang".
"Elos, apa yang akan kita lakukan sekarang? Apakah tidak apa-apa membiarkan Fillie mengelola seluruh kekaisaran? Jika ia sendirian, aku rasa membutuhkan waktu sangat lama sebelum kekaisaran kembali makmur", kata Riona.
"Fillie akan menjadi kaisar baru, rencana itu sama sekali tidak berubah", kata Elos yang mengulurkan tangannya ke depan, cahaya berkumpul di tangan Elos "Tapi memang sangat sulit untuk mengelola seluruh kekaisaran sendirian, bagaimanapun wilayah kekaisaran terlalu besar. Kalau begitu aku mungkin harus membantunya sedikit, aku akan membangun labirin di ibukota ini! Selain untuk mengamati tindakan Fillie, labirin ini juga berguna untuk mengundang para petualang kesini yang bisa menghasilkan banyak uang".
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, cahaya putih di tangan Elos bergerak menyebar ke seluruh ibukota kekaisaran.
Perlahan-lahan ibukota kekaisaran yang sudah mulai menjadi damai akibat selesainya peperangan kembali bergetar, seakan-akan ada gempa bumi disini.