AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 258 : KEMBALI SADAR


__ADS_3

Sekarang Torei sedang berada di istananya yang hancur, meskipun istana ini sudah dihancurkan oleh Grica sebelumnya tapi Torei masih memutuskan untuk tinggal di rumah ini.


Sedangkan kenapa ia tidak memperbaiki rumah ini, Torei hanya berencana memperbaikinya jika ia sudah berhasil mengalahkan Grica.


Ketika Torei sedang diam sambil menutup matanya yang terlihat seperti sedang tidur, Halra muncul di depannya sambil berkata "Tuan, aku memiliki laporan terbaru untuk anda?".


"Apakah masalah Tersin, Fran dan Chimaera yang sudah kalah? Jika itu apa yang kau coba laporkan maka tidak perlu sebab aku sudah mengetahuinya. Tersin itu kuat tetapi ia terlalu sering bertindak tanpa berpikir, bahkan tanpa rencana dari Ark maka anak itu tidak mungkin bisa mengalahkan Urmur", kata Torei.


"Tuan, bukan itu masalahnya, aku sudah tahu bahwa tuan pasti mengetahui masalah kematian Tersin dan yang lainnya, oleh karena itu tidak ada gunanya melaporkan hal tersebut kepada tuan. Aku datang kesini untuk memberitahu tua bahwa Ark mengirim pesan untuk tuan, apakah tuan tertarik untuk melihat pesan tersebut atau haruskah aku membuangnya?", tanya Halra dengan hati-hati sambil membawa sebuah surat di tangannya.


"Surat dari Ark? Apakah setelah kematian Tersin, Ark ini mulai menjadi panik? Berikan suratnya kepadaku, aku akan membacanya", kata Tersin.


Halra memberikan surat itu kepada Torei sebelum Torei mulai membacanya.


Setelah membaca surat itu, Torei tidak langsung menjawabnya melainkan menutup matanya sambil memikirkan apa yang tertulis barusan.


Waktu berlalu selama 5 menit dengan Torei dan Halra yang terus diam, Torei perlahan-lahan membuka matanya "Aku mengerti, ternyata Elos benar-benar anak Locke! Sepertinya kita harus membunuh Elos sekarang, jangan memberikannya kesempatan berkembang terlalu lama".


"Tuan, apa yang anda rencanakan?", tanya Halra.


Torei berdiri dari kursinya yang sudah hancur akibat serangan Grica, ia berteriak "Halra, kumpulkan semua pasukan kita yang masih ada. Walaupun sedikit sekalipun, kumpulkan semuanya! Kali ini kita akan melawan Elos sampai akhir, di sisi lain kita juga bekerja sama dengan Ark agar memperbesar kemungkinan kemenangan kita".

__ADS_1


"Bekerja sama dengan Ark? Apakah tuan yakin?", tanya Halra ragu-ragu "Tuan sendiri tahu tentang seberapa liciknya Ark, jika tuan tidak berhati-hati maka orang ini mungkin menipu tuan dan mengkhianati tuan di tengah jalan seperti yang ia lakukan pada Tersin dulu".


"Aku bekerja sama dengannya bukan karena aku mempercayai Ark melainkan untuk melawan Elos ini", kata Torei "Kita harus memastikan Elos ini mati secepat mungkin, jadi dengan bekerja sama bersama Ark maka kemungkinan kita membunuh Elos menjadi semakin besar".


"Apakah Elos ini sangat menakutkan hingga Ark dan tuan harus saling membantu? Elos memang berhasil mengalahkan Tersin, namun dibandingkan kekuatan tuan maka Elos--", kata Halra.


Torei segera berkata lagi untuk menghentikan apa yang Halra katakan "Elos memang bukan lawan ku, setidaknya bisa mengalahkan Tersin belum cukup untuk membuatnya mengalahkan ku. Tapi ada sebuah masalah besar yaitu Elos merupakan anak Locke, kita tidak boleh memberinya banyak kesempatan untuk berkembang atau kita pasti menyesal".


"Apa hubungannya dengan anak orang bernama Locke ini? Apakah semua anak orang bernama Locke ini sangat menakutkan?", tanya Halra yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi, bagaimanapun ia tahu bahwa Torei ini selalu menunggu anak dari Locke untuk datang, tapi ia tidak pernah diberitahu sebenarnya ada apa dengan anak-anak Locke.


"Aku lupa bahwa aku belum pernah memberitahukannya kepadamu, biarkan aku memberitahumu bahwa dulu aku pernah memiliki kemampuan meramal, namun kemampuan itu hancur ketika aku meramal untuk terakhir kalinya yaitu aku mendapatkan informasi tentang kemunculan anak Locke bernama Fjorten Elos. Selama anak itu muncul maka seluruh dunia akan bertarung, lalu 1 orang menjadi pemenangnya dan menjadi yang terkuat! Masalahnya aku tidak tahu siapa pemenangnya, tapi Elos ini tidak bisa dibiarkan hidup. Untungnya Ark bisa menemukan bahwa Elos ini benar-benar anak Locke, sekarang aku tidak perlu ragu lagi. Setelah aku mendapatkan ramalan itu maka kemampuan meramal milikku hilang, jadi aku tidak bisa tahu siapa pemenang dari pertarungan ini", kata Torei yang melangkah pergi dari tempat ini.


Walaupun Halra masih sedikit bingung, ia hanya tetap mengikuti Torei pergi dari tempat ini.


Tidak diketahui berapa lama waktu berlalu, Elos yang merasa dirinya jatuh di antara kegelapan serta cahaya tanpa akhirnya, ia menemukan bahwa semua kegelapan dan cahaya yang menahannya itu menghilang.


Lalu kesadaran Elos mulai kembali, Elos duduk di tempat tidurnya untuk mengamati keadaan sekitar.


Elos menemukan bahwa Riona sedang beristirahat di sampingnya, Riona sedang duduk dengan kepala yang berada di atas tempat tidur Elos, nampaknya ia sedang tertidur.


Tanpa membangunkan Riona, Elos mencoba menggerakkan tubuhnya untuk menemukan bahwa tidak ada masalah ataupun luka yang bisa menganggu pergerakannya.

__ADS_1


Setelah memastikan tidak ada masalah pada tubuhnya, Elos mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya hingga Riona terlihat sangat khawatir meskipun sedang tertidur.


Elos mengingat bahwa ia pergi ke Labirin Racun lalu melawan Chimaera seperti bagaimana seharusnya, tapi mereka tiba-tiba berpindah serta mereka menemui Tersin.


"Nampaknya aku dikendalikan oleh kekuatan Ruler of Death and Life milikku sendiri", kata Elos yang sudah mengingat kembali semua yang terjadi.


Walaupun dikendalikan, Elos masih mengingat dengan jelas bahwa dirinya sudah membunuh Tersin dan hampir membunuh semua orang yang lain.


Tidak lama kemudian muncul orang bernama Grica dan Luri, setelah itu ia kehilangan kesadaran miliknya.


Ketika Elos masih mencoba mengingat semua yang terjadi, Riona yang tidur di sampingnya sedikit bergerak.


Riona membuka matanya dan kembali duduk tegak, ia memegang matanya dengan tangan seperti orang yang baru bangun tidur.


Melihat Elos yang sudah sadar di depannya, seluruh tubuh Riona membeku, ia seperti menemukan hantu.


Sebelum Elos bisa mengatakan apapun, Riona memeluk Elos tanpa ragu "Akhirnya kau sadar, Elos! Kau sudah tertidur selama hampir seminggu, banyak orang yang khawatir terhadap dirimu, bahkan aku juga khawatir! Akhirnya kau kembali sadar!".


Elos bisa merasakan bahwa Riona menangis senang sekarang sebab semua rasa khawatirnya bahwa Elos tidak akan bangun sudah menghilang.


Elos memeluk Riona juga dengan lembut sebelum bertanya "Maaf sudah membuat kau khawatir, bagaimana keadaan setelah penyerangan itu? Apakah ada yang mati? Bagaimana dengan Zamir dan Moran? Dimana yang lain sekarang?".

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Elos, Riona mulai menjawabnya tanpa melepas pelukannya pada Elos "Ini sudah malam sekarang sehingga semua orang kembali untuk beristirahat sedangkan aku menjaga tuan untuk malam ini. Tidak ada yang mati, tapi beberapa orang terluka cukup berat sehingga membutuhkan waktu untuk pemulihan, tapi sebagian besar orang sudah sembuh sehingga seharusnya tidak ada masalah lagi".


Elos akhirnya menghela nafas dan membuang kekhawatirannya, untung ia tidak membunuh pengikutnya sendiri ketika ia dikendalikan Ruler of Death and Life, jika tidak maka Elos pasti merasa bersalah terhadap pengikutnya tersebut.


__ADS_2