AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 58 : MEREMEHKAN


__ADS_3

Melihat prajurit yang gemetar ketakutan ini, Elos tidak bisa untuk tidak bertanya "Berhenti gemetar dan ceritakan padaku apa yang terjadi? Bukankah Lumina membawa 1000 pasukan bersamanya? Kenapa ia hanya bertarung sendirian?".


"Sebenarnya--", prajurit itu mulai menceritakan apa yang terjadi.


...----------------...


Kematian, para prajurit Kota Ruher sedang duduk dan saling berbicara di atas tembok kota, bahkan di antara mereka ada yang sedang bermain judi atau mabuk.


Lagipula tidak ada yang berani menyerang Kota Ruher, lebih tepatnya mereka tidak berani bermusuhan melawan Kerajaan Ray. Oleh karena itu, para penjaga yang menjaga gerbang kota belum pernah menemukan Kota Ruher di serang oleh orang lain setelah menjadi penjaga selama hampir puluhan tahun. Hal ini membuat mereka sangat menurunkan penjagaan mereka.


Di antara para prajurit yang sedang berjudi, seorang prajurit menatap kejauhan sambil berkata dengan penuh keraguan "Kapten, apa itu?".


"Apa? Tidak mungkin musuh datang kesini kan? Bagaimanapun hanya orang bodoh yang akan menyerang Kota Ruher", kata kapten penjaga yang berbalik untuk menatap ke arah dimana prajuritnya menunjuk.


Ketika melihat arah tersebut, wajah kapten segera membeku. Ia melemparkan kartu di atas tangannya sebelum berteriak "Serangan musuh! Seluruh pasukan bersiap, serangan musuh!".


"Apa?", pasukan yang sebelumnya masih tertawa atau tidur akibat mabuk langsung terbangun, mereka berlari-lari ke sekitar penuh kepanikan sebab mereka hampir tidak pernah menghadapi keadaan seperti ini selama menjadi penjaga kota.


"Tunggu, jangan panik!", teriak sang kapten yang menatap ke arah pasukan musuh itu "Nampaknya jumlah pasukan musuh hanya sekitar ratusan orang, paling banyak hanya ada 2000 prajurit. Hahahahaha, apakah orang ini gila? Bahkan 10.000 prajurit belum tentu bisa menjatuhkan Kota Ruher, apalagi hanya sekitar 1000 atau 2000 prajurit!".


Kapten ini merupakan prajurit rank 8 dengan kekuatan mata elang, jadi ia bisa melihat pasukan yang mendekat dengan sangat jelas.


Mendengar perkataan kapten mereka, prajurit yang sebelumnya panik kembali menjadi diam, mereka menatap ke arah pasukan musuh yang datang penuh kehati-hatian.


Pasukan musuh berbaris tertib di depan gerbang Kota Ruher, namun masih cukup jauh dari gerbang agar tidak tertembak oleh panah musuh.


"Mayat hidup?", kata seorang prajurit penuh keraguan saat menemukan bahwa pasukan yang menyerang mereka merupakan pasukan mayat hidup.

__ADS_1


Di antara banyak pasukan mayat hidup tersebut, seorang wanita berjalan untuk berdiri di barisan paling depan "Dengarkan perkataan ku baik-baik, aku adalah Lumina, prajurit di bawah Tuan Elos. Aku datang kesini untuk merebut Kota Ruher, apabila kalian orang yang cerdas maka menyerah lah, tapi jika kalian menolak maka jangan salahkan aku membuat Kota Ruher menjadi es!".


Para prajurit saling menatap sebelum tertawa sangat keras, mereka tertawa seakan-akan mendengar sesuatu yang paling lucu di dunia.


"Apakah wanita ini gila? Ia pikir 1000 pasukannya bisa merebut Kota Ruher? Ia mungkin sudah tidak bisa berpikir lagi".


"Merebut Kota Ruher? Bahkan jika ia membawa 10.000 prajurit sekalipun maka ia masih tidak akan bisa melakukannya, wanita ini pasti di buang oleh tuannya yang membuat ia menjadi gila".


"Tidak, aku takut! Ada wanita yang sangat menakutkan dan akan membuat kita semua mati datang ke Kota Ruher, apa yang harus kita lakukan? Mungkin kita harus melarikan diri agar wanita ini bisa merebut Kota Ruher, hahahahaha".


Seluruh prajurit di atas gerbang kota tertawa penuh rasa mengejek, mereka menganggap bahwa Lumina tidak mungkin untuk merebut Kota Ruher. Bagaimanapun, baik dari segi jumlah pasukan dan gerbang maka Kota Ruher sangat sulit untuk di rebut, 10.000 pasukan sekalipun belum tentu bisa merebutnya.


Wajah Lumina menjadi dingin mendengar ejekan para prajurit "Kalian benar-benar berani menertawakan tuanku? Kalian pasti akan menyesal, selama Lumina masih hidup maka aku tidak bisa membiarkan siapapun yang menertawakan tuanku hidup!".


Lumina berjalan maju, jubah militer hitam miliknya berkibar di bawah dorongan angin.


Melihat Lumina yang berjalan menuju gerbang, para prajurit kembali bercanda "Tidak, aku takut! Siapapun, bantu aku!".


"Wanita ini memiliki wajah cantik, namun sedikit gila! Nona, jika kau datang ke atas tempat tidurku malam ini maka aku mungkin akan menjagamu, setidaknya kau tidak perlu takut kelaparan lagi. Tapi tidak ada makanan gratis di dunia ini!".


Lumina tidak menanggapi semua ejekan tersebut, ia memegang gerbang besi di depannya sambil berkata "Ice Lord".


"Krak!".


Gerbang besi itu segera membeku dengan sangat cepat, seluruh gerbang besi berubah menjadi es sepenuhnya hanya membutuhkan waktu 5 menit.


Wajah mengejek semua prajurit yang ada di atas gerbang kota membeku, sebelum mereka kembali sadar maka seorang prajurit berteriak "Bantu aku! Tubuhku membeku! Cepat bantu--".

__ADS_1


Tiba-tiba suara prajurit tersebut menghilang, semua orang menatap ke arah asal suara untuk menemukan bahwa prajurit itu sudah sepenuhnya berubah menjadi patung es.


Perlahan-lahan, seluruh prajurit di atas tembok kota berubah menjadi patung es, bahkan jendral tembok kota yang posisinya di atas kapten serta memiliki kekuatan rank 7 ikut membeku.


"Lari! Wanita itu monster!", teriak seorang prajurit penuh kepanikan, namun ia tidak bisa pergi sebab seluruh tubuhnya membeku.


Akhirnya semua prajurit di atas tembok kota membeku, wajah mereka dipenuhi ketakutan, kesedihan serta penyesalan.


"Brak!".


Gerbang kota yang terbuat dari besi dan sudah membeku langsung terjatuh, gerbang raksasa yang selalu melindungi kota ini selama puluhan tahun akhirnya jatuh sangat mudah di bawah tangan Lumina.


Lumina tidak peduli terhadap kemenangannya ini, ia berjalan ke atas tembok kota dimana sebagian besar prajurit membeku.


Lumina terus berjalan di antara mayat es ini sebelum berhenti di depan seorang prajurit muda "Dengar ini baik-baik, menyerah atau mati? Selama kau menyerah maka kau bisa tetap hidup, tapi kau harus melaporkan pesanku kepada tuan Elos".


Seluruh tubuh prajurit muda itu bergetar, ia berkata sangat panik "Hidup, aku memilih hidup! Tapi, bolehkah aku tahu kenapa kau membiarkanku hidup?".


Lumina menatapnya penuh rasa dingin, sama sekali tidak ada keramahan pada wajahnya seperti saat berbicara bersama Elos "Di saat aku berbicara sebelumnya maka hanya kau yang tidak tertawa. Aku sudah katakan bahwa semua yang menertawakan tuanku harus mati, oleh karena itu kau masih bisa hidup sebab tidak tertawa".


Prajurit itu berkeringat dingin, untungnya ia tidak tertawa, apabila ia tertawa maka dirinya pasti berakhir seperti rekannya yang menjadi patung es tersebut.


"Baiklah, kau harus menyampaikan pesanku kepada tuan Elos jika tuan Elos Dyah tiba disini, setelah ini aku masih harus menyerang Kota Leit", kata Lumina.


...----------------...


Mendengar cerita prajurit ini, Elos menyadari bahwa kekuatan Lumina mungkin lebih kuat daripada Kronev, lagipula pekerjaan Lumina merupakan pekerjaan tingkat Dunia.

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan berangkat lagi menuju Kota Leit untuk membantu Lumina. Zeyi, 200 prajurit akan ditinggalkan di Kota Ruher untuk berjaga-jaga. Kota Ruher jauh lebih besar daripada kota sebelumnya, jadi orang yang berjaga juga harus lebih banyak", kata Elos.


"Baik tuan", jawab Zeyi yang langsung pergi untuk menyelesaikan tugas Elos.


__ADS_2