AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 121 : PAHLAWAN


__ADS_3

Setelah 2 hari sejak kekalahan Honret di medan perang, seorang prajurit menggerakkan kudanya dengan sangat cepat menuju ke Ibukota Wock.


Ketika ia sudah sampai di istana Duke, prajurit itu segera turun dari kudanya penuh kepanikan.


Para penjaga juga melihat kedatangan prajurit ini ke istana Duke, jika itu orang lain maka para penjaga ini pasti sudah menghentikannya, bagaimanapun tidak semua orang boleh datang ke istana Duke Wock.


Tetapi para penjaga itu tidak menghentikan prajurit ini sebab mereka tahu bahwa ia orang kepercayaan Duke Wock, oleh karena itu ia bisa melewati gerbang istana Duke tanpa harus mendapatkan izin lebih dulu.


Prajurit yang baru turun dari kudanya itu segera berlari ke arah ruang kerja Duke Wock untuk menemukan sang Duke yang masih sibuk mengerjakan tumpukan kertas di atas mejanya.


"Tuan Duke, aku memiliki kabar buruk!", teriak prajurit tersebut yang berlutut di depan Duke Wock.


Saat ini Duke Wock masih terus menulis "Jangan panik seperti itu, katakan kabar buruk yang kau miliki".


Prajurit itu langsung melaporkan masih penuh kepanikan "Tuan Duke, aku baru memeriksa barisan depan dan mengetahui bahwa Kapten Honret sudah dikalahkan, Elos dan pasukannya terus bergerak maju ke arah Ibukota Wock ini. Apabila tidak ada masalah yang terjadi, Elos akan tiba di Ibukota Wock bersama pasukannya hari ini!"


Duke Wock sedikit mengangguk, tanpa rasa terkejut di wajahnya "Ternyata seperti itu, Honret sudah kalah".


Melihat wajah Duke Wock yang sama sekali tidak panik, prajurit itu berpikir bahwa Duke Wock masih belum mengerti seberapa buruk keadaannya sekarang yang membuat ia kembali berteriak.

__ADS_1


"Tuan Duke, pasukan Elos tidak mengalami kerusakan berat akibat Honret. Elos memimpin puluhan ribu pasukan miliknya dengan naga bumi yang memimpin di barisan paling depan, jika mereka sampai di Ibukota Wock maka kota ini akan hancur dengan waktu beberapa jam!", teriak prajurit itu menjelaskan tentang pasukan Elos saat ini.


Namun hal itu masih tidak membuat Duke Wock panik, ia hanya meletakkan alat tulisnya dan berdiri dari meja untuk memakai baju besi yang selalu ia gunakan untuk berperang "Beritahu seluruh pasukan untuk memperkuat penjagaan Ibukota Wock, meskipun musuh sangat kuat tetapi kita harus mempertahankan kota ini sebaik baik. Lalu jangan lupa untuk memberitahu para pahlawan yang ada di labirin bahwa kita membutuhkan kekuatan mereka sekarang, lagipula tujuan kita adaah untuk mengulur waktu selama mungkin sehingga bantuan para pahlawan masih sedikit berguna".


Setelah selesai memakai zirah besinya, Duke Wock berjalan pergi dari ruangan ini.


Prajurit itu sangat terkejut sekarang, ia berpikir bahwa Duke Wock akan panik ketika mendengar berita ini bahkan mencoba untuk melarikan diri, tapi apa yang tidak pernah ia pikirkan bahwa Duke Wock memutuskan untuk bersiap melawan Elos dengan kemungkinan menang yang hampir tidak ada.


Prajurit itu segera kembali sadar, ia berlari untuk mengikuti Duke Wock "Tuan Duke, anda akan pergi kemana? Apabila Tuan Duke berencana untuk melarikan diri dari ibukota ini dan melaporkannya kepada yang mulia raja, maka aku sudah menyiapkan jalan rahasia bagi tuan Duke untuk melarikan diri".


Duke Wock menggelengkan kepalanya "Aku tidak melarikan diri, sekarang aku berencana pergi ke tembok kota secara langsung agar semangat para prajurit tidak menurun meskipun jumlah musuh jauh lebih banyak dari mereka. Oleh karena itu, selama aku pergi ke tembok kota maka kau harus pergi ke labirin untuk mencari para pahlawan dan memanggil mereka untuk membantu menahan Elos, sebagai pahlawan yang dipanggil di Kerajaan Ray maka mereka memiliki tugas untuk membantu Kerajaan Ray juga".


Melihat Duke Wock yang pergi dengan berani, prajurit itu hanya bisa tersenyum pahit dan pergi untuk memanggil para pahlawan. Ia sudah seja kecil di rawat dan dilatih oleh Duke Wock, jadi ia memiliki kesetiaan yang sangat tinggi kepada Duke Wock sehingga ia memutuskan untuk tidak melarikan diri walaupun tahu Duke Wock sudah kalah.


...----------------...


"Apa? Duke membutuhkan bantuan para pahlawan?", tanya Serdas yang dikirim oleh raja untuk menjaga serta melatih para pahlawan dari dunia lain "Aku tidak tahu kenapa tuan Duke membutuhkan para pahlawan, tapi tanpa izin dari raja maka kalian sama sekali tidak boleh membawa mereka, aku tidak mengizinkan!".


Prajurit yang dikirim Duke Wock untuk memanggil para pahlawan sudah berhasil bertemu dengan Serun serta yang lainnya, namun ketika ia baru mencoba mengajak mereka maka Serdas langsung memberikan penolakan.

__ADS_1


"Tuan Serdas, aku tahu bahwa tanpa izin yang mulia raja maka Duke sekalipun tidak bisa menggerakkan para pahlawan untuk membantu. Namun kali ini keadaannya sangat gawat, jika para pahlawan tidak membantu maka Ibukota Wock pasti jatuh dan para penduduk disini pasti menjadi korban! Oleh karena itu, Tuan Duke hanya bisa membuat keputusan sendiri tanpa memiliki waktu untuk mendapatkan izin dari raja", teriak prajurit itu dengan panik.


Tetapi Serdas masih menggelengkan kepalanya keras kepala "Tidak peduli apapun alasannya, tanpa izin dari raja maka itu tidak mungkin. Tuan Serun dan para pahlawan yang lain, nampaknya Ibukota Wock sedang mengalami masalah. Kalian akan tetap berlatih di labirin atau kembali ke Ibukota Kerajaan Ray lebih dulu untuk petunjuk lebih lanjut dari yang mulia? Bagaimanapun kekuatan kalian sudah cukup berkembang menjadi rank 7 sekarang, kalian sudah cukup siap untuk pergi ke medan perang melawan iblis".


Para murid yang ada di belakang Serdas segera menjadi bingung, mereka semua menatap ke arah Serun untuk menunggu keputusannya. Lagipula sejak Serun menjadi pahlawan, maka semua orang sudah mengganggap Serun sebagai pemimpin mereka dan mengikuti keputusan Serun.


Dihadapkan dengan masalah ini, Serun memegang pundak Serdas "Pelatih Serdas, aku tahu bahwa kami seharusnya tidak bertindak sembarangan tanpa izin dari para penduduk. Tapi sebagai seorang pahlawan, maka aku tidak bisa duduk diam melihat para penduduk Ibukota Wock ini mati! Apalagi kita sudah tinggal disini hampir selama setahun, kita harus membantu!".


Tanpa menunggu jawaban dari Serdas, Serun menatap ke arah prajurit Duke Wock "Prajurit pemberani, bawa kami menemui Tuan Duke! Sebagai seorang pahlawan, maka sudah tugasku untuk membantu mempertahankan kota ini agar para penduduk tidak menjadi korban. Aku adalah pahlawan yang merupakan pedang dan perisai untuk melindungi orang-orang tidak bersalah!".


Prajurit itu segera menjadi senang, dengan ini maka ia bisa menyelesaikan tugas Duke Wock yaitu untuk memanggil para pahlawan untuk membantu "Terima kasih, terima kasih tuan pahlawan! Aku yakin seluruh penduduk juga sangat berterimakasih atas kebaikan anda! Kalau begitu biarkan aku membawa anda menuju tembok kota, Tuan Duke sudah menunggu di sana!".


Serun mengikuti prajurit tersebut menuju tembok kota.


Gisha, Yazou dan para murid yang berasal dari dunia lain saling menatap sebelum memutuskan untuk mengikuti Serun.


Melihat para pahlawan yang pergi meninggalkan dirinya, Serdas hanya bisa menggelengkan kepalanya "Anak-anak ini! Mereka bahkan tidak mendengarkan ku sebagai penjaga serta pelatih mereka, apakah mereka pikir dengan kekuatan rank 7 maka mereka tidak terkalahkan di dunia ini?".


Meskipun merasa tidak senang, Serdas hanya bisa mengikuti Serun dan yang lainnya sebab yang mulia memberinya tugas untuk menjaga Serun dan yang lainnya walaupun harus mati.

__ADS_1


Oleh karena itu, Serdas yang setia kepada raja hanya bisa mengikuti keputusan Serun yang keras kepala.


__ADS_2