AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 177 : PERUBAHAN PADA PASUKAN ELOS


__ADS_3

Cukup jauh dari medan perang, Halon saat ini sedang berdiri dengan seluruh tubuh yang dipenuhi oleh keringat, meskipun setengah dari tubuhnya masih berbentuk iblis namun ini sudah berlangsung sangat lama yang membuat efek obatnya menjadi sangat berkurang.


Selain itu Kurt kehilangan tangan kanannya akibat tombak api milik Perot, untungnya ia adalah Golem sehingga ia bisa memperbaiki tangannya tanpa masalah selama ia bisa kembali dari sini hidup-hidup.


Lalu keadaan Hepior juga tidak lebih baik, ia sudah memegang tongkatnya dengan tangan gemetar, bahkan untuk berdiri sekalipun sudah sangat sulit baginya akibat ia yang terlalu kelelahan.


Di sisi lain, Perot menatap tangannya yang memiliki luka gores dari cakar iblis Halon, luka tersebut memiliki warna hitam yang sangat gelap di sekitarnya menunjukkan bahwa ada racun di sana.


"Kekuatan serta kerja sama kalian sangat baik, apabila lawan kalian adalah dewa pemula sekalipun maka ada kesempatan bagi kalian untuk menang. Aku terkejut, julukan para Tuan Labirin sebagai sosok terkuat bukanlah kebohongan", kata Perot yang mengangkat tombak panas di tangannya akibat terbakar oleh kekuatan api, tanpa ragu sedikitpun Perot menusuk tombaknya pada luka bakar iblis beracun milik Halon.


"Sssss!".


Tangannya yang terkena tombak itu langsung terbakar, walaupun begitu Perot melakukan hal ini bukan untuk melukai dirinya sendiri, melainkan membakar racun yang ada pada tangannya tersebut.


Setelah memastikan bahwa racun itu tidak ada lagi, Perot menutup lukanya memakai kain yang berasal dari pakaiannya sambil berkata "Namun kalian tidak beruntung sebab kalian harus melawan orang sepertiku, tidak peduli seberapa keras kalian berusaha tapi perbedaan kekuatan kita bukanlah sesuatu yang bisa dilewati hanya dengan kerja keras. Meskipun begitu kalian bisa bangga, dengan kekuatan kalian maka kalian masih bisa melukaiku yang sudah merupakan kehormatan besar. Sekarang aku akan membunuh kalian, jika ada kehidupan berikutnya maka jangan menjadi Tuan Labirin lagi".


Melihat Perot akan membunuh mereka, Kurt yang ada di depan segera berteriak "Hepior, bawa Tuan Halon pergi dari sini! Aku akan menahan musuh!".


Hepior menggertakkan giginya dan bergegas membawa Halon yang sudah kelelahan di pundaknya, walaupun Halon yang kehilangan pikirannya akibat efek obat itu mencoba melawan, Hepior tetap memegangnya dengan kuat agar bisa melarikan diri dari sini.


Perot tersenyum mengejek terhadap tindakan tersebut "Golem, apakah kau berpikir dengan mengorbankan hidupmu maka kau bisa membawa pergi tuan mu dari sini? Biar aku beritahu, ide milikmu ini sangat bodoh! Tidak peduli apa yang kalian lakukan, kalian tidak bisa melarikan diri dari tanganku!".


Kurt mengangkat 1 tinjunya yang belum hancur, wajahnya masih penuh percaya diri "Kita tidak tahu sebelum mencobanya, bagaimanapun sebagai prajurit khusus Tuan Halon maka aku tidak keberatan untuk mengorbankan hidupku agar Tuan Halon bisa pergi dari sini".

__ADS_1


"Aku menghargai kesetiaan mu", kata Perot yang mengangguk setuju "Kalau begitu kau bisa mati sekarang!".


Sebelum Kurt bisa menyadarinya, sosok Perot sudah ada di depan matanya.


Kurt memiliki wajah yang dipenuhi rasa tidak percaya saat ini sebab kecepatan Perot jauh lebih cepat daripada gerakan ia sebelumnya, ternyata Perot dari tadi tidak melawan mereka memakai seluruh kekuatannya.


Kurt mengangkat tinjunya tanpa ragu dan memukul Perot yang ada di depannya untuk mengetahui bahwa ia hanya memukul angin, ternyata Perot sudah melewatinya serta bergegas menuju Halon.


Ia mengangkat tombaknya untuk menebas kepala Halon dengan dingin "Semuanya sudah berakhir, Tuan Labirin Halon!".


Baik itu Kurt ataupun Hepior sama sekali tidak siap terhadap gerakan tiba-tiba Perot ini, bahkan Hepior mencoba berbalik agar bisa melindungi Halon dengan tubuhnya, meskipun Hepior tahu bahwa ia tidak memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut.


Ketika tombak api Perot akan menebas Halon dan semua orang sudah berpikir Halon pasti mati, sebuah suara yang lembut tapi penuh rasa dingin terdengar "Absolute Ice Area".


Uniknya es ini sama sekali tidak mempengaruhi Halon dan 2 pengikutnya, padahal Perot sekalipun bisa dibekukan oleh es ini.


"Kita hampir terlambat, apabila terjadi sesuatu pada Tuan Labirin Halon maka tuan pasti memarahi kita", kata seorang wanita yang sosoknya perlahan-lahan muncul di samping Hepior.


Melihat sosok wanita berpakaian militer itu, Hepior berkata dengan ragu "Lumina?".


"Kau benar, kita tidak boleh mengecewakan tuan, apalagi tuan sudah memberikan tugas ini secara langsung kepada kita", sosok seorang wanita dengan sebuah palu di tangannya serta sebuah tanduk Minotaur muncul dar sisi lain Hepior.


Hepior membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya sebab ia mengenal 2 wanita ini, mereka tidak lain adalah Lumina dan Kronev yang merupakan 2 orang kepercayaan Elos selain Riona, 7 dosa besar serta Tiamat.

__ADS_1


Berbeda dari Hepior yang hanya bingung kenapa 2 prajurit khusus Elos yang seharusnya sudah melarikan diri ada disini, Perot bisa merasakan kekuatan 2 wanita tersebut yang membuatnya berkata dengan ragu "Kalian memiliki kekuatan dewa? Bukankah beberapa jam yang lalu kalian masih rank 3? Apa yang sebenarnya terjadi?".


Lumina sedikit tersenyum, ia mengambil pedangnya yang sudah ditutupi oleh es, dengan bantuan kemampuannya yang membuat sebuah area es besar maka Lumina menjadi lebih kuat "Kau tidak perlu tahu alasannya, apa yang perlu kau tahu adalah selama kau masih tetap keras kepala disini dan mencoba membunuh Tuan Labirin Halon, maka kami akan menjadi lawan mu".


Kronev juga menurunkan palunya ke tanah yang membuat suara ledakan cukup besar, tanah di bawah palu tersebut ikut retak yang menunjukkan seberapa kuat palu ini "Pilihlah, pergi atau mati!".


Walaupun Kronev dan Riona sudah menjadi dewa, Perot tidak takut sedikitpun, ia hanya berkata dengan senyum percaya diri "Aku harus mengakui bahwa perkembangan kekuatan kalian cukup cepat, namun dewa tingkat 9 seperti kalian masih jauh dari lawan ku. Apakah kalian pikir setelah menjadi dewa maka kalian bisa melawan siapapun? Kalau begitu biarkan aku menunjukkan kepada kalian, tentang seberapa bodohnya ide milik kalian!".


Api yang sangat kuat menutupi seluruh tubuh Perot, semua es yang ada di sekitarnya langsung meleleh.


Bahkan es pada pedang Lumina sedikit meleleh, hal ini membuat Lumina tersenyum pahit "Nampaknya lawan yang tuan berikan kali ini cukup merepotkan".


"Ada apa? Apakah kau takut?", tanya Kronev yang sudah bersiap untuk maju.


Mendengar pertanyaan Kronev, senyum percaya diri muncul di wajah Lumina "Bagaimana mungkin aku bisa takut? Sebagai Laksamana Angkatan Laut Tak Terkalahkan maka aku tidak takut sedikitpun! Kronev, majulah! Aku akan menjaga bagian belakangmu".


"Dimengerti", teriak Kronev yang bergegas maju menuju Perot, ia melompat tinggi-tinggi sambil memukul palunya ke arah Perot "Pukulan Gempa!".


Menghadapi serangan Kronev, Perot juga menebas tombak apinya yang sudah membentuk sosok serigala api raksasa "Aliran Tombak Gren, Raja Serigala Api!".


"Booooom!".


Kekuatan palu serta tombak serigala api itu saling bertabrakan yang membuat ledakan besar.

__ADS_1


__ADS_2