AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 218 : KEKUATAN TANGAN KANAN KAISAR


__ADS_3

Nera dan yang lainnya memutuskan untuk berhenti ketika mereka mendekati pria berotot tersebut, mereka tidak langsung membunuh pria ini seperti para penjaga sebelumnya sebab mereka bisa merasakan bahwa pria ini berbeda, setidaknya tingkat kekuatan pria ini tidak kalah dari Nera ataupun Lasha.


Pria itu membuka matanya perlahan-lahan lalu mengamati Nera dan yang lainnya "Apakah kalian pasukan putra mahkota? Siapa yang berpikir bahwa putra mahkota itu bisa merekrut orang kuat seperti kalian, padahal aku sebelumnya hanya berpikir bahwa putra mahkota paling banyak memiliki Folk dan Kulen. Selama hanya 2 orang itu, aku yakin untuk bisa menang, tapi siapa yang berpikir bahwa ia masih menyimpan 3 orang kuat lainnya. Ini sangat merepotkan, bahkan aku mungkin bisa mati!".


"Kalau begitu kenapa tidak membiarkan kami lewat untuk membunuh kaisar? Bagaimanapun selama kaisar mati maka kau hanya perlu setia kepada putra mahkota, bukanlah itu tidak masalah? Pada akhirnya putra mahkota masih anak kaisar", kata Nera tersenyum ramah, ia mencoba membujuk pria itu walaupun sudah tahu bahwa pria ini pasti menolak.


Apa yang Nera pikirkan tidak salah, pria itu menggelengkan kepalanya "Aku tidak bisa melakukan itu, selama aku masih hidup dan bisa bertarung maka aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba membunuh kaisar! Kecuali kalian membunuhku maka aku tidak akan membiarkan kalian lewat, lagipula aku adalah tangan kanan kaisar, Derka!".


Sebelum Nera bisa mengatakan apapun lagi, Terfis sudah melangkah maju lebih dulu dan berkata dengan dingin "Nera tidak perlu khawatir, biarkan aku menyelesaikan masalah ini dengan cepat, kalian bisa pergi lebih dulu menuju kaisar!".


"Tunggu dulu!", teriak Lasha yang memegang pundak Terfis untuk menghentikannya, ia berkata dengan tegas "Terfis, sebenarnya aku berusaha untuk selalu di samping Nera, tapi keadaannya berbeda sekarang. Kau adalah yang paling kuat sehingga lebih baik jika kau terus bersama Nera, dengan cara itu maka kau bisa selalu melindungi Nera. Sedangkan untuk melawan Derka ini, maka aku sendirian sudah lebih dari cukup!".


Terfis tidak langsung setuju terhadap perkataan Lasha, ia menatap Nera untuk menunggu keputusannya.


"Lasha, apakah kau yakin bisa menang? Musuh memiliki kekuatan 1 tingkat lebih tinggi dirimu", kata Nera dengan hati-hati.


"Nera tidak perlu khawatir, bagaimanapun aku tidak bisa mati semudah itu. Belum lagi aku bukanlah orang yang bodoh, selama aku tidak bisa mengalahkan musuh maka aku pasti tidak memilih untuk melawannya. Aku yakin untuk bisa menang melawan Derka ini, oleh karena itu aku memutuskan untuk melawannya!", kata Lasha percaya diri.


Nera mengangguk "Kalau begitu aku menyerahkan masalah disini padamu, apabila musuh terlalu kuat maka kau harus melarikan diri. Aku tidak akan marah hanya sebab kau melarikan diri, bagaimanapun yang paling penting adalah kau bisa tetap hidup".

__ADS_1


"Aku mengerti, Lasha pasti akan segera pergi saat mengetahui tidak bisa menang", kata Lasha yang sudah mulai mengambil tombaknya.


Nera tidak berbicara lebih banyak lagi, ia hanya berlari menuju pintu yang sedang di jaga oleh Derka "Pastikan untuk berhati-hati!".


Terfis juga melihat ke arah Lasha "Aku pasti menjaga tuan, meskipun aku harus mati, selama aku bisa melindungi tuan maka aku pasti tidak akan keberatan! Jadi kau juga harus menjaga dirimu, agar kau tidak mati yang pasti membuat tuan sedih".


Setelah selesai mengatakan semua itu, Terfis mengikut Nera untuk menjaganya.


Melihat Nera dan Terfis yang berusaha pergi menuju kaisar melalui pintu yang ia jaga, Derka menggelengkan kepalanya seperti melihat orang bodoh "Apakah kalian tidak terlalu meremehkan ku? Biarkan aku memberikan kalian pelajaran disini, siapapun yang meremehkan musuhnya maka mereka pasti menyesal!".


Derka mengangkat pedang di tangannya, aura yang sangat kuat berkumpul di seluruh pedang tersebut "Mati!".


"Brak!".


Suara tabrakan yang sangat keras terdengar saat 2 senjata itu saling bertabrakan, Lasha yang menahan pedang Derka memakai tombaknya tersenyum "Lawan mu adalah aku, lebih baik jangan meremehkan lawan mu, bukankah itu yang kau katakan sendiri?".


Memanfaatkan waktu tersebut, Nera dan Terfis sudah pergi menuju kaisar melalui pintu depan istana.


Melihat Nera dan Terfis yang sedang pergi, lalu ke arah Lasha yang bisa menahan tombaknya padahal memiliki kekuatan setingkat lebih lemah, sebuah senyuman muncul di wilayah Derka "Nampaknya kalian benar-benar tidak mudah, aku bingung bagaimana cara putra mahkota itu bisa merekrut orang sekuat kalian. Baiklah, aku tidak akan meremehkan mu lagi kali ini. Nona muda, lebih baik kau bersiap-siap!".

__ADS_1


Derka melangkah mundur lalu memakai kuda-kuda yang siap untuk bertarung, di saat bersamaan ia memakai kuda-kuda tersebut maka aura kekuatan di sekitar Derka meningkat sangat cepat.


Merasakan aura Derka, Lasha tahu bahwa Derka memakai seluruh kekuatannya kali ini sehingga Lasha tidak akan menahan diri juga.


Ia mengambil 1 tombak lagi sehingga ia sekarang memakai 2 tombak, kekuatan cahaya yang kuat mengalir di tombak yang ada pada tangan kanan Lasha sedangkan kekuatan kegelapan mengalir pada tombak di tangan kiri, Lasha berkata dengan tekad untuk bertarung "Kau juga harus mempersiapkan dirimu, jangan menyesal karena harus mati akibat meremehkan musuh mu!".


2 orang itu melangkah maju, pedang dan tombak saling bertabrakan yang membuat suara keras serta ledakan.


...----------------...


Nera bersama Terfis terus berjalan menuju ke bagian belakang istana ini, lebih tepatnya yaitu kamar kaisar serta tempat dimana ia tidur setiap malam.


Jika itu hanya Nera maka ia tidak mungkin bisa mendapatkan informasi ini, lagipula lokasi kaisar selalu sangat rahasia agar tidak ada pembunuh yang menargetkannya.


Tetapi Nera mendapatkan dukungan dari putra mahkota serta Fillie, oleh karena itu ia bisa mengetahui lokasi tempat tidur kaisar tanpa masalah.


Ketika Nera sudah tiba di depan pintu kamar kaisar tersebut, ia langsung membukanya tanpa ragu sambil bersiap untuk mengahadapi jebakan apapun, lagipula ini adalah kamar kaisar sehingga tidak aneh apabila ada jebakan disini untuk membunuh semua orang yang mencoba menyerang kaisar.


Namun saat pintu di buka, Nera menyadari bahwa tidak ada serangan apapun, bahkan tidak ada siapapun di ruangan ini kecuali seorang pria tua yang sedang duduk di atas tempat tidurnya. Walaupun sudah terlihat sangat tua, Nera bisa merasakan bahwa pria tua ini sama sekali tidak lemah, bisa dikatakan bahwa ada aura kuat yang berkumpul di sekitarnya secara diam-diam. Tanpa mengetahui namanya sekalipun, Nera sudah mengetahui tentang siapa sebenarnya pria ini.

__ADS_1


Pria tersebut sedang melihat ke arah jendela yaitu menuju gerbang kota yang saat ini sedang di serang oleh para pemberontak, lalu ia melihat ke arah Nera dan Terfis yang ada di depan pintu kamarnya "Aku menyambut kalian, para tamuku! Awalnya aku berpikir bahwa putra mahkota sendiri yang turun tangan kesini untuk membunuhku, namun siapa yang berpikir bahwa anak itu bisa memiliki 3 orang kuat seperti kalian, sepertinya aku sudah terlalu meremehkan putra mahkota selama ini. Kalian, kenapa orang kuat seperti kalian berusaha bekerja sama dengan putra mahkota?".


__ADS_2