AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 105 : MISI KANIA


__ADS_3

Setelah mengatakan semua itu, pelanggan pria itu menyadari bahwa ia sudah terlalu lama berbicara disini, oleh karena itu ia berdiri dan berbicara sedikit lagi pada Kania "Nona, jika kau tidak memiliki pekerjaan penting yang lain maka tinggal lah di Ibukota Dyremann lebih lama lagi, kau pasti akan mengerti seberapa hebatnya pemerintahan tuan Elos. Setidaknya aku yakin bahwa setiap penduduk lama di Ibukota Dyremann pasti tidak akan menganggap tuan Elos sebagai tiran, kalau begitu aku harus pergi ke ladang milikku lagi, sampai bertemu lagi".


Melihat pria yang pergi itu, Kania masih belum sadar sepenuhnya, ia meragukan perkataan petani tadi tentang pendidikan gratis.


"Nona, apakah anda akan memesan?", kata pelayan itu masih tersenyum sopan terhadap Kania yang kebingungan.


Kania kembali sadar, ia menatap pelayan itu "Aku akan membayar mu 1 koin emas, selama kau menemaniku duduk disini dan bercerita tentang kota ini".


Mendengar perkataan Kania, pelayan itu hanya tersenyum pahit "Nona, aku tidak bisa melakukan itu, aku memiliki banyak pelanggan lain yang harus dilayani".


"Bagaimana dengan 2 koin emas?", kata Kania tegas, ia yakin bahwa 2 koin emas itu sudah merupakan gaji seorang pelayan selama puluhan tahun.


Tetapi jawaban pelayan itu membuat Kania terkejut "Nona, semua yang dikatakan pelanggan tadi benar bahwa tuan Elos membuat akademi gratis untuk belajar selama 3 tahun bagi orang-orang di bawah usia 17 tahun. Sedangkan mereka yang belum bekerja di atas usia 17 tahun, maka kami harus mendaftar ke menteri tenaga kerja untuk diberikan pekerjaan yang paling cocok. Aku juga menjadi pelayan ini dengan bantuan kementrian tenaga kerja, mereka memiliki peraturan bahwa siapapun yang tidak bekerja dengan baik akan dikurangi poinnya".


"Jika poin terlalu banyak berkurang maka gaji kami akan dikurangi atau mungkin dipecat, hal ini membuatku tidak bisa menemani nona. Belum lagi 2 koin emas hanyalah gaji ku selama setahun, aku lebih rugi jika kehilangan pekerjaan ini".


Wajah Kania kembali membeku, di banyak kerajaan maka gaji para pelayan tempat makan kecil seperti ini merupakan yang paling rendah. Apalagi pemilik restoran bisa menemukan banyak pelayan baru tanpa masalah, jadi selama mereka tidak setuju dengan gaji yang rendah maka mereka hanya perlu mengganti pelayan baru.

__ADS_1


Bahkan gaji pelayan lebih sedikit daripada petani, lagipula pekerjaan mereka juga lebih ringan. Oleh karena itu, 2 koin emas seharusnya sudah sesuai dengan gaji seorang pelayan selama puluhan tahun.


"Kenapa gaji kalian sangat tinggi?", tanya Kania lagi tidak mengerti.


Pelayan itu menjelaskan dengan cepat "Tuan Elos membuat aturan bahwa setiap usaha yang memiliki pegawai harus memberikan para pegawai mereka gaji bulanan yang sesuai dengan standar minimum yang tuan Elos buat yaitu 1 koin perak sebulan. 1 koin perak sudah cukup untuk biaya makanan sebuah keluarga yang terdiri dari 3 orang, inilah alasan kenapa tuan Elos membuat peraturan ini".


Kania tidak berbicara lebih banyak lagi, apabila itu hanya 1 orang maka ada kemungkinan untuk bohong, namun ini sudah 2 orang. Belum lagi pelayan ini bisa menolak daya tarik uang, hal ini membuktikan bahwa aturan Elos itu benar-benar ada, oleh karena itu bagi pelayan ini maka 2 koin emas milik Kania tidak lebih berharga daripada pekerjaan yang ia miliki sekarang.


Kania tidak membuang waktu lagi dan memesan beberapa makanan agar pelayan ini bisa kembali bekerja lagi, ketika semua makanan yang ia pesan sudah diberikan maka tempat makan ini semakin ramai.


"Nona, apakah kau tidak keberatan aku duduk disini, tidak ada lagi kursi kosong lain di tempat ini", seorang wanita dengan memakai zirah kulit serta sebuah pedang tergantung di pinggangnya mendekati Kania.


Ketika wanita di depannya ini sudah selesai memesan makanan, Kania tidak bisa untuk tidak bertanya "Apakah kau seorang petualang?".


Wanita itu mengangguk "Aku petualang rank 8 di Guild Fjorten".


"Apakah kau tidak berasal dari kota ini?", tanya Kania lagi.

__ADS_1


Petualang wanita itu segera menjawab "Sebelumnya aku seorang petualang di Kerajaan Ray, sebagai petualang maka kami tidak terlalu sering untuk menetap di suatu tempat. Lebih tepatnya hampir setiap kelompok petualang selalu berpindah-pindah, lagipula ada banyak kota di dunia ini yang memiliki labirin lain. Namun aku sudah memutuskan untuk tinggal di Ibukota Dyremann ini, jika tidak ada masalah maka aku mungkin hidup disini sampau aku mati, jadi aku sudah tinggal hampir 2 bulan di kota ini. Sebagai orang yang tidak berasal dari kota ini, kau bisa menanyakan apapun yang membuatmu bingung di kota ini".


Kania kembali bertanya "Bagaimana pendapat mu tentang Elos, aku sering mendengar dari orang-orang di jalan bahwa pemimpin kerajaan ini adalah seorang tiran yang kejam, apakah itu benar?".


Mendengar pertanyaan Kania, petualang wanita itu tersenyum "Tuan Elos memang kejam, tapi ia selalu menghukum orang yang tepat, bagaimanapun semua orang yang mati di tangan tuan Elos hanyalah musuh atau orang-orang yang bersalah. Bahkan bangsawan sekalipun tidak bisa melarikan diri, aku tidak tahu bagaimana pendapat orang lain tapi menurutku cara yang tuan Elos lakukan sama sekali tidak salah, ia bukan seorang tiran".


Kania masih bertanya dengan keras kepala "Bukankah terlalu berlebihan untuk membunuh mereka? Walaupun mereka bersalah karena menerima suap, namun para penjahat ini bisa di hukum dengan cara lain seperti penjara".


Petualang wanita itu menggelengkan kepalanya "Apakah kau pikir itu cukup? Setelah waktu penjaranya habis maka ia bisa kembali lagi melakukan hal yang sama. Meskipun ada kemungkinan seseorang bisa berubah, tapi kemungkinannya sangat kecil. Ini sama seperti memenjarakan seorang pembunuh, lalu ketika ia bebas dari penjara maka ia kembali membunuh puluhan orang lagi. Bukankah lebih baik langsung membunuhnya dari awal sehingga tidak ada lagi korban?".


"Masalah penerimaan suap ini memang terlihat kecil, tapi apakah kau tahu apa yang terjadi di masa depan jika hal ini terus terjadi? Penerimaan suap membuat pendapatan pajak kerajaan berkurang, setelah bertahun-tahun maka ada kemungkinan suap menjadi semakin besar serta membuat seluruh kerajaan menjadi lebih miskin akibat kurangnya uang milik kerajaan, jika kerajaan miskin maka akan ada banyak penduduk yang kehilangan pekerjaan akibat uang kerajaan yang tidak cukup membayar gaji mereka. Saat hal itu terjadi, berapa banyak orang di seluruh Kerajaan Manusia Hewan akan mati akibat kemiskinan serta kelaparan? Mungkin ribuan atau puluhan ribu orang bisa menjadi korban, jadi lebih baik membunuh 1 orang ini agar kematian ribuan orang tidak terjadi serta memberi pelajaran agar hal ini tidak terjadi lagi".


"Ketika kau sudah mendengar semua pendapatku dan masih beranggapan bahwa tuan Elos seorang tiran maka aku tidak bisa mengatakan apapun lagi".


Kania terdiam sebentar sebelum langsung berdiri, ia pergi untuk membayar makanan yang sudah ia pesan tadi dan pergi dari tempat tersebut.


Kania pergi di sebuah penginapan dan memesan kamar untuk semalam.

__ADS_1


Saat ia menutup pintu kamarnya dan memastikan tidak ada siapapun yang mendengar di sekitar, maka Kania mengambil sebuah benda berbentuk kotak yang terlihat sangat aneh serta memiliki banyak lubang di sekitarnya dari tas yang ada dibalik jubahnya.


Kania mengalirkan kekuatannya pada benda batu berbentuk kotak ini, lalu sebuah suara pria terdengar dari lubang pada kotak batu tersebut "Apakah ini Kania? ada apa? Apakah kau sudah selesai memeriksa Tuan Labirin ke 9, Fjorten Elos?".


__ADS_2