
Meskipun kakek Nors bingung, tapi ia tidak banyak bertanya lagi dan hanya yakin ke Elos. Kakek Nors pergi ke ruang belakang untuk mengambil senjata rahasia yang sudah disiapkan Elos sebelumnya.
Zeyi yang dikepung oleh semua orang tanpa merasa takut sedikitpun tersenyum mengejek pada Elos "Senjata rahasia? Walaupun kau mengubah ingatanku sekalipun agar setia kepadamu, rekan manusia kera yang lain pasti akan tahu tentang hal itu, mereka bukan orang bodoh. Setelah tahu bahwa pikiranku diganti, mereka pasti akan semakin bertekad untuk membantu Loin. Oleh karena itu, tidak peduli apapun yang kau lakukan maka semuanya tidak berguna, kami ras manusia kera tidak akan pernah menjadi pengikut siapapun".
"Jangan terlalu banyak berbicara dulu, ketika kau sudah melihat senjata rahasia maka kau bisa berbicara lagi", kata Elos dengan senyum aneh.
Zeyi masih memiliki wajah sombong, ia tidak percaya terhadap perkataan Elos sebab dirinya yakin bahwa ia tidak akan pernah menyerah kepada orang lain, walaupun Elos adalah orang yang diramalkan sekalipun.
Tidak lama kemudian, kakek Nors kembali dengan sebuah kotak di tangannya. Kakek Nors memberikan kotak itu kepada Elos sangat hati-hati, Elos juga mengambilnya sebelum membuka kotak itu di depan mata semua orang "Lihatlah! Ini merupakan harta rahasia milikku yang bahkan bisa membuatmu menyerah!".
Di bawah tatapan bingung dan tertarik semua orang, mereka menemukan bahwa benda yang ada di kotak itu adalah sesuatu berwarna hijau yang terlihat aneh, lebih tepatnya mereka belum pernah melihat sesuatu seperti itu.
"Buah?", kata Bare tidak mengerti, ia hanya tahu bahwa benda di kotak tersebut merupakan sebuah buah, sedangkan jenis buah tersebut maka ia tidak tahu.
Zeyi juga sangat bingung, lalu ia tersenyum mengejek kepada Elos "Kau pikir sebuah buah cukup untuk membuatku menyerah? Kau bermimpi! Kami ras manusia kera memang kelaparan, tapi makanan sama sekali tidak cukup untuk membuat kami menyerah. Jika hanya makanan, bukankah lebih baik menyerah kepada Kerajaan Ray?".
"Tidak perlu banyak berbicara, makanlah! Apabila kau sudah memakannya tapi masih belum menyerah maka aku akan membiarkanmu pergi dari sini hidup-hidup. Kalian semua, turunkan senjata kalian! Biarkan Zeyi datang dan mencobanya", kata Elos tersenyum percaya diri.
Wajah semua orang semakin bingung, bahkan Rolir dan Kakek Nors tidak mengerti sebab mereka sudah memakan buah pada kotak tersebut, rasanya memang baik tapi bagi mereka maka rasa daging jauh lebih hebat daripada buah tersebut. Bagaimanapun mereka merupakan hewan pemakan daging, jadi mereka tidak tertarik untuk banyak memakan buah.
Semua orang mengikuti perkataan Elos, mereka menurunkan senjata mereka tetapi masih menatap Zeyi dengan tajam agar wanita ini tidak melarikan diri. Riona yang ada di sisi lain tersenyum, ia tahu buah yang ada di kotak tersebut.
Zeyi melangkah maju dan mengambil buah tersebut sambil tersenyum mengejek "Apakah buah ini beracun? Aku beritahu padamu, meskipun aku mati disini maka manusia kera tidak akan menyerah!".
__ADS_1
Tanpa menunggu lagi, Zeyi mengangkat tangannya untuk memakan buah tersebut, tapi Elos berkata dengan panik "Tunggu! Kau harus melepas kulitnya dulu!".
"Melepas kulitnya?", kata Zeyi yang hampir memakan buah tersebut "Kenapa buah ini sangat merepotkan!".
Walaupun merasa tidak senang tapi Zeyi tetap melepas kulit buah tersebut sebab ia penasaran, kenapa Elos sangat percaya diri bahwa ia akan menyerah hanya dengan buah.
Setelah melepaskan kulit buah itu, Zeyi membuang kulitnya sebelum memakan buah tersebut.
"Brak!".
Ketika Zeyi mulai menggigit buah tersebut serta merasakannya, ia langsung berlutut di tanah.
Semua orang terkejut terhadap tindakan Zeyi, lagipula mereka tahu seberapa sombongnya Zeyi, bahkan ia mati sekalipun maka mereka yakin bahwa Zeyi tidak akan berlutut. Tapi hari ini, Zeyi benar-benar berlutut hanya karena memakan sebuah buah.
Zeyi menatap Elos untuk buah tambahan lagi, tapi ia menyadari sesuatu bahwa Elos pasti tidak akan memberinya buah tersebut selama dirinya tidak menyerah.
Zeyi menggertakkan giginya, ia berada di pertarungan pikiran antara menjadi pengikut atau tidak memakan buah itu lagi.
Setelah beberapa saat, Zeyi menundukkan kepalanya dan berkata penuh ketegasan "Aku Zeyi memutuskan untuk menyerah kepada tuan! Meskipun aku yang sekarang tidak bisa mewakili seluruh manusia kera sebab kami lebih seperti kelompok yang bebas, jadi aku memang pemimpinnya tapi bukan berarti mereka akan mengikuti semua perkataan ku. Walaupun begitu aku bisa memastikan kepada tuan, selama mereka sudah memakan buah ajaib ini maka mereka pasti akan menyerah! Terimalah kesetiaan ku ini!".
Semua orang semakin bingung, terutama Rolir dan Kakek Nors yang tidak bisa merasakan kehebatan buah ini sebelumnya.
"Aku menerima kesetiaan mu, selama ras manusia kera setia kepadaku maka aku bisa membiarkan kalian makan pisang setiap harinya, bagaimanapun tidak banyak hewan lain yang menyukai pisang juga", kata Elos sambil tersenyum.
__ADS_1
"Pisang? Jadi buah ajaib ini bernama pisang! Benar-benar nama yang sangat cantik!", kata Zeyi sambil menatap kulit pisang di tangannya penuh rasa cinta.
Elos sedikit ketakutan terhadap tatapan Zeyi, lagipula ia sudah terlalu berlebihan mencintai sesuatu seperti buah, seakan-akan buah itu adalah pria tampan. Tidak, di mata Zeyi maka pisang mungkin jauh lebih baik daripada pria tampan manapun.
Sebelumnya Ilina adalah orang yang menemukan buah ini, apa yang mengejutkan Elos bahwa mereka sama sekali tidak tahu tentang pisang, lebih tepatnya di dunia ini tidak memiliki pisang sebelum Elos membuatnya. Oleh karena itu, Elos yakin bahwa pisang ini bisa membuat para kera menyerah sebab pisang merupakan makanan yang paling mereka senangi.
Bare yang penasaran melangkah maju menuju Zeyi "Apa yang hebat dari buah itu? Bukankah itu hanya buah?".
"Brak!".
Sebelum Bare bisa berkata apa-apa lagi, Zeyi memukulnya memakai tongkat di tangannya "Aku tidak keberatan apabila kau mengejek buah yang lain, tapi jika kau mengejek pisang maka itu sama dengan mengejekku! Aku sudah memutuskan bahwa siapapun yang mengejek tuanku ataupun pisang, maka mereka akan menjadi musuh Zeyi ini!".
Elos sedikit mengangguk, nampaknya perkataan Rolir sebelumnya benar bahwa manusia kera memang yang paling sulit setia. Tetapi selama mereka sudah setia, maka kesetiaan mereka sama dengan para manusia beruang yaitu hampir tidak mungkin berkhianat.
Bahkan menurut cerita Rolir, prajurit yang paling banyak mati untuk melindungi raja sebelumnya yang melarikan diri dari kejaran musuh adalah manusia beruang dan manusia kera, alasan inilah yang membuat jumlah orang di ras mereka memiliki jumlah paling sedikit.
Bare memegang kepalanya yang dipukul tongkat dengan tidak terima, bagaimanapun menurutnya itu hanya sebuah buah. Tapi ia tidak berani berbicara apapun lagi, ia yakin selama dirinya mengejek pisang lagi maka Zeyi akan terus memukulnya.
Zeyi tidak memperhatikan Bare lagi, ia kembali berlutut di depan Elos "Tuanku, kami ras manusia kera memiliki 50 pasukan dan 250 orang tua ataupun anak-anak yang tidak bisa bertarung, selain itu ada 350 pasukan dari ras pengikut kami di antaranya yaitu ras manusia monyet, serta berbagai manusia primata lainnya. Selama tuan memiliki pisang yang cukup, Zeyi yakin semua primata ini akan menyerah pada tuan".
Elos mengangguk "Nors, gunakan semua pisang yang kita miliki sekarang untuk membuat mereka menyerah".
"Baik tuan", jawab Nors yang pergi secepat mungkin.
__ADS_1