AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 80 : LUMINA VS JIRSA


__ADS_3

Arla tiba-tiba mendapat laporan terbaru lagi "Laksamana Lumina, 400 kapal milik musuh menuju ke arah kita dengan kecepatan penuh! Jika terus seperti ini maka mereka pasti mengepung kapal kita hanya dengan waktu semenit!".


"Jangan panik", kata Lumina yang sama sekali tidak mengubah wajahnya seakan-akan 400 kapal ini hanyalah masalah kecil "Kalian hanya perlu mengutamakan untuk menembak kapal musuh, sedangkan aku yang akan menghentikan mereka mendekati kapal kita".


Setelah itu Lumina berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah dek Kapal Perang Sharfas, ia menarik pedangnya dan mengangkat tinggi ke arah langit "Ini waktunya kalian untuk beraksi, Invincible Navy and Air Force".


Bersamaan dari perkataan Lumina, kurang lebih 400 kapal perang cahaya terbentuk di belakang Kapal Perang Sharfas.


Padahal beberapa waktu yang lalu Lumina hanya bisa memanggil hampir 100 kapal, namun sekarang ia sudah bisa memanggil hampir 400 kapal akibat dari rank yang naik serta kemampuan dan pekerjaannya yang juga meningkat. Oleh karena itu, menjadi pengikut Elos benar-benar membuatnya banyak meningkatkan kekuatan miliknya.


"Semua pasukan, tembak!", teriak Lumina.


"Booooom!".


Di waktu yang bersamaan dari perkataan Lumina, 400 kapal di belakangnya menembak.


Ratusan bola meriam terbang di atas langit lalu menabrak kapal-kapal milik musuh.


"Brak!".


Beberapa kapal milik musuh tertembak sampai tenggelam sedangkan beberapa kapal yang lebih beruntung hanya sedikit hancur tapi tidak menganggu gerakan mereka.


Melihat puluhan kapal miliknya yang tenggelam bersamaan, Jirsa merasa sedih. Lagipula sebagian besar dari awak 400 kapal ini merupakan rekannya yang sudah bertarung selama puluhan tahun bersama, jadi Jirsa merasa seperti kehilangan banyak temannya.


Meskipun merasa sedih, Jirsa tahu bahwa ia tidak boleh menunjukkan kelemahan sekarang sebab selama ia menunjukkan kelemahan maka pasukannya yang masih hidup akan ikut melemah.


"Jangan takut, bukan hanya mereka yang bisa menembakkan meriam tetapi kita juga bisa! Beritahu seluruh prajurit untuk menembak, jatuhkan semua kapal musuh!", teriak Kapten Jirsa.

__ADS_1


Kapal Lumina dan Jirsa mulai saling menembak, suara ledakan meriam terus terdengar tanpa henti di medan perang ini.


Lumina masih berdiri di dek Kapal Perang Sharfas dengan dingin, di matanya hanya masalah waktu sebelum seluruh kapal musuh tenggelam.


"Laksamana Lumina, energi kapal sudah siap sebanyak 30%, kita hanya perlu 10 menit lagi sebelum kapal bisa menembak", Arla melaporkan keadaan kapal saat ini.


Lagipula kekuatan tembakkan milik kapal legendaris ini sangat kuat, hal ini menyebabkan Kapal Perang Sharfas membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan energi sebelum bisa menembak.


Lumina mengangguk terhadap laporan tersebut, lalu perhatian Lumina tiba-tiba tertarik pada sebuah hal.


Di antara 400 kapal perang milik musuh, Lumina menemukan 10 kapal perang yang bergerak ke arah kapal legendaris mereka secepat mungkin melewati hujan meriam antara 2 pasukan ini.


Pada kapal paling besar dari 10 kapal yang maju ini, Lumina menemukan seorang pria tua yang juga berdiri di atas dek kapal seperti dirinya.


Merasakan kekuatan rank 5 dari pria tersebut, Lumina segera tahu bahwa pria tua ini merupakan pemimpin musuh yaitu Kapten Jirsa.


Setiap orang yang menjadi pasukan elit kerajaan pasti setia kepada raja, terutama Jirsa sebagai kapten. Oleh karena itu, Jirsa sekarang sangat membenci Elos dan pengikutnya akibat perkataan raja.


"Apakah kau yakin aku akan mati? Sebenarnya kau salah, orang yang mati kali ini bukanlah aku, melainkan kalian!", kata Lumina dengan dingin.


Setelah itu Lumina melompat dari atas kapalnya menuju laut.


Melihat gerakan Lumina tersebut, semua orang terkejut. Baik itu rekan Lumina ataupun musuh yaitu Jirsa, mereka terkejut bahwa Lumina mencoba berenang di laut. Masalahnya apa yang bisa dilakukan dengan berenang? Mengalahkan kapal sama sekali tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan berani.


Di bawah tatapan terkejut semua orang, Lumina yang hampir menyentuh air laut mengulurkan tangannya ke arah air laut "Ice Empress".


"Krak!".

__ADS_1


Perlahan-lahan laut berubah menjadi es, pada awalnya es hanya muncul di depan Lumina, tapi es perlahan-lahan terus membesar hingga membekukan tepat di depan 10 kapal milik Kapten Jirsa.


Meskipun kemampuan es milik Lumina tidak bisa membekukan seluruh laut, namun area yang ia bekukan masih sangat besar. Lebih tepatnya, dari 400 kapal perang milik musuh maka 250 kapal membeku dan terjebak di antara es.


Walaupun kemampuan es ini tidak bisa membunuh mereka, namun hal ini menyebabkan 250 kapal tersebut tidak bisa bergerak. Terutama 10 kapal milik Jirsa, kapal mereka sama sekali tidak bisa mendekati Kapal Perang Sharfas lagi.


Jirsa yang berada di atas kapal sama sekali tidak bisa berbicara, lebih tepatnya ia sangat terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Setelah menatap seluruh es di sekitar kapal miliknya, Jirsa menatap Lumina penuh ketakutan seakan-akan melihat seekor monster.


Ada banyak penyihir es di dunia ini, tapi hampir tidak ada yang bisa membekukan laut. Bagaimanapun laut memiliki ukuran yang terlalu luas, oleh karena itu mana yang dibutuhkan untuk membekukan laut juga sangat banyak.


Tetapi Lumina di depannya ini bisa, Lumina memang tidak membekukan seluruh laut namun area yang ia bekukan masih tidak kecil, kekuatan ini bisa dikatakan sebagai monster.


Jirsa menghela nafas yang berbentuk asap putih sebab suhu di sekitar berubah menjadi dingin akibat pembekuan milik Lumina, ia memegang pedangnya sebelum menatap Lumina yang masih cukup jauh dari dirinya "Sebenarnya siapa kau ini?".


Lumina yang sudah mendarat ke tanah es buatannya dari Kapal Perang Sharfas menatap Jirsa "Nampaknya aku belum memperkenalkan diriku, namaku Lumina, seorang laksamana di bawah tuan Elos! Aku yakin bahwa kau pasti Jirsa, seorang kapten angkatan laut terkenal dari Kerajaan Ray. Jadi, apakah kita terus melanjutkan pertarungan ini atau tidak? Mungkin kau memikirkan untuk melarikan diri dari sini".


Kapten Jirsa menarik nafasnya, ia ikut melompat dari dek kapal miliknya lalu mendarat di tanah es buatan Lumina.


Jirsa mengangkat pedangnya dan siap untuk bertarung "Aku Jirsa yang merupakan seorang kapten prajurit elit ke 3 Kerajaan Ray tidak akan pernah takut ataupun mundur, kesetiaan ku pada yang mulia tidak akan berubah. Nona Lumina, persiapkan dirimu! Apabila kau meremehkan pedang milik musuh mu maka kau pasti menyesal".


Lumina juga mengangkat pedangnya "Jirsa, majulah! Aku Lumina menghargai keberanian serta kesetianmu itu kepada Kerajaan Ray, jadi aku akan bertarung memakai seluruh kekuatanku untuk mengalahkan mu!".


Walaupun 250 kapal perang milik Jirsa tidak bisa bergerak akibat terjebak di es, mereka masih menembak kapal perang Lumina.


Di bawah tembakan meriam antara kapal perang, Lumina dan Jirsa akan memulai pertarungan antar pemimpin juga.

__ADS_1


__ADS_2