
Kania mendekatkan kotak batu itu ke wajahnya sebelum berkata "Tuan Fran, aku sudah selesai memeriksa tentang Tuan Labirin Elos".
"Bagaimana hasilnya? Elos hidup atau mati?", tanya suara pria dibalik kotak batu tersebut.
Kania menarik nafas, wajahnya berubah menjadi tegas "Elos, hidup!".
Tidak ada jawaban apapun dari kotak batu itu selama 5 menit, Kania tidak berbicara dan terus menunggu jawaban dari kotak batu tersebut.
Akhirnya suara pria yang di sebut sebagai Fran oleh Kania ini kembali terdengar "Apakah kau yakin? Kania, aku sama sekali tidak meragukan mu, aku tahu bahwa kau pasti tidak akan berbohong kepadaku. Tetapi ada kemungkinan bahwa kau ditipu oleh Elos, apakah kau benar-benar sudah memeriksa semuanya dengan jelas? Bagaimanapun ada banyak sekali kabar tentang Elos sebagai tiran, pasti ada alasan kenapa Elos diberikan julukan ini".
Kania menjawab lagi "Tuan Fran, anda tidak perlu khawatir! Aku pasti tidak ditipu, aku sudah mengamati secara langsung keadaan Ibukota Dyremann baik itu di pusat ataupun sudut ibukota. Bukan hanya itu, sebelum datang ke ibukota maka aku sudah memeriksa seluruh wilayah milik Tuan Labirin Elos. Tidak ada masalah pada keadaan penduduk di setiap kota miliknya, bahkan setiap kota yang sudah dikuasainya menjadi lebih makmur dan maju. Kota Portus Aureus semakin sering di datangi oleh pedagang, bahkan Kota Novus yang dulunya bernama Kota Nate sudah membuka perdagangan laut juga".
"Penduduk yang sebelumnya hampir mati kelaparan kini kembali hidup, walaupun masih ada kemiskinan namun setidaknya semua orang bisa mendapatkan makanan yang cukup untuk hidup. Selain itu aku sudah bertanya ke beberapa orang di masing-masing kota yang aku datangi, jawaban mereka semua hampir sama. Baik itu kebijakan pajak yang ringan, pendidikan gratis, pemerintahan yang tertib, hukum melindungi seluruh penduduk, batas gaji minimum pegawai dan berbagai kebijakan lainnya yang kembali menghidupkan para penduduk di kota-kota miliknya".
"Tindakan Tuan Labirin Elos mungkin cukup kejam untuk membunuh orang-orang yang bersalah secara langsung, tapi aku sering mendengar jawaban yang sama dari penduduk Tuan Labirin Elos. Jika membunuh 1 orang bisa membiarkan ribuan orang lainnya tetap hidup, apakah Elos bisa di sebut sebagai tiran?".
Fran yang ada di sisi lain kotak batu tidak bersuara lagi selama 5 menit sebelum berkata "Baiklah, laporan mu di terima! Kau sudah memeriksa Elos selama sebulan sehingga kau boleh kembali, tugasmu sudah selesai. Elos bersih dan tidak bersalah, Tuan Urmur memang tidak akan salah menilai orang lain".
"Baik tuan, aku akan kembali!", jawab Kania.
"Jangan lupa memberikan surat itu kepada Elos, karena ia sudah berhasil melewati penilaian dengan baik maka ia harus mendapatkan bukti pengakuan bahwa dirinya merupakan Tuan Labirin ke 9", suara Fran kembali terdengar.
__ADS_1
"Aku mengerti, tuan Fran", jawab Kania.
Suara pada alat komunikasi itu menghilang yang menunjukkan bahwa komunikasi sudah berakhir, Kania menyimpan semua benda miliknya dari penginapan ini lalu pergi menuju ke tempat dimana Elos berada yaitu Istana Elos.
...----------------...
Elos saat ini duduk di kursi yang ada pada bagian belakang meja kerjanya, mata Elos menatap ke sebuah patung kecil berbentuk dirinya di atas meja kerja serta sebuah surat.
Kronev yang memberikan patung dan surat itu berkata "Tuan, sebelumnya ada seorang wanita yang datang ke istana dan memberikan 2 benda ini. Ia berkata bahwa ini merupakan tanda dari Fran, Tuan Labirin ke 3 sebagai bukti bahwa anda sudah menjadi bagian dari Tuan Labirin. Selain itu ia memberitahu bahwa patung itu berguna sebagai alat untuk memulai pertemuan, oleh karena itu tuan tidak perlu pergi sendiri ke sebuah pertemuan Tuan Labirin".
"Ketika pertemuan sudah di mulai maka patung akan bersinar, tuan hanya perlu menekan bagian kepalanya untuk memunculkan sebuah layar yang menampilkan pertemuan tersebut. Hal ini dilakukan agar Tuan Labirin tidak dijebak oleh musuh. Lagipula saat seluruh Tuan Labirin berkumpul maka ada kemungkinan musuh aka mengepung tempat pertemuan itu agar bisa membunuh semua Tuan Labirin hanya dengan sekai gerakan, jadi dibuatlah patung ini agar setiap Tuan Labirin bisa melakukan pertemuan dari labirin mereka masing-masing. Setelah memberikan semua benda ini, wanita itu langsung pergi. Aku sudah memastikan bahwa tidak ada masalah pada patung ataupun jebakan, karena hal itu aku memutuskan untuk membawanya pada tuan".
[Senang berkenalan denganmu, Tuan Labirin ke 9, Fjorten Elos.
Kania pasti sudah menjelaskan tentang fungsi dari patung yang aku berikan tersebut, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi. Selain itu, kami melakukan beberapa pemeriksaan di wilayah anda sebab adanya kabar tentang anda sebagai tiran. Untuk berjaga-jaga, aku mengirim Kania untuk memeriksanya sebab aku juga diberikan tugas sebagai penegak hukum di antara Tuan Labirin. Setiap kali ada Tuan Labirin yang melanggar aturan besar seperti membunuh banyak orang tanpa alasan, maka tugasku untuk menghukum dan menekan Tuan Labirin itu. Oleh karena itu aku mengirim Kania untuk memastikan hal ini, jika tuan Elos marah maka aku hanya bisa berkata maaf.
Aku menulis surat ini hanya untuk memberitahu Tuan Elos masalah tindakan tanpa izin yang aku lakukan, lalu aku juga memberitahu Tuan Elos bahwa akan ada pertemuan Tuan Labirin 3 hari lagi. Pertemuan ini di mulai atas saran Tuan Zamir, Penguasa Labirin ke 2. Jadi Tuan Elos juga bisa datang ke pertemuan tersebut memakai patung yang diberikan, untuk masalah alasan pertemuan ini yaitu untuk membahas serangan balik terhadap orang-orang yang sering menyerang labirin kita akhir-akhir ini. Kalau begitu, sampai bertemu di pertemuan 3 hari lagi.
Salam dari rekanmu, Fran, Tuan Labirin ke 3]
Elos meletakkan surat itu kembali ke atas meja sambil berkata "Envy!".
__ADS_1
Bayangan yang ada pada tembok di belakang Elos bergetar, setelah itu sosok Envy yang merupakan vampir pria muncul dari balik bayangan itu.
Envy berlutut di depan Elos "Tuanku, apakah ada yang anda butuhkan?".
"Apakah kau tahu tentang kedatangan Kania ini di Ibukota Dyremann kita?", tanya Elos yang terus menatap ke depan seakan-akan Envy di belakangnya sama sekali tidak ada.
Envy menjelaskan dengan cepat "Tuanku, aku sudah menemukannya sewaktu ia melewati gerbang ibukota. Tetapi saat itu aku sama sekali tidak tahu tentang identitasnya, apa yang aku tahu hanyalah ia memiliki kekuatan yang sangat kuat hingga aku tidak bisa menilainya dengan jelas. Apabila itu kekuatan rank 3 atau 4 maka aku pasti masih bisa menilainya, hal ini menunjukkan bahwa Kania ini memiliki kekuatan rank 2 ataupun bahkan 1".
Elos mengangguk, Envy ini memiliki banyak sekali kemampuan menghilang ataupun sembunyi sehingga Elos memberikan Envy tugas untuk membentuk kelompok pembunuh ataupun mata-mata yang menyebar ke seluruh dunia di masa depan.
Envy baru mulai membentuk kelompok itu sehingga sekarang jarak pengamatan kelompok Envy masih sangat kecil yaitu di sekitar Ibukota Dyremann, namun setiap kali ada keanehan di Ibukota Dyremann maka Envy pasti akan mengetahuinya sejak kelompoknya mula terbentuk.
"Menurutmu apakah ia datang kesini hanya untuk memeriksa kebenaran tentang apakah aku tiran atau bukan?", tanya Elos.
Mendengar hal tersebut, Envy menjadi ragu "Aku tidak tahu pasti tentang tujuannya, tapi kemungkinan besar ia kesini hanya untuk menilai keadaan kota sebab ia selalu mengamati keadaan di sekitar atau bertanya-tanya kepada orang yang ia temui di jalan. Sepertinya ia juga menyadari keberadaan ku yang mengamatinya, tapi ia bersikap seakan-akan dirinya tidak tahu".
"Terima kasih atas informasi mu, kau bisa pergi sekarang", kata Elos.
"Baik tuan!", sosok Envy berubah menjadi bayangan lagi sebelum menghilang.
Elos sedikit tersenyum "Nampaknya Tuan Labirin ini memang sangat kuat, bahkan pengikut mereka bisa memiliki rank 1 atau 2. Ketika pertemuan 3 hari lagi di mulai maka aku bisa melihat, sebenarnya orang-orang seperti apa yang di sebut sebagai Tuan Labirin ini".
__ADS_1