
Serun naik ke atas tembok Ibukota Wock di bawah arahan prajurit tersebut, ia menemukan bahwa Duke Wock yang sudah ia temui saat baru datang ke kota ini ada di atas tembok kota.
Duke Wock sedang berdiri tegas di atas tembok kota sambil mengamati para prajurit yang terus berjaga, meskipun para prajurit Duke takut terhadap pasukan Elos yang akan datang namun dengan adanya Duke Wock yang menemani mereka maka mereka tidak akan melarikan diri.
"Tuan Duke, aku sudah membawa para pahlawan kesini", teriak prajurit tersebut yang melaporkan pada Duke Wock.
Duke Wock menatap ke arah prajurit itu sebelum menuju ke pahlawan dengan senyum ramah "Tuan pahlawan, maaf karena sudah memanggil anda secara tiba-tiba kesini, padahal aku sama sekali tidak memiliki izin yang mulia. Oleh karena itu, aku sangat berterima kasih atas kebaikan tuan pahlawan yang masih memutuskan untuk membantu kami".
"Tuan Duke sopan, sudah seharusnya bagimu seorang pahlawan untuk melindungi orang-orang yang tidak bersalah dari serangan musuh", kata Serun tersenyum hati-hati.
Serun masih merasa dirinya berada di film atau game yaitu dimana pahlawan merupakan pemeran utama yang mendapatkan kekuatan tidak terkalahkan, apalagi Serun sama sekali belum pernah kalah di dunia ini yang membuatnya semakin yakin bahwa ia adalah pahlawan yang tidak terkalahkan.
Berbeda dari Serun yang langsung setuju, Serdas yang ada di samping berkata dengan wajah suram "Tuan Duke, Tuan Serun memang tidak keberatan untuk membantu anda, tapi paling tidak kami harus tahu lebih dulu siapa musuh yang kami lawan bukan?".
Serdas bukanlah orang bodoh seperti Serun yang berpikir bahwa pahlawan selalu menang, oleh karena itu ia harus mengetahui musuh yang sedang mereka lawan sebelum menyiapkan strategi yang tepat untuk melawannya dan membantu pahlawan agar tidak terluka.
"Tuan Serdas, musuh yang menyerang Ibukota Wock kali ini adalah Tuan Labirin--", sebelum Duke Wock bisa menyelesaikan perkataannya, seorang prajurit yang menjaga tembok kota berteriak keras "Duke Wock! Musuh menyerang! Musuh menyerang! Seekor naga bumi bergerak ke arah kota ini dengan cepat, di belakang naga bumi tersebut terdapat puluhan ribu pasukan musuh yang mengikutinya!".
Semua orang berhenti berbicara dan menatap ke arah prajurit yang melapor tersebut menunjuk untuk menemukan bahwa ada seekor naga bumi yang berlari sekuat tenaga menuju Ibukota Wock.
Melihat naga bumi itu, wajah Duke Wock menjadi sedikit aneh "Darimana Elos mendapatkan naga bumi ini? Baik itu dari segi ukuran atau kekuatan, naga bumi ini jauh lebih kuat daripada naga bumi yang aku kirim bersama Honret!".
Walaupun naga bumi rank 3 ini berlari ke arah tembok kota dengan sangat cepat, Duke Wock tidak panik dan berkata dengan tegas "Tuan Pagir, apakah kau ada di sana?".
Perlahan-lahan sosok bayangan muncul di belakang Duke Wock, sosok bayangan itu berkata dengan dingin "Tuan Duke, apakah ada yang anda butuhkan?".
__ADS_1
"Tuan Pagir, menurutmu apakah kau bisa mengalahkan naga bumi tersebut?", tanya Duke Wock.
Sosok bayangan bernama Pagir itu melihat ke arah naga bumi sebelum berkata "Tuan Duke, anda pasti bercanda. Walaupun kami sama-sama rank 3, naga bumi itu berkali-kali lipat lebih kuat dariku. Bukan aku yang bisa mengalahkannya, tapi naga bumi itu yang bisa mengalahkan ku".
Duke Wock mengangguk, ia tidak terkejut sebab sosok naga sebagai monster terkuat bukanlah kebohongan, jadi hanya orang-orang kuat seperti Elos yang bisa mengalahkan naga meskipun mereka memiliki rank yang lebih rendah. Apabila itu orang lain, sekalipun mereka memiliki rank 2 sekalipun maka mereka belum tentu bisa menang dari naga bumi rank 3 ini.
"Lalu, berapa lama kau bisa menahan naga ini agar tidak menghancurkan kota?", tanya Duke Wock lagi.
"5 menit!", jawab Pagir tanpa keraguan sedikitpun "Apabila lebih dari 5 menit maka kemungkinan aku mati menjadi terlalu besar, aku pasti melarikan diri setelah 5 menit menahan naga tersebut. Tapi apakah anda yakin Tuan Duke? Aku mengikuti anda karena aku memiliki hutang kebaikan kepada anda, namun ketika aku membantu anda menahan naga ini maka itu sama dengan aku sudah membayar semua hutang yang aku miliki kepada anda".
Sebagai kekuatan rank 3 yang bahkan sangat dihargai raja Kerajaan Ray, Pagir seharusnya tidak akan menjadi pengikut Duke Wock.
Tetapi ia memiliki hutang yang besar kepada sang Duke, oleh karena itu ia memutuskan untuk membantunya sampai seluruh hutangnya sudah terbayarkan, ia tidak memiliki kesetiaan apapun kepada Duke Wock.
"Sesuai keputusan anda, Tuan Duke", kata Pagir yang sosoknya berubah kembali menjadi bayangan menuju ke arah naga bumi.
Sejak menjadi kekuatan rank 3 dan pengikut Elos, Tiamat memiliki kemampuan deteksi yang menjadi semakin tajam.
Karena hal tersebut, Tiamat bisa merasakan sosok bayangan Pagir yang mendekat ke arah dirinya.
"Graaaaa!", Tiamat segera memakai kemampuan Dragon Roar miliknya yang membuat seluruh pasukan musuh di atas tembok kota menutup telinga mereka.
Bahkan beberapa prajurit musuh memiliki darah yang jatuh dari telinga mereka atau kehilangan kesadaran akibat kekuatan Dragon Roar milik Tiamat.
Pagir juga merasa telinganya akan meledak akibat teriakan Tiamat, walaupun begitu ia masih bergegas maju menebas pedangnya ke arah Tiamat tanpa peduli terhadap darah yang jatuh dari telinganya.
__ADS_1
Menghadapi pedang Pagir, Tiamat mengangkat cakarnya dan menebas ke arah Pagir.
"Brak!".
Tabrakan yang kuat terjadi, Pagir terlempar sejauh puluhan meter akibat cakar Tiamat.
Seluruh tangan Pagir bergetar dengan hebat yang menunjukkan bahwa kekuatan Tiamat jauh di atas dirinya.
Meskipun berhasil melempar Pagir, Tiamat tidak merasa senang, bahkan wajahnya sedikit tidak senang.
Setelah beberapa saat, Tiamat memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada Elos memakai telepati, sebagai prajurit khusus Elos maka ia bisa memakai telepati untuk menghubungi Elos.
"Tuanku, nampaknya aku sama sekali tidak bisa menghancurkan tembok Ibukota Wock seperti tugas yang anda berikan sebelumnya", lapor Tiamat.
Elos yang berada di antara puluhan ribu pasukan juga mengetahui bahwa Tiamat sedang melawan Pagir, oleh karena itu Elos hanya bisa bertanya "Apakah kau bisa menang melawannya?".
"Beri aku 5 menit, orang ini tidak akan bernafas lagi setelah 5 menit!", kata Tiamat penuh percaya diri.
Elos mengangguk dan menatap seluruh prajurit di belakangnya sambil mengangkat pedangnya ke arah Ibukota Wock "Seluruh pasukan serang! Walaupun ini tidak sesuai dengan rencana awal karena Tiamat yang sibuk melawan musuh lain, tapi kemenangan masih ada di tangan kita! Hari ini, Ibukota Wock hanya akan menjadi sejarah!".
"Serang!", teriak pasukan Elos yang melangkah maju di bawah kepemimpinan Kronev, pasukan mayat hidup menjadi pasukan yang berada di barisan paling depan untuk menyerang Ibukota Wock.
Elos menatap ke arah Ibukota Wock untuk menemukan bahwa Duke Wock ada di sana, karena akan berperang melawan Duke Wock maka Elos membiarkan orang-orang untuk membuat gambar sang Duke agar seluruh pasukan menangkap atau membunuhnya, tanpa memberikan kesempatan baginya untuk melarikan diri di tengah peperangan.
Melihat Duke Wock yang berdiri di atas tembok kota penuh percaya diri tanpa ada tanda-tanda melarikan diri, Elos menjadi sedikit bingung "Kenapa ia tidak mencoba melarikan diri? Apakah Duke Wock masih memiliki rencana untuk menang?".
__ADS_1