
Ketika semua orang akan mengangkat atau tetap menurunkan tangan mereka untuk mengambil keputusan, Halon yang berada di kursi paling jauh karena peringkat 8 miliknya berbicara "Tuan Urmur, bolehkan aku berbicara sedikit sebelum kita mengambil suara?".
Urmur menatap ke arah Halon, perlahan-lahan ia mengangguk yang menunjukkan bahwa dirinya setuju "Katakan, apakah kau memiliki saran lain?".
Halon berdiri dari kursinya, walaupun seluruh Tuan Labirin yang lain sedang melihat ke arah dirinya tapi Halon tidak takut sedikitpun "Tuan Urmur, aku yakin ada pengkhianat di antara Tuan Labirin. Aku sama sekali tidak bermaksud memecah ikatan antara Tuan Labirin milik kita, namun aku yakin pasti ada pengkhianat! Bukankah terlalu berisiko untuk pergi berperang tanpa mengetahui pengkhianat ini? Bagaimanapun lawan kita kali ini adalah para dewa, meskipun hanya ada 2 dewa di sana tapi mereka bukanlah sesuatu yang bisa di lawan tanpa persiapan cukup. Oleh karena itu, lebih baik kita menyerang mereka setelah menemukan pengkhianat di antara Tuan Labirin".
Seluruh Tuan Labirin yang lain mulai menjadi berisik, beberapa di antara mereka sudah berpikir bahwa memang ada pengkhianat sedangkan beberapa yang lain baru mengetahui hal ini. Elos hanya duduk diam di kursinya, lagipula ia sudah tahu hal ini sejak awal yang membuat dirinya tidak terkejut.
Zamir memukul meja lagi dengan marah "Halon, jaga mulutmu! Apakah kau tahu tentang apa yang kau katakan? Apakah kau memiliki bukti yang jelas tentang pengkhianat? Kau mungkin tidak tahu, tapi apa yang kau katakan ini akan membuat kecurigaan di antara para Tuan Labirin, selama kita saling curiga maka kita pasti tidak bisa bekerja sama dengan baik. Kau pikir kita bisa menang melawan para dewa apabila kita sendiri saling curiga?".
Meskipun Zamir lebih kuat dari dirinya, Halon menjawab tanpa keraguan sedikitpun "Aku lebih suka kalah melawan musuh karena saling curiga daripada harus di tusuk dari belakang oleh rekan sendiri, bagaimanapun kekalahan paling menyakitkan adalah kekalahan dikhianati oleh rekan yang kita percaya".
"Kau!", Zamir menunjuk Halon dengan jari gemetar yang menunjukkan seberapa marah dirinya "Aku sudah bilang apakah kau memiliki bukti? Tanpa bukti maka semua perkataan mu--".
"Aku berpikir hal yang sama seperti Halon", Elos yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara juga untuk mendukung Halon.
Halon yang ada di sisi lain menatap Elos penuh penghargaan, lagipula butuh keberanian yang sangat besar untuk melawan perkataan Zamir sebab ia memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada mereka, untuk melawan perkataan Zamir maka seseorang harus berani menahan tekanan yang ada di sekitarnya dulu.
__ADS_1
Melihat 2 Tuan Labirin paling baru melawan dirinya, Zamir memukul meja lagi dengan marah "Hebat! Sangat hebat! Bahkan Tuan Labirin paling baru yang masih belum tahu apa-apa berani melawanku, apakah kalian pikir aku takut untuk memberikan pelajaran pada kalian! Aku akan tunjukkan kepada kalian, sebagai seorang junior maka sudah seharusnya untuk menghormati senior kalian sebab kekuatan milik kalian bukanlah lawan dari senior seperti diriku".
Zamir yang sudah marah akan menggunakan kekuatannya, baik itu Riona dan Wrath maupun pengawal yang di bawa Halon bersiap untuk mengambil senjata mereka. Walaupun Zamir sangat kuat tapi mereka tidak takut sebab mereka setia kepada tuan mereka.
Sebelum Zamir bisa menembak, Urmur akhirnya berteriak marah "Diam!".
Tekanan yang kuat berasal dari tubuh Urmur dan menekan semua orang, bahkan tekanan ini membuat Zamir harus kembali duduk di kursinya.
Teriakan Urmur membuat seluruh ruangan ini bergetar seakan-akan ada gempa bumi, Elos juga mengamati Urmur dengan hati-hati penuh rasa terkejut sebab Elos bisa merasakan bahwa kekuatan Urmur berada di atas Sares. Elos sudah pernah di serang oleh Sares sehingga ia kurang lebih tahu tentang seberapa menakutkannya kekuatan Saren, namun dihadapan Urmur maka Elos yakin bahwa Sares bukan lawannya. Kalau begitu, seberapa kuat kekuatan penuh milik Urmur ini?
Ketika semua orang terkejut akibat tekanan Urmur, tiba-tiba Urmur memuntahkan seteguk darah.
Urmur melambaikan tangannya yang menunjukkan bahwa dirinya tidak mengalami masalah apapun, setelah itu Urmur kembali berdiri dan membersihkan jejak darah dari mulutnya memakai tangan.
Meskipun memuntahkan seteguk darah tadi, aura milik Urmur sama sekali tidak berkurang, ia melihat tajam ke arah semua Tuan Labirin yang ada di sekitar "Kalian lihat keadaan tubuhku baik-baik! Aku sudah sangat tua, bahkan tubuhku sudah sangat lemah, tapi kalian disini masih sibuk saling bertarung di antara kalian! Aku bisa mati kapanpun, mungkin besok aku akan langsung mati. Apabila aku mati, apa yang terjadi kepada kalian? Apakah kalian tidak pernah berpikir bahwa hanya dengan saling membantu serta bergabung maka kalian bisa bertahan melawan iblis dan manusia walaupun aku mati?".
"Dengar ini baik-baik, dewa baik maupun jahat semuanya membenci kita, selama kalian tidak bisa saling bekerja sama maka saat aku mati adalah waktu kematian kalian juga. Apakah kalian mengerti? Terutama kau Zamir, jangan terlalu mudah marah! Kau adalah orang yang paling kuat disini setelah aku, ketika aku pergi maka hanya kau yang bisa terus mempertahankan kelompok ini, oleh karena itu kau harus bisa mengendalikan kemarahan milikmu lebih baik lagi".
__ADS_1
Zamir menggelengkan kepalanya dengan tegas "Tuan Urmur, aku tidak memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin, hanya anda yang cocok. Jadi anda tidak perlu khawatir, jika itu Tuan Urmur maka aku yakin anda bisa hidup lagi selama 100 tahun tanpa masalah!".
"Aku harap begitu", kata Urmur tersenyum pahit, lalu wajahnya kembali tegas "Halon, aku tahu tentang apa yang kau pikirkan! Lebih tepatnya aku juga yakin ada pengkhianat di antara kita, tetapi keadaan saat ini sama sekali tidak mendukung! Kita tidak bisa membuang lebih banyak waktu lagi! Semakin lama kita bergerak maka semakin besar kemungkinan Fran di bunuh oleh musuh, jadi sebagai rekan Fran maka kita harus bergerak secepat mungkin".
Mendengar alasan Urmur, Halon hanya bisa mengangguk setuju, bagaimanapun para dewa itu pasti tidak akan menunggu mereka hanya untuk membunuh Fran. Oleh karena itu, selama mereka terlambat maka Fran mungkin sudah mati.
"Nampaknya tidak ada lagi yang keberatan kan?", Urmur mengalihkan matanya ke sekitar untuk menemukan bahwa semua orang sudah setuju.
Setelah itu Urmur mengangkat tangannya dan berteriak "Siapapun yang setuju untuk berperang maka angkat tangan kalian sedangkan yang tidak setuju maka kalian tidak perlu menggerakkan tangan kalian! Tidak peduli apapun yang terjadi, kita semua akan bergerak sesuai suara terbanyak! Pengumpulan suara, di mulai!".
Bersamaan dengan teriakan Urmur, semua orang di ruangan itu mulai mengangkat tangan mereka.
Hampir semua Tuan Labirin yang ada di ruangan itu setuju, kecuali Tuan Labirin ke 7 yang hanya duduk diam tanpa mengangkat tangannya.
Urmur melihat sekitar sebelum berkata lagi "7 suara setuju, 1 menolak dan 1 kosong karena tidak bisa hadir. Nehuf, aku harap kau tidak keberatan dengan keputusan ini".
Nehuf yang merupakan Tuan Labirin ke 7 menggelengkan kepalanya "Karena hanya aku sendirian yang menolak maka aku kalah, jadi aku menerima ide untuk menyerang".
__ADS_1
Urmur mengangguk "Kalau begitu siapkan pasukan terbaik kalian, perang besar akan terjadi!".