AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 128 : 1 VS 10.000


__ADS_3

Pada pagi hari sekali, Ibukota Wock sudah dikepung oleh pasukan elit ke 1 dan raja Kerajaan Ray sendiri yaitu Raja Ray IV.


Saat ini Elos sudah berdiri di atas tembok kota, sebagian kerusakan akibat peperangan sebelumnya sudah diperbaiki meskipun masih ada beberapa bagian tembok kota yang hancur.


Melihat jumlah pasukan elit ke 1 Kerajaan Ray yang tidak jauh berbeda dari jumlah pasukan Elos sendiri, hal ini membuat Elos tidak bisa berkata-kata.


Jangan melihat bahwa mereka memiliki jumlah pasukan yang sama, tapi pasukan elit ke 1 Kerajaan Ray semuanya adalah pasukan paling elit di seluruh kerajaan mereka, oleh karena itu tidak ada yang lemah di antara mereka.


Sedangkan pasukan Elos merupakan pasukan gabungan, bahkan beberapa dari mereka adalah pasukan yang baru direkrut dan dilatih kurang dari setahun, apalagi ada juga beberapa pasukan mayat hidup yang lebih lemah daripada pasukan elit ke 1 Kerajaan Ray. Jadi walaupun mereka memiliki jumlah pasukan yang sama, pasukan Elos sudah jelas lebih lemah daripada pasukan musuh.


"Tuan, apakah aku harus bergerak sekarang?", kata Tiamat yang sudah menunggu di belakang gebang kota, selama gerbang Ibukota Wock terbuka maka Tiamat pasti akan menyerang tanpa ragu.


Elos menatap ke arah pasukan musuh lalu menggelengkan kepalanya "Tunggu sebentar lagi, paling tidak sampai 2 kapten rank 3 musuh bergerak maka itu waktunya bagimu untuk bergerak juga!".


Tiamat menganggu dan mulai menunggu.


Raja Ray IV menatap tembok Ibukota Wock penuh kesedihan "Aku sudah kehilangan pengikut setiaku, Perdana Menteri Solos, Jendral Gram, Duke Wock, oleh karena itu rencana ini harus berhasil! Jika aku masih gagal maka semua pengorbanan mereka yang setia kepadaku menjadi tidak berguna, sebagai raja maka aku tidak bisa melakukan hal tersebut. Jiran, Hiran, apakah kalian yakin bisa memenangkan perang ini?".


2 pria berusia sekitar 40 tahunan di belakang raja segera berlutut, mereka menjawab dengan tegas "Yang mulia, kami akan merebut Ibukota Wock meskipun hidup kami menjadi bayarannya! Yang mulia sudah mempercayai kami dengan memberikan kami jabatan sebagai kapten pasukan elit ke 1 Kerajaan Ray, kami pasti tidak akan mengecewakan yang mulia!".


Raja Ray IV mengangguk, ia menarik pedang yang ada di pinggangnya sambil menunjuk ke arah tembok Ibukota Wock "Beritahu pasukan untuk menyerang, jangan biarkan siapapun bertahan hidup! Mulai hari ini, kita akan mengakhiri para Tuan Labirin, dengan Tuan Labirin Elos sebagai awalnya! Seluruh pasukan, serang!".


"Serang!", puluhan ribu prajurit yang dipimpin oleh Jiran dan Hiran melangkah maju menuju Ibukota Wock.


Jiran menyerang dari sisi kiri sedangkan Hiran dari sisi kanan, mereka sudah mendengar tentang Elos yang memiliki naga rank 3 sehingga mereka bergerak secara terpisah yang membuat Tiamat hanya bisa bertarung melawan 1 di antara mereka.

__ADS_1


Pertarungan di Ibukota Wock sudah di mulai.


...----------------...


Di Pulau Novus, pada pagi hari yang sama dengan Raja Ray IV mengepung Ibukota Wock, armada 1500 kapal Federasi Pedagang mulai bergerak menuju Pulau Novus.


Seorang pria dengan baju putih yang merupakan pakaian dari militer angkatan laut Federasi Pedagang berdiri dengan bangga di depan kapal paling depan dari 1500 armada kapal tersebut, ada sebuah pedang yang terletak di pinggangnya.


Ketika pria itu sedang berdiri di bagian depan kapal, seorang prajurit lain mendekatinya sambil memberi hormat "Kapten, kita akan tiba di Pulau Novus sekitar 5 menit lagi!".


"Aku sama sekali tidak tertarik!", teriak kapten tersebut dengan keras "Aku, Rilhe yang merupakan seorang kapten angkatan laut rank 3 harus menyerang sebuah kota kecil yang lemah, tidak ada sedikitpun kebanggaan dari perang ini. Jika bukan tuanku sendiri yang memberi aku tugas aku, maka aku pasti tidak akan setuju!".


Prajurit yang ada di belakang Rilhe sedikit tidak bisa berkata-kata sebab ia tahu bahwa kapten mereka selalu merasa senang apabila melawan musuh yang kuat, namun ia kecewa jika musuh yang akan dilawannya hanya orang lemah. Oleh karena itu, Rilhe sangat kecewa untuk menyerang Kota Novus.


Ketika prajurit di belakang Rilhe akan membujuk kaptennya itu agar tidak sedih lagi, matanya segera berhenti di pantai sebab ada sosok yang menarik perhatiannya.


Prajurit itu berkata dengan ragu "Kapten Rilhe, apakah kau bisa melihatnya? Nampaknya ada seseorang yang terus melihat kita dari pantai".


"Ada orang yang melihat kita?", kata Rilhe sambil menggelengkan kepalanya "Apakah kau mungkin salah melihat? Tidak mungkin ada yang tidak takut apabila berada di hadapan 10.000 prajurit--".


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Rilhe langsung berhenti sebab ia juga bisa menemukan sebuah sosok di pantai yang menjadi tujuan mereka untuk mendarat.


Menatap sosok di pantai itu, Rilhe berkata penuh keraguan "Golem? Kenapa ada Golem disini?".


Ketika Rilhe masih bingung, Golem yang ada di pantai bergerak maju.

__ADS_1


Jika Elos dan yang lainnya ada disini, mereka pasti tahu bahwa Golem yang dilihat Rilhe adalah Kurt.


Saat ini Kurt berjalan untuk mengambil sebuah batu pantai yang berukuran raksasa, bahkan ukuran batu itu sendiri 3 kali lipat lebih besar daripada ukuran Kurt sendiri.


Setelah mengambil batu besar itu, Kurt mengangkatnya tinggi-tinggi lalu melemparkannya ke arah 1500 armada kapal Federasi Pedagang.


"Booooom!".


Ledakan yang besar terjadi akibat lemparan batu itu, puluhan kapal langsung tenggelam akibat tertabrak batu sedangkan puluhan kapal lainnya tenggelam secara perlahan-lahan akibat gelombang air yang sangat kuat dari tabrakan batu itu ke laut.


Seluruh kapal yang hampir mendarat di Pantai Pulau Novus harus berhenti karena gelombang air dari lemparan batu tersebut, Rilhe yang berdiri di atas kapal hampir terjatuh juga akibat gelombang tersebut.


"Rank 3? Kenapa ada rank 3 disini? Aku tidak pernah mendengar bahwa Elos memiliki rank 3 lain! Bahkan meskipun memiliki kekuatan rank 3, tapi ia berani melawan 10.000 pasukan sendirian! Ini menjadi sangat menarik sekarang!", kata Rilhe penuh semangat, tidak ada kekhawatiran sedikitpun pada dirinya karena menemukan musuh yang kuat.


Tanpa menunggu pengingat dari prajurit di belakangnya, Rilhe menarik pedangnya dan bergegas maju menuju Kurt.


Rilhe berjalan di atas air hingga tiba di depan Kurt, lalu ia menebas ke arah kepala Kurt tanpa ragu untuk menyelesaikan pertarungan ini secepat mungkin.


"Brak!".


Pedang Rilhe dan tinju Kurt saling bertabrakan, Kurt mundur sebanyak 2 langkah akibat tabrakan tersebut sedangkan Rilhe mundur sebanyak 5 langkah, hal ini menunjukkan bahwa Kurt lebih kuat daripada Rilhe.


"Sangat menarik! Ternyata ada orang kuat sepertimu di Kota Novus ini", kata Rilhe yang memegang pedangnya penuh rasa senang "Namaku Rilhe, kapten angkatan laut Federasi Pedagang, apakah kau tidak keberatan memperkenalkan namamu?".


Kurt mengangkat tinju batunya untuk bertarung melawan Rilhe "Namaku Kurt, pengikut khusus dari Tuan Halon!".

__ADS_1


__ADS_2