AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 141 : HUKUM MILITER


__ADS_3

Di markas pasukan Elos yang ada pada Ibukota Rolis, Pride sedang berada di tenda utama pasukan dengan puluhan orang yang merupakan kapten 100 pasukan dari 2000 prajurit yang ia bawa untuk menyerbu Federasi Pedagang.


Gluttony berdiri di belakang Pride, walaupun posisi setiap 7 dosa besar sama yaitu Elos menganggap tidak ada yang memiliki posisi lebih tinggi daripada 7 dosa besar yang lain, tapi Gluttony sangat menghormati Pride yang sudah melindungi mereka sejak masih kecil, terutama sewaktu menjadi budak. Oleh karena itu, setelah Elos maka Pride merupakan orang yang dihormati oleh Gluttony.


Pride menatap peta Ibukota Loris di atas meja dengan wajah suram "Aku sudah memberi kalian waktu 5 jam, tapi kalian masih tidak bisa merebut kota ini? Apa yang sebenarnya kalian lakukan? Penduduk memberikan pajak untuk membayar gaji kalian, namun kalian bahkan tidak bisa melakukan tugas semudah ini?".


Mendengar perkataan Pride, semua orang di ruangan itu menjadi marah, bagaimanapun sebagai prajurit maka mereka seperti diejek sepenuhnya oleh Pride.


Ketika seorang prajurit akan berdiri dan berbicara dengan marah, Pride langsung melambaikan tangannya "Aku tahu bahwa kalian pasti tidak senang senang perkataan ku, tapi aku hanya berbicara sesuai dengan keadaan yang terjadi sekarang. Apabila kalian merasa bahwa perkataan ku salah maka buktikan dengan cara merebut Ibukota Loris secepat mungkin, jangan hanya berbicara! Kalian adalah prajurit, bukan tugas kalian untuk banyak berbicara!".


Prajurit yang akan marah kembali duduk, lagipula sesuai perkataan Pride bahwa hanya dengan merebut Ibukota Loris maka mereka bisa membuktikan perkataan Pride sebelumnya salah.


Pride menatap para prajurit di sekitarnya sambil tersenyum secara diam-diam, tujuan ia mengejek para prajurit ini adalah agar mereka menjadi marah dan lebih bertekad untuk memenangkan perang ini, nampaknya rencana yang ia buat berhasil. Meskipun para prajurit mungkin akan membencinya karena alasan ini, tapi Pride tidak keberatan. Menurut Pride, ia tidak keberatan untuk menjadi orang jahat apabila itu untuk membantu Elos mencapai tujuannya, bagaimanapun bagi Pride dan 7 dosa besar lainnya maka Elos merupakan orang yang memberi mereka kehidupan baru.


Pride menepuk meja dengan keras lagi untuk menarik perhatian semua orang "Jika terus seperti ini maka kita akan menghabiskan terlalu banyak waktu di Ibukota Loris, bantuan dari 10 kamar dagang yang lain mungkin juga datang untuk membantu sehingga kita tidak bisa membuang lebih banyak waktu lagi. Di penyerangan kali ini, aku dan Gluttony akan turun tangan sendiri! Kita akan merebut Ibukota Loris hari ini, tidak perlu membuang lebih banyak waktu lagi!".


"Siap!", jawab semua orang sambil berdiri dan memberi hormat kepada Pride.

__ADS_1


Sebenarnya para prajurit ini tidak membenci Pride karena perkataan ejekannya, bagaimanapun di militer maka mereka memiliki aturan yang sangat kuat untuk menghormati pemimpin mereka. Belum lagi semua orang tahu tentang seberapa kuat serta ramahnya Pride di waktu selain perang, oleh karena itu banyak prajurit yang masih mendukung Pride tanpa ragu.


Melihat para prajurit ini sudah siap, Pride mengangguk dan akan pergi dari tenda ini untuk memulai serangan yang menentukan melawan Ibukota Loris. Perwakilan dari Kamar Dagang Loris sudah berkali-kali datang untuk mencari perdamaian dengan Pride, tapi Pride selalu menolaknya sebab kemenangan sudah ada di depan mata, jadi kenapa harus repot-repot menghentikan serangan mereka?


Ketika Pride baru akan pergi dari tenda ini, suara keributan terdengar dari sekitar markas pasukan yang dipimpin oleh Pride ini, lalu suara teriakan terdengar "Tuan Elos! Tuan Elos sudah datang bersama dengan Nona Riona dan Tuan Wrath!".


Setelah itu, ribuan pasukan yang ada di sekitar markas berlutut sebab orang yang datang adalah pemimpin paling tinggi mereka.


Mendengar bahwa Elos adalah orang yang datang, Pride segera membawa Gluttony dan para pemimpin pasukan untuk menemui Elos secepat mungkin.


Sosok yang datang yaitu Elos bersama Riona dan Wrath yang sebelumnya menjaga Ibukota Dyremann, sedangkan Kronev tetap di Ibukota Riona, Lumina kembali ke Pulau Novus untuk berjaga-jaga apabila musuh mencoba menyerangnya lagi, dan Tiamat menjaga Ibukota Dyremann yang mengalami kekosongan sebab Wrath yang mengikuti Elos.


Selain itu Elos membawa 5000 pasukan bersama dirinya, sebagian besar pasukan Elos tetap berada di Ibukota Riona untuk menjaga keadaan di sana, sebab wilayah Provinsi Solis merupakan wilayah yang paling baru milik Elos sehingga penjagaan di sana sedang berada di keadaan terkuat.


"Pride, aku tidak akan membuang waktu lagi, kau pasti juga tahu alasan kenapa aku datang kesini bukan?", tanya Elos tanpa terdengar kemarahan sedikitpun di setiap kata-katanya, namun semua orang tidak berani berpikir bahwa Elos tidak marah sebab sangat sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya Elos pikirkan. Elos terlihat tidak marah sekarang, tapi mungkin sebenarnya Elos sangat marah yang membuat setiap orang di sekitar hanya diam.


Pride masih berlutut di depan Elos, ia mengangguk tanpa ragu "Pride bergerak tanpa izin tuan, oleh karena itu Pride siap menerima hukuman apapun dari tuan!".

__ADS_1


Elos terus menatap ke arah Pride "Kau memang bergerak tanpa izin dariku, tapi sebelum aku menghukum mu maka biarkan aku bertanya sesuatu padamu, apakah kau menyesal terhadap tindakan yang kau lakukan ini?".


Mendengar pertanyaan Elos, Pride terdiam beberapa saat sebelum menjawab dengan mata tegas, jawaban Pride ini mengejutkan semua orang yang ada di sekitar sebab tidak ada seorangpun yang berpikir bahwa Pride akan memberikan jawaban berani seperti itu kepada Elos.


"Aku tidak menyesal, bahkan jika hal yang sama terjadi lagi atau aku bisa mengulang waktu, maka pilihanku tidak akan berubah! Aku masih tetap akan bergerak tanpa izin tuan dan menyerang Federasi Pedagang", jawab Pride.


Para prajurit di sekitar menggelengkan kepalanya, bahkan Gluttony menjadi khawatir sebab jawaban Pride ini mirip seperti melawan hukum militer yang Elos buat yaitu pasukan tidak boleh bergerak tanpa izin.


Oleh karena itu, menurut sebagain besar orang di tempat ini maka Pride sudah berakhir.


Elos tidak memberikan balasan apapun terhadap jawaban Pride, ia hanya melihat ke arah sekitar "Siapa di antara kalian yang masih mengingat hukum militer yang aku berikan? Menurut kalian, apakah tindakan yang dilakukan Pride adalah salah? Siapapun yang menganggap tindakan Pride salah maka angkat tangan kalian!".


Beberapa prajurit segera mengangkat tangan mereka, para prajurit melakukan hal ini bukan karena membenci Pride melainkan tindakan Pride memang melanggar hukum militer.


Elos menunjuk ke seseorang yang menganggap tindakan Pride melanggar hukum militer "Katakan, hukum militer apa yang Pride langgar dan hukumannya?".


"Baik tuan! Nona Pride melanggar hukum militer menggerakkan pasukan dengan jumlah besar tanpa izin tuan yaitu di atas 1000 tuan! Tindakan ini merupakan tindakan pengkhianatan, menurut hukum militer maka hukuman yang di terima adalah hukuman mati!", jawab prajurit yang ditunjuk Elos tersebut dengan hormat.

__ADS_1


__ADS_2