
Elos yang baru memakai kemampuan Ruler of Death sedikit terkejut, ia tidak pernah berpikir bahwa kemampuan ini akan sangat mematikan dan bisa merebut ribuan hidup orang-orang hanya dengan sekali serangan.
Ketika pasukan musuh mulai bergerak mundur untuk melarikan diri karena ketakutan, Elos baru kembali sadar.
Elos menatap tangannya yang masih ditutupi oleh aura hitam sebelum berkata "Jika aku tahu kemampuan Ruler of Death akan sekuat ini, aku seharusnya sudah memakai kemampuan ini dari awal. Apabila aku sudah memakainya dari awal, maka aku tidak perlu membuang-buang banyak waktu untuk membiarkan pasukan ku mengalahkan musuh".
Pasukan Elos yang ada di medan perang juga masih sedikit bingung, padahal mereka sudah siap untuk berperang hingga mati namun Elos menyelesaikan perang ini dengan sekali serangan yang membuat mereka tidak percaya.
Kronev yang ada di barisan paling depan sadar lebih dulu, ia mengangkat palu peraknya tinggi-tinggi lalu berteriak "Seluruh pasukan serang! Jangan menurunkan penjagaan kalian hanya karena musuh melarikan diri, peperangan ini belum berakhir sampai kita merebut Ibukota Wock sepenuhnya!".
Para prajurit yang masih bingung akhirnya kembali sadar oleh teriakan Kronev, mereka mengangkat senjata mereka menuju ke arah tembok kota "Serang!".
Jalannya peperangan sudah berubah, sekarang pasukan Elos sedang mengejar pasukan musuh yang mencoba untuk melarikan diri, setiap pasukan musuh yang terlambat melarikan diri akan di bunuh kecuali mereka menyerah dan menurunkan senjata mereka.
Melihat peperangan sudah berakhir, Elos menuju ke arah bagian atas tembok kota bersama Riona dan Zeyi yang mengikuti di belakangnya.
"Lama tidak bertemu, Serun. Nampaknya kau masih sangat sehat disini, bagaimana? Apakah kau sudah merasa cukup bermain sebagai pahlawannya di dunia ini?", tanya Elos dengan sangat dingin, padahal mereka dulunya adalah teman sekelas tapi sejak mereka tidak membantu Elos dari serangan Dewi Sares sebelumnya maka Elos hanya mengganggap mereka saling mengenal.
__ADS_1
Melihat Serun yang hanya menundukkan kepalanya dengan mata kosong sambil duduk di tanah, Zeyi melangkah maju penuh kemarahan "Kenapa kau hanya diam? Tuan Elos sedang bertanya padamu!".
Ketika Zeyi akan melangkah maju dan memukul Serun yang hanya diam, Elos mengangkat tangannya untuk menghentikan Zeyi "Aku tidak tertarik untuk mengejek mu lagi, bagaimanapun kita tidak berada di tingkat yang sama. Selain itu kau yang sekarang sama sekali bukan lawan ku, aku tidak tertarik untuk menghabiskan waktuku untuk hal yang tidak penting. Kalau dipikir-pikir, aku tidak melihat Yazou ataupun Gisha di sekitar sini, apakah mereka sudah melarikan diri lebih awal? Sepertinya kau benar-benar ditinggalkan disini, Serun?".
"Yazou? Gisha?", mata kosong Serun akhirnya kembali bersinar, ia menatap Elos dengan rasa takut dan memeluk kakinya "Elos, jangan bunuh aku! Aku sama sekali tidak ada ide untuk membunuhmu, semua ini bukan ide ku! Bahkan dari awal aku berpikir bahwa sebagai teman sekelas maka sudah seharusnya semua orang saling bekerja sama, namun Yazou dan Gisha selalu membujukku yang membuat aku melawan mu. Aku tahu bahwa aku salah, berikan aku kesempatan lagi! Sejak hari ini maka aku bukan lagi pahlawan, aku juga akan bekerja untukmu! Bagaimana? Bukankah dengan keberadaan ku yang memiliki pekerjaan tingkat Mitos ini akan sangat membantumu?".
Elos terlihat sangat dingin terhadap tindakan Serun, ia menggerakkan kakinya yang membuat Serun hanya bisa melepaskan kaki Elos.
Setelah itu, Elos berbicara kepada Zeyi di belakangnya "Zeyi, selesaikan pria ini! Jangan terlalu kejam, lagipula kami dulu adalah teman sekelas, berikan ia kematian yang cepat tanpa rasa sakit".
Zeyi mengangguk, ada senyum kejam di wajahnya "Aku mengerti tuan, anda bisa menyerahkan masalah ini padaku".
"Tunggu, Elos, Riona! Kita adalah teman sekelas bukan? Seharusnya sebagai teman sekelas, maka kita harus saling membantu--", teriak Serun yang berusaha menangkap kaki Elos lagi, tapi Zeyi segera berdiri di depannya yang menghalangi gerakan Serun.
"Apakah kau tidak dengar bahwa tuanku sudah tidak tertarik untuk berbicara lebih lama bersamamu, kau seharusnya berterima kasih karena bisa mati dengan mudah, jika itu orang lain yang mencoba melawan tuan maka akhir mereka pasti tidak seberuntung dirimu!", kata Zeyi yang menarik pedangnya dan menebas ke arah Serun.
...----------------...
__ADS_1
Saat ini di atas tembok Ibukota Wock, ketika pasukan Elos sedang sibuk mengejar pasukan musuh yang melarikan diri maka Elos bersama Riona berjalan perlahan-lahan ke arah Duke Wock.
Berbeda dari prajurit yang melarikan diri, Duke Wock masih berada di atas tembok kota dan berdiri tegak di sana, tidak terlihat rasa takut sedikitpun pada dirinya.
Padahal Serdas sekalipun sudah melarikan juga, bagaimanapun cara kematian akibat aura hitam Elos terlalu menakutkan, oleh karena itu Serdas yang sudah sering di medan perang sekalipun masih merasa takut.
"Duke Wock, aku tidak pernah berpikir bahwa kau masih bisa berdiri dengan tegas di tembok kota ini meskipun sudah tahu bahwa seluruh pasukan mu kalah! Aku harus mengakui bahwa keberanian mu benar-benar sangat hebat", kata Elos yang berdiri beberapa meter di depan Duke Wock.
Mendengar penghargaan Elos terhadap dirinya, Duke Wock hanya sedikit menggelengkan kepalanya "Kau salah paham, aku bukanlah orang yang pemberani! Apabila aku sangat berani seperti yang kau katakan, maka aku tidak akan menjadi bangsawan melainkan menjadi jendral".
"Lalu kenapa kau tidak melarikan diri seperti yang lain?", tanya Elos penasaran.
Mata Duke Wock menjadi sangat tegas "Kenapa? Karena kesetiaan ku pada yang mulia membuatku tidak bisa pergi dari sini! Bahkan jika aku mati sekalipun, kesetiaan ku tidak akan membiarkan ku melarikan diri! Semuanya untuk raja, untuk Kerajaan Ray!".
Elos sedikit terkejut, lagipula para bangsawan terkenal dengan sikap serakah mereka tanpa kesetiaan, bahkan para jendral jauh lebih setia kepada raja daripada bangsawan, padahal para bangsawan jauh lebih kaya dan berkuasa.
Hal ini terjadi sebab semakin berkuasa dan kaya seseorang maka mereka semakin takut akan kematian, mereka takut untuk meninggalkan kekuasaan dan harta milik mereka, oleh karena itu tidak aneh jika kesetiaan bangsawan sangat rendah. Duke Wock yang masih setia kepada raja padahal sudah menjadi bangsawan tertinggi di kerajaan membuktikan seberapa kuat kesetiaan Duke Wock.
__ADS_1
Elos semakin menghargai Duke Wock ini "Aku mengakui kesetiaan mu, tapi kau setia kepada musuhku yang membuat aku harus membunuhmu. Duke Wock, kau setia kepada raja tapi raja Kerajaan Ray ditakdirkan kalah di perang ini, Tuan Labirin Halon pasti sudah mengepung Ibukota Kerajaan Ray. Bahkan mereka mungkin sudah menang sekarang, Kerajaan Ray sudah berakhir!".
"Apakah begitu?", kata Duke Wock masih dengan wajah penuh percaya diri "Nampaknya kau yang salah paham disini, Tuan Labirin Elos. Selama raja belum mati, walaupun ibukota direbut sekalipun maka Kerajaan Ray masih akan hidup! Orang yang akan berakhir di perang ini bukanlah raja Kerajaan Ray, melainkan dirimu, Tuan Labirin Elos! Kau mungkin menang sekarang, namun kau tidak menyadari sedikitpun bahwa kau sudah kalah sejak kau menyerang Ibukota Wock ini!".