
Saat ini Ark masih duduk diam di ruangannya sambil membaca buku emas yang ada di tangannya sedangkan Perot melaporkan semua kejadian yang terjadi kepada Ark di sampingnya, terutama masalah pergerakan Tuan Labirin untuk menyerang labirin milik Fran.
Setelah selesai menjelaskan semua itu, Perot segera menjadi diam dan menunggu keputusan Ark selanjutnya.
Tetapi Ark tidak langsung menjawab Perot, melainkan ia menutup buku emas di tangannya sambil berkata "Perot, apakah kau sudah pernah membaca Buku Akhir dari Glory?".
Perot sedikit terkejut dengan perkataan Ark, menurutnya tidak ada hubungan sama sekali antara masalah ini dengan Buku Akhir dari Glory.
Walaupun begitu, Perot masih mengangguk "Tuan sudah pernah memberikanku buku tersebut untuk dibaca, oleh karena itu aku membacanya hingga selesai. Tetapi sampai hari ini aku masih tidak mengerti kenapa tuan menugaskan ku untuk membaca buku itu, lagipula bukankah Buku Akhir dari Glory itu hanya merupakan legenda yang tidak diketahui asalnya? Aku bahkan merasa bahwa semua bagian dari buku itu hanya menceritakan cerita palsu".
Ark menatap Perot sedikit sebelum berkata "Jika cerita pada buku itu hanyalah cerita legenda maka aku tidak perlu repot-repot membiarkanmu menghabiskan waktu untuk membacanya. Aku menanyai masalah buku itu hanya untuk memberitahumu, musuh yang paling merepotkan untuk kita lawan bukan Tersin ataupun Elos, namun mereka yang ada pada Buku Akhir dari Glory. Ya, aku rasa tidak ada gunanya menjelaskan hal itu kepadamu sekarang, bagaimanapun kau pasti masih meragukan masalah cerita pada buku itu, lebih baik kau bertanya pada Luri nanti apabila kau bertemu dengannya".
"Nona Luri juga tahu buku ini? Apakah ia senang membacanya?", kata Perot penuh semangat, dapat dilihat bahwa matanya bersinar ketika membicarakan masalah Luri.
Ark melihat Perot dengan curiga "Tunggu, Perot! Kau pasti tidak memiliki perasaan kepada Luri bukan?".
Wajah Perot langsung menjadi malu mendengar hal tersebut, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat "Apa yang tuan katakan? Aku hanya penasaran mengenai Nona Luri, lagipula ia adalah guru yang sudah mengajariku serta membawaku dari saat aku baru dibuang! Nona Luri mengakui kemampuanku, jadi aku sangat menghormatinya".
Ark bukanlah orang bodoh, ia sudah hidup ribuan tahun dan tahu bahwa Perot memiliki perasaan terhadap Luri. Tetapi sejak Perot menolak mengakuinya, Ark hanya bisa bersikap untuk tidak bertanya lagi "Lebih baik jangan terlalu dekat dengan wanita itu, ia sangat licik dan tidak baik seperti yang kau pikirkan. Aku rasa tidak penting untuk membahas hal tersebut, sekarang kita harus membahas mengenai masalah pertarungan Elos dan Fran bersama Tersin!".
Walaupun Perot sedikit tidak senang saat Ark mengatakan hal buruk terhadap Luri, ia masih memasang wajah tersenyum sambil berkata "Apakah kita akan bergerak di pertarungan kali ini juga? Bagaimanapun sepertinya Tersin berencana menggunakan senjata rahasia yang sudah mereka simpan sejak lama untuk membunuh Elos, selama kita bergerak maka kita mungkin bisa menang".
"Tidak perlu!", kata Ark dengan tegas "Cukup mengirim pembunuh nomor 01 untuk bergerak, kali ini kita tidak akan melakukan apapun dan hanya menonton".
Perot cukup terkejut terhadap tindakan Ark, ia bertanya dengan ragu "Tuan Ark, apakah anda yakin? Ini merupakan kesempatan terbaik untuk membunuh Elos".
"Kesempatan terbaik? Kita sudah sering mendapatkan kesempatan terbaik tapi selalu gagal, bukankah bekerja sama dengan Torei sekalipun maka kita masih kalah", kata Ark "Belum lagi Torei tidak bergerak di perang kali ini, aku yakin ia sedang memikirkan rencana yang buruk. Jadi jangan bertindak dulu kecuali kau sudah mengetahui rencana Torei, jika tidak maka orang itu mungkin berencana membunuh kita semua. Biarkan hanya pembunuh nomor 01 yang bertindak, selama ia berhasil maka aku akan memberikannya kebebasan! Aku yakin ia pasti tidak akan menolak tugas ini dengan hadiah seperti itu".
"Dimengerti, kalau begitu aku akan pergi untuk membebaskan pembunuh nomor 01", kata Perot yang pergi dari ruangan ini.
Setelah Ark hanya sendirian di ruangan ini, ia mengetuk jarinya pada kursi sambil berkata "Luri, Hera, apa yang kalian rencanakan? Kenapa aku tidak bisa menghubungi 2 orang ini? Mereka seharusnya tidak mungkin mengkhianati ku, lalu apa tujuan mereka hingga tidak melaporkan apapun kepadaku selama beberapa hari".
Ark akhir-akhir ini merasa khawatir sebab ia tidak bisa menghubungi Luri ataupun Hera, lalu Torei tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Semua alasan ini yang membuat Ark tidak berani bertindak secara sembarangan, ia takut bahwa ikut pada peperangan Elos dan Tersin merupakan jebakan.
__ADS_1
...----------------...
Perot sedang berjalan menuruni tangga yang menuju ke bawah tanah, saat ia sudah sampai di bagian paling bawah maka terdapat banyak sekali penjara disini.
Saat Perot melewati penjara-penjara ini, banyak mata merah terlihat dari balik penjara yang menata dirinya dengan tajam, tapi Perot sama sekali tidak takut dan terus melangkah maju.
Ketika sampai di penjara bagian akhir, penjara ini berbeda dari penjara lainnya sebab tidak ada sedikitpun celah pada penjara ini.
Bukan hanya itu, besi pada penjara ini adalah yang paling berbeda sebab terbuat dari besi yang dijuluki sebagai bagian dari 5 besar logam paling kuat di dunia.
Perot membuka pintu penjara tersebut, lalu ruangan yang sangat gelap terlihat di depan mata Perot.
Dengan matanya yang tajam, Perot bisa menemukan sosok seorang pria berusia sekitar 40 tahun sedang di rantai pada kaki, tangan, ataupun lehernya. Ada banyak sekali rantai pada tubuhnya seakan-akan takut pria ini melarikan diri, perlahan-lahan pria ini juga terbangun akibat kedatangan Perot.
Pria itu membuka matanya, setelah itu sosoknya langsung bergegas menuju Perot.
Gerakan pria ini sangat cepat seperti angin, ia tiba-tiba sudah tiba di depan Perot dan membuka mulutnya untuk menggigit Perot.
Namun sebelum pria ini bisa menggigit Perot, rantai yang mengikatnya langsung menghentikan gerakan tersebut, lebih tepatnya rantai itu tidak cukup panjang sehingga pria ini tidak bisa mencapai Perot.
Melihat bahwa dirinya tidak bisa menggigit Perot, pria itu berbalik dan kembali duduk di tempatnya dengan pahit.
Ia menatap ke arah Perot sebelum berkata "Kenapa kau datang kesini? Apakah kau datang untuk mengejek diriku yang sama sekali tidak bisa melawan kalian lagi ini? Biar aku beritahu kepada Ark, tidak peduli apa yang kalian lakukan atau mengejekku, aku pasti tidak menyerah! Suatu hari nanti, aku akan mengalahkan Ark lalu menjadi lebih kuat dari dirinya!".
Perot menatap pria ini dengan dingin "Tuan Ark sudah membuat keputusan, ia memiliki tugas bagimu untuk membunuh pemimpin Federasi Tuan Labirin saat ini, Fjorten Elos".
"Tunggu, sejak kapan orang bernama Elos ini menjadi pemimpin Tuan Labirin? Bukankah pemimpin Tuan Labirin itu seharusnya bernama Urmur?", tanya pria itu bingung.
Tetapi Perot hanya melihatnya dengan dingin tanpa ada tanda-tanda untuk menjawab, mengetahui bahwa Perot tidak berencana menjawab dirinya maka pria itu berkata tidak peduli "Kenapa aku harus membantu kalian? Membunuh musuh Ark sama sekali tidak menguntungkan bagiku, bahkan sebuah kerugian. Oleh karena itu, aku tidak tertarik untuk membantu".
"Tuan Ark sudah tahu kau pasti menjawab seperti itu, jadi ia memberikan sebuah tawaran kepadamu, pembunuh nomor 01", kata Perot.
"Tawaran? Tawaran apa? Kenapa Ark itu berpikir aku tertarik untuk menerima tugas ini hanya karena beberapa hadiah", kata pria itu percaya diri seakan-akan ia yakin tidak akan menerima tugas ini.
__ADS_1
"Tuan Ark menawarkan kebebasan kepadamu, selama kau menyelesaikan tugas ini maka kau bisa kembali ke rumahmu dulu dan kami tidak akan menahan mu lagi. Bukankah sudah terlalu membosankan bagimu tinggal disini terlalu lama? Ini adalah kesempatan terakhirmu untuk kembali ke rumah", kata Perot.
Pria itu segera membeku, ia melihat Perot penuh rasa tidak percaya "Apakah Ark itu benar-benar berencana membebaskan ku? Kalian tidak sedang membohongi diriku bukan?".
"Apakah menurutmu aku perlu membohongimu?", tanya Perot.
Pria itu berpikir sebentar sebelum menjawab dengan tegas "Aku menerima tugas itu, sebagai pembunuh nomor 01 dengan tingkat keberhasilan 99,9% maka aku menerima tugas tersebut".
"Kemana 00,1% nya? Bukankah kau memang tidak pernah gagal melakukan tugas membunuh?", tanya Perot penasaran, sebagai orang yang bekerja di bawah Ark maka Perot tahu bahwa pembunuh nomor 01 ini tidak pernah gagal membunuh targetnya.
"00,1% itu adalah kegagalanku membunuh Ark, apabila aku berhasil membunuhnya di masa depan maka hasilnya juga berubah. Namun untuk saat ini, aku akan membunuh anak bernama Elos ini dulu!", kata pria tersenyum dengan senyum dingin pada wajahnya.
Setelah pria itu setuju maka Perot melambaikan tangannya, semua rantai di tangan pria tersebut langsung hancur.
Pria itu berdiri dari tanah dan berjalan pergi dari penjara yang sangat tertutup ini, ia menarik nafas sambil mengamati mata merah yang ada di penjara lain "Aku sudah lama tidak pergi dari penjara tertutup ini, sekarang aku benar-benar bisa lepas dari tempat tersebut".
"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Jika diperlukan maka kami akan menyiapkan senjata dan menyembuhkan luka di seluruh tubuhmu agar memperbesar kemungkinan keberhasilan tugas ini", kata Perot yang sudah menemukan banyak sekali luka pada tubuh pria ini.
Lebih tepatnya luka pada tubuh pria ini berasal dari pertarungannya dulu melawan Ark, oleh karena itu pria ini sangat membenci Ark yang sudah mengalahkannya serta memenjarakannya.
Mendengar tawaran Perot, pria itu menggelengkan kepalanya tidak peduli "Aku tidak membutuhkan bantuan kalian, luka ini pada akhirnya akan sembuh sendiri dengan kemampuanku sedangkan senjata, maka seluruh tubuhku adalah senjata sehingga aku tidak perlu lagi mengambil senjata dari kalian. Sebagai pembunuh terbaik, maka aku hanya membutuhkan tubuhku untuk membunuh orang lain".
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, sosok pria itu berubah menjadi bayangan hitam dan menghilang. Perot tidak khawatir bahwa pembunuh nomor 01 itu melarikan diri sebab mereka sudah meletakkan sebuah segel pada tubuhnya, selama segel itu pada dirinya maka Ark bisa membunuhnya kapanpun hanya dengan gerakan tangan, sedangkan untuk melepaskan segel tersebut maka hanya Ark yang bisa melepasnya sebab ia merupakan orang yang membuat segel tersebut.
Ketika pria itu sudah menghilang selama beberapa detik, suaranya masih terdengar oleh Perot "Aku akan kembali beberapa hari kemudian dan membawa kepala anak bernama Elos itu kepada kalian, jangan lupa hadiah yang sudah Ark tawarkan kepadaku".
Ketika pembunuh nomor 01 itu sudah pergi cukup jauh, Perot tidak bisa untuk tidak bergumam "Apakah tidak masalah untuk membiarkan pembunuh ini pergi tanpa ada yang mengikutinya?".
Perot khawatir sebentar sebelum menggelengkan kepalanya, ia hanya melakukan apa yang Ark katakan sehingga ia seharusnya tidak perlu khawatir. Belum lagi Ark selalu sangat berhati-hati, seharusnya tidak ada masalah besar dengan membebaskan pembunuh nomor 01 ini.
Walaupun ada masalah besar sekalipun seperti pembunuh nomor 01 ini membunuh orang-orang di jalan secara sembarangan, saat Ark bergerak maka semua masalah ini selesai sehingga nampaknya ia terlalu khawatir.
Perot tidak memperhatikan mata merah yang berasal dari penjara lain, ia kembali naik ke atas tangga ini dan kembali untuk melaporkan kepada Ark bahwa tugasnya yaitu melepaskan pembunuh nomor 01 sudah selesai.
__ADS_1