AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 274 : SERANGAN RANTAI


__ADS_3

Senjata Halra cukup unik yaitu sebuah rantai dengan panjang ratusan meter, pada 2 bagian akhir dari rantai tersebut terdapat sesuatu seperti pisau panjang yang kemungkinan untuk menyerang musuhnya.


Bukan hanya itu, sebenarnya di seluruh rantai Halra terdapat bagian jarum-jarum kecil yang berguna untuk menusuk musuhnya, hal ini menunjukkan bahwa seluruh rantai di tangan Halra bisa melukai musuhnya.


Halra menarik nafas sebelum berteriak "Aku mulai!".


Ia mulai mencoba terbang, ketika ribuan bola meriam di tembakkan ke arah dirinya maka Halra menggelengkan rantau di tangannya untuk menyerang semua bola meriam tersebut.


"Brak!".


Rantai Halra bergerak dengan cepat berputar-putar untuk menghancurkan semua meriam yang akan mengenai dirinya, setelah itu Halra terus terbang mendekati ribuan kapal di atas langit.


Sebelum kapal-kapal itu bisa menembakkan meriamnya lagi, Halra melemparkan rantai tersebut ke arah kapal tersebut sambil tetap memegang bagian yang lain.


"Booooom!".


Serangan rantai Halra itu segera membuat sebuah kapal hancur, tidak berhenti sampai di situ, rantai Halra terus bergerak hingga menghancurkan kapal-kapal yang lainnya.


Ketika puluhan kapal hancur dengan cepat, kapal yang lain baru mulai bergerak untuk berpindah agar tidak terkena serangan rantai tersebut.


Melihat kapal-kapal yang mencoba melarikan diri, Halra berkata dengan dingin "Sejak kapan aku membiarkan kalian melarikan diri? Setelah menembak ke arahku memakai meriam kalian tanpa henti, jangan pikir kalian bisa pergi dengan mudah!".


Halra mengejar tanpa ragu, setiap kali ia sudah dekat dengan sebuah kapal maka ia menggerakkan rantainya yang memiliki panjang ratusan meter untuk menghancurkan kapal tersebut.


Untungnya ini adalah kemampuan milik Lumina, oleh karena itu para anggota awak kapal berasal dari kekuatan Lumina.


Ketika Halra terus mengejar kapal tanpa henti, ia tiba-tiba menemukan Kronev yang berlari di kapalnya sebelum melompat ke arah dirinya.

__ADS_1


Sebenarnya Kronev bisa juga terbang, tapi ia lebih sering melakukan lompatan lebih dulu sebelum terbang, saat menyerang musuh sekalipun mak Kronev selalu melompat.


Melihat Kronev yang mendekati dirinya dengan sekali lompatan, Halra menggerakkan rantainya yang langsung mengikat Kronev.


Kronev yang baru akan mencapai Halra terkejut sebab gerakan rantai ini terlalu cepat, sebelum ia menyadarinya maka rantai ini sudah menahannya.


Dengan tertangkapnya Kronev di rantai, maka Halra tanpa ragu melemparkan Kronev ke tanah, setelah itu Halra berencana mengangkat rantainya lagi serta menabrakkan Kronev ke tanah di sisi lain.


Tetapi bagaimana mungkin Lumina dan Wrath duduk diam menonton Kronev yang terus dilempar musuh memakai rantai miliknya.


Lumina mulai menggerakkan kapalnya untuk berhenti melarikan diri, kapal itu kembali menembakkan meriam menuju Halra.


Selain itu, Lumina ikut melangkah maju untuk menyerang Halra secara langsung, kali ini ia turun tangan sendiri di medan perang.


Tubuh Wrath yang merupakan seorang Titan tiba-tiba bersinar, lalu Wrath menjadi Titan sepenuhnya dengan tinggi lebih dari 40 meter. Untungnya pakaian Wrath merupakan pakaian sihir sehingga bisa ikut membesar sesuai dengan ukuran tubuhnya.


Menghadapi tangan raksasa itu, Halra tidak berani menerima serangan ini secara langsung sebab ia tahu bahwa selama ia dipukul oleh serangan ini maka ia pasti mati.


Tetapi jika ia mencoba menghindar maka ia harus melepaskan Kronev yang terjebak di rantainya, setelah memikirkan keuntungan dan kerugian maka Halra masih memutuskan untuk melepaskan Kronev dari rantainya.


Tanpa ragu sedikitpun, Halra mencoba menghindari pukulan Wrath tersebut.


Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, Kronev yang sudah lepas dari rantai Halra langsung berdiri. Ia mengangkat palunya dan melemparkan palu tersebut menuju Halra.


Berbeda dari gerakan Wrath yang lambat, palu Kronev bergerak jauh lebih cepat sehingga memukul kaki Halra.


Meskipun hanya kakinya, Halra jatuh dari terbangnya akibat terkena pukulan palu tersebut pada kakinya.

__ADS_1


Halra yang terjatuh menemukan bahwa Kronev menatapnya sambil tersenyum, ia menemukan bahwa ternyata semua ini sudah direncakan oleh musuh baik dirinya yang menangkap Kronev memakai rantai, lalu Wrath menyerang memakai kekuatan penuh yang membuat Halra harus melepaskan Kronev, tapi ternyata Kronev melemparkan palunya yang membuat ia jatuh dan tidak bisa menghindari serangan pukulan Wrath ini.


"Booooom!".


Ledakan yang besar terdengar, Halra benar-benar terpukul oleh tangan Wrath. Tanah dimana tempat Wrath memukul segera hancur, bahkan tanah di sekitarnya ikut retak serta pukulan Wrath ini benar-benar membuat sebuah lubang besar di tanah yang menunjukkan seberapa menakutkannya kekuatan pukulan Wrath.


Dengan kekuatan Titan dan dewa tingkat 4 Wrath maka Halra seharusnya tidak bisa bertahan hidup dari pukulan itu.


Namun sesuatu yang aneh terjadi, Wrath menemukan bahwa tangannya yang memukul Halra hingga ke tanah dikelilingi oleh air.


Sebuah air yang membentuk bola menutupi seluruh tangan Wrath, lalu Wrath menemukan bahwa air tersebut mulai menghancurkan tangannya.


"Aaaaa! Apa ini? Kenapa air ini bisa memberikan luka pada tanganku?", teriak Wrath yang mencoba melepaskan diri dari bola air ini, tapi ia menemukan tangan yang terjebak di bola air ini sudah tidak bisa bergerak lagi.


Wrath mengangkat tangannya yang lain untuk memukul bola air tersebut, namun bola air yang terlihat mudah hancur ini ternyata tidak hancur akibat pukulan Wrath melainkan pukulan Wrath seperti tidak menyentuh apapun, pukulan itu hanya melewati bola air.


Wrath mencoba menggerakkan tangannya degan bantuan tangan yang lain, tapi tidak peduli apa yang ia lakukan maka bola air itu tidak bisa lepas dari tangannya, bahkan tangannya semakin berdarah.


Tiba-tiba suara bangga Halra terdengar dari bola air tersebut "Ini adalah bentuk diriku yang sebenarnya, air yang memiliki kekuatan melelehkan sangat kuat! Selain itu, selama berada di bentuk air maka itu serangan fisik ataupun sihir tidak bisa melukaiku! Aku menjadi tidak terkalahkan, sekarang aku akan melelehkan kalian semua!".


Halra ternyata bukan seorang manusia seperti yang terlihat melainkan ia terbentuk dari air yang memiliki kekuatan untuk melelehkan yang sangat kuat, hal ini membuat ia tidak bisa di serang namun ia bisa melelehkan apapun yang menyentuhnya di bentuk air.


Sebelum Halra merasa bangga lebih lama lagi, wajah panik Wrath menghilang, digantikan oleh senyuman "Kau tahu, kami dari awal sudah mendapatkan informasi mengenai kau yang bisa berubah menjadi air seperti ini dari Zamir. Apakah kau pikir kami yang sudah mengetahui kekuatanmu tapi tidak memikirkan cara mengalahkan mu? Kami memilih untuk melawan mu bukan tanpa alasan, lebih tepatnya di antara kami ada seseorang yang bisa mengalahkan mu pada bentuk air tersebut!".


"Tidak mungkin! Kenapa Zamir bisa tahu mengenai kekuatanku--", teriak Halra tidak percaya.


Tetapi saat ini sosok Lumina muncul di sampingnya, Lumina menusukkan pedangnya menuju Halra yang sudah berubah menjadi air yang bisa melelehkan hingga tangan Wrath tersebut sambil berkata "Absolute Ice Area".

__ADS_1


__ADS_2