AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 55 : SERANGAN KOTA HIAM


__ADS_3

Elos yang sudah memimpin pasukannya semakin mendekati Kota Hiam mulai tersenyum, jarak mereka sekarang masih cukup jauh dari Kota Hiam sehingga para penduduk atau petualang di sana pasti belum menyadari keberadaan mereka.


Elos berkata pada Riona di sampingnya "Riona, bawa 100 orang yang bisa bergerak cepat di prajurit kita. Ketika kami menyerang pagar kayu dan pasukan pertahanan Kota Hiam, kau akan membawa 100 prajurit untuk mengepung guild petualang Kota Hiam. Para petualang atau penduduk bisa melarikan diri dari kota, namun Porte tidak boleh melarikan diri".


Riona tersenyum dingin mendengar perkataan Elos, ia sangat setuju untuk membiarkan Porte tidak boleh melarikan diri "Tuan tidak perlu khawatir, saya pasti menyelesaikan tugas dengan baik. Aku tidak akan memberikan kesempatan bagi Porte untuk melarikan diri".


Elos mengangguk "Perang akan segera di mulai. Kronev, kau tidak perlu menahan diri! Hancurkan seluruh pasukan serta pertahanan musuh!".


"Baik tuan, aku akan menghancurkan mereka memakai palu milikku ini!", kata Kronev yang mengangkat palunya penuh percaya diri.


7000 pasukan bergerak cepat menuju Kota Hiam, sedangkan para penduduk di sana masih belum mengetahui krisis yang sedang mendekat.


...----------------...


Saat ini Porte sedang sibuk mengerjakan pekerjaan guild yang ada di atas meja, walaupun ia merupakan ketua guild tapi bukan berarti Porte tidak memiliki pekerjaan apapun.


Namun akhir-akhir ini Porte tidak bisa bekerja dengan baik, lebih tepatnya ia selalu merasakan firasat buruk bahwa bencana akan mendekati dirinya. Masalahnya Porte tidak bisa berhenti bekerja sebagai ketua guild hanya karena firasat buruk, jadi Porte hanya bisa terus menekan firasat buruk ini serta tetap bekerja.


Ketika Porte baru menyelesaikan selembar kertas pekerjaannya, ia mendengar suara teriakan di sekitar. Wajah Porte menjadi suram, ia berkata penuh kemarahan "Para petualang ini terlalu berisik! Apakah mereka berpikir bahwa guild merupakan tempat bersenang-senang? Aku harus memukul mereka lagi untuk mengajarkan bahwa jangan terlalu ribut sewaktu di guild".


Bagaimanapun para petualang sama sekali tidak memiliki ketertiban seperti para prajurit, oleh karena itu mereka sering membuat keributan. Terutama para petualang yang mabuk di tempat makan guild, mereka sering membuat keributan besar sehingga menganggu Porte menyelesaikan tugasnya.


Porte baru berdiri untuk pergi memperingatkan para petualang ini, tapi tiba-tiba pintu ruangan Porte terbuka.

__ADS_1


Seorang wanita yang merupakan resepsionis guild serta bawahan terpercaya Porte adalah orang yang membuat pintu tersebut penuh kepanikan, sebelum Porte bisa mengatakan apapun maka ia berteriak "Ketua, kita harus melarikan diri dari Kota Hiam secepat mungkin! Tuan Labirin yang baru muncul di tanah tandus membawa semua pasukannya untuk menyerang kita, berdasarkan laporan dari petualang yang sudah melihat pasukan musuh maka musuh membawa ribuan pasukan bersama mereka!".


"Apa? Tuan Labirin yang baru itu berani menyerang Kota Hiam? Apakah mereka tidak takut untuk melawan Marquis Nate?", Porte merasa pikirannya kosong, tidak peduli bagaimana ia berpikir maka ia tidak tahu kenapa Tuan Labirin yang masih baru berani melawa sang Marquis.


Porte kembali sadar, saat ini alasan Tuan Labirin yang baru berani menyerang Kota Hiam sama sekali tidak penting, apa yang lebih penting yaitu untuk melarikan diri dari tempat ini secepat mungkin. Kota Hiam hanya sebuah kota yang sedikit lebih besar daripada desa, mereka sama sekali tidak bisa menahan apabila ada ribuan pasukan yang menyerang kota.


"Dimana keberadaan musuh sekarang? Berapa lama lagi sebelum mereka sampai di kota?", tanya Porte sedikit panik, ia mulai menyimpan semua barang penting di ruangannya.


"Ketua, musuh sudah menyerang gerbang depan Kota Hiam! Pagar kayu itu langsung diterbangkan oleh Minotaur musuh hanya dengan sekali serangan!", teriak wanita itu panik.


"Apa? Musuh sudah ada di depan sini? Apa yang dilakukan para petualang itu! Bagaimana mereka tidak bisa menyadari bahwa musuh sudah mendekat, mereka baru sadar sewaktu musuh sudah ada di depan gerbang yang sangat bodoh!", kata Porte sangat marah, ia tidak lagi menyimpan barang apapun "Kita akan pergi sekarang, tidak peduli seberapa banyak harta yang kita bawa, selama kita mati maka semuanya menjadi tidak berguna! Oleh karena itu, tetap bertahan hidup adalah yang paling penting".


"Baik, ketua--", kata wanita itu, tapi sebuah tombak langsung menusuk perutnya.


"Brak!".


Mayat wanita itu jatuh ke tanah, ia hanya memiliki kekuatan rank 9 sehingga tusukan tombak itu segera membunuhnya.


Wajah Porte berubah, ia menarik pedangnya secepat mungkin sebelum berteriak "Siapa di sana? Apakah kalian gila? Menyerang Kota Hiam sama dengan menantang Marquis Nate!".


"Kau bertanya siapa aku? Pada kita sudah bertemu sebelumnya, tapi kau sudah melupakanku begitu cepat, ketua Porte?", sosok Riona muncul dari pintu tersebut, ia memegang tombak di tangan kanannya sambil tersenyum dingin.


"Kau? Bukankah kau wanita Elos itu? Tidak mungkin, setelah lari dari jebakan ku, apakah kalian memutuskan untuk bekerja sama dengan Tuan Labirin yang baru? Kalian gila, selama kalian mengikuti Tuan Labirin yang baru maka kalian pasti mati, ia tidak akan bisa mengalahkan Marquis Nate! Bagaimana jika begini, kau dan Elos bisa membantuku melarikan diri dari sini. Aku cukup dekat dengan Marquis Nate, selama kalian membantuku melarikan diri maka aku bisa membiarkan sang Marquis memperkejakan kalian degan mahal. Bagaimana?", tanya Porte penuh kehati-hatian, ia tidak pernah melepaskan tangannya dari pedang.

__ADS_1


Riona hanya tersenyum, lalu tombaknya ditutupi oleh aura hitam dan langsung menusuk Porte "Ketua Porte, kau pikir kami masih bisa mempercayaimu setelah kau hampir membunuh kau? Selain itu, Tuan Labirin yang baru itu adalah Elos, bagaimana mungkin Marquis Nate bisa menerima kami?".


Mata Porte dipenuhi ketidakpercayaan, mereka sama-sama rank 8 tapi Riona bisa membunuhnya dengan mudah, tombak Riona sudah menusuk tepat di jantung Porte.


Sebenarnya Porte hanya memiliki pekerjaan petualang yang merupakan pekerjaan tingkat normal, oleh karena itu meskipun ia memiliki rank yang sama dengan Riona maka kekuatan mereka berbeda jauh sebab Riona memiliki pekerjaan tingkat Dunia.


"Bagaimana kau bisa sangat kuat?", kata Porte yang perlahan-lahan kehilangan nafasnya, tubuh Porte jatuh lemah ke tanah, ia sudah mati.


"Bukan aku yang terlalu kuat, namun kau yang terlalu lemah. Alasan inilah yang membuat dirimu hanya bisa menjadi ketua guild kecil di Kota Hiam yang tertinggal ini", kata Riona yang membuang darah pada tombaknya.


"Lebih baik membawa mayat Porte ini untuk Elos, bagaimanapun mayat Porte merupakan yang terkuat di kota ini, walaupun masih sangat lemah", pikir Riona yang baru akan pergi untuk melaporkan keberhasilannya pada Elos.


...----------------...


Di waktu yang sama, 7000 pasukan Elos sudah menyerbu Kota Hiam.


Kronev yang berlari di bagian paling depan segera memukul pagar kayu yang menjaga Kota Hiam memakai palunya.


"Brak!".


Pagar kayu itu terbang tinggi ke langit akibat pukulan Kronev, pagar kayu itu sama sekali tidak berguna untuk melindungi Kota Hiam dihadapan Kronev.


Setelah hilangnya pagar kayu, pasukan Elos bisa menyerbu Kota Hiam tanpa adanya penghalang lagi.

__ADS_1


__ADS_2