AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 163 : KEPERCAYAAN DIRI URMUR


__ADS_3

Sebagian besar orang yang ada di medan perang tersebut sangat terkejut terhadap kemunculan gunung yang tiba-tiba di atas langit ini, bahkan Letta dan Daran yang jauh lebih kuat daripada Elos sekarang masih sangat terkejut terhadap kemampuan Zamir.


Letta yang lebih tahu mengenai sihir dimensi adalah orang yang paling terkejut, ia berkata dengan mulut gemetar "Bagaimana mungkin Tuan Zamir bisa memindahkan sebuah gunung secara penuh hanya dengan memakai lubang dimensi? Seberapa banyak kekuatan yang ia butuhkan untuk memindahkan gunung tersebut? Apakah ini adalah kekuatan para dewa? Benar-benar sangat menakutkan!".


Daran juga menghela nafas "Walaupun aku sudah sangat kuat di antara para manusia, tapi masih ada batas yang jelas antara manusia dengan dewa. Meskipun aku memakai kekuatan penuh sekalipun, pada akhirnya aku tidak bisa menghentikan gunung ini".


Zamir yang ada di atas langit berteriak penuh kebanggan "Ark, buka matamu dan lihat baik-baik! Aku Zamir bukan lagi seorang anak-anak yang kau lawan dulu! Dengan kekuatan milikku maka sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan mu, Tuan Urmur tidak perlu turun tangan sendiri".


Ark yang masih duduk di atas tahtanya menatap kemunculan gunung itu sebelum mengangguk "Nak Zamir benar-benar sudah berkembang, Paman Ark ini ikut bangga terhadap perkembangan nak Zamir. Tapi jika nak Zamir berpikir bahwa kekuatan lemah ini bisa mengalahkan paman, maka nak Zamir harus belajar lebih banyak lagi. Perot, aku rasa kemampuanmu yang sekarang sudah cukup untuk menahan kekuatan ini bukan?".


Pria muda yang berdiri di belakang Ark serta bernama Perot melihat gunung itu dengan wajah datar, sama sekali tidak ada keterkejutan atau ketakutan dirinya terhadap tekanan kekuatan Zamir.


Perot berpikir sebentar sebelum mengangguk "Seharusnya tidak ada masalah, bagaimanapun Nona Luri sudah berkata bahwa tugasku adalah melindungi Tuan Ark yang sudah semakin tua. Oleh karena itu, Tuan Ark tidak perlu repot-repot untuk turun tangan sendiri mengatasi masalah ini".


Melihat Perot yang melangkah maju dan berdiri di depan Ark untuk melindunginya dari tabrakan gunung tersebut, Zamir sedikit menggelengkan kepalanya "Ark, apakah kau sudah terlalu tua sehingga tidak bisa berpikir dengan baik lagi? Kau membiarkan seorang anak muda seperti ini menghentikan kekuatanku, bukankah itu sama dengan membuatnya mati?".


Ark menggelengkan kepalanya "Nak Zamir, kau yang terlalu meremehkan Perot disini. Aku akan memberimu sebuah pelajaran hari ini, jangan pernah menilai orang lain hanya dari bentuknya yang masih muda sebab kau pasti menyesal!".


Sebelum Zamir bisa mengatakan apapun lagi, Perot mengambil sebuah tombak yang selalu ada di belakang tubuhnya.


Setelah mengambil tombak tersebut, Perot meletakkan kaki kanannya di depan sedangkan kaki kiri di belakang, lalu ia mengangkat tombaknya dan menusuk ke arah gunung yang jatuh tersebut "Aliran Tombak Gren, 5 Pilar Api!".


Api mengalir pada tombak Perot yang perlahan-lahan membentuk 5 tornado api di sekitarnya seperti sebuah pilar, 5 tornado api itu segera bertabrakan dengan gunung yang akan jatuh.

__ADS_1


"Booooom!".


Ledakan yang keras terjadi akibat tabrakan gunung dan tornado api itu, ledakan itu sangat kuat hingga membuat ribuan prajurit terlempar akibat tekanan angin yang terjadi melalui ledakan tersebut.


Daran berdiri di depan Elos dan menusukan pedangnya ke tanah "Perisai Bumi!".


Sebuah perisai tanah menutupi kebenaran Elos, Riona, Letta, Kronev dan yang lainnya, bahkan Tiamat yang memiliki tubuh besar juga dilindungi oleh Daran.


Ketika berada di perisai bumi itu, Elos sangat terkejut sebab mereka masih bisa melihat apa yang terjadi di medan perang, padahal perisai bumi seharusnya menghalangi mereka untuk tahu akan apa yang terjadi.


"Ini kemampuan Tuan Daran, ia bisa membuat perisai bumi tanpa membuat penglihatan kita terhadap keadaan di sekitar terganggu", kata Letias yang berjalan ke samping Elos serta menjelaskan. Karena Daran menghormati Elos, maka sebagai pengikut Daran maka ia harus menghormatinya juga.


Elos sedikit mengangguk terhadap penjelasan Letias, setelah itu ia kembali mengamati tabrakan 5 tornado api melawan gunung..


Waktu terus berlalu sampai 5 menit dan Zamir melihat semua yang terjadi penuh rasa tidak percaya, anak muda bernama Perot yang ia remehkan ini benar-benar bisa menghancurkan gunung yang ia lempar.


Meskipun gunung itu tidak hancur sepenuhnya serta masih ada yang terlempar ke samping, tapi tidak ada sebuah batu pun yang mengenai Ark.


Zamir kembali mengamati sosok Perot dengan hati-hati, ia tidak berani meremehkan pria yang lebih muda darinya ini lagi. Mungkin seperti yang Ark katakan, apabila ia meremehkan Perot maka dirinya akan menyesal.


Di sisi lain Perot sudah berkeringat di seluruh wajahnya, menahan serangan milik Zamir sangat membuatnya lelah, bahkan ia menghabiskan banyak sekali tenaga miliknya.


Walaupun begitu Perot tetap berdiri kuat dengan tombak di tangannya, ia masih bersiap untuk melindungi Ark.

__ADS_1


"Perot, kerja yang baik, kau bisa mundur sekarang", kata Ark yang sudah tahu bahwa Perot kelelahan.


"Tuan Ark, aku masih bisa bertarung la--", kata Perot dengan keras kepala.


Tapi sebelum Perot bisa menyelesaikan perkataannya, Ark berkata penuh ketegasan "Perot, kau bukan lawan Zamir, setidaknya dengan kekuatanmu sekarang maka kau bukan lawannya. Bagaimanapun Zamir ratusan tahun lebih tua daripada dirimu, jangan merasa malu karena kalah dari sosok hebat seperti Zamir. Sebaliknya, jadikan pertarungan mu dengan Zamir ini sebagai pelajaran, aku yakin kau mendapatkan banyak kemajuan dari tabrakan pilar api dan gunung tadi bukan?".


Mendengar perkataan Ark, Perot hanya bisa mengangguk dan menyimpan tombaknya "Karena Tuan Ark sudah berkata seperti itu maka aku hanya bisa mengikutinya, aku pasti berlatih lebih banyak lagi di masa depan agar Tuan Ark tidak kecewa".


Ark sedikit mengangguk, lalu Perot akan kembali ke belakang Ark.


Melihat Perot yang berencana kembali, Zamir berteriak dengan marah "Apakah kau berpikir aku akan membiarkanmu melarikan diri? Pertarungan kita sama sekali belum selesai!".


Zamir berencana untuk memindahkan gunung dari tempat lain, namun Urmur memegang pundaknya untuk menghentikan Zamir "Sudah cukup, tujuan kita kali ini hanya untuk membebaskan Fran. Apalagi Perot ini berasal dari keluarga Gran yang sudah lama mati, aku tidak pernah berpikir bahwa ada anggota keluarga Gran sang Pedang Api yang masih hidup! Ark, nampaknya kau menemukan pengikut yang sangat hebat".


Ark hanya sedikit tersenyum "Aku memang sangat beruntung bisa menemukan Perot".


Karena Urmur sudah menghentikannya Zamir tidak banyak bicara lagi dan mundur ke belakang Urmur.


Setelah itu Urmur melangkah maju sambil tersenyum ramah "Ark tua, pertarungan para junior sudah selesai, kenapa kita tidak melakukan pertarungan kita untuk menentukan akhir dari perang ini?".


"Pria tua yang sudah akan mati masih berusaha menantang ku? Apakah kau gila?", kata Ark tersenyum mengejek "Aku dengar kesehatanmu tidak baik akhir-akhir ini, apakah aku perlu menahan diri agar kau tidak cepat mati, Urmur temanku?".


"Kau--", Zamir dan Tuan Labirin lainnya menjadi marah karena Ark mengejek Urmur yang merupakan Tuan Labirin terkuat.

__ADS_1


Tapi Urmur mengangkat tangannya untuk menghentikan kemarahan semua orang, ia berkata penuh percaya diri "Walaupun aku sudah dekat dengan kematian, namun itu sudah lebih dari cukup untuk membunuh orang seperti dirimu!".


__ADS_2