
Nera, lebih tepatnya Elos sudah melihat banyak orang di dunia ini, oleh karena itu ia bisa menilai bahwa putra mahkota bernama Terzel ini tidak memiliki jejak meremehkan sedikitpun terhadap mereka yang merupakan petualang.
Padahal sebagai anggota keluarga kerajaan, maka tidak aneh jika mereka meremehkan para petualang. Lebih tepatnya hampir semua keluarga kerajaan dan bangsawan menganggap remeh para petualang sebagai orang-orang miskin yang bekerja untuk uang, sedangkan para petualang membenci keluarga kerajaan dan bangsawan yang meremehkan mereka. Jadi meskipun tidak terlalu terlihat, sebenarnya ada permusuhan tersembunyi antara petualang dan keluarga kerajaan bersama para bangsawan.
Karena putra mahkota bersikap sopan maka Nera harus membalasnya, ia sedikit membungkuk sebelum berkata "Putra mahkota sama sekali tidak perlu repot-repot untuk menyambut kami di depan gerbang, sudah merupakan kehormatan bisa bertemu putra mahkota secara langsung".
Nera sama sekali tidak perlu berlutut terhadap putra mahkota, lagipula ia merupakan petualang dan bukan prajurit kekaisaran. Belum lagi Nera adalah Fjorten Elos, sebagai pemimpin Federasi Tuan Labirin yang sekarang maka ia tidak perlu untuk berlutut terhadap putra mahkota dari kekaisaran.
Wajah Folk yang berdiri di belakang putra mahkota menjadi suram, menurutnya tindakan para petualang ini tidak sopan terhadap putra mahkota. Bagi Folk, bisa bertemu putra mahkota maka sudah menjadi kehormatan besar bagi petualang, maka sudah seharusnya para petualang berlutut saat berhadapan di depan putra mahkota.
Folk melangkah maju dan berencana memberi Nera pelajaran, tapi putra mahkota yang ada di depan bisa menemukan tindakan Folk tersebut sehingga ia mengangkat tangannya untuk menghentikan tindakan Folk.
Melihat putra mahkota yang menghentikan dirinya, Folk terkejut. Ia menatap putra mahkota dengan bingung, ia tidak mengerti kenapa putra mahkota mengentikan dirinya untuk memberikan pelajaran kepada para petualang ini mengenai bersikap sopan kepada putra mahkota.
Putra mahkota tentunya juga menemukan tatapan bingung Folk, ia menggelengkan kepalanya dan merasa bahwa Folk ini sangat bodoh. Jika ia membuat marah Nera serta yang lainnya sehingga tidak membantu mereka mengalahkan Kaisar, maka itu sebuah kerugian besar, oleh karena itu ia berencana mengingatkan Folk.
Tetapi Nera yang ada di sisi lain sudah menemukan kebencian Folk terhadap mereka, sebuah senyum mengejek muncul di wajah Nera "Putra mahkota, sepertinya kami tidak di sambut disini. Walaupun putra mahkota menyambut kami dengan sangat ramah, namun pengikut anda nampaknya tidak setuju terhadap kedatangan kami".
Putra mahkota berusaha menjelaskan agar Nera menekan kemarahannya "Temanku Nera, ini kesalahpahaman, Folk memang memiliki wajah yang selalu terlihat marah--".
__ADS_1
Sebelum putra mahkota bisa menyelesaikan perkataannya, Folk sudah melangkah maju lalu menunjuk Nera "Aku memang tidak senang terhadap kalian, seharusnya sebuah kehormatan besar bagi petualang miskin seperti kalian untuk bisa bertemu putra mahkota. Jadi aku sarankan untuk segera berlutut terhadap putra mahkota, apabila kalian masih sombong maka pedangku akan membuat kepala kalian terbang".
"Sangat menarik", sebelum Nera bisa mengatakan apapun maka Lasha yang ada di belakang Nera sudah melangkah maju untuk berdiri di depan Folk dengan wajah dingin "Bukankah kau merasa dirimu sangat kuat? Kau tidak perlu melawan Nera, bahkan melawanku sekalipun maka kau sudah pasti kalah".
Folk melihat ke arah Lasha dengan meremehkan "Seorang wanita kecil sepertimu berpikir bisa mengalahkan ku? Bermimpi! Kau bukan lawan ku, jangan pikir aku akan ragu untuk melawan mu hanya karena kau wanita! Biar aku beritahu, aku sudah berperang selama hampir 100 tahun, oleh karena itu jangan berpikir bahwa aku menjadi ragu untuk menyerang mu hanya karena kau wanita!".
Folk dan Lasha saling menatap dengan dingin, Folk sebagai manusia kuno memiliki tinggi 2,5 meter sedangkan Lasha hanya setinggi 1,7 meter, jadi Lasha terlihat jauh lebih kecil daripada Folk.
Tetapi Nera tahu bahwa tinggi seseorang sama sekali tidak menentukan siapa yang lebih kuat, selama Folk dan Lasha bertarung maka Nera yakin sepenuhnya Lasha akan menang.
Putra mahkota menemukan bahwa keadaan menjadi semakin buruk, ia melangkah maju untuk menghentikan permusuhan ini.
Putra mahkota melihat ke arah Kulen dengan bingung, ia tidak mengerti kenapa Kulen tiba-tiba menghentikan ia yang berusaha menyelesaikan permusuhan ini sebelum menjadi buruk.
Kulen menggelengkan kepalanya "Tuan, mungkin ini kesempatan yang baik! Bagaimanapun Folk selalu sangat keras kepala dan bertindak sembarangan, apabila wanita bernama Lasha ini mengalahkannya maka kesombongan Folk pasti terpukul, setidaknya ia bisa lebih menekan sikap mudah marahnya tersebut".
Putra mahkota terkejut terhadap perkataan Kulen "Kau pikir wanita itu bisa mengalahkan Folk yang merupakan jendral kiri kepercayaan ayahku? Kulen, kau tidak sedang menipuku bukan?".
"Aku tahu tuan pasti tidak percaya", kata Kulen tersenyum percaya diri "Tapi jika tuan sudah melihat kekuatan mereka secara langsung seperti diriku, tuan pasti menyadari seberapa menakutkannya kekuatan 3 orang ini".
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban putra mahkota lagi, Kulen melangkah maju "Temanku Nera, sepertinya Folk tidak percaya dengan kekuatan kalian. Kalau begitu, kenapa tidak Kulen dan Lasha saling bertarung untuk menentukan siapa yang lebih kuat".
"Kenapa aku harus melakukan hal tersebut?", kata Nera menolak "Itu hanya menghabiskan waktu dan tenaga kami, tanpa keuntungan apapun".
Sebuah senyuman muncul di wajah Kulen, ia tahu apa yang harus diberikan kepada Nera agar ia setuju.
Kulen melempar sebuah kantong yang cukup besar, terdengar suara koin melalui kantong tersebut.
Nera membuka kantong itu untuk menemukan ada banyak sekali koin disana, ia mengambil sebuah koin berwarna hitam itu sebelum berkata dengan ragu "Koin emas hitam?".
Koin emas hitam setara dengan 100 koin emas, sedangkan 1 koin emas sama dengan 10 koin perak. 1 koin perak sudah cukup bagi sebuah keluarga yang terdiri dari 3 orang untuk makan dan minum selama sebulan, meskipun tidak bisa hidup mewah tapi setidaknya mereka tidak akan kelaparan. Oleh karena itu, koin emas hitam ini bernilai banyak uang, belum lagi disini sepertinya ada ratusan koin emas hitam.
Melihat wajah Nera yang terkejut, Kulen tersenyum semakin lebar "Di kantong itu ada 1000 koin emas hitam, selama Nona Lasha menang maka kalian bisa mengambil koin tersebut. Jika Nona Lasha kalah, maka koin tersebut harus dikembalikan serta kalian tidak perlu membayar apapun. Bagiamana, temanku Nera?".
Kulen yakin bahwa Nera tidak akan menolak, lagipula ini adalah tantangan tanpa kerugian. Jika Lasha menang maka mereka mendapatkan uang, tapi apabila kalah maka mereka tidak mengalami kerugian apapun, hanya orang bodoh yang menolak tantangan menguntungkan seperti ini.
Namun apa yang mengejutkan Kulen adalah Nera tidak langsung setuju, melainkan menatap Lasha "Bagaimana menurutmu? Apakah kita harus menerima tantangan ini?".
Lasha tersenyum percaya diri "Nera, terima tantangannya! Aku akan memberikan manusia kuno ini pelajaran yang tepat hari ini, selain itu ia harus membayar 1000 koin emas hitam itu sebagai biaya pelajaran yang aku berikan".
__ADS_1
"Kalau begitu sudah diputuskan", kata Nera yang segera menyimpan kantong koin emas hitam tersebut "Kami setuju untuk bertarung melawan Folk!".