AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 213 : PERUBAHAN RENCANA


__ADS_3

Pada awalnya Nera berpikir bahwa pelayan ini akan membawanya menuju sebuah villa yang cukup mewah, meskipun tidak semewah milik putra mahkota. Bagaimanapun Nera yakin bahwa orang yang di sebut nona ini adalah anggota keluarga kaisar juga dan kemungkinan besar merupakan anak kaisar, oleh karena itu nona ini harus seorang putri kaisar.


Tetapi ketika pelayan itu membawa Nera ke daerah miskin ibukota kekaisaran maka Nera dan yang lainnya menjadi terkejut.


Jangan melihat ibukota kekaisaran sebagai kota paling makmur di kekaisaran, walaupun begitu masih ada daerah miskin di ibukota yang kemungkinan besar terdiri dari ratusan ribu penduduk yang tinggal disini.


Berbeda dari ibukota yang bersinar terang, pada daerah miskin maka tempat ini sangat gelap dan suram. Lagipula untuk menghidupkan lampu maka dibutuhkan juga uang, jadi orang-orang di daerah miskin pasti tidak memiliki uang sebanyak itu hanya untuk menghidupkan lampu setiap malamnya. Apalagi malam merupakan waktu untuk tidur, mereka sama sekali tidak perlu menghabiskan uang tambahan hanya untuk penerangan.


Pelayan itu membawa Nera dan yang lainnya ke sebuah rumah di daerah miskin ini, lalu ia mengetuk pintu tersebut dengan hormat "Nona, aku sudah membawa tamu yang anda maksudkan".


Setelah mengatakan hal tersebut, suara pintu yang terbuka segera terdengar.


"Krak!".


Pintu kayu yang terlihat sudah hampir hancur tersebut terbuka, lalu sosok seorang wanita cantik dengan rambut pirang panjang terlihat dari balik pintu itu.


Di tengah tempat yang gelap dan sangat tertinggal ini, keberadaan wanita tersebut benar-benar sangat menarik perhatian, bahkan Elos merasa wanita di depannya ini seperti sebuah bulan di tengah malam yang gelap.


Mata birunya yang terlihat seperti lautan luas langsung mengarah pada Elos, ia sedikit membungkuk seperti bagaimana seorang bangsawan memberi hormat lalu berkata "Senang bertemu anda Tuan Elos, maaf sudah membuat anda repot-repot datang kesini sendiri. Padahal aku sebelumnya berencana untuk menemui anda secara langsung, tapi sebagai putri dari keluarga kekaisaran kuno maka ada banyak sekali orang yang selalu mengamati setiap tindakanku. Jika aku salah walaupun hanya selangkah, baik itu kakak atau adikku yang lain pasti memanfaatkan hal tersebut untuk menghilangkan ku dari dunia ini, oleh karena itu aku hanya bisa bertemu dengan Tuan Elos memakai cara ini. Biarkan aku memperkenalkan diriku terlebih dulu, namaku Astre Fillie Kuno V, anak dari Kaisar Kuno V saat ini. Sebagai seorang putri yang tidak memiliki kemungkinan untuk meneruskan tahta, aku memiliki nama keluarga Kuno V yang sesuai dengan nama Kaisar sekarang. Apabila itu putra mahkota, ia memakai nama Kuno VI yang menunjukkan bahwa ia kemungkinan besar menjadi kaisar selanjutnya".

__ADS_1


Mendengar penjelasan wanita itu, Nera baru mengerti alasan kenapa nama keluarga putra mahkota dengan kaisar sedikit berbeda.


Karena orang lain memperkenalkan dirinya dengan sopan, maka Nera juga sedikit tersenyum "Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Putri Astre, namaku Nera, seorang petualang. Di sampingku ini adalah Lasha dan Terfis yang merupakan rekan petualang ku, aku harap Putri Astre memanggilku Nera mulai dari sekarang".


Astre adalah seorang wanita yang cerdas, jika tidak maka ia tidak mungkin bisa mengetahui identitas asli Nera. Jadi Astre tersenyum mengerti akan maksud Nera, dengan memanggil Nera maka kemungkinan identitas Nera adalah Elos akan ketahuan menjadi semakin kecil.


Oleh karena itu, Astre mengangguk "Kalau begitu kau juga bisa memanggilku Fillie, Tuan Nera. Walaupun aku seorang putri dari kekaisaran, di mata anda maka putri kekaisaran itu tidak jauh berbeda dari semua, anda tidak perlu bersikap sopan terhadapku".


"Baiklah, aku akan memanggilmu Fillie", kata Nera setuju, menurutnya seorang putri kaisar sekalipun tidak memiliki posisi yang setingkat dengannya.


Elos tidak bermaksud sombong, tapi sebagai pemimpin Federasi Tuan Labirin maka sebenarnya posisi Elos sama dengan Ark ataupun Tersin, meskipun ia belum sekuat mereka. Alasan inilah yang membuat seorang putri kekaisaran tidak setingkat dengan Elos, bahkan Kaisar sekalipun seharusnya memiliki posisi yang masih lebih lemah daripada pemimpin Federasi Tuan Labirin.


"Kau benar, Tuan Nera, jika anda tidak keberatan maka kenapa tidak berbicara lebih lanjut di rumah? Aku sudah menyiapkan banyak sekali makanan serta minuman hangat untuk anda serta para pengikut tuan", tanya Fillie sopan.


Nera setuju, mereka pergi menuju ke rumah tersebut, lalu pelayan pria mengamati sekitar untuk memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar sebelum menutup pintu secara perlahan-lahan.


Ketika sudah tiba di ruangan pada rumah tersebut, Nera sedikit terkejut sebab ruang tamu rumah ini sangat berbeda dengan bentuk asli rumah yang Nera lihat tadi.


Jika rumah ini tadinya terlihat seperti rumah yang akan hancur, ketika sampai di ruang tamunya maka Nera menemukan tempat ini terlihat sangat mewah.

__ADS_1


Dengan lampu yang menerangi ruangan serta sofa kulit yang terlihat sangat lembut, lalu sudah ada banyak sekali makanan dan minuman yang disiapkan di atas meja.


Selain Nera yang bersama rekannya dan Fillie dengan seorang pelayannya, tidak ada siapapun lagi di ruangan ini.


Fillie berdiri di samping sebuah sofa lalu menunjuk ke arah kursi utama di ruangan tersebut "Tuan Elos, tempat ini memiliki perlindungan yang sangat baik. Apapun yang kita katakan disini, maka orang yang ada di sekitar rumah ini sama sekali tidak bisa mendengarnya bahkan jika anda berteriak keras. Bukan hanya itu, aku membiarkan semua pelayan pergi kecuali pelayan utamaku, pria ini dapat dipercaya sehingga tuan tidak perlu khawatir. Tuan Elos, silahkan duduk di kursi utama".


Nera tahu bahwa kursi utama merupakan tempat duduk bagi tuan rumah atau orang yang paling penting di sebuah pertemuan.


Oleh karena itu, Nera duduk di kursi utama tersebut dengan Fillie dan pelayannya yang duduk di sisi kiri, sedangkan Lasha serta Terfis duduk di sofa bagian kanan.


Nera menatap makanan yang ada di atas meja dengan tidak peduli, bagaimanpun ia seorang mayat hidup yang tidak membutuhkan makanan, jadi ia langsung bertanya ke intinya "Lalu, apa alasanmu datang memanggilku kesini? Apabila ini bukan untuk hal yang penting, aku pastikan kau menyesal! Orang-orang yang berani membuatku menghabiskan waktu tanpa tujuan yang penting pasti aku akan membuat mereka menyesal!".


"Tuan Elos tidak perlu khawatir, aku bukanlah orang bodoh yang memanggil tuan hanya untuk hal tidak penting", kata Fillie yang melihat ke arah Elos dengan wajah tegas "Tuan Elos, bukankah anda sudah bertemu dengan kakakku siang ini yaitu putra mahkota? Kalian pasti sudah membicarakan mengenai pembunuhan kaisar bukan?".


Nera tidak terkejut bahwa Fillie tahu mereka berencana membunuh kaisar, lagipula Fillie bisa mengetahui identitasnya yang asli sehingga pasti tidak sulit untuk mengetahui rencana putra mahkota juga.


"Terus apa hubungan aku bertemu bersama putra mahkota tersebut dengan memanggilku kesini?", tanya Nera lagi.


Lasha dan Terfis yang ada di sisi lain juga bersiap, selama jawaban Fillie tidak tepat maka mereka pasti bergerak tanpa ragu.

__ADS_1


"Aku harap Tuan Elos bisa mengubah rencananya, jangan ikut rencana yang kakakku berikan!", kata Fillie dengan mata tajam yang menunjukkan tekadnya.


__ADS_2