
Ark saat ini sedang duduk diam di kursinya, ada aura menakutkan yang menutupi seluruh tubuh Ark sedangkan Perot duduk di depannya dengan seluruh tubuh yang berkeringat dingin.
Perot menundukkan kepalanya tanpa berani melihat Ark sedikitpun, bahkan dapat dilihat bahwa seluruh tubuh Perot gemetar dengan hebat akibat ketakutan terhadap aura menakutkan Ark.
Saat ini Ark mengetuk jarinya di kursi tempat ia sedang duduk sekarang sambil berbicara dengan dingin "Maksud perkataan mu tadi yaitu Tersin sudah memakai Chimaera, Fran, dan dirinya sendiri beserta semua pasukan terbaiknya untuk melawan Elos namun ia masih gagal? Begitu juga dengan pembunuh nomor 01 yang kita kirim sebelumnya, setelah tidak mendapatkan kabar dari dirinya selama beberapa hari ini maka dapat dipastikan bahwa ia sudah mati, bukankah begitu?".
Perot mengangguk sedikit yang menunjukkan bahwa semua itu benar.
"Brak!".
Ark memukul meja besar yang ada di depannya hingga hancur, ia berkata dengan sangat dingin "Bagaimana mungkin? Apabila Elos bisa membunuh Chimaera ataupun Fran maka aku masih bisa mengerti, namun Tersin dan pembunuh nomor 01 berbeda. Tersin memiliki kekuatan dewa tingkat 3 yang sama dengan pembunuh nomor 01, tidak peduli seberapa kuat kekuatan 3 Tuan Labirin milik Elos, tidak mungkin ia bisa mengalahkan Tersin dan pembunuh nomor 01. Apakah Elos sudah menjadi sekuat itu selama beberapa hari ini? Meskipun Tersin tidak sekuat diriku, kekuatannya pasti tidak terlalu rendah dibandingkan diriku, oleh karena itu apabila Elos berhasil membunuh Tersin maka ia bisa membunuhku juga!".
Perot menjawab dengan ragu "Tuan, aku tidak tahu apakah orang yang membunuh mereka merupakan Elos atau bukan, tapi menurut penglihatan terakhir pembunuh nomor 01 pada mesin milik kita maka musuh terakhir yang ia lawan yaitu seorang wanita berjubah yang membawa sebuah sabit dengan dirinya. Kami tidak bisa memastikan kekuatan wanita ini, tapi kekuatannya mungkin sekitar dewa tingkat 2 yang sama dengan anda".
"Apakah kau tahu wanita itu? Mungkin ia merupakan prajurit khusus baru Elos?", tanya Ark lagi.
"Tentang itu kami juga belum mengetahui identitasnya sedikitpun--", kata Perot menjawab sesuai informasi yang sudah ia dapatkan.
Sebelum Perot bisa menyelesaikan perkataannya, Ark berdiri dan memukul Perot.
"Brak!".
__ADS_1
Tubuh Perot terbang sejauh beberapa meter dan memuntahkan seteguk darah, walaupun merasa seluruh tubuhnya sakit namun Perot tetap berdiri sambil sedikit membungkuk "Tuan, aku tahu aku sudah salah! Selana tuan memberiku waktu lebih banyak lagi, maka aku pasti menemukan identitasnya!".
"Berapa lama? Kenapa kalian bekerja dengan sangat lambat seperti itu?", kata Ark marah, menurutnya Perot sudah harus mengetahui informasi mengenai wanita berjubah itu ketika datang kesini.
"Bukankah kau terlalu kasar terhadap Perot, Tuan Ark?", sebuah suara wanita terdengar di ruangan ini.
Perlahan-lahan sosok Luri bersama Hera yang berjalan di belakangnya muncul di ruangan ini.
Melihat Luri, mata Perot bersinar dengan terang "Nona Luri, anda akhirnya kembali".
Luri sedikit tersenyum terhadap Perot "Nampaknya kau sudah sangat kesulitan saat aku tidak ada disini, terutama waktu kau bersama dengan Ark. Maaf sudah merepotkan mu untuk bersama Ark tua selama waktu ini, aku akan memberimu pedang api lain sebagai gantinya nanti".
Perot menggelengkan kepalanya dengan cepat "Aku tidak membutuhkan pedang api baru sekarang, setidaknya pedang milikku sekarang sudah cukup, jadi Nona Luri tidak perlu memberikan apapun. Lagipula aku mengambil tugas ini karena aku senang membantu Nona Luri, tidak ada hubungannya dengan hadiah".
Menurut Perot maka Luri sedang bersikap baik terhadap dirinya sekarang, tapi di mata Ark maka ia bisa melihat sangat jelas bahwa Luri sedang memanfaatkan Perot.
Ark sangat mengenal Luri ini, seorang wanita licik yang bisa memanfaatkan orang-orang di sekitarnya seperti pion, tidak diketahui berapa banyak rekannya di Glory yang sudah mati akibat tindakan Luri ini.
Oleh karena itu, Ark sebenarnya selalu berhati-hati ketika bersama Luri sebab tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan wanita ini.
"Sudah cukup bagi kalian untuk saling berbicara, bukankah ada masalah yang lebih penting disini?", teriak Ark "Luri, kau pergi kemana selama waktu ini? Apakah kau tidak tahu apa yang terjadi kepada kami saat kau tidak ada? Bahkan tubuh palsu Hera sudah mati, jika ia tidak memakai tubuh palsu miliknya maka ia mungkin benar-benar mati! Ini semua karena kau tidak ada disini, kau pergi tanpa izin dariku sedikitpun".
__ADS_1
Luri menggelengkan kepalanya terhadap perkataan Ark "Apakah aku harus memberitahumu setiap kali aku berencana untuk pergi? Itu terlalu merepotkan, bagaimanpun aku pergi untuk bertemu teman lamaku, bukan tanpa alasan".
"Teman lama? Siapa itu? Kenapa aku tidak tahu kalau kau memiliki teman lama?", tanya Ark penasaran.
"Hal itu sama sekali tidak penting sekarang", kata Luri yang segera mengubah pembicaraan "Bukankah yang membuatmu marah tadi adalah seorang wanita berjubah dengan sabit sebagai senjatanya? Wanita itu adalah Grica, pengikut Locke serta bagian dari 17 dewan".
"Pengikut Locke? Ternyata seperti itu, tidak aneh jika aku tidak mengenalnya sebab semua anggota 17 dewan merupakan pengikut baru Locke, 17 dewan belum ada ketika aku bertarung bersama Myro dan Locke", kata Ark mengangguk "Tunggu dulu! Apabila wanita itu adalah 17 dewan Locke, maka berarti Elos tengkorak ini adalah anak asli Locke yaitu Fjorten Elos?".
"Kau masih belum tahu?", kata Luri dengan aneh "Dilihat bagaimanapun, semua orang tahu bahwa Elos ini merupakan anak Locke".
Wajah Ark perlahan-lahan menjadi suram, ia berkata "Kita tidak bisa membuang waktu lagi, aku tidak tertarik untuk kalah lagi. Kekalahan melawan Myro, Locke serta Lamire sudah lebih dari cukup! Luri, aku harap kau akan membantuku untuk pertarungan kali ini. Jika kita terus seperti ini, sangat sulit untuk membunuh Myro, terutama ia memiliki Grica sebagai penjaganya. Selain itu aku harus mencari bantuan dari Torei untuk memastikan kemenangan kita, aku yakin Torei pasti setuju sebab Tersin sudah mati, jika ia terus diam maka hanya masalah waktu sebelumnya dirinya yang mati".
Luri juga mengangguk "Aku tidak ada rencana untuk pergi di waktu dekat ini, jadi kita bisa mencoba menyerang Elos. Dengan adanya aku, kau dan Torei maka kita bisa membunuh Grica dengan mudah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan".
Ark langsung memberitahu Perot untuk bersiap yaitu mengumpulkan semua pasukan dan kekuatan terbaik mereka lalu mengirim surat untuk Torei.
Kali ini mereka tidak memakai rencana apapun, cukup menyerang secara langsung tanpa ragu.
Tanpa ragu sedikitpun, Perot pergi dari ruangan itu untuk mengirim pesan yang diberikan Ark.
Sekarang Ark, Luri dan Hera mulai membahas mengenai rencana penyerangan terhadap Elos kali ini.
__ADS_1
Apabila Elos bukan anak Locke maka Ark pasti tidak seperti ini, namun setelah mengetahui bahwa Elos benar-benar anak Locke maka hanya ada sebuah ide milik Ark yaitu membunuh Elos secepat mungkin agar tidak membawa masalah bagi dirinya di masa depan seperti kejadian Lamire sebelumnya.