
Ketika pasukan Honret terus berjalan maju, akhirnya ia bisa melihat puluhan ribu pasukan Elos yang berbaris dengan tertib ke arah dirinya.
Di bagian paling depan pasukan Elos terdapat pasukan mayat hidup yang terdiri dari para tengkorak, bagaimanapun pasukan yang berada di posisi paling depan memiliki resiko mati paling besar juga sehingga Elos memilih pasukan mayat hidup untuk berada di barisan paling depan.
Melihat formasi pasukan Elos tersebut, Honret sama sekali tidak terkejut, lebih tepatnya ia sudah yakin dari awal bahwa Elos akan memakai pasukan mayat hidup untuk berada di barisan paling depan. Tapi apa yang paling menarik perhatian Honret adalah seorang wanita dengan palu besar di depan para pasukan mayat hidup tersebut.
Wajah Honret menjadi semakin bingung "Apakah wanita itu adalah Kronev seperti yang ada pada informasi, tetapi kenapa ia berada di posisi paling depan seperti itu? Meskipun ia memiliki kekuatan rank 4, dihadapan penyerbuan ribuan kavaleri maka ada kemungkinan besar baginya untuk mati, selain itu aku juga memiliki kekuatan rank 4".
"Padahal aku sebelumnya berpikir bahwa Elos akan memakai Kronev sebagai senjata tersembunyi untuk melawan naga bumi, sebenarnya apa yang mereka rencanakan?".
Honret mencoba untuk berpikir sebaik mungkin, namun tidak peduli seberapa keras ia mencari alasan Kronev berada di posisi paling depan maka ia tidak bisa menemukan alasannya sedikitpun.
Karena pasukan Elos sudah dekat dari pasukan mereka, Honret menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkan hal tersebut "Walaupun aku tidak tahu apa yang mereka rencana, selama aku membiarkan pasukan kavaleri api dan naga bumi menyerbu maka kemenangan akan ada di tanganku, kenapa aku harus repot-repot memikirkan tentang rencana musuh!".
Honret menarik pedangnya lalu menunjuk ke arah pasukan Elos "Seluruh pasukan, serang! Bunuh seluruh musuh yang ada di depan!".
"Serang!", meskipun jumlah pasukan Elos jauh lebih banyak daripada mereka, tidak ada sedikitpun ketakutan pada pasukan kavaleri api ini.
4000 pasukan kavaleri api menarik senjata mereka dan menggerakkan kuda mereka agar bergegas menuju ke arah pasukan Elos yang ada di depan, Honret tidak bergerak maju sebab ia adalah pemimpinnya, ia harus mengamati medan perang untuk menentukan langkah pasukan berikutnya.
4000 kavaleri api bergerak maju menuju pasukan Elos dengan sangat cepat memakai kuda mereka, seluruh tanah bergetar akibat langkah ribuan kuda tersebut.
"Angkat senjata kalian dan bersiap!", teriak Kronev yang ada di depan seluruh pasukan Elos.
baik itu pasukan mayat hidup ataupun pasukan normal di belakangnya mulai mengambil senjata mereka, Kronev terus menatap pasukan kavaleri api musuh hingga sangat dekat dengan dirinya.
Ketika pasukan kavaleri api masih sudah berada di jarak 50 meter dari mereka, Kronev tersenyum sebab rencana mereka sudah bisa di mulai.
Kronev berlari ke arah kavaleri api musuh secepat mungkin tanpa membawa pasukan di belakangnya, jika orang lain melihat kejadian ini maka mereka akan berpikir bahwa Kronev adalah orang bodoh sebab ia sendirian akan melawan ribuan kavaleri.
__ADS_1
Tetapi saat jarak Kronev sudah 20 meter dari kavaleri musuh, ia melompat tinggi ke langit sambil mengayunkan palunya ke tanah "Pukulan Gempa!".
"Brak!".
Kronev menabrakkan palunya tepat di antara pasukan kavaleri musuh yang sedang bergerak maju, hal itu segera membuat ledakan besar serta seluruh tanah bergetar seakan-akan gempa bumi sedang terjadi.
"Krak!".
Tidak berhenti sampai di situ, tanah mula retak akibat pukulan Kronev dan lubang-lubang raksasa bermunculan dari tanah yang menelan pasukan kavaleri musuh.
Beberapa pasukan kavaleri yang beruntung tidak jatuh ke lubang tersebut, namun kuda mereka terjatuh akibat getaran gempa yang dibuat oleh pukulan Kronev.
4000 pasukan kavaleri api yang sebelumnya terlihat sangat ganas sudah hancur, kurang lebih 500 dari mereka jatuh ke lubang sedangkan 500 pasukan lainnya jatuh dari kuda mereka.
Bahkan kavaleri api yang bergerak maju ke arah pasukan Elos harus berhenti bergerak maju, lebih tepatnya kuda mereka sudah tidak bergerak lagi akibat ketakutan terhadap pukulan Kronev.
"Serang!", teriak puluhan ribu pasukan Elos yang bergegas maju membanjiri pasukan kavaleri api yang sudah tidak siap untuk bertarung.
Hal yang terjadi berikutnya bukan lagi perang melainkan pembunuhan sepihak, pasukan Elos berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan akibat serangan pembuka milik Kronev.
Di sisi lain, wajah Honret menjadi suram sebab kavaleri api yang selalu ia banggakan dapat hancur dengan mudah di bawah serangan musuh.
"Lepaskan naga nya! Biarkan naga itu bebas dan menghancurkan seluruh pasukan musuh!", teriak Honret kepada para pasukan yang menahan rantai naga.
"Tuan Honret, apabila kita membiarkan naga ini menyerang musuh sekarang maka ia mungkin juga akan memakan pasukan sekutu kita, bagaimanapun naga ini sama sekali tidak bisa dikendalikan", teriak seorang prajurit mengingatkan.
"Aku tidak peduli!", teriak Honret dengan panik "Walaupun seluruh pasukan kavaleri api harus mati, selama aku bisa menghancurkan Elos maka Duke Wock tidak akan menyalahkan ku atas kematian seluruh kavaleri api!".
"Tapi tuan--", pasukan itu masih mencoba membujuk Honret.
__ADS_1
Tapi Honret yang sudah panik mendorong prajurit itu menjauh, ia menarik pedangnya dan menebas rantai yang mengikat naga bumi tersebut.
"Slash!".
Rantau yang sudah mengikat naga bumi itu lepas, sosok naga bumi raksasa mulai berteriak keras ke arah langit "Graaaaa!".
Teriakan naga bumi itu langsung menarik perhatian seluruh orang, lagipula teriakan naga itu memberikan tekanan yang sangat besar ke semua orang.
Naga itu melambaikan ekornya dan menabrak menuju ke para prajurit yang sudah menahannya memakai rantai barusan.
"Brak!".
Ratusan prajurit segera mati di bawah serangan ekor naga ini, hanya dengan sekali serangan maka naga itu bisa membunuh ratusan orang seakan-akan membunuh para semut.
Setelah itu naga yang sudah marah akibat ditahan oleh manusia sejak lama menatap ke arah pertarungan kavaleri api dan pasukan Elos, bagaimanapun perang di sana terlalu berisik yang menarik perhatian naga tersebut.
Naga tersebut bergerak maju ke arah medan perang, ia sudah tidak bisa menunggu lagi untuk membalas dendam kepada para manusia.
"Hahahahaha, majulah! Hancurkan seluruh pasukan musuh dan tunjukkan kekuatan monster terkuat milikmu, kekuatan naga bumi!", teriak Honret dengan senang, ia yakin bahwa naga bumi bisa menang sebab ia bisa membunuh ratusan pasukan hanya dengan sekali ayunan ekornya.
Namun sebelum Honret bisa senang lebih lama, sosok seorang Dwarf yang membawa palu kecil di tangannya berdiri di depan naga bumi itu.
Dwarf yang hanya memiliki tinggi sekitar 1 meter itu menatap naga bumi dengan mata bersinar "Sisik naga yang sangat hebat, jika aku memakainya maka aku pasti bisa membuat zirah yang tidak bisa dihancurkan! Maaf, aku terlalu bersemangat yang membuat aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Greed, 7 dosa besar di bawah Tuan Elos, aku tidak bisa membiarkanmu untuk pergi ke medan perang tersebut!".
Naga bumi itu menggerakkan ekornya untuk memukul Greed yang menghalangi jalannya, di saat bersamaan maka Greed ikut mengangkat palu yang selalu ia pakai untuk menempa senjata untuk menabrak ekor naga bumi tersebut.
"Brak!".
Tabrakan yang keras terdengar, palu Greed bertabrakan dengan ekor naga bumi tersebut yang membuat getaran hebat pada area di sekitar tabrakan tersebut.
__ADS_1