
Elos berjalan menuju penjara Kota Portus Aureus, di bagian depan penjara ini ada pasukan mayat hidup yang menjaganya.
Sebenarnya peajurit manusia hewan yang seharusnya menjaga penjara sebab pasukan mayat hidup ini sama sekali tida mengerti untuk memberikan tahanan makanan, namun para prajurit sekarang sedang pergi ke pesta untuk melepaskan rasa lelah mereka selama perang ini sehingga pasukan mayat hidup yang bertugas untuk berjaga malam ini.
Melihat kedatangan Elos, pasukan mayat hidup itu segera membuka gerbang menuju penjara.
Ketika melewati gerbang tersebut, Elos menemukan bahwa disini terdapat cukup banyak penjara. Walaupun sebagian besar penjara disini kosong, tapi Elos bisa melihat jejak-jejak bahwa penjara ini baru ditinggalkan oleh orang lain, setidaknya sehari yang lalu.
"Lumina, kenapa sebagian besar penjara disini kosong, padahal ada jejak seseorang tinggal disini kemarin. Apakah kau melepaskan sebagian besar tahanan?", tanya Elos, ia yakin bahwa Lumina tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas.
Lumina berkata "Setelah aku memeriksa alasan para tahanan ini di hukum, aku mengerti bahwa sebagian besar daripada mereka sama sekali tidak bersalah. Lebih tepatnya Kamar Dagang Leghi berusaha mengambil harta di tangan mereka seperti tanah, atau mungkin mereka dulunya merupakan musuh Kamar Dagang Leghi. Oleh karena itu, Kamar Dagang Leghi memakai kekuasaan mereka untuk memenjarakan orang-orang ini. Aku memastikan berkali-kali bahwa orang-orang ini tidak bersalah, jadi aku memutuskan untuk melepaskan mereka. Maaf tuan, Lumina bertindak tanpa izin dari tuan".
Elos melambaikan tangannya "Tidak perlu, kau sudah melakukannya dengan baik. Namun ingat ini baik-baik, mereka yang bersalah tidak bisa lepas dari hukuman!".
"Lumina akan selalu mengingat perkataan tuan", kata Lumina sambil membungkuk.
Tidak lama kemudian, Elos akhirnya menemukan beberapa penjara yang memiliki orang pada penjara tersebut.
Bahkan Elos bisa menemukan beberapa wanita cantik di penjara ini, namun karena sudah di penjara maka mereka menjadi sedikit suram, walaupun begitu kecantikan pada wajah mereka masih belum bisa ditutupi.
Lumina yang ada di samping juga melihat tatapan Elos sehingga ia langsung berkata "Mereka merupakan anak-anak dari keluarga Leghi, sebagai kamar dagang besar di kota ini maka tidak aneh apabila anak-anak Leghi memiliki penampilan yang cantik serta tidak kalah dari para wanita bangsawan itu. Selama tuan tertarik, Lumina bisa membawa mereka untuk menemani tuan malam ini".
Elos memutar matanya "Aku ini tengkorak sehingga aku tidak membutuhkan hal seperti itu, paling tidak sampai aku bisa kembali menjadi manusia atau apapun seperti elf dan yang lainnya".
Lumina kembali sadar bahwa Elos masih merupakan tengkorak "Saya mengerti, tuan".
Lumina tidak menganggap aneh apabila tuannya memutuskan untuk mengambil tahanan wanita, bagaimanapun dunia ini merupakan dimana seorang pria berkuasa memiliki banyak wanita di sekitarnya. Bahkan raja Lumina sebelumnya memiliki ribuan wanita, jika bukan karena sang raja sebelumnya takut pada kekuatan serta kekuasaan Lumina maka ia mungkin juga menarget Lumina sebagai wanitanya.
Di mata Lumina, tahanan yang ia tangkap tidak jauh berbeda dari budak sebab sebagian besar tahanan perang pasti di hukum mati, menjadi prajurit barisan depan untuk dikorbankan, atau menjadi budak.
Riona yang ada di belakang Elos tidak berbicara, ia tahu hal seperti itu tidak aneh di dunia ini. Lebih tepatnya sejak datang ke dunia ini maka Riona sudah mempersiapkan dirinya jika Elos memiliki banyak wanita sekalipun, paling tidak ia bisa memiliki anak juga dari Elos yang sudah cukup bagi Riona.
Mereka akhirnya tiba di sebuah penjara dimana seorang pria tua dengan janggut putih panjang duduk di sana.
__ADS_1
Pria tua ini memakai baju mewah seperti seorang bangsawan, namun ia sudah di penjara dan kehilangan semua kemewahannya yang membuat aura bangsawan nya ikut menghilang, ia tidak jauh berbeda dari kakek-kakek normal lainnya.
"Tuan, ini adalah kepala keluarga Leigh sekarang. pria tua, bangun! Di hadapanmu adalah tuan paling terhormat, Tuan Fjorten Elos! Berlututlah dihadapan tuanku!", teriak Lumina sangat dingin.
Pria tua itu perlahan-lahan membuka matanya yang sudah tertidur, mendengar perkataan Lumina maka pria tersebut menatap Elos dengan ganas.
Pria tersebut berdiri dan berlari ke arah Elos seperti akan memakannya, dendam yang kuat dapat terlihat dari mata pria tua tersebut.
"Krak!".
Ketika ia akan mendekati besi pada penjara tersebut, rantai yang mengikat tangan dan kaki pria tersebut langsung menghentikannya untuk pergi lebih jauh lagi mendekati Elos, pria tua tersebut kembali duduk ke tanah.
"Tidak sopan! Beraninya kau bertindak seperti itu dihadapan tuan Elos! Apakah kau sedang mencari kematian?", teriak Lumina, aura dingin es yang sangat menakutkan dapat dirasakan dari tubuhnya.
Elos mengangkat tangannya untuk menghentikan Lumina, ia menatap pria tua tersebut "Menyerah lah! Selama kau memberitahu dimana lokasi kau menyembunyikan harta milikmu maka aku bisa membiarkan para bayi atau anak di bawah usia 5 tahun dari keluarga Leghi tetap hidup, setidaknya darah keluarga Leghi tidak akan mati!".
Pria tua itu menatap tajam Elos "Bermimpi! Tengkorak, aku sarankan untuk melepaskan ku secepat mungkin atau kakakku Marquis Nate tidak akan membiarkanmu tetap hidup! Kami berbeda dari Kamar Dagang Iter, kami bisa menguasai dermaga sebab dukungan dari kakakku yaitu sang Marquis. Aku sarankan bagi kalian untuk berlutut dan menyerah sekarang lalu membebaskan ku, dengan cara itu maka aku bisa membujuk Marquis agar membiarkan kalian tetap hidup".
"Aku mengerti, tuan", kata Lumina yang pergi secepat mungkin.
"Apa? Apa yang kau lakukan? Aku katakan bahwa diriku merupakan adik dari Marquis Nate, selama kau berani melukai atau bahkan membunuh keluarga Leghi ku maka--", kata kepala keluarga Leghi sangat dingin.
Tetapi Elos menghentikan perkataannya secepat mungkin "Riona, tutup mulutnya!".
"Baik, tuan", kata Riona yang mengambil tombak di belakang tubuhnya "Spear of Light".
"Slab!".
Tombak tersebut menusuk tepat di kaki kepala Kamar Dagang Leghi, Riona menusuk kakinya agar orang ini tidak mati.
"Aaaaa! Sakit! Beraninya! Beraninya kau melakukan ini padaku! Tengkorak, aku pastikan kau mati! Kakakku pasti membunuhmu", teriak kepala Kamar Dagang Leghi penuh kesakitan sambil memegang kakinya.
Elos masih tidak peduli, tidak lama kemudian Lumina datang bersama ratusan mayat hidup yang membawa ratusan anggota keluarga Kamar Dagang Leghi.
__ADS_1
Sebelum Elos mengatakan apapun, Lumina menjelaskan dengan cepat "Tuan, kepala kamar dagang Leghi ini memiliki puluhan istri serta anak, selain itu ada beberapa anggota setia Kamar Dagang Leghi disini".
Elos mengangguk, ia berjalan menuju ke seorang pria yang berusia sekitar 30 tahun, ia memiliki wajah yang hampir sama dengan kepala Kamar Dagang Leghi serta pakaiannya merupakan yang paling mewah.
"Apakah kau anak dan penerus kepala Kamar Dagang Leghi?", kata Elos dengan aura kematian yang kuat.
Pria tersebut memiliki seluruh tubuh yang gemetar, namun ia tidak berani menjawab perkataan Elos sebab ia tahu bahwa dirinya akan mati apabila menjawab.
Melihat pria ini tidak menjawab, Elos langsung berkata "Bunuh anak ini lebih dulu!".
2 manusia tulang segera membawa 2 tangan anak tersebut untuk diletakkan tepat dihadapan kepala Kamar Dagang Leghi, lalu seorang Zombie Warrior yang membawa sebuah pedang besar mendekat.
Menatap pedang besar di tangan Zombie Warrior, seluruh tubuh pria itu bergetar "Tidak , jangan bunuh aku! Aku bisa melakukan apapun! Ayah, ibu, bantu aku!".
Mata kepala Kamar Dagang Leghi menjadi merah, anak ini merupakan seorang anak kebanggaan serta ia sudah melatihnya selama bertahun-tahun untuk menjadi kepala keluarga berikutnya, oleh karena itu kepala keluarga Leghi tidak bisa membiarkan ia mati.
"Elos! Selama kau berani membunuh anak ini, aku pasti membunuhmu! Kakakku pasti datang!", teriak kepala keluarga Leghi.
Elos hanya menatapnya dingin "Aku tanya Sekai lagi, dimana kau menyimpan harta milikmu?".
"Bermimpi, walaupun aku mati maka aku tidak akan pernah mengatakannya", teriak kepala keluarga Leghi keras kepala.
"Bunuh!", kata Elos tegas.
Zombie Warrior segera menurunkan pedangnya tepat di leher pria tersebut.
"Slash!".
Kepala pria itu jatuh ke tanah, darah berterbangan dari tubuhnya yang sudah kehilangan kepala tersebut.
Para wanita dari keluarga Leghi berteriak ketakutan menemukan kejadian berdarah tersebut, sebagai wanita dari keluarga hebat maka mereka belum pernah menemukan kejadian yang sangat berdarah seperti itu.
"Aku tanya sekali lagi, dimana harta milikmu?", tanya Elos tidak peduli seakan-akan tidak ada seorangpun yang sudah dibunuh.
__ADS_1