
Witer sebenarnya sudah merasa sedikit bosan terhadap penyerangan kerajaan manusia ini, jika buka untuk melindungi Elos maka ia sudah pasti kembali ke labirin untuk kembali tidur.
Oleh karena itu, ketika menyerang Ibukota Kerajaan Sanctus maka ia langsung menghancurkan tembok kota tempat ini hanya dengan sekali pukulan.
"Brak!".
Pasukan penjaga di atas tembok kota langsung terbang akibat pukulan Witer, beberapa prajurit berani masih mencoba melawan dengan panah ataupun meriam namun hal itu sama sekali tidak bisa memberi luka pada Witer.
Melihat bahwa masih ada pasukan yang begitu bodoh untuk mencoba mengalahkannya dengan senjata lemah itu, Witer mengangkat tangannya dan memukul semua penjaga yang ada di atas tembok kota.
Tiamat yang ada di belakang Witer tidak bisa untuk tidak berkata "Nona Witer, tuan sudah mengatakan sebelum kita pergi bahwa jangan membunuh terlalu banyak orang, bunuh yang memang harus dibunuh sedangkan yang tidak harus dibunuh maka jangan dibunuh".
Untuk merebut Kerajaan Sanctus dengan cepat sebelum Ark dan yang lainnya kembali, Elos memutuskan untuk membagi pasukannya menjadi beberapa bagian serta menyerang kota-kota yang ada di Kerajaan Sanctus.
Sedangkan untuk Ibukota Kerajaan Sanctus yang menjadi kota terkuat di Kerajaan Sanctus, Elos tidak mengirim banyak pasukan melainkan langsung mengirim Tiamat dan Witer untuk menyerang.
Elos yakin bahwa dengan kekuatan 2 orang itu, mereka bisa merebut ibukota dengan mudah kecuali ada sosok tingkat dewa lain yang ditinggalkan Ark untuk menjaga ibukota.
Mendengar peringatan dari Tiamat, Witer tidak bisa untuk tidak berkata "Kau ini benar-benar membosankan, padahal kau adalah seekor naga yang seharusnya lebih gila dariku! Belum lagi aku tidak membunuh sembarangan orang, para prajurit itu menembak ku memakai panah dan meriam dari atas tembok kota, bagaimanapun mungkin aku tidak melawan jika mereka sudah menyerang?".
Tiamat sedikit menggelengkan 3 kepala naga miliknya, ia berkata dengan berat "Kali ini aku tahu bahwa kau memang menyerang prajurit yang masih melawan, namun ingat baik-baik bahwa jangan bunuh mereka yang tidak melawan. Terutama para penduduk di kota, jika kau keras kepala untuk membunuh mereka maka kau lebih baik mencoba tidur di labirin lagi, aku sendirian sudah lebih dari cukup untuk merebut ibukota ini".
__ADS_1
Menatap ke arah Tiamat yang tegas, Witer hanya bisa berkata dengan sedikit tidak berdaya "Baiklah, aku tahu! Tidak perlu menatapku dengan curiga seperti itu, aku pasti menyelesaikan semua tugas ini dengan baik seperti yang tuan katakan. Kau ini sebenarnya menganggap aku seperti apa? Harimau gila yang membunuh orang-orang secara sembarangan di sekitarnya?".
Menghadapi pertanyaan Witer, Tiamat mengangguk "Selama waktu berperang ini, kau memang seperti itu! Oleh karena itu, aku dikirim oleh tuan untuk pergi bersamamu agar bisa mengentikan ku saat membunuh secara sembarangan".
Witer berhenti memukul prajurit-prajurit yang ada di atas tembok kota, ia berencana mengatakan sesuatu lagi pada Tiamat sebelum ia menghentikan gerakannya.
Witer menatap ke arah istana sebelum berkata "Siapa yang berpikir bahwa masih ada sosok yang menarik di Kerajaan Sanctus ini, walaupun sosok ini masih jauh dari lawan ku, setidaknya ia bisa membuang sedikit kebosanan yang aku rasakan hari ini".
Setelah itu Witer menatap Tiamat untuk menunggu izinnya, lagipula sebelum datang kesini maka Elos sudah benar-benar berkata secara langsung bahwa Tiamat adalah pemimpin serangan ibukota. Oleh karena itu, Witer hanya bisa bergerak ketika Tiamat sudah setuju.
Merasakan kekuatan dari istana Kerajaan Sanctus, Tiamat tahu bahwa Witer tidak berbohong, memang ada keberadaan yang cukup kuat di Kerajaan Sanctus yang membuat ia mengangguk setuju "Kau bisa pergi untuk melawannya, tapi jangan lupa bahwa kau tidak boleh menghancurkan banyak rumah tanpa alasan atau membunuh orang-orang yang tidak melawan. Bukan hanya itu, selama bertarung maka kau harus mengurangi area kerusakan sekecil mungkin untuk mengurangi jumlah korban, apakah kau mengerti?".
"Aku mengerti, kalau begitu aku pergi sekarang!", teriak Witer yang berlari tanpa ragu, siapapun bisa merasakan bahwa Witer sangat bersemangat.
Tiamat berhenti memikirkan itu, ia menatap beberapa pasukan yang masih mencoba melawannya melalui bagian atas tembok kota. Tiamat memutuskan untuk maju dan melawan para prajurit ini, selama mereka menyerah maka mereka masih bisa hidup tapi sejak mereka memutuskan untuk melawan maka mereka juga harus siap mati.
...----------------...
Witer sekarang sudah melihat sosok Perot yang muncul dari istana, ia sama sekali tidak tahu bahwa Tiamat sebenarnya sedang khawatir tentang cara untuk menekan dirinya sebab ia lebih kuat dari Tiamat.
Alasan kenapa Witer tidak memikirkannya karena menurut Witer itu bukan sesuatu yang perlu ditanyakan, ia mengikuti perkataan Tiamat bukan karena kekuatan Tiamat, melainkan Elos mengatakan bahwa Tiamat adalah pemimpinnya. Jadi tidak peduli seberapa kuat Witer, selama itu tugas dari Elos maka ia tidak akan ragu.
__ADS_1
Perot yang awalnya terkejut dengan kemunculan Witer kembali sadar, ia menarik tombaknya tanpa ragu "Teknik Tombak Gren, Tombak Tornado Api!".
Api mengalir pada tombak Perot, lalu ketika ia menebas menuju Witer maka api itu membentuk tornado api raksasa yang mencoba menarik Witer lalu membakarnya.
Tidak berhenti sampai di situ, Perot menebas sebanyak beberapa kali lagi hingga ia membentuk 10 tornado api.
Sekarang Perot cukup yakin, meskipun 10 tornado api itu sama sekali tidak cukup untuk membunuh Witer, itu bisa menahannya.
Oleh karena itu, saat ia sudah selesai membentuk 10 tornado api maka Perot berbalik untuk melarikan diri.
Perot yakin bahwa Ark tidak akan marah mengetahui dirinya yang melarikan diri, bagaimanapun sebuah kerajaan yang hilang masih bisa direbut kembali, sedangkan prajurit dengan kekuatan dewa yang hilang maka sangat sulit untuk menggantikannya.
Lagipula untuk mencapai tingkat dewa maka dibutuhkan banyak sumber daya, bakat dan kerja keras seseorang, hal ini membuat Perot lebih berharga daripada Kerajaan Sanctus.
Meskipun penglihatannya tertutup tornado api, Witer masih bisa melihat Perot yang mencoba melarikan diri.
Senyum mengejek muncul di wajah Witer "Masih mencoba melarikan diri? Tindakan bodoh, sejak kau ada disini maka aku tidak akan membiarkan kau melarikan diri, paling tidak kau harus bisa membuatku menghilangkan sebagian besar rasa bosanku".
Witer mengangkat cakarnya dan menebas tornado api itu.
"Slash!".
__ADS_1
Tornado yang dicakar oleh Witer segera hancur, dengan hanya 1 cakaran maka Witer bisa menghancurkan tornado api tersebut.