AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 251 : APA YANG TERJADI PADA ANDA?


__ADS_3

Ketika kekuatan Ruler of Death akan mengalir pada Letta, sebuah pedang bergerak dengan cepat menuju tangan Elos.


"Tang!".


Pedang itu menebas tangan Elos dengan keras, walaupun tidak memberikan luka fatal bagi Elos tapi setidaknya cukup untuk menghentikan gerakan Elos membunuh Letta.


Elos mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang menebas tangannya, ternyata orang itu tidak lain adalah Lumina "Tuan, apa yang terjadi pada anda?".


Melihat wajah Lumina yang khawatir, Elos berkata dengan suram "Bukankah kau adalah prajurit khusus Elos? Kau sangat berani untuk menyerang tuan mu sendiri, apakah kau mencoba berkhianat? Untungnya ketika Elos tidak ada maka aku tidak bisa memakai kekuatan Tuan Labirin, jika tidak maka aku pasti sudah membunuhmu memakai kontrak prajurit khusus".


Lumina menjadi dingin mendengar jawaban Elos, sebelumnya ia sudah sangat terkejut menemukan Elos yang mencoba membunuh Letta. Walaupun ia ragu alasannya, tapi Lumina memutuskan untuk menghentikan Elos lebih dulu dan mencari tahu kesalahan apa yang Letta lakukan hingga harus dibunuh.


Tetapi ia sekarang mengerti bahwa orang di depannya ini bukan Elos, setidaknya tubuh orang ini memang tubuh Elos namun tidak dengan jiwanya.


"Siapa sebenarnya kau? Biarkan aku memberimu peringatan terakhir, kembalikan tubuh Tuan Elos atau kau pasti menyesal!", kata Lumina dengan dingin.


"Kau benar, aku bukan Elos", kata Elos dengan suram "Kontrak prajurit khusus milikmu terhubung dengan jiwa Elos, bukan tubuhnya. Oleh karena itu, aku tidak bisa membunuhmu memakai kontrak prajurit khusus ini. Walaupun begitu aku tidak bisa mengembalikan tubuh ini, kau harus menyerah!".


"Aku bilang kembalikan!", teriak Lumina dengan marah, es mulai terbentuk di pedangnya "Absolute Ice--".


Sebelum bisa menyelesaikan kemampuannya, sebuah tinju muncul di depan Lumina.


"Brak!".


Lumina terbang sejauh puluhan meter akibat tinju itu, ia menabrak tembok dengan keras.


"Semut sepertimu mencoba menghentikan ku? Kau bahkan lebih lemah daripada orang yang barusan aku bunuh, tapi kau berpikir bisa mengalahkan ku?", kata Elos mengejek "Jangan berpikir aku memakai tubuh Elos maka aku tidak bisa membunuhmu, setelah aku membunuh nona ini maka berikutnya adalah kematian mu".


"Pukulan Gempa!", tiba-tiba Kronev melompat dari atas Elos dan memukulnya tanpa ragu.


"Booooom!".

__ADS_1


Suara ledakan yang keras terdengar akibat pukulan Kronev, namun saat ini Kronev membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya sebab Elos menghentikan palunya hanya dengan 1 jari.


"Apakah ini pukulan gempa? Kau mencoba membuatku tertawa, aku akan tunjukkan kepadamu pukulan gempa yang sebenarnya", kata Elos yang mengangkat tinjunya.


"Booooom!".


Elos memukul Kronev yang membuatnya terbang jauh sebelum menabrak tembok juga, tapi pukulan kali ini lebih kuat daripada waktu Elos memukul Lumina. Bahkan seluruh labirin ini bergetar akibat pukulan tersebut, benar-benar seperti gempa.


Setelah mengalahkan Kronev dan Lumina, Elos menatap ke Krak yang berdiri dengan kosong di sisi lain "Bagaimana denganmu? Apakah kau memilih bernasib seperti teman-temanmu yang lain tadi?".


Melihat tatapan mengancam dari Elos, Krak hanya bisa tersenyum pahit "Apakah aku memiliki pilihan lain? Meskipun aku tahu tidak bisa menang melawan mu, aku tidak boleh ragu untuk Tuan Elos!".


Krak berubah menjadi hiu raksasa lagi dan berenang di tanah, walaupun sedang berenang di tanah tapi Krak tidak jauh berbeda dari berenang di air, lebih tepatnya ini kemampuan Krak yang bisa membuatnya berenang di manapun tanpa air sedikitpun.


Sosok Krak muncul di bawah Elos, ia membuka mulutnya yang dipenuhi taring dan bersiap menggigit Elos tanpa ragu sedikitpun sebab selama ia ragu maka Elos di depannya ini pasti membunuh dirinya.


Menghadapi gigi taring Krak itu, Elos kembali mengangkat tinjunya.


"Brak!".


Selain itu hampir semua gigi taringnya lepas akibat pukulan Elos, giginya memang bisa tumbuh lagi tetapi pasti membutuhkan waktu beberapa hari yang berarti bahwa Krak tidak bisa bertarung lagi sekarang.


Elos kembali menatap Letta "Maaf karena membuatmu menunggu, nona! Kalau tidak salah tadi kita sampai mana? Benar, tadi kita--".


Sebelum Elos bisa mengatakan lebih banyak lagi, sebuah suara kembali terdengar "Apa yang terjadi disini?".


Elos hampir meledak, ia berbalik untuk berteriak ke arah suara itu "Siapa dari tadi yang sibuk menganggu diriku? Apakah kau tidak bisa menunggu sebentar?".


Orang yang datang kali ini adalah Hergaf, Pride, Aruse, para prajurit khusus Aruse dan semua orang lain yang berpindah.


Hergaf sedikit terkejut terhadap Elos yang tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, ia menjelaskan dengan cepat "Tuan, maaf terlambat, barusan kami sedang melawan Fran! Sekarang Fran sudah kalah, hanya tinggal Tersin dan Chimaera--".

__ADS_1


Suara Hergaf berhenti ketika menemukan mayat Tersin tidak jauh dari Elos, Lumina menahan rasa sakit akibat pukulan Elos sambil berteriak "Hergaf, orang yang di depanmu sekarang bukan tuan, tubuhnya memang tuan namun jiwanya--".


Sebelum Lumina bisa menyelesaikan kata-katanya, Elos sudah berada di depan Aruse "Jiwa Elos sekarang sudah mati!".


Tanpa menunggu lagi, Elos segera memukul Aruse yang membuat ia segera kehilangan kesadaran.


Ruler of Death memang sombong terhadap kekuatannya, tapi ia tidak bodoh. Setidaknya ia tahu bahwa dirinya harus mengalahkan Hergaf dan yang lainnya sebanyak mungkin sebelum mereka bergabung.


"Apa?", Aruse terkejut sebab gerakan Elos terlalu cepat, tapi ia sudah kehilangan kesadaran akibat pukulan tersebut.


"Tuan!", melihat Aruse yang jatuh maka para prajurit khususnya melangkah maju untuk melawan Elos.


"Brak!".


Menghadapi beberapa pasukan khusus Aruse, Elos hanya menepuk tangannya yang membuat semua prajurit khusus Aruse dipukul mundur dan berlutut di tanah sambil memuntahkan seteguk darah, kekuatan Ruler of Death mengalir dengan cepat di tubuh mereka.


Hergaf dan Pride menarik senjata mereka secara bersamaan, Hergaf menebas ke arah Elos sedangkan Pride lebih memilih untuk menyerang dari jarak jauh.


Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Elos, tapi berdasarkan semua pertarungan tadi maka ia tahu bahwa Elos sudah menjadi sangat kuat. Oleh karena itu, Pride memutuskan untuk menjaga jarak dari Elos.


Hergaf sudah mendekati Elos dengan cepat, ia menebas pedangnya menuju kepala Elos tanpa ragu.


Tetapi sosok Elos langsung menghilang, ia muncul di belakang Pride yang baru mencoba menyerang sambil berkata "Nona, bukankah kau terlalu lambat?".


Sebelum Pride bisa melarikan diri, Elos sudah memukulnya yang membuat ia kehilangan kesadaran juga.


Bersamaan dengan jatuhnya Pride, Hergaf sudah ada di depan Elos lagi dan menebas kepalanya memakai kekuatan penuh miliknya serta pedang artefak. Ark atau Torei sekalipun tidak berani menahan tebasan pedang ini secara langsung.


"Slash!".


Hergaf menebas tubuh Elos menjadi 2 bagian, ia juga sangat terkejut sebab tidak pernah berpikir bahwa mengalahkan Elos yang tiba-tiba menjadi kuat semudah ini.

__ADS_1


Setelah tubuh tengkorak Elos yang hancur jatuh ke tanah, Hergaf menjadi panik.


Ia melepaskan pedangnya sambil berlari dengan cepat ke arah Elos "Tuan, apakah kau tidak apa-apa?".


__ADS_2