AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 229 : KEKAYAAN


__ADS_3

Di Provinsi Portus Aureus yang dulunya merupakan wilayah Marquis Nate dari Kerajaan Ray yang saat ini sudah tidak ada lagi sejak Elos bersama Halon menghancurkan Kerajaan Ray, Provinsi Portus Aureus yang dulunya sangat tertinggal akibat lokasinya yang berada di perbatasan sudah menjadi sangat maju.


Baik dari segi ekonomi ataupun pembangunan, maka Provinsi Portus Aureus tidak kalah dari provinsi di sekitarnya.


Bahkan Ibukota Portus Aureus dan Pulau Novus sudah menjadi kota yang sangat maju, ada banyak pedagang yang datang dan pergi ataupun petualang yang bergegas menuju labirin.


Walaupun sudah sangat maju, Nors merasa dirinya sudah terlalu tua untuk menjadi gubernur disini. Oleh karena itu, ia berencana untuk mengundurkan diri dari jabatan gubernur setelah 5 tahun dan membiarkan Elos memilih siapa orang yang akan menggantinya.


Tetapi beberapa waktu ini kehidupan damai Nors harus hancur sebab para pedagang yang tiba-tiba menaikkan harga barang yang mereka jual, para penduduk yang sebelumnya mulai hidup dengan makmur kembali kesulitan karena harga barang kebutuhan sehari-hari yang harus mereka beli seperti makanan meningkat hingga membuat mereka kesulitan untuk membelinya.


Mengalami masalah ini, para penduduk segera mengirim surat kepada Nors sebagai gubernur untuk bertindak mengatasi keanehan ini. Bagaimanapun mereka sudah mendapatkan informasi bahwa hanya benda yang dijual di Provinsi Portus Aureus yang mengalami kenaikan, sedangkan provinsi lain maka semua harga masih sama.


Pada awal menerima laporan ini, maka Nors sangat terkejut. Ia tidak pernah berpikir bahwa para pedagang ini bisa begitu berani, padahal Elos yang memiliki hukum besi sudah sangat terkenal hingga orang-orang tidak berani lagi melakukan kejahatan seperti menerima suap atau apapun.


Tanpa ragu sedikitpun, Nors berencana untuk membersihkan para pedagang ini sesuai dengan hukum yang ada, lagipula meningkatkan harga barang tanpa alasan yang jelas merupakan pelanggaran hukum yang ada sehingga mereka bisa di tangkap.


Namun di tengah jalan untuk melakukan penangkapan, maka Nors menerima kabar bahwa ketua para pedagang ini merupakan teman dekat Elos di bumi sehingga ia berani bertindak sombong seperti ini.


Nors tidak langsung percaya terhadap berita ini, bagaimanapun apabila ketua para pedagang ini benar-benar teman Elos maka kenapa Elos tidak menceritakan apapun kepadanya.

__ADS_1


Tetapi saat ia sudah melihat gambar Elos bersama ketua pedagang itu di bumi, Nors menjadi ragu.


Di sebuah sisi Nors tidak percaya bahwa ketua pedagang yang merugikan penduduk ini merupakan teman Elos, sedangkan di sisi lain ada barang bukti yang cukup jelas hingga membuat Nors tidak berani bertindak sembarangan. Jika ketua para pedagang ini benar-benar teman Elos dan Nors menangkapnya, maka orang yang di hukum pasti Nors.


Oleh karena itu, Nors hanya bisa mengirim pesan ke Ibukota Dyremann yang pada akhirnya surat itu di terima langsung menteri keuangan, Lust. Sebenarnya Nors mengirim surat itu untuk Elos, namun dengan tidak adanya Elos di Ibukota Dyremann maka Lust memiliki kekuatan untuk memeriksa masalah itu menggantikan Elos.


Ketika mengetahui bahwa ketua pedagang itu merupakan teman lama Elos dari bumi, Lust juga tidak berani bertindak sembarangan, ia hanya bisa memberikan laporan secara langsung mengenai masalah ini kepada Elos.


Jadi ini adalah apa yang terjadi sebelum Elos bisa menerima surat bahwa ketua pedagang yaitu Yazou dan Gisha memanfaatkan hubungan pertemanan mereka dengan Elos di bumi untuk mengambil keuntungan dari para penduduk wilayah Elos, apalagi mereka sama sekali tidak memberitahu masalahin pada Elos sedikitpun.


...----------------...


Tetapi di antara bangunan di kota ini, terdapat sebuah rumah, lebih tepatnya villa yang sangat besar. Walaupun villa ini tidak sebesar sebuah istana, tapi ukurannya benar-benar besar dibandingkan kebanyakan villa yang ada di dunia, bahkan villa walikota dari kota ini tidak sebesar villa ini.


Di villa tersebut terdapat beberapa orang yang sibuk bekerja sebagai pelayan, mereka membersihkan semua hal yang ada di villa, terutama barang mahal seperti lukisan ataupun guci berharga milik dari tuan villa ini.


Pada ruang utama villa, terdapat seorang pria dan wanita muda duduk di ruangan tersebut sambil minum teh dan makan beberapa kue yang sudah diletakkan pelayan di atas meja sebelumnya.


Wanita muda itu sibuk menghitung koin emas yang ada di atas meja dengan wajah senang, sedangkan pria muda itu memiliki wajah yang penuh rasa khawatir.

__ADS_1


Setelah memastikan tidak ada seorangpun di ruangan ini selain mereka, pria muda itu berkata dengan ragu "Gisha, menurutmu apakah kita terlalu berlebihan? Lagipula tindakan kita kali ini terlalu besar, hanya masalah waktu sampai Elos bisa menyadarinya".


Pria dan wanita muda di ruangan ini tidak lain adalah Yazou dan Gisha, teman Elos dari bumi.


Sejak mereka mulai menipu para pedagang ini, mereka sudah bersikap seperti seorang bangsawan.


Yazou memakai sebuah pakaian mewah dengan beberapa permata yang terletak padanya sedangkan Gisha memakai sebuah gaun bangsawan yang ia beli dengan harga sangat mahal, selain itu ia memakai banyak sekali perhiasan permata ataupun emas di seluruh tubuhnya.


Gisha menatap Yazou dengan jijik "Apa? Bukankah kau seorang pria? Lalu kenapa kau lebih penakut daripada aku yang merupakan wanita? Yazou, dengar ini baik-baik bahwa kita tidak akan tinggal lama disini! Apakah kau lupa bahwa kita disini sesuai tugas yang diberikan Dewi Sares yaitu mengambil sebanyak mungkin uang dari wilayah Elos lalu melarikan diri, tujuan kita adalah membuat Elos mengalami kerugian keuangan yang sangat besar hingga melukai ekonomi wilayahnya".


Yazou masih berkata dengan ragu "Tapi bukankah Dewi Sares berkata bahwa 10.000 koin emas sudah cukup? Kita sudah memiliki lebih dari 20.000 koin emas, jadi aku rasa lebih baik kita kembali sebelum Elos menyadari kita".


"Yazou, apakah kau bodoh?", teriak Gisha dengan marah, ia menunjuk koin emas yang sedang dihitungnya dengan mata serakah "Kau lihat ini baik-baik, ketika kita kembali maka Dewi Sares pasti mengambil 10.000 koin emas itu untuk dirinya sendiri. Lalu apa yang akan terjadi kepada kita? Kita pasti kembali menjadi orang miskin lagi! Dunia ini bukan bumi, tanpa kekuatan ataupun uang maka tidak ada seorangpun yang mempedulikan kita, bahkan kita bisa dibuang saat mereka menganggap kita sudah tidak berguna lagi".


Mendengar hal itu, Yazou tidak bisa untuk tidak merasa setuju. Sejak kegagalan Serun, Dewi Sares sudah tidak menganggap mereka lagi. Bahkan ada tanda-tanda bahwa Dewi Sares seperti berencana membuang mereka, oleh karena itu Yazou tahu bahwa dirinya harus memiliki kekuatan atau kekayaan sendiri di dunia ini agar bisa bertahan hidup.


"Menurutmu, apa yang harus kita lakukan sebelum kembali?", tanya Yazou lagi mencari saran dari Gisha.


"Bukankah sudah jelas, kita membutuhkan lebih banyak kekayaan!", kata Gisha penuh semangat terhadap koin emas yang ada di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2