
Putra mahkota masih tidak bisa mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, rencana terbaik yang sudah ia siapkan benar-benar berjalan tidak sesuai apa yang ia pikirkan sebelumnya.
Perlahan-lahan asap akibat ledakan itu mulai menghilang, putra mahkota yang membuka matanya merasa sangat terkejut ketika menemukan Kulen yang masih berdiri di depannya.
Berbeda dari sebelumnya, seluruh tubuh Kulen sudah dipenuhi oleh darah. Bukan hanya itu, ada luka bakar serta tangannya patah akibat menahan tabrakan batu yang dilemparkan trebuchet khusus.
Putra mahkota berkata dengan mulut bergetar "Kulen, kau--".
Sebelum bisa menyelesaikan perkataannya, Kulen sudah berbalik untuk melihat putra mahkota. Walaupun seluruh tubuhnya dipenuhi darah, Kulen masih tersenyum senang "Untungnya tuan tidak mengalami luka apapun, dengan ini maka Kulen tidak gagal melindungi tuan. Tapi Kulen sedikit menyesal karena tidak bisa melihat tuan menjadi kaisar, maaf tuan, mentri mu ini harus pergi lebih dulu sebelum anda bisa mencapai mimpi anda menjadi kaisar!".
Setelah itu, tubuh Kulen jatuh ke tanah dengan lemah, walaupun terlihat tidak memiliki luka fatal apapun, sebenarnya tabrakan batu trebuchet tadi sudah menghancurkan banyak organ Kulen. Belum lagi Kulen harus melindungi putra mahkota di waktu yang sama, oleh karena itu lukanya menjadi jauh lebih buruk hingga tidak bisa bertahan lagi.
Bukan hanya Kulen, para pasukan pemberontak serta Folk yang ada di sisi lain ibukota juga mengalami hal yang sama. Mereka tiba-tiba ditembak oleh trebuchet yang seharusnya menjadi senjata rahasia putra mahkota untuk menjadi kaisar, sedangkan untuk hidup dan mati mereka maka sebagian besar dari mereka pasti sudah mati sebab kekuatan trebuchet khusus ini memang sangat menakutkan.
Melihat hasil dari tembakan trebuchet, Nera merasa sedikit suram, jika ia tidak mendapatkan informasi dari Fillie lebih awal maka ia pasti dirugikan oleh trebuchet ini. Walaupun Nera bisa menghentikan peluru trebuchet tanpa masalah selama berada di langit, tapi apabila ada ribuan peluru di waktu yang sama maka masih sangat sulit bagi Nera untuk menghentikannya.
Pertanyaan terbesar sekarang adalah darimana putra mahkota mendapat semua trebuchet ini, Nera tidak akan percaya bahwa putra mahkota mengumpulkan semua trebuchet ini memakai uangnya sendiri, paling tidak harus ada dukungan dari Ark dan Tersin untuk mengumpulkan semua ini.
...----------------...
Yena, penyihir suci kekaisaran sudah duduk di tanah, ada beberapa luka di tubuhnya namun semua luka itu tidak fatal. Lebih tepatnya ketika batu pada trebuchet bergegas menuju Folk, Yena bisa menghindar tepat waktu sehingga ia masih hidup. Sedangkan Folk maka pria itu sama sekali tidak beruntung, Yena masih tidak bisa melupakan bahwa batu pada trebuchet tepat menembak kepala Folk hingga hancur.
__ADS_1
Saat ini Yena perlahan-lahan berdiri dari tanah, ia melihat mayat Folk dengan sedikit sedih, meskipun mereka sekarang adalah musuh tapi dulunya mereka merupakan teman sehingga masih ada sedikit kesedihan saat mengetahui bahwa Folk sudah mati.
Menahan rasa sedihnya, Yena mengangkat kepalanya untuk menatap menuju istana kekaisaran sambil bergumam "Apa yang sebenarnya terjadi disini? Aku harus segera kembali ke istana secepat mungkin, sebelum sesuatu terjadi kepada kaisar!".
Yena bergegas terbang menuju istana, walaupun sekarang ia masih penuh kebingungan tentang siapa sebenarnya pemimpin pemberontak ini atau darimana semua trebuchet yang mengepung ibukota berasal. Namun Yena sekarang hanya bisa menekan rasa bingung miliknya, apa yang paling penting yaitu memastikan hidup kaisar serta melindunginya.
...----------------...
Putra mahkota berdiri diam di samping mayat Kulen, matanya yang tadi terlihat sangat cerah sekarang menjadi kosong, lebih tepatnya putra mahkota sama sekali belum bisa menerima fakta kegagalan miliknya.
Nera sedikit menggelengkan kepalanya dengan kecewa, nampaknya putra mahkota tidak sekuat itu. Setidaknya ketika semua kejadian tidak berjalan sesuai rencananya, jiwa putra mahkota langsung hancur hingga membuatnya terlihat sangat kosong seperti ini.
Mendengar perkataan Nera, putra mahkota kembali sadar.
Setelah itu, putra mahkota menatap Nera dengan mata merah penuh rasa dendam. Ia yang sudah kembali sadar sekarang berpikir bahwa semua ini terjadi akibat Nera, jika Nera tidak ada maka Kulen dan yang lainnya tidak perlu mati lalu ia bisa menjadi kaisar besok dengan dukungan semua orang.
Putra mahkota menarik pedang di pinggangnya, lalu ia melangkah maju menuju Nera sambil menebas pedangnya "Mati, Nera! Orang yang akan menjadi kaisar adalah aku! Tidak akan aku biarkan kau menganggu rencana yang sudah aku buat selama puluhan tahun ini, aku pasti tidak akan gagal!".
Sebelum Nera bisa mengatakan apapun, suara dingin seorang wanita terdengar "Putra mahkota, sejak awal maka rencana milikmu sudah gagal!".
Saat ini sosok seorang wanita berdiri di depan Nera, ia menebas pedangnya agar menghentikan pedang milik putra mahkota.
__ADS_1
"Tang!".
Suara tabrakan pedang terdengar, putra mahkota harus mundur sejauh beberapa meter akibat tabrakan tersebut, bahkan pedang di tangannya sudah terlempar ke belakang.
Putra mahkota yang merasakan sakit di depannya segera melihat orang yang menghentikan pedangnya dengan cepat, berdasarkan suara yang ia dengar barusan maka ia seharusnya mengenal wanita ini tapi berdasarkan apa yang putra mahkota tahu maka kekuatan wanita tersebut seharusnya tidak sekuat ini. Paling tidak, kekuatan wanita itu seharusnya tidak lebih kuat dari dirinya.
Putra mahkota mengamati wanita di depannya untuk mengetahui bahwa apa yang ia pikirkan tidak salah, wanita di depannya benar-benar Astre Fillie Kuno V, anak lain dari Kaisar tapi ibunya berbeda dari ibu putra mahkota.
"Fillie, apakah kau yang ada dibalik semua ini? Kau selalu bertindak seperti wanita cerdas yang tidak peduli akan kekuasaan, pada akhirnya kau masih tergila-gila dengan kekuasaan kaisar!", teriak putra mahkota dengan marah, bagaimanapun Fillie selalu bersikap seakan-akan dirinya tidak peduli pada jabatan kaisar setiap harinya.
Fillie memegang pedang di tangannya dengan kuat lalu menggelengkan kepalanya "Aku memang masih tidak peduli pada jabatan kaisar, apabila bukan karena kekaisaran akan hancur jika dipimpin oleh orang bodoh seperti kalian, maka aku pasti tidak tertarik untuk mendapatkan posisi kaisar ini. Selain itu aku bukanlah orang yang memimpin rencana ini, melainkan tuan yang membuat rencana ini".
"Tuan?", kata putra mahkota terkejut, lalu ia melihat ke arah Nera seperti mengetahui sesuatu "Fillie, apakah kau sudah gila? Sebagai keluarga kekaisaran, bagaimana mungkin kita membiarkan orang lain mengambil tahta kaisar ini! Fillie, sebagai keluarga kekaisaran kuno, apakah kau tidak malu membantu orang lain menguasai kekaisaran? Apalagi orang yang kau bantu ini hanyalah petualang rendahan!".
Mendengar perkataan putra mahkota, Fillie berkata dengan aneh "Tunggu, apakah kau masih belum mengenal siapa yang ada di depanmu ini?".
"Siapa? Bukankah itu seorang petualang rendahan bernama Nera? Bagaimana mungkin sebagai keluarga kekaisaran kuno, kau membiarkan petualang rendahan mengambil kekuasaan kita!", teriak putra mahkota lagi.
Ketika Fillie berencana menjelaskan siapa sebenarnya Nera ini, maka Nera mengangkat tangannya untuk menghentikan Fillie "Biarkan aku yang melakukannya sendiri!".
Setelah itu Nera melangkah maju dengan Terfis yang mengikuti di belakangnya, karena semua rencana untuk mendapatkan kekaisaran sudah selesai maka tidak perlu lagi untuk terus menyembunyikan identitas mereka.
__ADS_1