AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 114 : KAVALERI API


__ADS_3

Pria yang berada di istana Ibukota Wock ini tidak lain adalah Duke Wock sendiri, ia memiliki rambut hitam panjang serta tubuh yang cukup besar, dapat dilihat bahwa Duke Wock merupakan seorang petarung yang cukup baik. Berbeda dari Marquis Nate yang hanyalah seorang bangsawan tanpa kekuatan, Duke Wock memiliki kekuatan rank 4 yang bisa dikatakan sangat kuat di seluruh Kerajaan Ray. Bagaimanapun pemimpin pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray sekalipun hanya memiliki kekuatan rank 5, sedangkan Duke Wock ini lebih kuat dari mereka.


"Panggil Honret kesini, aku memiliki sesuatu untuk dikatakan kepadanya", kata Duke Wock yang berbicara kepada sosok bayangan yang ada di ruangannya tersebut.


Tanpa menjawab perkataan Duke Wock sama sekali, sosok bayangan itu langsung menghilang. Duke Wock sama sekali tidak marah terhadap sikap tidak sopan pemilik bayangan tersebut sebab orang itu merupakan senjata rahasia miliknya, bahkan Duke Wock harus bersikap sopan di depannya karena selama ia pergi maka akan ada ribuan bangsawan yang siap menerimanya. Bahkan raja sekalipun sama sekali tidak keberatan untuk menerima pemilik bayangan tersebut sebagai pengikutnya.


Tidak lama kemudian, suara ketukan pintu muncul di ruangan tersebut "Tuan, ini Honret".


"Kau bisa membuka pintunya", kata Duke Wock.


Pintu perlahan-lahan terbuka, sosok seorang pria dengan baju besi berwarna perak serta tubuh yang terlihat kuat muncul dari balik pintu tersebut.


Ketika menatap Duke Wock, pria tersebut membungkuk hormat "Tuan Duke, Honret datang untuk menjawab panggilan tuan, maaf jika Honret terlambat menemui tuan".


Duke Wock melambaikan tangannya "Kau sama sekali tidak terlambat, kau sudah datang 2 menit sejak aku memanggilmu yang sudah sangat cepat. Honret, apakah kau sudah tahu bahwa Tuan Labirin yang baru akan menyerang kita?".


Honret mengangguk "Tuan Pagir sudah memberitahuku semua yang terjadi".


Duke Wock mengangguk, Pagir yang di sebut oleh Honret adalah bayangan yang melapor kepada Wock sebelumnya "Karena kau sudah tahu alasannya maka aku tidak perlu membuang lebih banyak waktu lagi untuk menjelaskan! Honretl, bawa 4000 kavaleri api milik kita, hancurkan seluruh pasukan musuh tanpa jejak!".

__ADS_1


Mendengarkan perkataan Duke Wock, wajah Honret menjadi ragu-ragu "Tuan Duke, aku sama sekali tidak takut untuk melawan musuh, bahkan aku tidak keberatan apabila harus mati di medan perang untuk Tuan Duke. Namun biarkan aku beritahu sebelumnya, dengan 4000 kavaleri api sekalipun maka tidak mungkin untuk menang melawan musuh. Aku pasti kalah, belum lagi aku mendengar bahwa pengikut milik Tuan Labirin baru ini tidak bisa diremehkan".


"Aku tahu", kata Duke Wock yang tidak terkejut terhadap perkataan Honret, Duke Wock berkata lagi "Oleh karena itu, aku pastinya memiliki rencana lain untuk menang melawan musuh. Honret, kau bisa membawa naga bumi bersamamu untuk mengalahkan musuh".


Mata Honret melebar penuh rasa tidak percaya, ia berkata lagi kepada Duke Wock untuk memastikan "Tuan Duke, apakah anda tidak salah? Walaupun merupakan naga terendah serta tidak bisa terbang, naga bumi memiliki kulit yang keras serta kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Bahkan Tuan Duke hanya memiliki 1 naga bumi dan menganggapnya sebagai harta, apakah Tuan Duke yakin untuk memakainya melawan musuh?".


Duke Wock mengangguk "Aku yakin, lagipula naga bumi itu terlalu sombong sehingga aku tidak bisa mengendalikannya untuk menjadi kendaraan milikku, lebih tepatnya hampir seluruh naga asli tidak bisa dikendalikan akibat sifat sombong mereka. Oleh karena itu, daripada tidak bisa dikendalikan maka kenapa tidak kita biarkan ia berguna dengan cara melawan musuh? Jika ia berhasil memenangkan pertarungan, maka biarkan naga bumi itu pergi kemanapun selama ia tidak kembali lagi kesini. Honret, apakah kau mengerti tugasmu sekarang?".


Honret menarik nafas, sebagai seorang prajurit maka tugasnya bukanlah meragukan keputusan tuannya melainkan melakukan tugas yang diberikan tuannya.


Jadi Honret membungkuk hormat "Tuanku, aku pasti tidak akan mengecewakan anda. Dengan keberadaan naga bumi maka aku tidak mungkin kalah, walaupun harus mati maka aku pasti membunuh Tuan Labirin baru itu".


Duke Wock mengangguk "Kalau begitu pergi, jangan kecewakan aku, Honret!".


3 hari sejak pasukan Elos sudah berangkat dari Ibukota Dyremann, karena jumlah pasukan yang banyak sehingga membuat Elos harus membuang lebih banyak waktu lagi di perjalanan sebelum tiba di Kota Portus Aureus kemarin malam.


Hari ini, para prajurit yang sudah bangun dari kamp mereka mulai bersiap untuk kembali bergerak, 5000 pasukan dipimpin oleh Ilina bergabung bersama pasukan Elos di Kota Portus Aureus.


Melihat keberadaan Ilina yang memakai baju besi merah serta terlihat berani seperti kakak ataupun ayahnya, Elos tidak bisa untuk tidak berkata "Ilina, apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku menunjuk mu sebagai walikota dari sebuah kota di Provinsi Portus Aureus? Kenapa kau ikut bersama kami ke medan perang?".

__ADS_1


Ilina turun dari kudanya dan berlutut di depan Elos "Tuan, nampaknya aku tidak cocok menjadi seorang walikota. Seperti kakak ataupun ayahku, aku merasa lebih cocok untuk berada di medan perang, oleh karena itu aku memutuskan untuk memimpin 5000 pasukan ini dengan mendapatkan izin dari Kakek Nors selama tuan juga menyetujui. Meskipun Kakek Nors sudah memperingatkan ku bahwa aku tidak bisa berada di medan perang terlalu lama, tuan tidak akan keberatan apabila Ilina ikut membantu di medan perang kan?".


Elos sedikit tidak bisa berkata-kata, Ilina adalah seorang wanita yang membuat Elos memberikannya pekerjaan sebagai walikota. Berbeda dari kakaknya yaitu Tegir, Elos memberikan Tegir posisi sebagai kapten pasukan penjaga Ibukota Dyremann sebab Tegir merupakan seorang pria serta pernah bergabung dengan militer sebelumnya.


Elos hanya bisa sedikit menggelengkan kepalanya "Baiklah, kau bisa ikut, tapi apabila kau merasa lelah maka beritahu aku secepat mungkin, aku akan membiarkanmu bekerja sebagai walikota lagi".


"Benarkah? Terima kasih tuan! Aku akhirnya bisa bebas dari tumpukan kertas yang hampir membuatku muntah setiap harinya, tuan memang yang terbaik!", kata Ilina yang melompat dan langsung memeluk Elos.


Untungnya Elos hanyalah tengkorak sehingga ia melemparkan Ilina ke samping lagi sebelum menatap semua orang di sekitarnya yang memiliki wajah aneh, bahkan Riona dan Kronev sekalipun ikut menatap Elos dengan aneh.


"Cukup, kalian semua segera biarkan para prajurit untuk bergerak, setelah ini maka kita akan berada di wilayah Duke Wock, oleh karena itu seluruh pasukan harus selalu siap sebab kita tidak akan tahu kapan musuh menyerang kita!", teriak Elos yang membuat wajah aneh semua orang langsung menghilang.


"Baik, tuan!", jawab semua orang yang pergi dari ruangan ini untuk memberitahu seluruh pasukan, lagipula ada puluhan ribu pasukan disini sehingga Elos membiarkan semua orang menyiapkan pasukan tersebut.


Elos yang masih duduk di kursinya bersama Kronev dan Riona yang bertugas menjaganya menatap ke arah langit yang sedikit gelap, Elos berkata sedikit senang "Hujan? Nampaknya langit masih mendukung kita, selama terjadi hujan maka kavaleri api pasti akan melemah sebab api lemah terhadap hujan. Selain itu kuda milik kavaleri pasti melemah akibat air hujan. Duke Wock, kita akan lihat apakah kavaleri api milikmu lebih kuat atau pasukan ku yang jauh lebih kuat!".


Beberapa saat kemudian, sosok Zeyi terlihat.


Zeyi saat ini dipenuhi keringat, ia bernafas dengan cepat yang menunjukkan Zeyi berlari secepat mungkin menuju Elos hingga ia menjadi kelelahan.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Elos tahu bahwa sesuatu yang buruk terjadi sehingga ia tidak bisa untuk tidak bertanya "Zeyi, ada apa? Apakah kau melihat musuh?".


"Bukan hanya menemukan musuh, aku mendapatkan laporan yang lebih buruk!", kata Zeyi sedikit panik "Tuan, menurut mata-mata yang berada di barisan depan, mereka secara kebetulan melihat bahwa musuh membawa naga bumi! Mereka membawa naga bumi menuju ke arah Kota Portus Aureus bersama sekitar 4000 pasukan kavaleri api!".


__ADS_2