AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 145 : AKHIR KAMAR DAGANG LORIS


__ADS_3

Fern sama sekali tidak mengecewakan Elos, setelah kembali ke Ibukota Loris maka ia memberitahukan semua persyaratan yang Elos berikan agar bisa membiarkan Kamar Dagang Loris tetap bertahan hidup.


Mendengar syarat milik Elos, sebagian besar anggota keluarga Loris langsung menolaknya, bahkan beberapa orang mengajak Fern untuk berperang sampai mati ataupun mencoba melarikan diri.


Walaupun Elos memberi mereka kesempatan hidup yaitu 15% dari keuntungan tahunan Kamar Dagang Loris, mereka sudah sering hidup mewah di masa lalu. Oleh karena itu, 15% sama sekali tidak cukup untuk mendukung kehidupan mewah mereka.


Bahkan di masa lalu, beberapa orang di antara mereka bisa menghabiskan 100 koin emas hanya untuk sekali makan, padahal jika itu orang lain maka 2 koin emas sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selama sebulan. Jadi menurut orang-orang ini, keuntungan 15% setiap tahun akan membuat mereka miskin, daripada menjadi miskin maka lebih baik berperang. Belum lagi ada kesempatan untuk menang melawan Elos, meskipun kesempatannya sangat kecil hingga hampir tidak ada namun mereka masih bisa mencobanya.


Sedangkan beberapa orang lainnya memilih untuk diam, lagipula mereka tahu bahwa apabila mereka masih hidup maka tidak ada masalah untuk kehilangan hidup mewah mereka.


Seorang pria yang merupakan adik dari Fern melangkah maju "Kakak, sebagai Kamar Dagang Loris yang merupakan 10 kamar dagang besar di Federasi Pedagang maka kita tidak boleh menyerah, jangan sampai membuat para leluhur kita malu. Sekarang masih ada waktu, kita bisa mengirim semua pasukan yang masih ada untuk menahan musuh di Ibukota Loris ini, lalu kita bisa melarikan diri melalui gerbang belakang kota sambil membawa seluruh harta kita. Selama harta dan bisnis kita masih ada, maka kita bisa membangun ulang lagi wilayah milik kita! Selain itu kita bisa menghabiskan sejumlah uang untuk membangun prajurit milik kita sendiri, mungkin di masa depan kita memiliki kesempatan untuk melawan Elos serta membalaskan dendam ini!".


Adiknya berpikir bahwa Fern akan setuju dengan pendapatnya, lagipula ia sudah sangat dekat bersama Fern sejak lahir sehingga ia tahu bahwa Fern memiliki sifat keras kepala dan tegas, sangat sulit untuk membuat Fern menyerah.


Bahkan ketika mereka di tekan oleh Kamar Dagang Yiles yang merupakan kamar dagang terkuat di Federasi Pedagang, kakaknya menolak untuk menyerah dan terus melawan dengan keras kepala, pada akhirnya Kamar Dagang Yiles tidak bisa menghancurkan mereka.


Tapi kali ini Adik Fern harus kecewa sebab kakaknya yaitu Fern sendiri menggelengkan kepalanya "Adikku, aku tidak bisa melakukan apapun, semua ini salah dirimu sendiri yang menolak untuk menyerah! Jika tidak, kau pasti masih bisa hidup lebih lama lagi".


Adik Fern menatap kakaknya dengan tidak mengerti "Kak, apa yang kau maksud--".

__ADS_1


Sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, sebuah tinju besar muncul di depan wajahnya serta menghancurkan kepalanya tanpa ragu.


"Brak!".


Kepala adik Fern berubah menjadi kumpulan darah, lebih tepatnya kepala milik adik Fern meledak.


Wrath yang berdiri di belakang Fern dari tadi akhirnya melangkah maju sambil tersenyum senang "Tuan Fern, jangan salahkan aku yang membunuh keluargamu, tapi mereka yang menolak setia kepada Tuan Elos sehingga aku harus membunuhnya. Apakah anda keberatan dengan tindakan yang aku lakukan?".


Wrath memang bertanya pada Fern seakan-akan membutuhkan izin darinya, namun Fern tahu dengan sangat jelas bahwa Wrath bertanya seperti itu hanya untuk bersikap sopan, selama Fern melarang Wrath untuk membersihkan keluarga Loris yang menolak setia maka tinju Wrath berikutnya pasti bergegas ke arah dirinya.


Oleh karena itu, Fern hanya bisa mengangguk dengan berat "Aku tidak keberatan, apabila itu keputusan Tuan Elos maka aku pasti setuju".


Melihat Fern, Wrath tersenyum sedikit "Orang yang sangat cerdas, setidaknya kau bisa mengetahui posisimu sekarang dengan sangat jelas, orang-orang sepertimu bisa hidup cukup lama".


Walaupun mereka berusaha mencari bantuan dari Fern, tapi Fern hanya berdiri diam di tempatnya sambil menatap mereka semua dengan dingin, ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu mereka.


Fern menggelengkan kepalanya dan berbalik untuk melihat semua orang yang memutuskan untuk menyerah kepada Elos sehingga tidak dibunuh oleh Wrath "Dengar ini baik-baik, mulai hari ini kalian harus membuang semua kesombongan kalian di masa lalu. Kamar Dagang Loris sudah mati, sekarang kita hanyalah pengikut setia Tuan Elos, apakah kalian mengerti?".


Para anggota keluarga Loris yang lain mengarahkan kepala mereka sedikit untuk mengamati orang-orang yang tidak setia sehingga di bunuh oleh Wrath, setelah itu mereka menganggukkan kepala mereka dengan sangat cepat akibat ketakutan "Kami pasti setia kepada Tuan Elos".

__ADS_1


Fern kembali berkata "Jika kalian berani berkhianat atau membunuh Tuan Elos, aku sekalipun tidak akan bisa melindungi kalian, oleh karena itu kalian harus membuang semua pikiran bodoh untuk mengembalikan Kamar Dagang Loris. Hanya dengan bekerja keras menghasilkan banyak uang untuk Tuan Elos, maka kita bisa hidup lebih baik lagi".


...----------------...


Keesokan harinya, Elos yang duduk di tenda utama sudah mendengar berita sejak tadi malam bahwa semua orang yang menolak setia di Kamar Dagang Loris sudah di bunuh, saat ini baik itu harta, kekuasaan, ataupun orang-orang dari Kamar Dagang Loris sudah ada di tangan Elos.


Tiba-tiba seorang prajurit berteriak dari depan tenda Elos, ia berlutut di depan pintu tenda sebelum berkata "Tuanku, Fern kembali kesini untuk menemui anda bersama Tuan Wrath".


Mendengar bahwa mereka sudah datang, Elos berkata tanpa ragu "Biarkan mereka menemui ku".


""Baik, tuan", jawab prajurit itu yang segera pergi.


Tidak lama kemudian, sosok Wrath adalah yang muncul lebih dulu dari pintu tenda serta diikuti oleh Fern bersama seorang wanita.


Di antara 3 orang yang datang ini, Fern merupakan orang yang paling menarik perhatian Elos sebab sebagian rambut Fern sudah berubah menjadi putih, ia nampak bertambah tua sebanyak puluhan tahun hanya dengan 1 malam.


Selain itu tubuhnya yang kemarin terlihat sangat tegak dan kuat, kini menjadi seperti pria tua lemah berusia 50 tahun.


Walaupun Elos kurang lebih tahu apa yang terjadi pada Fern, namun ia masih bertanya penuh rasa sopan "Fern, apa yang terjadi padamu? Apakah ada sesuatu yang salah sampai-sampai membuatmu terlihat sangat lemah seperti itu".

__ADS_1


Fern melambaikan tangannya dengan hati-hati "Tuan, Fern sangat sehat! Aku hanya memiliki banyak masalah yang harus aku pikirkan baru-baru ini yang membuat tubuhku menjadi sedikit lemah. Lagipula aku kehilangan banyak anggota keluargaku, bahkan anakku Fudin sudah mati pagi ini. Menurut penyembuh, Fudin mati karena tidak bisa menerima pukulan bahwa Kamar Dagang Loris sudah hancur, hal ini membuatnya gila sehingga akhirnya mati".


Fern menghela nafas lagi dengan sedih, wajahnya terlihat seperti seorang ayah yang sedang mengkhawatirkan keadaan anaknya.


__ADS_2