
Bersamaan dengan Ark yang memakai gerakan pembunuhan terbaik untuk menyelesaikan pertarungannya melawan Zamir, Hera yang sudah menjaga jaraknya dari Aruse mulai menyiapkan serangan terbaiknya.
Hera sedikit mengangkat tombak di tangannya, aura suci yang sangat kuat dapat dirasakan mulai berkumpul pada tubuh Hera.
Bagaimanapun Hera merupakan bagian dari rasa malaikat, setidaknya sayap putih yang ada di belakang tubuhnya merupakan bagian dari ras malaikat. Oleh karena itu, serangan terkuat miliknya pasti berhubungan dengan kekuatan suci.
Hera yang mengumpulkan kekuatan suci di tombaknya menatap Aruse dengan dingin "Tuan Labirin Aruse, sebenarnya bertarung melawan mu benar-benar sangat menarik, setidaknya aku juga bisa banyak belajar mengenai keterampilan bertarung degan melawan mu. Tapi tuanku sudah memberitahu untuk mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin, jadi aku akan mengakhirinya sekarang, bersiaplah untuk mati".
Melihat Hera yang sangat percaya diri untuk membunuhnya, Aruse tersenyum mengejek "Kau benar, lebih baik untuk mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin, namun pertarungan ini berakhir bukan karena kematian ku. Melainkan, pertarungan ini akan berakhir dengan kematian dirimu!".
Aruse membuka kipas lipat yang ada di tangannya lalu memakai kipas lipat itu untuk menutupi setengah dari bagian wajahnya, setelah itu Aruse bergumam "Dunia Cermin!".
Perlahan-lahan sesuatu yang mengejutkan terjadi di sekitar Aruse dan Hera, ratusan atau ribuan cermin muncul di sekitar Hera, lebih tepatnya cermin itu mengepung dirinya.
Di setiap cermin, terdapat sosok Aruse yang sedang memegang kipas lipatnya, sangat sulit untuk membedakan dimana Aruse palsu ataupun asli di antara semua cermin ini sebab tidak ada perbedaan apapun di masing-masing cermin.
Ribuan Aruse yang ada di cermin ini masih tersenyum "Bagaimana, Hera? Apakah kau berpikir masih bisa membunuhku? Tidak perlu membunuhku, bukankah menemukan keberadaan diriku yang asli sudah sangat sulit bagimu?".
Hera sama sekali tidak menjawab ejekan Aruse melainkan terus menatap semua cermin yang ada di sekitar, kekuatan suci terus berkumpul di tombaknya tanpa henti.
Melihat Hera yang tidak menjawabnya sedikitpun, wajah Aruse menjadi suram.
Meskipun Aruse sangat percaya diri terhadap kemampuan dunia cermin miliknya karena sampai saat ini belum pernah ada seorangpun yang berhasil menemukan dirinya yang asli di dunia cermin, tapi ia memiliki firasat buruk saat mengetahui bahwa Hera yang terjebak di dunia cermin tidak panik sedikitpun.
Aruse memiliki firasat bahwa Hera memiliki cara untuk menemukan dirinya yang asli lalu membunuhnya, walaupun begitu Aruse masih menggelengkan kepalanya penuh rasa tidak percaya.
Kemampuan Dunia Cermin ini merupakan kemampuan unik yang sudah ia latih selama puluhan hingga ratusan tahun hidupnya, ini adalah gabungan dari sihir ilusi yang sangat kuat hingga membuat ilusi hampir menjadi seperti aslinya. Oleh karena itu, semua Aruse ilusi yang ada di cermin ini juga bisa menyerang dan melukai Hera seperti Aruse asli. Alasan inilah yang membuat Aruse semakin yakin bahwa Hera tidak bisa menemukannya, apalagi kekuatan mereka tidak jauh berbeda juga.
Aruse yang kembali percaya diri lagi segera berkata "Kenapa kau tidak menjawab? Apakah kau sudah terlalu bingung terhadap kekuatan Dunia Cermin sehingga membuatmu tidak bisa berkata apa-apa lagi? Tidak peduli apa alasanmu, aku akan membunuhmu disini!".
__ADS_1
Semua sosok Aruse yang ada di balik cermin mengangkat kipas lipat di tangan mereka, lalu mengayunkannya menuju Hera.
Bilah angin yang tajam terbentuk melalui kipas itu dan bergerak menuju Hera, dihadapan ribuan bilah angin ini maka tubuh seseorang pasti akan terpotong-potong, bahkan beberapa dewa sekalipun sama sekali tida memiliki peluang untuk bertahan dari serangan ini.
"Slash!".
Ketika bilah angin itu akan menusuk Hera, sebuah perisai cahaya muncul di sekitar tubuhnya yang melindungi ia dari bilah angin Aruse.
Meskipun berhasil menahannya, retakan terus bermunculan setiap kali bilah angin Aruse menebas perisai miliknya.
Retakan di seluruh perisai milik Hera terus menyebar hingga akhirnya hancur sepenuhnya.
"Krak!".
Setelah hancurnya perisai milik Hera, ratusan bilah angin yang masih ada bergegas menuju ke arah dirinya, selama Hera tidak melakukan apapun maka bilah angin ini pasti memotong tubuhnya.
Hera menebas tombaknya menuju ke arah depan, sebuah kekuatan suci yang sangat kuat muncul dari pedang Hera dan bergegas menuju ke kumpulan cermin milik Aruse.
"Brak!".
Ratusan bilah angin yang terlihat sangat tajam itu hancur dengan mudah oleh tebasan Hera ini, lalu tebasan cahaya tersebut masih terus bergerak menuju kumpulan cermin milik Aruse.
"Krak!".
Aruse membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya, Dunia Cermin yang ia buat langsung hancur oleh tebasan tombak ini. Ribuan cermin yang mengepung Hera segera hancur, bersamaan dengan itu sosok asli Aruse juga terlihat.
Sebelum Aruse bisa menyadarinya, tebasan tombak suci milik Hera sudah ada di depan matanya.
Melihat bahwa tidak ada lagi kesempatan bagi Aruse untuk menghindar, Hera menyimpan tombaknya sebelum berkata "Pertarungan ini sudah berakhir, aku pemenangnya".
__ADS_1
Aruse kali ini juga tidak menolak perkataan Hera sebab ia sudah kalah, oleh karena itu Aruse menutup matanya dan siap menerima kekalahannya ini.
"Brak!".
Ketika Hera sudah berbalik, ia mendengar sesuatu yang salah dari suara tadi. Bagaimanapun ia menebas pedang menuju Aruse, tapi suara yang terdengar bukanlah suara tebasan melainkan sesuatu menahan tebasan pedang miliknya.
Aruse yang tidak merasakan rasa sakit apapun juga menyadari ada sesuatu yang salah, ia membuka matanya untuk menemukan bahwa seorang tengkorak berdiri di depannya dengan memakai sebuah jubah hitam.
Setelah tengkorak itu menghentikan tebasan cahaya suci Hera, tangannya sedikit berasap yang menunjukkan bahwa tangannya terbakar akibat tebasan tadi, namun tidak terlalu fatal.
"Kakak Aruse, untungnya aku datang tepat waktu, jika tidak maka sesuatu mungkin terjadi padamu!", kata tengkorak tersebut.
"Elos, kenapa kau kembali?", teriak Aruse yang sangat terkejut sebab orang di depannya tidak lain adalah Elos yang seharusnya sudah melarikan diri.
"Ada banyak alasan, tapi aku rasa itu tidak penting sekarang. Kakak Aruse, kekuatanku yang sekarang sudah bertambah kuat dengan bantuan Tuan Labirin Langit, tapi masih belum cukup untuk mengalahkan dewa tingkat tinggi seperti Hera. Apakah kau keberatan untuk membantuku?", tanya Elos lagi.
Aruse yang terkejut kembali sadar, ia mengangguk tanpa ragu dan membuka kipas lipatnya lagi "Kali ini aku akan lebih berhati-hati, nampaknya kekuatan Hera sangat efektif untuk melawan ilusi sehingga kekuatannya adalah lawan dari kekuatanku. Walaupun begitu, dengan adanya kau disini maka kita pasti bisa menang!".
Melihat Aruse dan Elos yang akan bekerja sama, Hera tersenyum pahit. Alasan ia bisa dengan mudah menang melawan Aruse sebelumnya adalah Aruse tidak tahu bahwa kekutan miliknya yaitu kekuatan suci yang bisa menghapus semua ilusi dan menunjukkan yang asli, jika Aruse mengetahui ini dari awal maka ia pasti tidak akan kalah.
"Ini akan jadi sangat merepotkan! Tuan Ark, sepertinya aku tidak bisa menyelesaikan tugas yang kau berikan", kata Hera tersenyum pahit.
...----------------...
Di sisi lain, Zamir yang juga sudah siap mati oleh peluru hitam Ark menemukan bahwa rasa sakit tidak datang dari jantungnya, ketika Zamir membuka matanya maka ia menemukan seekor naga bumi dengan 3 kepala berdiri di depannya.
Naga ini juga merupakan sosok yang melindunginya dari peluru hitam tersebut, Zamir sedikit tersebut karena ia mengenal naga bumi ini meskipun dulunya naga bumi ini hanya memiliki 2 kepala.
Naga bumi ini tidak lain adalah prajurit khusus milik Elos, Tiamat sang Naga Bumi. Tapi berbeda dari Tiamat sebelumnya, kali ini ia sudah memiliki kekuatan tingkat dewa serta menambah 1 kepala tambahan lagi.
__ADS_1