AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 179 : LANGIT ADALAH MILIKKU!


__ADS_3

"Memutar balikkan langit?", kata Elos sambil menggelengkan kepalanya "Kau sudah salah paham, aku sama sekali tidak melakukan hal sehebat itu, bagaimanapun memutar balikkan langit terlalu banyak menghabiskan energi sehingga tidak berguna untuk pertarungan jarak panjang. Kecuali aku yakin bisa membunuh musuhku dengan cepat, aku tidak akan menggunakan kemampuan memutar balikkan langit seperti yang kau katakan".


Hera membuang pedang Elos yang sudah menusuknya sebelum berkata dengan suram "Kau pikir bisa membodohi ku? Jika bukan memutar balikkan langit maka apa yang sebenarnya kau lakukan dari tadi? Setiap kali kau melambaikan tangan maka aku merasa seluruh dunia seakan-akan berputar, selain itu setiap arah gerakan menjadi berbeda. Ketika aku berjalan maju maka tiba-tiba berubah menjadi mundur, begitu juga dengan pedang yang kau lempar. Kau melemparkannya ke belakang tapi langsung berbalik ke depan setelah kau melambaikan tangan, apabila itu bukan memutar balikkan langit maka apa lagi yang kau lakukan? Jangan pikir bisa membodohi ku!".


"Aku tidak membodohi mu disini, namun kau yang membodohi diri sendiri", kata Elos masih menolak perkataan Hera "Memutar balikkan langit memang sangat kuat, tetapi itu juga merugikan. Oleh karena itu aku tidak perlu repot-repot menggunakannya untuk melawan mu, bagaimanapun aku masih mendapatkan dukungan dari Aruse".


"Lalu apa yang kau lakukan dari tadi?", tanya Hera masih tidak percaya "Jangan bilang bahwa kau tidak bisa mengatakannya agar aku tidak bisa menemukan kelemahan kekuatanmu?".


"Aku bisa mengatakannya kepadamu!", kata Elos tanpa ragu, lalu ia menunjuk tangannya ke arah atas "Bukankah sekarang kita sedang terbang di atas langit, apakah kau lupa dengan kekuatan yang baru aku dapat? Aku adalah Tuan Labirin Langit, oleh karena itu hampir seluruh langit berada di bawah pergerakan ku, tidak salah untuk mengatakan bahwa langit adalah milikku. Meskipun beberapa orang kuat bisa menghentikan gerakan diriku yang sedang mengendalikan langit, namun kau tidak cukup kuat untuk melakukan".


"Jadi, selama sebuah benda berada di langit maka itu seperti melompat ke rumah milikku sendiri. Apakah kau masih belum menyadarinya bahwa kau sudah tidak bisa mendarat ke tanah lagi? Sejak kau sudah berada di langit, maka sangat sulit untuk kembali ke tanah".


Mendengar perkataan Elos, Hera berkeringat dingin. Jika apa yang Elos katakan benar maka ia tidak memiliki kesempatan untuk menang, lagipula menurut penjelasan Elos tadi maka semua yang ada di langit berada di area kekuatannya. Walaupun tidak bisa menjebak beberapa orang yang sangat kuat, tapi Hera sudah menjadi bagian dari 5 besar dewa baik terkuat, apabila ia masih terjebak oleh kemampuan Elos maka ada banyak orang yang tidak bisa melarikan diri dari tangan Elos selama mereka terbang ke langit.


Hera menolak untuk percaya, lagipula kekuatan tersebut terlalu menakutkan.


Oleh karena itu, Hera yang mencoba menolak kebenaran dengan keras kepala segera terbang menuju tanah, ia berusaha mendarat kembali ke tanah.


"Bukankah aku sudah bilang? Kau tidak bisa pergi dengan mudah sejak kau terbang di atas langit!", kata Elos tidak peduli terhadap Hera yang mencoba melarikan diri sebab di mata Elos ia sudah tidak memiliki kesempatan apapun untuk pergi dari area langit Elos, kecuali Hera benar-benar memakai kekuatan penuhnya yang pasti sangat menghabiskan energi.


"Brak!".


Ketika Hera mencoba turun dari langit, ia merasa dirinya menabrak sebuah tembok tidak terlihat.


Hera mengulurkan tangannya untuk menyentuh tembok tidak terlihat itu, tangannya sedikit bergetar sebab ia menyadari seberapa besar kekuatan Elos disini, padahal beberapa jam yang lalu Elos hanya seperti semut di matanya.

__ADS_1


Bukan hanya Hera yang terkejut, Aruse yang berada di belakang Elos juga sangat terkejut.


Ia menatap bagian belakang tubuh Elos penuh rasa tidak percaya, walaupun Elos hanyalah seorang tengkorak yang jauh berbeda dari Urmur, tapi saat Aruse melihat bagian belakang tubuh Elos saat ini maka ia seperti merasa bahwa sosok Elos sangat mirip dengan Urmur.


"Kakak Aruse, apa yang kau lakukan? Ini adalah kesempatan untuk menyerangnya, jika pertarungan ini berlangsung terlalu lama, maka aku mungkin tidak bisa menahannya di langit lagi", kata Elos yang mengangkat tangannya.


Tiba-tiba pedang Elos yang sudah di buang Hera kembali muncul di tangan Elos, bagaimanapun pedang itu masih berada di bawah langit yang membuat Elos bisa mengendalikannya.


"Kalau begitu ayo kita mulai pertarungan utamanya, Ruler of Death!", aura kematian yang sangat kuat langsung mengalir di pedang Elos, dibandingkan sebelumnya maka kekuatan kematian Elos kali ini puluhan kali lipat lebih menakutkan daripada sebelumnya.


Tidak berhenti sampai di situ, Elos masih menggunakan kekuatannya yang lain "Ruler of Life".


Cahaya putih menutupi seluruh tubuh Elos, jika Ruler of Death memperkuat serta mempertajam serangannya maka Ruler of Life memperkuat perlindungan dan pemulihan Elos.


Setelah menyiapkan semua itu, sosok Elos menghilang dari tempatnya.


Sebelum mereka menyadarinya, sosok Elos sudah muncul di belakang Hera dan menebasnya.


"Tang!".


Hera yang merasakan krisis hidup dan mati berbalik tanpa ragu untuk menghentikan pedang Elos memakai pedang miliknya, cahaya suci menutupi seluruh pedang Hera.


Aura kematian dan suci saling bertabrakan, Hera memperkuat serangan pada pedangnya sambil berteriak "Elos, aku mengakui bahwa kau memang menjadi sangat kuat, namun dihadapan perbedaan tingkatan maka masih ada jarak yang cukup jauh. Biar aku beritahu padamu, selama kau mendekat padaku maka itu berarti kau harus sudah siap mati!".


Kekuatan yang kuat dapat dirasakan dari pedang Hera, bahkan ia membuat pedang Elos bergerak mundur.

__ADS_1


Ketika pedang Hera yang di tahan pedang Elos semakin dekat dari tubuh Elos, maka Hera tersenyum penuh kemenangan "Inilah akhirnya, Tebasan Cahaya, Penyucian Mayat Hidup".


Hera menggerakkan pedangnya untuk memukul pedang Elos yang membuat celah besar untuk menyerang Elos.


Tanpa ragu sedikitpun, Hera memanfaatkan celah itu untuk menebas Elos, kekuatan cahaya yang sangat kuat dapat dirasakan melalui pedangnya, mayat hidup yang sangat kuat sekalipun tidak berani menahan tebasan pedang Hera ini.


Saat Hera berpikir bahwa pedangnya akan mengenai Elos, ia merasa seluruh dunia kembali berputar sebelum menyadari bahwa pedang di tangannya sudah hilang, lebih tepatnya pedang ini muncul di tangan Elos yang lain.


"Apakah kau lupa bahwa aku bisa mengendalikan benda yang ada di langit? Aruse!", teriak Elos yang sudah merebut pedang Hera.


Aruse yang sudah mempersiapkan sihir anginnya segera mengerti, bagaimanapun Hera sudah tidak memiliki senjatanya lagi yang berarti ini adalah kesempatan besar untuk membunuh Hera.


Aruse membuka kipas lipatnya sebelum mengayunkan kipas itu menuju Hera "Sihir Angin tingkat Tinggi, Badai Kematian!".


Sebuah angin yang sangat kuat berkumpul di sekitar Hera dan membentuk sebuah tornado, tornado ini memiliki kekuatan yang sangat menakutkan serta ada petir yang bergerak di sekitar tornado ini.


Hera yang terjebak di sekitar tornado sudah berterbangan di sekitar, ia mencoba mencari jalan melarikan diri dari tornado ini.


Apabila ia masih memiliki pedang maka ia hanya perlu menebas tornado ini, tapi ia sudah tidak memiliki senjata yang membuatnya kesulitan melarikan diri.


Sebelum Hera menyadarinya, sosok Elos sudah muncul di belakang.


"Sudah berakhir!", kata Elos dengan dingin.


"Slab!".

__ADS_1


Pedang Elos menusuk tubuh Hera tanpa ragu, Elos tidak memiliki keraguan sedikitpun untuk membunuh orang-orang yang menjadi musuhnya, apalagi orang-orang ini adalah penyebab kematian Urmur.


__ADS_2