
Mendengar perkataan Elos, Riona segera melangkah maju "Kalau begitu, selama Tuan sedang membuat Labirin baru maka aku akan menahan pasukan Raja Ray IV dan yang lainnya, bagaimanapun tuan sama sekali tidak boleh diganggu ketika sedang membuat Labirin".
Elos mengangguk "Bagaimana denganmu, Riona? Apakah kau yakin bisa menahan pasukan Raja Ray IV hanya dengan sendirian, paling tidak kau harus menahan mereka selama semenit".
Riona berpikir sebentar sambil menatap tajam ke arah Raja Ray IV, lagipula kekuatan Raja Ray berada 2 tingkat di atas Riona "Apabila tuan memberikan aku tugas untuk membunuh Raja Ray IV maka aku pasti kalah, namun aku disini hanya perlu menahannya sebentar, aku yakin bisa melakukan tugas ini tanpa masalah".
"Maaf sudah merepotkan mu", kata Elos dengan sedikit rasa bersalah, lagipula menahan 5000 pasukan sendirian bukanlah tugas yang mudah.
Riona yang akan segera terbang sedikit berbalik untuk melihat Elos, ada sebuah senyum lembut di wajah Riona "Jika itu untuk Elos, maka Riona tidak akan pernah ragu walaupun berarti harus mati".
Setelah itu, sayap hitam di belakang Riona mulai bergerak yang membawa Riona menuju Raja Ray IV dan pasukannya.
Melihat Riona yang terbang pergi, Elos berkata penuh ketegasan "Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu mati! Aku, Elos tidak akan membiarkan wanitaku mati dibunuh oleh orang lain".
Lalu Elos berdiri dari kursinya, ia berjalan menuju bagian belakang tembok kota dimana lokasi mayat-mayat pengikut Duke Wock sudah ditumpuk di sana.
Di antara mayat-mayat ini, Elos menemukan keberadaan Pagir, lagipula Pagir memiliki kekuatan paling kuat ketika masih hidup sehingga mayatnya merupakan yang paling berharga. Bahkan di mata Elos, mayat Duke Wock tidak lebih berharga daripada Pagir.
Elos mengulurkan tangannya ke arah tumpukan ribuan mayat itu "Mulai membuat Labirin baru".
[Di deteksi bahwa tuan berada di Ibukota Wock, kota ini sudah berada di bawah kendali tuan sehingga syarat untuk membuat Labirin disini sudah terpenuhi]
[Di deteksi keberadaan 1 mayat rank 3, 3 mayat rank 4, dan ribuan mayat lainnya yang merupakan rank 5 ke bawah, apabila tuan memakai semua mayat ini untuk membuat Labirin maka tuan bisa membuat Labirin yang lebih kuat serta memiliki Pengelola Labirin]
[Apakah tuan yakin untuk memakai semua mayat yang ada di depan tuan sekarang?]
"Gunakan!", kata Elos tanpa ragu.
__ADS_1
[Izin di terima, mulai membangun labirin baru]
Perlahan-lahan cahaya putih mengalir dari tangan Elos dan bergerak ke arah tumpukan mayat tersebut.
Elos merasa sedikit terkejut saat mengetahui bahwa kali ini ia membuat Labirin memakai bantuan Ruler of Life, padahal selama ini semua Labirin milik Elos dibuat dengan bantuan Ruler of Death.
Oleh karena itu, Labirin Fjorten terbuat dari tulang sedangkan Labirin Novus berada di penjara bawah tanah dengan vampir yang menjadi pengelolanya, mereka lebih dekat dengan kekuatan Ruler of Death.
Ketika Raja Ray IV baru akan menyerang Riona yang terus menembaki pasukannya memakai tombak cahaya dan kegelapan, seluruh Ibukota Wock dan daerah di sekitarnya bergetar dengan hebat.
Para kuda yang sebelumnya terlihat sangat berani langsung ketakutan akibat getaran tersebut, bahkan banyak sekali prajurit yang terjatuh dari kuda mereka akibat kuda yang menjadi ketakutan dan mencoba melarikan diri.
"Jangan panik, tahan kuda kalian agar tidak lepas!", teriak Raja Ray IV dengan wajah suram saat menemukan 5000 pasukan elit yang ia pimpin segera kehilangan ketertiban mereka.
Setelah mengingatkan pasukannya, Raja Ray IV menatap ke arah Ibukota Wock dengan wajah suram, ia dapat merasakan bahwa getaran ini berasal dari Ibukota Wock "Sebenarnya apa yang terjadi disini? Kenapa aku memiliki firasat buruk yang sangat kuat, seakan-akan kematian sudah ada di depan mata! Apakah aku harus melarikan diri?".
Di bawah tatapan bingung semua orang, sebuah lapangan kosong besar di bagian belakang Ibukota Wock retak.
Tanah terbagi menjadi 2, lalu sebuah menara raksasa yang mencapai langit muncul dari tanah yang terbuka itu.
Menara itu berwarna putih dengan seluruh tembok yang bersinar di bawah cahaya matahari, seakan-akan terbuat dari kristal.
Menara itu berada di perbatasan antara Ibukota Wock dengan Kerajaan Ray, oleh karena itu Elos mungkin bisa memakai menara ini sebagai pertahanan apabila pasukan dari Kerajaan Ray mencoba menyerang.
Setelah itu, bagian puncak menara bersinar dengan terang, bahkan orang-orang yang berada di sekitar Ibukota Wock merasa bahwa cahaya dari puncak menara itu mirip seperti matahari kecil.
Elos yang menatap semua itu segera mendapatkan informasi tentang menara ini bahwa ketika malam hari, cahaya di puncak menara sama sekali tidak akan hilang. Jadi bisa dikatakan, dengan cahaya dari menara ini maka Ibukota Wock akan terus mengalami siang hari.
__ADS_1
[Pembuatan Labirin berhasil, sekarang Labirin di Ibukota Wock ini akan menjadi Labirin ke 3 Tuan Elos, silahkan beri nama ke Labirin baru ini]
Elos menatap Labirin yang memberikan sinar terang ke sekitarnya ini dengan hati-hati sebelum berkata "Nama Labirin ini adalah Labirin Riona, walaupun Riona sudah menjadi malaikat jatuh namun ia masih ditakdirkan untuk membawa cahaya ke diriku dan orang-orang di sekitar".
[Nama baru dikonfirmasi, sekarang Labirin ke 3 Tuan Elos akan diberi nama Labirin Riona. Mulai memanggil Pengelola Labirin]
Perlahan-lahan sebagian cahaya yang ada di Labirin Riona terbang sampai ke depan Elos, cahaya itu berkumpul di depan Elos sebelum mulai membentuk sosok Pengelola Labirin baru.
Setelah 5 menit, sosok wanita dengan rambut merah muncul di depan Elos.
Wanita ini memakai baju zirah besi ringan berwarna perak yang terlihat seperti tembok Labirin Riona yaitu seakan-akan terbuat dari kristal. Lalu ada sebuah pedang di pinggang wanita ini yang memiliki lambang matahari.
Bukan hanya itu, wanita ini juga memakai ikat kepala dengan lambang matahari yang sama dengan lambang pada matanya.
Wanita itu membuka matanya yang ternyata juga berwarna merah seperti rambutnya, lalu matanya jatuh ke tubuh Elos.
Tidak lama kemudian, wanita itu memegang pedangnya dan berlutut di depan Elos "Tuanku, aku Awain Ruge, ksatria matahari, memberikan kesetiaannya kepada Tuan Elos. Selama aku masih hidup dan matahari pada darahku masih bersinar, maka aku akan selalu menjaga Labirin Riona untuk tuan! Tuanku, terima kesetiaan Awain!".
Setelah itu Awain mengulurkan pedangnya pada Elos.
Melihat pedang yang diulurkan Awain, Elos segera mengerti bahwa kesetiaan seorang ksatria terletak pada pedangnya.
Oleh karena itu, Elos mengambil pedang itu dan meletakkannya di pundak kiri dan kanan Awain seperti upacara kesetiaan seorang ksatria "Awain, mulai hari ini aku akan menamai pedang ini sebagai Pedang Matahari dan memberikannya kepadamu sebagai bukti penghargaan ku terhadap kesetiaan mu".
Lalu Elos kembali menyimpan pedang itu dan memberikannya kepada Awain.
Awain yang masih berlutut menerima pedang itu dengan hormat "Awain pasti membunuh setiap musuh tuan memakai Pedang Matahari yang tuan berikan ini!".
__ADS_1