AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 167 : SELAMA AKU MASIH HIDUP JANGAN BERPIKIR KAU BISA PERGI!


__ADS_3

Urmur yang sudah lemah dan ragu untuk memberikan kekuatan Tuan Labirin miliknya kepada Tersin menatap Zamir yang berdiri lalu berjalan menuju ke arah musuh.


Melihat bagian belakang tubuh Zamir, Urmur tiba-tiba mengingat kembali saat ia bertemu Zamir paling awal.


Waktu itu Zamir masih seorang anak muda berusia belasan tahun, ia dibuang oleh keluarganya yang sangat setia kepada dewa serta dikejar berkali-kali oleh orang-orang yang berencana membunuhnya.


Bahkan Ark pernah langsung turun tangan untuk membunuh Zamir, namun setelah Urmur bergerak maka Ark hanya bisa mundur.


Pada hari itu, Urmur melindungi Zamir dan memberinya tempat tinggal, padahal para Tuan Labirin waktu itu sama sekali tidak memiliki tempat tinggal. Lebih tepatnya tidak ada seorangpun di dunia yang berani membiarkan Tuan Labirin tinggal bersama mereka, lagipula selama mereka berani melakukannya maka mereka harus melawan para dewa.


Tetapi hari ini yaitu ratusan tahun sejak kejadian itu, Zamir yang sebelumnya masih anak-anak kini berdiri untuk melindunginya.


Melihat Elos dan Halon yang berusaha melarikan diri, Ark tersenyum mengejek "Bukankah aku sudah bilang bahwa tidak ada yang bisa pergi dari sini? Terutama para Tuan Labirin, tempat ini ditakdirkan menjadi makam kalian".


Ark melambaikan tangannya, ratusan pedang yang dipenuhi aura kegelapan terbentuk di belakang tubuhnya lalu bergegas menuju Elos dan Halon yang berusaha melarikan diri. Dengan kekuatan dewa Ark, ratusan pedang kegelapan ini sudah lebih dari cukup untuk membunuh Elos bersama Halon.


Namun ketika pedang kegelapan itu baru bergerak, mereka segera menabrak tembok yang tidak terlihat.


"Brak!".


Dihadapan tembok tidak terlihat itu, seluruh pedang bayangan hancur tanpa jejak.

__ADS_1


Ark sedikit mengangkat kepalanya saat mengetahui bahwa masih ada yang berani menghentikan pedang kegelapan miliknya, bagaimanapun kecuali Urmur maka tidak ada lagi seorangpun di medan perang ini yang bisa menjadi lawannya.


Bahkan anak Urmur yaitu Tersin serta merupakan pemimpin para dewa jahat sama sekali bukan lawan Ark, kecuali Tersin mendapatkan warisan kekuatan Tuan Labirin Langit milik Urmur.


Ark menatap ke arah asal dari kekuatan perisai tidak terlihat itu untuk menemukan bahwa Zamir yang menghentikan pedang kegelapan miliknya, Zamir bukan membentuk perisai tidak terlihat melainkan memadatkan dimensi yang ada di depannya untuk membentuk perisai sehingga bisa menghentikan pedang Urmur.


Saat mengetahui bahwa Zamir adalah orang yang menghentikan serangan miliknya, Ark kembali tersenyum mengejek "Nak Zamir, apakah kau yakin akan melawanku? Aku sarankan kau memikirkan cara untuk memulihkan ayahmu dulu, jika tidak maka tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan ku".


Zamir tidak marah terhadap ejekan Ark, lebih tepatnya sejak mengetahui bahwa ia menjadi pemimpin menggantikan Urmur maka Zamir bisa mengendalikan kemarahannya. Ia tahu bahwa apabila ia masih mudah marah seperti sebelumnya, ia tidak bisa menahan musuh sampai Elos melarikan diri.


"Tuan Urmur tidak perlu repot-repot melawan mu, aku sendirian sudah lebih dari cukup! Selama aku masih hidup, jangan berpikir kau bisa pergi untuk mengejar Elos dan yang lainnya", kata Zamir dengan mata yang tajam.


Ark sedikit terkejut terhadap perubahan Zamir secara tiba-tiba, namun ia tidak takut melainkan bertepuk tangan sambil tertawa "Hebat! sangat hebat! Nampaknya setelah ayahnya tidak bisa bertarung lagi, nak Zamir menjadi lebih dewasa! Paman Ark sangat senang mengetahui hal ini! Tapi perkataan sama sekali tidak cukup tanpa adanya kekuatan, kau sendiri tahu hal tersebut. Walaupun aku tidak bergerak sekalipun, apakah kau pikir bisa melawan seluruh orang yang ada disini? Buka matamu dan lihatlah baik-baik, Zamir! Lawan mu bukan hanya aku, melainkan seluruh dewa yang ada disini kecuali para Tuan Labirin!".


"Benar-benar menarik, apakah Zamir begitu berani dari dulu hingga berpikir bahwa ia bisa melawan kita semua sendirian?", kata Hera yang terbang ke samping Ark.


"Aku benci mengakuinya, tapi kami sedang bekerja sama. Oleh karena itu Zamir, selama kau berusaha menghentikan kami mengejar Tuan Labirin yang lain maka kami juga menjadi lawan mu", kata Fran yang menarik pedangnya kembali.


"Bukankah kau berusaha melindungi ayahku sampai mati? Kalau begitu aku akan membiarkan kau mati bersamanya", kata Tersin dengan senyum tidak peduli, baginya Zamir yang sendirian melawan mereka semua tidak lebih kuat dari semut.


"Karena tuan Tersin memutuskan untuk bertarung, maka sebagai pengikutnya aku juga harus ikut", sosok seorang iblis dengan kulit berwarna merah serta memiliki tinggi sekitar 5 meter muncul dari labirin milik Fran.

__ADS_1


Ia memiliki 2 tanduk iblis di atas kepalanya serta wajah yang ganas, iblis ini tidak lain adalah Ridaf yang merupakan bagian dari dewa jahat.


Ark yang sudah kembali duduk di atas tahtanya berkata kepada Zamir dengan penuh meremehkan "Bagaimana? Apakah kau masih berani melawan kami?".


"Apakah kalian lupa? Tuan Labirin bukan hanya senior Zamir, tapi ada aku juga", kata Aruse yang berdiri di samping Zamir "Hari ini kita akan melihat, apakah para dewa yang lebih kuat atau kami para Tuan Labirin! Tanpa Tuan Urmur sekalipun, kami masih bisa menggigit kalian sampai mati!".


"Fran! Tuan Urmur sudah membantumu selama ini dan kau masih mengkhianatinya, sebagai Tuan Labirin sepertimu maka aku tidak bisa membiarkan orang tidak tahu diri sepertimu tetap hidup!", kata Moran yang ikut berdiri "Disini bukan hanya ada Zamir dan Aruse, tapi ada juga aku, Moran sang Tuan Labirin Lava!".


Hergaf meletakkan tangan Urmur dengan lembut ke tanah, lalu ia melihat ke arah sekitarnya "Letta, bawa pergi Tuan Urmur dari sini sesuai perkataan Tuan Zamir! Fiora, terus sembuhkan Tuan Urmur! Aku akan memberi kalian waktu!".


Setelah itu Hergaf berdiri dan mengambil pedang Pembantai Dewa milik Urmur "Tuan Urmur, terima kasih atas bantuan anda selama ini! tanpa anda, maka Hergaf tidak akan ada seperti sekarang, mungkin ini menjadi pertemuan terakhir kita atau kita bisa juga bertemu ketika sudah mati nanti. Oleh karena itu, aku harus memberitahu anda bahwa aku sangat berterima kasih atas apa yang sudah anda lakukan selama ini".


Hergaf berjalan ke samping Aruse, ia melihat Tersin dengan dingin "Aku akan mewakili Tuan Urmur untuk memberikan pelajaran tidak tahu diri kepada orang anak sepertimu!".


Borka ikut berjalan ke samping Moran "Sudah lama sekali sejak aku bertarung memakai seluruh kekuatanku, hari ini akhirnya aku tidak perlu menahan diri lagi, bahkan ada kemungkinan aku akan mati disini, sangat menarik! Borka, Tuan Labirin Bayangan juga ikut pertarungan ini".


"Sebenarnya aku tidak tertarik untuk ikut serta", kata Nehuf yang memiliki wajah seakan-akan ia hampir tertidur "Namun ini untuk Tuan Urmur, jadi aku tidak bisa menolak".


"Kalian--", kata Zamir yang sedikit terkejut, ia tidak pernah berpikir bahwa semua Tuan Labirin disini siap mati seperti dirinya.


"Zamir, bukan hanya kau dan Tuan Urmur yang menganggap kami sebagai keluarga, kami juga menganggap kalian seperti itu. Jadi, bagaimana kami bisa duduk diam saat mengetahui keluarga kami akan terbunuh?", kata Aruse sambil tersenyum, semua Tuan Labirin yang lain mengangguk yang menunjukkan bahwa mereka memikirkan ha yang sama.

__ADS_1


"Untungnya tidak semua Tuan Labirin seperti Fran", kata Zamir sedikit tersenyum, lalu matanya menjadi tajam lagi "Kalau begitu ayo kita tunjukkan kepada meraka bahwa Tuan Labirin tanpa Tuan Urmur sekalipun bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan!".


__ADS_2