AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 194 : PEPERANGAN SUDAH DI MULAI


__ADS_3

Saat ini Kerajaan Manusia Hewan sudah tidak sama seperti dulu, terutama Ibukota Dyremann.


Ibukota Dyremann yang dulunya hanyalah sebuah kota kecil dengan tembok batu kecil juga, sekarang sudah menjadi kota dengan penduduk berjumlah ratusan ribu serta tembok kota yang terbuat dari batu dan memiliki tinggi kurang lebih 10 meter.


Selain itu, ada puluhan ribu prajurit yang berjaga di atas tembok kota tersebut, sebagai ibukota paling awal milik Elos serta masih menjadi pusat pemerintahan dari seluruh wilayah Elos sekarang, maka penjagaan Ibukota Dyremann juga merupakan yang terbaik di wilayah Elos.


Tapi Ibukota Dyremann yang selalu ramai sekarang menjadi sedikit diam, sebagian besar orang bersembunyi di rumah mereka masing-masing sebab mereka sudah mendengar bahwa Ibukota Dyremann akan di serang oleh pasukan mayat hidup.


Puluhan pasukan di atas tembok kota sudah membawa senjata mereka serta bersiap untuk bertarung. Bukan hanya itu, sebagian besar dari mereka adalah pasukan elit yang sudah sering ikut di beberapa perang Elos sehingga mereka tidak terlalu panik terhadap serangan yang tiba-tiba ini.


Di Hutan Kematian dekat Kerajaan Manusia Hewan, aura kematian yang sangat kuat dapat dirasakan dari sana serta semakin mendekat kepada mereka, wajah Lumina yang ada di atas tembok kota menjadi sedikit suram "Nampaknya ini akan sedikit merepotkan, apalagi berdasarkan aura kematian ini maka jumlah mayat hidup yang ada kemungkinan besar mencapai 100.000".


"Kenapa harus panik?", kata Kronev yang memegang palu miliknya dengan wajah tidak peduli "Pada akhirnya seberapa banyak jumlah pasukan yang dimiliki tidak penting, apa yang paling penting adalah seberapa besar kekuatan seseorang. Aku sendirian sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan puluhan ribu pasukan mayat hidup, bagaimanapun sekali kemampuan Pukulan Gempa bisa membuat ribuan korban di pihak mereka".


"Percaya diri itu tidak masalah, namun jangan menjadi sombong", kata Wrath yang ada di sisi lain "Tuan sekarang tidak ada disini sehingga kita harus mempertahankan kota sebaik mungkin, jangan sampai mengecewakan tuan. Setidaknya Pride sedang memanggil tuan sekarang, oleh karena itu kita harus sangat berhati-hati sampai ada tugas lebih lanjut dari tuan. Tiamat, kau adalah bagian paling penting untuk mempertahankan kota ini".


Tiamat yang merupakan naga bumi dengan 3 kepala serta sayap dan berada di depan tembok kota berkata "Jangan khawatir, kita pasti bisa bertahan".


Saat mereka sedang berbicara, prajurit yang ada di atas menara pada tembok kota berteriak "Serangan musuh! Musuh sudah terlihat melalui Hutan Kematian dan sebagian besar dari mereka bukan hanya prajurit tengkorak normal!".


Semua orang yang ada di atas tembok kota melihat ke arah yang ditunjuk prajurit tersebut untuk menemukan puluhan ribu mayat hidup yang sudah mulai bermunculan dari hutan tersebut.


Di antara pasukan mayat hidup tersebut, terdapat tengkorak, tengkorak yang memakai kuda tulang, Death Knight, zombie, pemanah tengkorak serta beberapa bentuk mayat hidup lainnya. Bahkan ada mayat hidup yang terbang, hal ini membuat para prajurit yang ada di atas tembok kota tahu bahwa pertarungan ini pasti menjadi pertarungan yang sangat merepotkan.


Lagipula para mayat hidup sama sekali tidak bisa merasakan sakit ataupun berpikir lagi, jadi mereka hanya tahu menyerang walaupun seluruh tubuh mereka hancur sekalipun.

__ADS_1


"Graaaaa!", para mayat hidup yang muncul dari hutan berteriak seperti monster, lalu mereka bergegas menuju Ibukota Dyremann untuk menghancurkannya.


Menghadapi keganasan para mayat hidup, beberapa prajurit menjadi sedikit takut, terutama para prajurit baru.


Tetapi Tiamat terbang ke atas langit, 3 kepalanya membuka mulut dan menembakkan api, racun serta kegelapan.


"Booooom!".


Para mayat hidup mulai terbakar, api adalah yang paling efektif terhadap mereka, sedangkan racun dan kegelapan kurang efektif. Apalagi untuk para tengkorak, baik itu racun ataupun tengkorak hanya membuat mereka menjadi sedikit melambat.


Meskipun begitu, api benar-benar efektif melawan mereka, api langsung membakar para mayat hidup ini dan membunuh ribuan dari mereka.


"Jangan takut! Pada akhirnya mereka hanyalah mayat hidup yang tidak memiliki kecerdasan, jatuhkan mereka semua!", teriak Tiamat yang kembali menembakkan api, ia kali ini lebih memusatkan kekuatannya pada api sebab ini adalah yang paling efektif untuk membunuh para mayat hidup.


Di sisi lain, Kronev melompat dari tembok kota setinggi 10 meter tersebut.


Lompatan Kronev sangat jauh, hanya dengan sekali melompat maka ia sudah tiba di tengah-tengah pasukan musuh.


Lalu sebelum mendarat, ia mengangkat palunya serta memukul dengan keras ke tanah "Pukulan Gempa!".


"Brak!".


Ledakan yang besar terjadi, banyak mayat hidup yang hancur akibat pukulan ini.


Melihat gerakan Kronev yang kasar, Lumina sedikit menggelengkan kepalanya "Sudah aku katakan berapa kali bahwa ia sekarang bukan lagi memiliki tubuh Minotaur, seharusnya ia lebih bisa bersikap seperti seorang wanita!".

__ADS_1


Lumina melompat dengan perlahan-lahan dari tembok kota, ia mengulurkan tangannya ke arah tanah "Ice Empress".


Area di sekitar Lumina membeku dengan cepat, sebuah ladang es raksasa dimana membekukan banyak sekali mayat hidup segera terbuat dengan waktu kurang dari semenit.


Lumina mendarat di antara ladang es yang ia buat, ia menghela nafas putih akibat udara yang menjadi dingin akibat kekuatan es miliknya "Sepertinya pertarungan ini tidak sulit seperti yang kita persiapkan sebelumnya".


Wrath yang merupakan Titan pria tidak bisa berkata-kata, ia merasa bahwa wanita yang mengikuti Elos itu semuanya sangat menakutkan. Jika ia berani melakukan sesuatu yang bodoh, para wanita ini pasti siap membunuhnya, kecuali Tiamat yang merupakan seekor naga sehingga ia tidak tahu apakah Tiamat adalah pria atau wanita.


Wrath melihat ke arah Envy, Lust, Gluttony dan yang lainnya kecuali Pride, ia tersenyum "Kalau begitu kita harus bergerak juga, jangan sampai kalah dari rekan-rekan kita yang sudah lama mengikuti tuan".


Mereka semua mengangguk, lalu ikut bersama Wrath untuk melompat dari tembok kota itu.


Sebagai yang berada di paling depan, Wrath tahu bahwa ia harus membuka jalan sehingga ia memakai kekuatannya.


Tangan Wrath bersinar dengan cahaya emas, ia memukul tinjunya yang sudah berwarna emas itu ke tanah "Titan Fist".


"Brak!".


Getaran yang sangat kuat terjadi akibat pukulan Wrath, kekuatan tersebut sama sekali tidak kalah dari pukulan gempa milik Kronev.


Setelah Wrath mendarat di tanah, yang lainnya juga memakai kekuatan mereka sebelum mendarat di tanah, pertarungan sudah di mulai.


Daran memutuskan untuk tetap berdiri di tembok kota bersama 2 rekannya, bagaimanapun prajurit khusus Elos sudah tidak lebih lemah dari dirinya yang membuat Daran berpikir bahwa ia tidak perlu bertindak.


Ketika semua orang berpikir bahwa kemenangan sudah ada di depan mata, musuh sebenarnya dari pasukan mayat hidup ini akhirnya muncul dari balik Hutan Kematian.

__ADS_1


__ADS_2