AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 277 : BELATI


__ADS_3

Melihat Hergaf yang terkejut terhadap pukulannya, Torei sedikit tersenyum "Ada apa? Apakah kau sudah sangat terkejut? Padahal aku belum memakai kekuatan penuh ku, serangan barusan hanya sebuah pemanasan! Maju, kau bisa mencoba menyerang ku lagi! Bagaimanapun aku sudah mengatakan bahwa akan memberikan kalian kesempatan 5 kali menyerang lebih dulu, kau bisa mencoba 4 kali lagi sekarang".


Hergaf kali ini memakai lebih banyak kekuatannya lagi, ia bergerak ke arah Torei dan menebas pedangnya menuju leher Torei secara langsung.


Gerakan Hergaf sangat cepat, bahkan dengan waktu kurang dari sedetik maka pedang Hergaf sudah ada di samping leher Torei.


Ketika pedang itu akan menebas lehernya, Torei sama sekali tidak panik, ia melangkah maju dan memukul tangan Hergaf yang memegang pedang ke atas.


Tangan Hergaf yang memegang pedang terdorong ke atas akibat pukulan Torei, hal ini juga membuatnya gagal untuk menebas leher Torei.


Untungnya Hergaf memegang pedangnya dengan kuat, jika tidak maka pedangnya mungkin sudah terlempar akibat pukulan tersebut.


Melihat bahwa Hergaf tidak siap, Torei melangkah maju dan memukul tinjunya ke arah Hergaf.


Saat sudah berada tepat di depan wajah Hergaf, tinjunya berhenti.


Torei menatap Hergaf sambil tersenyum "2 kali, sekarang kalian memiliki 3 kesempatan untuk menyerang lagi! Jangan buat kesempatan yang aku berikan menjadi tidak berguna, kalian harus bisa membunuhku di 3 kali kesempatan lagi, jika tidak maka itu akan menjadi waktunya bagiku untuk membunuh kalian".


Hergaf yang melihat tinju Torei berada di wajahnya menarik nafas dengan dingin, jika Torei memukulnya memakai tinju ini maka tidak diketahui apa yang akan menjadi akibatnya.


Setelah Torei menarik tinjunya lagi, Hergaf melompat mundur kembali menuju samping Krak.


Melihat Hergaf yang kembali, Krak bersama yang lainnya tidak bisa untuk tidak bertanya dengan khawatir "Nona Hergaf, apakah kau tidak apa-apa?".

__ADS_1


"Apakah ada yang terluka? Aku bisa menyembuhkannya secepat mungkin?", tanya Fiora dengan khawatir juga, bagaimanapun mereka sudah lama saling mengenal yaitu sejak Urmur masih muda dulu.


Oleh karena itu, mereka sudah seperti teman yang sangat dekat. Bahkan Fiora, Krak ataupun Letta mungkin sudah menganggap Hergaf sebagai kakak mereka.


Melihat kekhawatiran semua orang, Hergaf melambaikan tangannya "Aku tidak apa-apa, Torei ini benar-benar meremehkan ku, setiap kali ada kesempatan untuk menyerang hingga membunuhku maka ia selalu menghentikan tinjunya. Sepertinya Torei sudah sangat yakin untuk membunuh kita di 3 kali serangan lagi, jadi ia tidak membunuhku secara langsung".


Mendengar penilaian Hergaf, Letta menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah "Nona Hergaf, maaf tidak bisa membantumu! Seharusnya kami bergerak untuk melawan Torei juga, namun ketika merasakan tekanan pada tubuh Torei maka kami menemukan tubuh kami sama sekali tidak bisa bergerak".


Krak mengangguk "Siapa yang berpikir bahwa suatu hari, aku yang seekor hiu menjadi takut untuk melawan singa. Nampaknya aku memang harus banyak berlatih lagi".


Melihat 3 orang ini yang memiliki wajah penuh rasa bersalah, Hergaf sedikit tersenyum "Tidak masalah, lagipula Torei memberikan kita kesempatan 5 kali menyerang sehingga lebih baik aku yang memakai kesempatan menyerang itu. Krak, Letta, Fiora, apakah kalian percaya dengan ku?".


3 orang itu saling menatap sebelum mengangguk dengan tegas "Nona Hergaf adalah orang yang paling kami percaya setelah tuan!".


Hergaf mengangguk "Kalau begitu, bisakah kalian hanya menonton dari samping? Biarkan aku yang melawan Torei ini".


"Bukan seperti itu!", kata Hergaf yang memegang kepala Letta dengan lembut "Torei ini sangat kuat sehingga aku harus memakai seluruh kekuatanku, masalahnya aku takut bahwa kekuatan yang aku gunakan ini akan melukai kalian, oleh karena itu aku membutuhkan kalian menjaga jarak dari tempat pertarungan ini agar aku tidak melukai kalian".


Baik itu Letta dan Krak bingung terhadap perkataan Hergaf, hanya Fiora yang mengenal Hergaf lebih lama dari 2 orang yang lain berkata penuh rasa terkejut "Nona Hergaf, apakah kau akan memakai kekuatan penuh mu lagi?".


Hergaf mengangguk "Karena itu kalian harus pergi dari sini dulu".


"Aku mengerti! Krak, Letta, ayo pergi dari sini dan jangan menganggu Nona Hergaf", kata Fiora yang membawa Letta dan Krak menjauh.

__ADS_1


Walaupun 2 orang itu masih bingung terhadap apa yang terjadi, di bawah bujukan Fiora maka mereka hanya bisa setuju untuk menjauh.


Melihat 3 orang yang lain bergerak menjauh dari tempat ini, Torei tersenyum mengejek "Apakah kau mencoba menahan ku selama 3 rekanmu yang lain mencoba melarikan diri? Kalau begitu biarkan aku memberitahumu bahwa itu tidak berguna, aku hanya membutuhkan waktu paling lama 5 detik untuk membunuhmu. Setelah itu, dengan kecepatan lari milikku maka aku bisa mengejar mereka tanpa masalah! Apakah kau masih berpikir bahwa mereka bisa lari dari tanganku?".


"Kau dari tadi terlihat sangat percaya diri bahwa aku lebih lembah darimu", kata Hergaf yang mengangkat pedangnya dan menatap Torei dengan tajam "Tetapi biarkan aku memberikan saran bahwa aku tidak memiliki rencana untuk membuat 3 rekanku yang lain melarikan diri, tujuanku hanya membunuhmu!".


Torei menggelengkan kepalanya tidak peduli "Kalau begitu cepat serang aku, kau masih memiliki 3 kesempatan lagi".


Hergaf bergegas maju lagi menuju Torei, kali ini Hergaf mencoba menusuk jantung Torei dengan pedangnya.


Namun lagi-lagi Torei menghentikan pedang itu dengan mudah, ia menangkap pedang itu dengan tangan kosong tanpa terluka sedikitpun.


Kali ini Hergaf tidak terkejut dengan Torei yang menangkap pedangnya, ia melepaskan pedang tersebut dari tangannya dan melemparkan 2 belati yang sudah memiliki racun pada bilah nya.


Torei bergerak menghindari 2 belati itu dengan mudah, ia berkata "Sudah 4 serangan, sekarang hanya tinggal 1 serangan lagi!".


Hergaf yang pedangnya masih di tangkap oleh Torei langsung mengambil puluhan belati dengan racun dari kantongnya.


Ia melempar belati tersebut ke semua arah di ruangan ini agar Torei tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri lagi.


"Rencana yang cukup bagus, kau benar-benar melempar belati itu tanpa celah sedikitpun sehingga tidak ada tempat bagiku untuk menghindar lagi. Tetapi biarkan aku memberitahumu bahwa rencana mu ini masih memiliki kelemahan besar yaitu semua belati dan racun ini tidak berguna untuk melawanku!", kata Torei yang memukul 5 belati yang bergegas ke arah dirinya.


"Brak!".

__ADS_1


Tinju Torei menyebabkan angin yang sangat kuat hingga menghentikan 5 belati yang akan menusuknya, belati itu jatuh ke tanah tanpa bisa melukai Torei sedikitpun sehingga racun pada belati sama sekali tidak berguna.


Puluhan hingga ratusan belati yang Hergaf lempar ke seluruh ruangan agar Torei tidak bisa melarikan diri menjadi tidak berguna hanya dengan sekali pukulan dari Torei.


__ADS_2