AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 79 : PENYERANGAN KOTA NOVUS


__ADS_3

Hampir 500 kapal bergerak dari Pelabuhan Yact menuju Pulau Novus.


Di masing-masing kapal yang berangkat ini, terdapat bendera Kerajaan Ray yang berkibar di atas kapal tersebut, selain itu dapat dilihat bahwa sebagian besar orang yang ada di atas kapal ini merupakan seorang ksatria melalui pakaian mereka.


Di antara 500 kapal ini, ada sebuah kapal yang memiliki ukuran jauh lebih besar daripada kapal lainnya. Selain itu, kapal ini juga terbuat dari besi dan bergerak memakai tenaga mesin, oleh karena itu kapal ini bisa bergerak jauh lebih cepat daripada kapal lainnya.


Meskipun kapal ini bukan merupakan kapal legendaris, setidaknya melalui bentuk serta pertahanan kapal maka kapal ini memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan.


Di kapal besar tersebut, terdapat seorang pria tua dengan janggut putih panjang dan tubuh yang tegak.


Berbeda dari para ksatria lain, pria ini memakai seragam militer putih dengan topi seorang kapten angkatan laut Kerajaan Ray di atas kepalanya.


"Percepat kapal kita, yang mulia memberikan kita tugas untuk mengalahkan Tiran Elos ini. Sebagai prajurit elit dari Kerajaan Ray yaitu prajurit elit ke 3, sudah tugas kita untuk mengalahkan Tiran Elos secepat mungkin agar tidak mengecewakan yang mulia!", teriak pria tua tersebut.


"Baik, kapten Jirsa!", teriak para prajurit yang sedang sibuk mengendalikan kapal besar ini.


Bagaimanapun kapal ini memiliki ukuran yang sangat besar sehingga membutuhkan paling tidak 1000 orang untuk mengendalikannya dengan baik.


Masalahnya untuk membuat 1000 orang bekerja sama mengendalikan sebuah kapal maka dibutuhkan kerja keras mereka yang berada di ruang pengendali ini, para prajurit ini bertugas sebagai penghubung setiap bagian kapal agar bisa bergerak sebagaimana harusnya.


Jirsa mengangguk, ia adalah kapten angkatan laut pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray. Walaupun Jirsa hanya memiliki kekuatan rank 5, namun ia dijuluki sebagai kapten terkuat ke 2 di perang laut Kerajaan Ray, hanya seorang jendral pasukan elit ke 1 yang lebih kuat darinya di perang laut pada seluruh Kerajaan Ray.


Ketika kapal terus berangkat, seorang prajurit mendengar sebuah laporan dari alat komunikasi miliknya.

__ADS_1


Setelah mendengarkan laporan tersebut, ia segera berbalik untuk menghadap Jirsa "Kapten, laporan dari ruangan pemantauan! Menurut mereka ada sebuah kapal raksasa lain di depan kita, dari ukurannya maka itu tidak diragukan lagi bahwa itu kapal perang legendaris Dwarf. Informasi itu benar bahwa musuh memiliki kapal perang legendaris!".


Wajah Jirsa menjadi berhati-hati mendengar hal tersebut, walaupun ia belum pernah melawan kapal legendaris secara langsung tapi ia sudah pernah mendengar bahwa setiap kapal legendaris belum pernah kalah.


"Sampaikan pesanku pada kapten Roum, biarkan mereka berangkat lebih dulu ke Pulau Novus untuk membunuh Tiran Elos! Sedangkan kapal legendaris itu, kita yang akan melawannya!", teriak Jirsa dengan wajah tegas.


Prajurit itu mengambil kembali alat komunikasi miliknya untuk melaporkan pesan Jirsa kepada Roum.


Roum ini memiliki posisi yang sama dengan Jirsa yaitu seorang kapten pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray, ia juga memiliki kekuatan rank 5.


Saat ini di sebuah kapal yang cukup jauh dari kapal Jirsa, seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun dan memiliki rambut merah pendek serta tubuh yang besar seperti beruang sedang mengangkat alat komunikasi miliknya "Aku mengerti, apabila itu memang keputusan Kapten Jirsa maka aku tidak keberatan. Beritahu Kapten Jirsa, jangan sampai mati!".


Setelah mengatakan hal tersebut, pria setinggi 2 meter ini menutup alat komunikasi miliknya, pria ini tidak lain adalah Roum.


"Baik, kapten!", jawab semua pasukan Kapten Roum dengan tegas.


Dari 500 kapal pasukan elit ke 3, 100 kapal tiba-tiba mengubah arah mereka dan berpisah dari 400 kapal milik Kapten Jirsa. 100 kapal itu tidak lain merupakan Kapten Roum bersama para pasukannya.


"Kapten Jirsa, pasukan Kapten Roum sudah mengubah arah mereka", teriak seorang prajurit melaporkan hal tersebut pada Kapten Jirsa.


Kapten Jirsa tersenyum di wajah tuanya "Tidak perlu khawatir Roum, aku Jirsa belum pernah kalah di pertarungan laut, paling tidak aku hanya sekali kalah! Semua pasukan, dengarkan perkataan ku, maju memakai kecepatan penuh! Hari ini, kita akan menenggelamkan kapal legendaris yang belum pernah tenggelam!".


"Baik, kapten!", jawab semua pasukan dengan sedikit khawatir, lagipula mereka juga pernah mendengar tentang legenda kapal legendaris yang tidak terkalahkan.

__ADS_1


Sebagai seorang kapten, Jirsa bisa mengetahui kekhawatiran di hati para prajurit, oleh karena itu Jirsa kembali berteriak "Ada apa? Apakah kalian takut? Tidak perlu khawatir, aku Jirsa akan membawa kalian menuju kemenangan! Kalian semua yang ada disini merupakan pasukan yang sudah mengikuti ku selama puluhan tahun, kalian pasti tahu bahwa aku hampir tidak terkalahkan di setiap perang yang aku lalui! Para prajurit ku, aku akan bertanya sekali lagi, apakah kalian takut?".


Para prajurit yang sebelumnya masih merasa khawatir mulai sedikit lebih baik, sebagai orang yang sudah mengikuti Kapten Jirsa sejak lama maka mereka tahu seberapa hebat kapten Jirsa. Jika Kapten Jirsa tidak hebat maka ia tidak akan menjadi kapten dari pasukan elit ke 3.


"Siap kapten, kami tidak takut!", teriak prajurit dari 400 kapal kapten Jirsa tersebut, prajurit dari kapal lain mendengarkan semua ini melalui alat komunikasi.


Mendengarkan teriakan yang penuh semangat para prajurit miliknya, kapten Jirsa tersenyum.


Ia berjalan pergi dari ruang pengendali kapal dan berdiri di depan dek kapal, Jirsa menarik pedangnya serta menunjuk ke arah kapal legendaris tersebut "Kalau begitu tunggu apa lagi? Semua kapal maju memakai kecepatan terbaik kalian, hari ini kita akan mengakhiri legenda kapal legendaris yang tidak terkalahkan!".


...----------------...


Di sisi lain, Lumina sedang duduk di ruang pengendali Kapal Perang Sharfas bersama para awak kapal dan Arla.


Elos mengirim Lumina untuk menghentikan sebagian musuh di laut, alasan Elos memilih Lumina bertarung di laut sebab Lumina tidak bisa menunjukkan kemampuan penuhnya di darat. Jadi hanya dengan bertarung di laut, maka Lumina bisa memakai kekuatan penuhnya.


Elos mengirim Lumina, Kapal Perang Sharfas, Arla dan 1500 awak kapal yang sebelumnya merupakan budak untuk menghentikan musuh, sedangkan orang yang lain membantu Elos bertarung di Pulau Norvus.


Kenapa Elos tidak memberikan Lumina banyak kapal? Elos tahu bahwa Lumina memiliki angkatan laut tak terkalahkan, oleh karena itu Lumina sama sekali tidak kekurangan kapal.


Arla yang merupakan pemimpin ruang pengendali kapal mendapatkan laporan tentang pasukan musuh yang saling berpisah "Laksamana Lumina, kapal milik pasukan musuh saling berpisah! 400 kapal tetap menuju ke arah kita sedangkan 100 kapal yang lain bergerak menuju Pulau Norvus melalui jalan lain".


Lumina tidak terkejut mendengar hal tersebut, ia hanya tersenyum sedikit "Semuanya sesuai dengan rencana tuan Elos, beritahu semua prajurit untuk bersiap, kita akan menenggelamkan 400 kapal untuk hari ini!".

__ADS_1


__ADS_2