
Folk memimpin 10.000 pasukan pergi dari gudang tersebut, tanpa ragu sedikitpun mereka bergegas menuju istana kaisar. Sedangkan keberadaan putra mahkota dan Kulen, maka mereka tidak akan ikut secara langsung di pemberontakan ini. Bagaimanapun tanpa keyakinan penuh bahwa mereka bisa menang melawan kaisar, putra mahkota tidak akan begitu bodoh untuk mengikuti pemberontakan ini secara langsung.
Oleh karena itu, jika mereka gagal sekalipun, orang-orang tidak akan mengetahui bahwa putra mahkota merupakan pemimpin dibalik pemberontakan ini, ia juga bisa menghindari hukuman.
Gudang yang sebelumnya ramai menjadi kosong ketika Folk bersama para pasukannya sudah pergi, Lasha yang ada di belakang segera berkata "Nera, apakah kita akan menyerang istana Kaisar sekarang?".
Nera mengangkat kepalanya untuk menatap istana kaisar yang terlihat melalui jendela di gudang ini, ia mengangguk "Apabila kita tidak menyerang kaisar, putra mahkota tidak akan pernah muncul dan akan selalu bersembunyi. Jadi kita harus membiarkan putra mahkota yakin bahwa mereka sudah menang, hanya dengan cara itu maka ia pasti berhadapan secara langsung dengan kaisar. Saat ia berhadapan dengan kaisar, maka itu waktu terbaik untuk membunuh mereka semua".
Lasha dan Terfis mengangguk setuju, sosok 3 orang itu mulai bergerak dengan cepat pergi dari gudang ini.
Berbeda dari Folk yang bersama para pasukannya, Nera dan rekannya melompat dari atas atas ke atap lain pada bangunan yang ada di ibukota, mereka bergerak secepat mungkin menuju istana kaisar.
Di tengah perjalanan menuju istana kaisar, sebuah teriakan marah terdengar dari langit "Folk, sangat memalukan! Beraninya kau mengkhianati kaisar, sebagai penyihir suci kekaisaran maka sudah tugasku untuk membunuh pengkhianat sepertimu! Padahal kaisar sudah menunjuk mu sebagai tangan kirinya!".
Nera mengangkat kepalanya ke arah langit untuk menemukan bahwa kekuatan sihir yang sangat besar berkumpul disana.
Saat ini adalah malam hari sehingga langit di atas ibukota kekaisaran sangat gelap, namun sosok burung api raksasa mulai terbentuk di atas ibukota yang membuat ibukota kembali bersinar.
Burung api itu membuka sayap apinya yang sangat besar hingga hampir menyebar di seluruh ibukota, lalu burung api itu jatuh ke sebuah lokasi di ibukota sebelum meledak.
"Booooom!".
Ledakan yang keras terjadi ketika burung api itu menabrak tanah, berdasarkan pengamatan Nera sebelumnya maka tidak diragukan lagi bahwa daerah dimana burung api itu meledak merupakan lokasi dimana Folk bersama para prajuritnya berada.
__ADS_1
Walaupun Folk bisa bertahan dari serangan api itu, para prajuritnya pasti tidak bisa. Nera yakin, ribuan pasukan pemberontak mungkin akan mati akibat serangan itu.
"Dewa tingkat 9! Siapa yang berpikir bahwa kaisar ternyata masih menyembunyikan orang kuat seperti itu, nampaknya kaisar ini tidak begitu mudah untuk dikalahkan", kata Terfis yang memiliki mata tajam.
Nera mengangguk "Meskipun begitu, tujuan kita hanyalah kaisar. Oleh karena itu, tidak peduli apapun yang terjadi pada Folk, bahkan apabila ia mati sekalipun maka kita tidak perlu membantunya".
Terfis dan Lasha setuju, menurut mereka sama sekali tidak ada untungnya untuk membantu Folk tetap hidup. Belum lagi dengan matinya Folk maka putra mahkota akan kehilangan 1 tangannya, dengan ini maka mereka bisa semakin mudah membunuh putra mahkota di masa depan.
Jadi Nera dan yang lainnya tidak peduli terhadap suara ledakan tersebut, mereka terus bergerak sangat cepat menuju istana kaisar.
Di sisi lain dari Nera dan yang lain, lebih tepatnya lokasi dimana burung api itu meledak.
Sosok Folk muncul dari balik ledakan api, ia melompat tinggi ke arah langit, dengan kekuatan dewa tingkat 9 miliknya maka tidak ada masalah untuk terbang ke langit sekalipun.
Walaupun Folk tidak menerima luka berat akibat serangan tersebut, sebagian dari tubuhnya masih menerima luka bakar, selain itu hampir seluruh tubuhnya ditutupi oleh asap hitam akibat ledakan yang membuatnya marah.
Wanita yang ada di langit tersebut memiliki pakaian serta topi penyihir berwarna hitam, ia memiliki rambut emas panjang dengan mata berwarna emas juga.
Wanita ini tidak lain adalah penyihir suci kekaisaran, dewa tingkat 9, Yena.
Jika Derka adalah tangan kanan, Folk merupakan tangan kiri, maka Yena adalah ahli sihir terkuat kaisar.
Meskipun Yena hampir tidak pernah ikut berperang bersama kaisar, ia selalu sibuk untuk mengembangkan sihir sehingga ia selalu menolak ajakan kaisar untuk berperang, bahkan ia tidak ikut dengan peperangan melawan Tuan Labirin beberapa waktu lalu. Walaupun begitu, kesetiaan Yena tidak perlu diragukan terhadap kaisar, lebih tepatnya Yena setia kepada kekaisaran.
__ADS_1
Berbeda dari Derka yang hanya setia kepada kaisar, jadi setelah kaisar mati maka Derka mungkin pergi dari kekaisaran atau bahkan mencoba menjadi kaisar sendiri. Yena tidak tertarik terhadap tahta kekaisaran, bahkan ia hanya mengikuti siapapun yang berhasil menjadi kaisar meskipun terjadi perubahan pada kaisar itu. Namun jika terjadi peperangan untuk mengambil tahta kaisar di kekaisaran ini, Yena akan mendukung keluarga kaisar yang sekarang untuk menjadi kaisar selanjutnya. Menurut Yena, hanya bagian dari keluarga kaisar yang bisa menjadi kaisar.
Menghadapi serangan tombak Folk, Yena tidak panik. Ia melambaikan tongkatnya untuk membentuk sebuah perisai tidak terlihat di sekitar tubuhnya.
"Tang!".
Tombak Folk menabrak perisai Yena, tetapi tombak itu tidak bisa menghancurkan perisai Yena sama sekali.
Yena melihat ke arah Folk dengan dingin "Tidak peduli apapun alasanmu, siapapun yang mengkhianati kekaisaran maka mereka harus mati! Folk, karena kau adalah tangan kiri kaisar maka aku sebagai penyihir terkuat kekaisaran yang akan membunuhmu!".
"Tidak, yang akan mati disini adalah kau!", teriak Folk penuh kemarahan, bagaimanapun Yena ini benar-benar membunuh ribuan pasukan pemberontak yang ia pimpin, jadi Folk juga bertekad untuk membunuh Yena.
Cahaya yang kuat mengalir dari tombak Folk, ia kembali menusuk tombaknya ke arah Yena, tetapi kali ini ada aura yang sangat kuat berasal dari tombaknya.
Yena tentunya melihat aura pada tombak milik Folk, oleh karena itu ia memanggil burung api kembali untuk bertabrakan dengan tombak Folk.
Ledakan yang kuat kembali terjadi akibat tabrakan 2 kekuatan itu, ledakan itu juga membuat ibukota yang gelap pada malam hari menjadi lebih bersinar.
...----------------...
Nera dan yang lainnya sudah sampai di depan istana kaisar, ada banyak penjaga yang berdiri di sekitar tembok pada halaman istana ini. Berbeda dari para penjaga yang menjaga ibukota, para penjaga di sekitar istana kaisar ini terlihat jauh lebih kuat serta terlatih, Nera tahu bahwa para penjaga ini pasti merupakan pasukan pengawal kaisar yang terkenal.
Tetapi tidak peduli seberapa elit pasukan ini, di bawah serangan Nera, Lasha dan Terfis maka mereka hanya bisa mati tanpa mengetahui penyebabnya, bahkan mereka tidak memiliki waktu untuk berteriak agar rekan mereka yang lain tahu bahwa istana sedang di serang.
__ADS_1
Nera dan yang lainnya melewati tembok kota dengan mudah, mereka terus bergegas menuju ke istana sambil membunuh semua penjaga yang bersembunyi di sekitar halaman istana kaisar ini.
Pada awalnya mereka bergerak dengan sangat cepat mendekati pintu istana kaisar, namun gerakan Nera dan yang lainnya harus terhenti saat mereka menemukan seorang pria berotot yang memakai baju zirah besi berwarna perak berdiri di depan pintu istana kaisar tersebut.