AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 243 : BERPINDAH


__ADS_3

Melihat Elos dan yang lainnya sudah mulai menyerang, Fran yang sudah mendengar rencana Tersin masih bertanya penuh rasa khawatir "Apakah menurutmu rencana itu memang akan berhasil?".


"Apakah kita memiliki rencana lain?", kata Tersin memutar matanya "Jika kau memiliki rencana yang lebih baik maka kau bisa melakukannya sendiri!".


Fran menggertakkan giginya sebelum berkata "Aku akan memberi tuan waktu paling banyak 2 menit, tidak mungkin bisa menahan Hergaf dan yang lainnya hanya dengan kekuatanku sendiri".


"Tidak masalah!", kata Tersin percaya diri "2 menit sudah lebih dari cukup bagiku!".


Tanpa ragu sedikitpun, Fran melangkah maju lalu membuat perisai di sekitar dirinya dan Tersin agar bisa menghentikan serangan Hergaf dan yang lainnya.


Sedangkan Tersin tetap berdiri diam di tempatnya, ia mengambil sebuah gulungan lalu membuka gulungan tersebut dan membaca sebuah mantra aneh yang ada pada gulungan itu.


Hergaf yang melihat gerakan Tersin tersebut berteriak "Hentikan! Jangan sampai ia selesai membaca gulungan tersebut!".


Setelah itu, Hergaf mengangkat pedangnya dan menebas perisai Fran dengan keras.


"Krak!".


Di bawah serangan kuat Hergaf, perisai Fran segera hancur seperti kertas. Lalu sosok Krak muncul di sisi kirinya dan Kronev mengangkat palu serta memukul sisi kanan dari Fran.


"Brak!".


Fran menahan mulut Krak yang terbuka dan siap untuk memakan tangan kirinya sedangkan tangan kanan Fran sedang menahan palu milik Kronev.


Walaupun ia bisa menahan 2 serangan itu, Fran sudah merasa bahwa tangannya mungkin hampir patah.

__ADS_1


Sebelum Fran bisa menurunkan penjagaannya, sosok Lumina berlari ke depannya. Dengan pedang yang ditutupi oleh es, Lumina menusuk langsung ke jantung Fran.


Di sisi lain, Riona bergerak dari belakang Fran dan mencoba menusuk jantungnya dari belakang.


Elos tentunya tidak berdiam diri, ia membantu memperkuat serangan semua orang memakai kemampuan Ruler of Life.


Ketika kematian sudah ada di depan mata Fran, bagaimanapun ia tidak mungkin bisa menahan serangan sebanyak itu. Apabila ia menghindar maka Tersin yang ada di belakangnya akan terganggu, oleh karena itu Fran sudah bisa dikatakan berada di depan kematian.


Namun beberapa detik sebelum senjata Lumina dan Riona menusuknya, Tersin yang ada di belakang berteriak "Semuanya sudah selesai, kau bisa menghindar sekarang!".


Mendapatkan izin dari Tersin, Fran melepaskan tangan kiri dan kanannya yang sibuk menahan serangan Krak serta Kronev. Setelah itu, ia melompat tinggi ke langit yang membuatnya menghindari serangan 4 orang tersebut.


Tersin mengarahkan gulungan di tangannya ke semua orang "Sihir Khusus, Perpindahan".


Cahaya yang sangat terang bersinar dari gulungan di tangan Tersin, cahaya tersebut menutupi hampir seluruh ruangan ini.


Pada waktu bersamaan, gulungan di tangan Tersin terbakar dan menghilang yang berarti bahwa gulungan ini hanya bisa dipakai sekali.


Gulungan yang dipakai Tersin merupakan gulungan yang memiliki sihir untuk memindahkan banyak orang ke tempat lain, oleh karena itu Elos dan yang lainnya menghilang dari labirin ini.


Fran yang baru mendarat di tanah tidak bisa untuk tidak segera berlari menuju Tersin sambil bertanya penuh rasa khawatir "Tuan, bagaimana? Apakah kita berhasil?".


Tersin mengangguk "Aku sudah membuat Elos, Aruse dan yang lainnya saling berpisah. Walaupun mereka berpindah secara berkelompok juga seperti 2 atau 3 orang muncul di tempat yang sama, namun setidaknya lebih mudah mengalahkan mereka. Alasan Chimaera kalah adalah Aruse dan prajurit khususnya menyerang ia secara berkelompok, tapi sekarang berbeda! Mereka sudah terpisah-pisah yang memudahkan Chimaera untuk menang".


Fran mengangguk "Lalu, apalagi yang harus kita lakukan? Apakah kita bergerak bersama untuk membunuh pasukan musuh yang sudah terpisah-pisah atau kita pergi ke berbagai tempat yang berbeda agar bisa lebih cepat menyelesaikannya".

__ADS_1


Tersin berpikir sebentar sebelum menjawab "Lebih baik bergerak secara terpisah agar kita bisa lebih cepat membunuh mereka semua! Lagipula semakin lama kita bertindak maka semakin besar kemungkinan mereka berkumpul lagi, apabila mereka berhasil berkumpul lagi maka kita pasti kalah dari mereka. Oleh karena itu, kau pergi dari sini ke lantai paling atas sambil mencari musuh sedangkan aku berada di 10 lantai terakhir sedangkan Chimaera bergerak di 10 lantai tengah. Jangan lupa untuk memburu semua pasukan musuh, bahkan jika itu hanya pasukan mayat hidup lemah milik Elos".


Fran mengangguk, mereka mulai bergerak secara terpisah-pisah sesuai perkataan Tersin tadi.


Mereka tadi kalah melawan Elos dan yang lainnya akibat jumlah musuh yang jauh lebih banyak, selama Elos dan yang lainnya saling bekerja sama maka mereka pasti kalah.


Tetap semua itu berbeda apabila melawannya secara terpisah, setidaknya Chimaera bisa menang melawan Aruse bersama semua prajurit khususnya selama mereka tidak saling bekerja sama


Jadi Tersin, Fran dan Chimaera bergerak cepat aga bisa membunuh musuh sebelum mereka bergabung lagi, jika musuh sudah bergabung maka mereka tidak akan bisa menang lagi.


...----------------...


Elos merasa dirinya hanya bisa melihat cahaya putih yang sangat terang, beberapa saat kemudian maka cahaya putih yang menganggu penglihatan Elos sudah menghilang, namun ia juga menyadari bahwa dirinya sudah berpindah tempat. Elos tidak lagi berada di tempat ia bertarung melawan Tersin barusan melainkan ia berada di sebuah ruangan yang memiliki banyak sekali tumbuhan aneh, selain itu tumbuhan aneh ini menutupi jalan hingga menjadi sebuah labirin.


Ketika Elos sedang sibuk mengamati sekitar, sebuah suara terdengar dari sampingnya "Tuan, apa yang terjadi disini?".


Elos menatap ke samping untuk menemukan bahwa ia sedang bersama Letta, sekarang Letta sibuk memegang kepalanya dan melihat sekitar dengan bingung.


"Nampaknya Tersin memakai kemampuan teleportasi, tujuannya kemungkinan besar memisahkan kita agar tidak saling bekerja sama. Terutama Chimaera yang lemah ketika di serang oleh banyak orang pada waktu yang sama, tapi ia menjadi semakin sulit di lawan apabila bertarung 1 lawan 1. Oleh karena itu, musuh memisah-misahkan kita agar membuat kita menjadi lebih mudah serta bisa dikalahkan", kata Elos yang mulai mengerti terhadap rencana Tersin.


Letta tidak bisa untuk tidak membuka matanya lebar-lebar akibat terkejut, ia bertanya dengan ragu "Apa yang harus kita lakukan sekarang?".


"Tidak ada apapun selain terus berjalan di labirin ini, kita haus bertindak cepat agar bisa bertemu dengan yang lain sebelum musuh tiba! Aku rasa masih bisa menang melawan Fran jika kita bekerja sama, tapi untuk melwan Tersin dan Chimaera maka sulit untuk menang tanpa bantuan dari yang lainnya.


"Tuan benar", kata Letta mengangguk setuju "Ayo pergi untuk mencari yang lainnya di labirin ini".

__ADS_1


Setelah setuju, Elos dan Letta mulai berjalan maju untuk mencari keberadaan yang lain.


__ADS_2