
Di medan perang dekat dengan Labirin Fran, posisi pasukan Tuan Labirin jauh lebih diuntungkan. Bagaimanapun mereka memiliki Halon, Kurt, Hepior, Tiamat, dan Lumina yang membuat pasukan Tuan Labirin menjadi jauh lebih kuat daripada musuh, namun di antara pasukan manusia dan iblis maka jendral terbaik mereka sama sekali belum bergerak.
Lebih tepatnya para jendral rank 1 ke atas masih berdiri diam mengamati medan perang, selama mereka bergerak maka Halon sekalipun bukanlah lawan mereka.
Ada 5 orang jendral rank 1 di perang ini, lagipula tidak semua 3 kerajaan besar memiliki jendral rank 1, mereka saling berbicara sambil mengamati medan perang seakan-akan sedang menonton sebuah film.
"Nona Yirel, apakah menurutmu ini sudah waktunya bagi kita untuk bergerak? Jika terus seperti ini maka akan ada banyak prajurit di medan perang yang mati, para dewa pasti tidak akan senang apabila sebagian besar pengikut kita mati", tanya seorang pria yang merupakan sosok paling muda di antara 5 jendral rank 1 itu, pria muda ini berusia sekitar 50 tahunan dan sedang berbicara dengan seorang wanita tua yang ada di depannya penuh rasa hormat.
Walaupun ia dan wanita tua bernama Yirel ini sama-sama memiliki rank 1, pria muda itu sangat menghormati Yirel sebab sosok Yirel sudah jauh lebih senior dari dirinya. Mereka memang memiliki rank 1 yang sama, tapi selama mereka bertarung maka Yirel pasti menang.
Yirel yang merupakan wanita tua dengan rambut putih sepundak sedang menatap medan perang dengan mata tajam miliknya, meskipun ia sudah tua namun aura menakutkan dari dirinya sama sekali tidak berkurang. Bahkan di antara 5 jendral rank 1, hanya dirinya dan 1 orang lain yang memiliki aura paling kuat.
Yirel yang sudah mengamati medan perang sedikit mengangguk "Kau benar, ayo kita mulai bergerak sekarang agar tidak membuat para dewa marah! Huma, siapkan senjata mu, jangan sampai tertinggal dariku!".
Pria muda rank 1 bernama Huma itu menarik pedangnya tanpa ragu, ia berkata penuh ketegasan "Nona Yirel tidak perlu khawatir, walaupun aku tidak sekuat anda tapi tidak ada masalah untuk melawan semut kecil itu. Tapi siapa yang akan menjadi Terget kita lebih dulu, apakah itu Tuan Labirin Halon?".
Yirel yang baru mengambil tombaknya menggelengkan kepalanya, ia melihat ke arah Elos yang jauh di belakang pasukan dengan senyum dingin "Sebagai seorang pemburu maka kau harus menargetkan orang paling lemah dulu, Tuan Labirin Elos adalah target paling cocok! Meskipun kita juga memiliki kemungkinan besar untuk membunuh Halon, namun beberapa waktu ini ia sudah menjadi rank 3 sehingga cukup merepotkan untuk membunuhnya dengan cepat, Tuan Labirin Elos merupakan target yang paling mudah di bunuh!".
"Nona Yirel, aku mengerti", kata Huma yang mengangguk tanpa keberatan sedikitpun terhadap keputusan Yirel.
__ADS_1
Yirel perlahan-lahan meletakkan tombaknya di pundak, lalu ia melebarkan kuda-kuda pada kakinya dan menarik nafas. Yirel membuka matanya lagi, dorongan yang sangat kuat muncul di kakinya "1 langkah menembus langit!".
Bersamaan dengan teriakan itu, sosok Yirel langsung menghilang. Dari 32.000 pasukan Tuan Labirin di medan perang, Yirel melewati mereka semua dengan mudah serta tanpa diketahui, setelah itu ia tiba di barisan depan tempat Elos berada.
Melihat bahwa Elos hanya memiliki paling banyak penjaga rank 3, Yirel menganggap remeh Elos, menurutnya 1 serangan sudah lebih dari cukup untuk membunuh Elos.
Ketika Riona dan yang lainnya belum menyadari bahwa Yirel sudah ada di depan mereka, Yirel mengangkat tombaknya untuk menusuk tengkorak Elos tanpa ragu "Tombak Suci, Pemurnian Kejahatan!".
Yirel memakai kemampuannya yaitu sihir cahaya serta menargetkan kepala Elos, cara Yirel menyerang ini merupakan cara yang paling cocok untuk membunuh mayat hidup seperti tengkorak.
Saat Yirel sudah merasa percaya diri untuk membunuh Elos dengan sekali serangan, sebuah kekuatan yang cukup besar muncul di depan tombaknya.
Tombak Yirel dan sebuah pedang bertabrakan, lebih tepatnya pedang itu merupakan milik Elos.
Meskipun bisa menahan serangan pedang, Elos terlempar sejauh 7 meter akibat tabrakan itu, bahkan ada sedikit retakan pada pedangnya.
"Tuan Elos!", Riona dan yang lainnya baru menyadari keberadaan Yirel yang ternyata sudah ada di depan mata mereka.
Riona menusuk tombaknya tanpa ragu pada Yirel sedangkan Kronev mengangkat palu miliknya, Zeyi dan Bare melompat mundur untuk membantu Elos yang terlempar.
__ADS_1
Gerakan tusukan tombak Riona dan pukulan palu Kronev memang sangat cepat, namun di mata Yirel maka gerakan mereka sangat lambat, mungkin di pasukan Elos maka hanya Tiamat yang bisa menahan dirinya.
Yirel melompat ke belakang dengan mudah dan menghindari serangan Kronev serta Riona, lalu ia tersenyum penuh penghargaan saat melihat Elos "Kau benar-benar hebat, dengan kekuatan rank 4 milikmu maka kau bisa menahan tusukan tombak ku dan masih hidup! Di antara semua orang yang pernah aku temui serta lawan, belum ada yang sekuat dirimu! Aku yakin jika kau terus hidup maka tidak menutup kemungkinan bahwa dirimu bisa menjadi Urmur ke 2, tapi pada akhirnya kau tidak bisa lagi menggantikan posisi Urmur sebab aku akan membunuhmu disini! Dengan kematian mu, maka ancaman munculnya Urmur ke 2 juga akan menghilang!".
Elos yang ada di sisi lain mulai khawatir, ia tidak pernah berpikir bahwa kekuatan rank 1 langsung menargetkan dirinya di awal perang. Apabila bukan karena Elos memiliki reaksi yang cepat, tengkorak miliknya pasti sudah hancur.
Walaupun merasa khawatir, Elos menarik nafas agar pikirannya kembali normal, ia mengangkat pedang yang sedikit retak dan bersiap untuk menghentikan serangan Yirel kapanpun.
Melihat gerakan Elos, Yirel menggelengkan kepalanya dan ikut mengangkat tombaknya "Tidak peduli seberapa keras kau berusaha, kau dan pengikut mu sama sekali bukan lawan ku. Kali ini aku tidak menahan diri lagi, sebagai pengikut Dewi Sares dan jendral rank 1 di bawahnya maka aku pasti membunuhmu untuk menggantikan Dewi Sares yang sebelumnya salah paham dan membiarkan sosok bencana sepertimu hidup!".
Riona dan Kronev juga bergerak ke samping Elos, kali ini mereka menggunakan kemampuan reaksi penuh mereka untuk menghentikan Yirel.
Tiamat dan Lumina yang sedang bertarung melawan musuh lain juga mengetahui keadaan Elos, oleh karena itu mereka berusaha menyelesaikan pertarungan mereka secepat mungkin dan datang untuk membantu.
Yirel kembali memasang kuda-kuda bertarungnya sebelum menarik nafas "1 langkah menembus--".
Sebelum Yirel bisa bergerak, sebuah lubang dimensi muncul di samping Elos dan yang lainnya.
Di bawah tatapan bingung semua orang, sosok Letta perlahan-lahan muncul dari lubang dimensi itu "Yirel, apakah kau tidak malu untuk melawan pemula seperti Tuan Elos? Kenapa kau tidak melawanku? Aku akan mengajarimu, bahwa seorang yang sudah tua tidak seharusnya mencoba melawan orang yang masih baru!".
__ADS_1
Wajah Yirel segera menjadi suram saat sosok Letta muncul, walaupun kekuatan miliknya adalah rank 1 dan Letta hanya rank 2, namun Letta jauh lebih kuat dari dirinya. Apalagi sihir dimensi merupakan sihir paling unik serta aneh, ia tidak bisa menang melawan Letta sendirian, ia sangat yakin karena ia dulu pernah melawan Letta yang mengakibatkan dirinya hampir mati.