
Elos saat ini sedang berdiri di depan Ibukota Kerajaan Sanctus sambil mendengarkan penjelasan Witer mengenai musuh yang ia lawan.
Berdasarkan penjelasan Witer bahwa ia melawan seorang pria dengan rambut hitam pendek dan tombak api di tangannya maka Elos segera berkata dengan ragu "Apakah itu Perot?".
Witer menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu, apa yang aku tahu ia memakai teknik tombak api keluarga Gren, itu adalah apa yang ia katakan ketika memakai kemampuan yang ia miliki".
"Tombak api Gren? Kalau begitu sudah tidak perlu diragukan lagi, itu pasti Perot! Dengan ini maka 1 tangan Ark yang lain berhasil dihancurkan, kemungkinan kita menang menjadi semakin besar", kata Elos sedikit mengangguk.
Ketika Elos sedang sibuk berbicara dengan Witer, Pride berjalan mendekatinya sambil berkata "Tuan, ada informasi terbaru dari para pengintai yang kita sebar ke seluruh wilayah kerajaan manusia yang sudah kita rebut, mereka mengatakan bahwa mereka sudah melihat kedatangan Ark dan yang lainnya".
"Apakah mereka sudah datang?", kata Elos yang sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi "Kumpulkan semua kekuatan utama kita, sedangkan para prajurit maka mereka bisa tetap menjaga wilayah-wilayah yang sudah kita rebut. Kali ini, orang yang pergi adalah para petinggi dan prajurit khusus, pertarungan utama untuk menentukan pemenang sebenarnya akan di mulai".
Mendengar perkataan Elos, Pride berkata sedikit ragu-ragu "Tuan, sebenarnya ada sedikit masalah terhadap strategi yang kita buat sebelumnya yaitu tuan bersama semua petinggi dan prajurit khusus saling berkumpul untuk melawan para petinggi pasukan Ark, tapi pergerakan musuh berbeda dari yang kita rencanakan. Menurut informasi yang kami dapatkan, musuh terdiri dari Ark, Hera, Luri, Sares, Torei dan Halra. Mereka semua bergerak secara terpisah, ada yang muncul di Kerajaan Cahaya, ada yang terbang di kota kecil serta yang lainnya berada di lokasi berbeda. Nampaknya mereka mungkin mencoba memisahkan kita untuk pertarungan antara kelompok kecil, bukan langsung kelompok besar seperti itu".
Elos sedikit terkejut mengetahui hal itu "Musuh bergerak secara terpisah, panggil Tuan Labirin yang lain serta para prajurit khusus, kita harus melakukan perubahan rencana. Karena musuh bergerak secara terpisah dan mulai merebut kembali wilayah mereka, maka kita juga harus bergerak secara terpisah juga".
Padahal Elos sebelumya sudah berpikir bahwa di pertarungan terakhir, semua orang akan saling berkumpul lalu mulai bertarung sambil membantu rekan mereka.
Tetapi sepertinya Elos salah, Ark bergerak secara terpisah dengan para pengikutnya yang menunjukkan bahwa Ark berencana memisah pasukan Elos juga.
__ADS_1
Mereka bertarung 1 lawan 1 atau kelompok kecil lainnya, bagaimanapun Elos memiliki banyak sekali prajurit khusus sehingga ia bisa membiarkan kelompoknya bekerja sama yang terdiri dari 2 orang atau lebih untuk melawan 1 orang di pihak Ark.
Setelah memikirkan semua itu, Elos mengumpulkan semua orang untuk membahas masalah ini.
Lebih tepatnya, Elos membahas mengenai pembagian kelompok yang dilakukan serta lawan-lawan yang mereka pilih.
...----------------...
Saat hari sudah semakin siang, Luri duduk di atas sebuah pegunungan dengan wajah sedikit bosan.
Ia menatap sebuah kota kecil dari atas gunung tersebut sambil berkata "Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Ark itu? Menyerang kota-kota di sekitar agar membuat Elos harus memisah pasukannya untuk melawan kita? Aku sama sekali tidak tertarik untuk melawan orang-orang tidak bersalah, bagaimanapun para penduduk di kota ini tidak mengetahui apapun. Apabila aku menyerang kota-kota ini hanya untuk membuat Elos panik, maka hal itu sama dengan memperburuk nama Glory. Sebagai sekretaris Glory maka aku tidak tertarik untuk melakukan hal tersebut".
Ketika Luri terus duduk di atas gunung itu, sebuah senyuman akhirnya muncul di wajahnya "Pada akhirnya tanpa perlu menghancurkan kota, Elos membiarkan pasukannya datang untuk melawanku! Elos memang tidak mengecewakan, ia bukan tipe orang licik yang kejam seperti Ark. Mungkin ia lebih mirip seperti Locke, ayah dan anak benar-benar sangat mirip!".
Bersamaan dengan Luri yang turun dari batu ini, sosok naga berkepala 3 dan harimau putih muncul mendekatinya.
Naga itu terbang melalui langit sedangkan harimau putih berjalan di darat, Luri sedikit tersenyum melihat kedatangan 2 monster raksasa ini "Bukankah kalian prajurit khusus Elos dan harimau putih itu dulunya prajurit khusus Urmur, nama kalian adalah Tiamat dan Witer, apakah aku benar?".
Baik itu Tiamat ataupun Witer sedikit terkejut, bagaimanapun mereka tidak mengenal Luri sebelumnya.
__ADS_1
Saat pembagian pasukan sebelumnya, Witer memilih Luri sebab ia mendengar bahwa Luri merupakan prajurit terkuat dari Ark, bahkan menurut Zamir maka kekuatannya tidak kalah dari Ark itu sendiri sedangkan Tiamat memilih Luri karena alasan yang sama juga.
Berdasarkan perkataan Zamir maka tidak ada banyak informasi mengenai kekuatan Luri, tapi sebuah hal yang pasti yaitu kekuatannya sangat menakutkan. Bahkan waktu Urmur masih ada dulu, maka Urmur juga sangat berhati-hati terhadap Luri ini. Dibandingkan Ark, maka Urmur lebih berhati-hati terhadap Luri sebab ia tidak tahu apa yang Luri pikirkan ataupun rencanakan.
Tiamat menatap Witer yang berdiri di tanah sambil berkata di pikirannya "Apakah kami bisa bekerja sama dengan baik? Apabila aku tahu bahwa Witer ini memilih untuk melawan Luri maka aku seharusnya tidak memilih untuk melawan Luri juga".
Tiamat segera menggelengkan kepalanya, ia sudah memilih untuk melawan Luri sehingga tidak ada gunanya untuk menyesal. Apa yang perlu ia lakukan sekarang adalah bekerja sama dengan Witer untuk mengalahkan Luri.
Witer membuka mulutnya "Siapa yang berpikir bahwa kau mengenalku, tapi hal itu sama sekali tidak penting. aku harap kekuatanmu benar-benar tidak kalah dari Ark seperti yang dikatakan Zamir, jangan sampai membuatku bosan".
"Harimau putih yang sangat bersemangat, namun itu tidak buruk juga", kata Luri masih tetap tersenyum "Aku tidak tahu apakah aku sekuat Ark atau tidak, tapi sebuah hal yang pasti yaitu kau pasti tidak bosan waktu sedang melawanku!".
"Kalau begitu ayo kita lihat!", kata Witer yang bergegas ke arah Luri, ia berlari dengan cepat sambil membuka mulutnya yang memiliki banyak gigi taring untuk makan Luri.
"Dasar bodoh!", teriak Tiamat sebab menurutnya tindakan Witer terlalu sembarangan, seharusnya mereka saling bekerja sama untuk melawan Luri. Tapi Witer maju sendiri tanpa memberitahunya apapun, oleh karena itu Tiamat hanya bisa membuka mulut dari 3 kepala naga miliknya dan menembakkan api serta racun untuk mendukung Witer.
Gerakan Witer sangat cepat, ia sudah sampai di depan Luri dan siap memakannya.
Tetapi tepat mulutnya hampir memakan Luri, maka Luri mengangkat tongkat sihir di tangannya dan memukul kepala Witer.
__ADS_1
"Brak!".
Witer benar-benar jatuh ke tanah dengan keras akibat pukulan itu. Bukan hanya itu, rasa sakit yang sangat kuat segera dapat dirasakan Witer pada kepalanya, ia sekarang tahu bahwa Luri ini benar-benar kuat seperti yang dikatakan Zamir sebelumnya.