AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 56 : MENYERAH


__ADS_3

Seluruh Kota Hiam mulai dipenuhi oleh mayat serta darah, ada banyak sekali mayat di seluruh tanah.


Sebagian besar pasukan atau petualang yang menjaga Kota Hiam sudah dipenuhi oleh keputusasaan, bagaimanapun pasukan Elos terlalu kuat sehingga tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menang.


Elos juga bisa mengetahui bahwa pasukan Kota Hiam sudah tidak memiliki semangat untuk berperang lagi, oleh karena itu Elos mengangkat pedangnya sebelum berteriak "Semua yang melepaskan senjatanya dan berlutut di tanah akan tetap hidup, tetapi siapapun yang masih memegang senjata atau mencoba melarikan diri maka mereka semua akan mati! Menyerah lah, turunkan senjata kalian untuk tetap hidup!".


Mendengarkan teriakan Elos, para prajurit Kerajaan Manusia Hewan juga ikut berteriak "Menyerah lah! Siapapun yang menurunkan senjata dan berlutut di tanah maka akan tetap hidup, namun siapapun yang masih memegang senjata mereka pasti di bunuh!".


Para prajurit musuh saling menatap, lalu mereka menjatuhkan senjata mereka tanpa ragu ke tanah. Lagipula Marquis Nate sama sekali tidak memperlakukan mereka dengan baik, lebih tepatnya Marquis Nate membuat peraturan seperti bangsawan lain yaitu meningkatkan pajak mereka secara berlebih, tanpa memperdulikan apakah penduduknya bisa makan atau tidak.


Jadi dihadapan kekalahan seperti ini, maka mereka juga tidak memiliki kesetiaan pada sang Marquis. Sebagian besar orang membuang senjata mereka dan berlutut di tanah, hanya ada beberapa orang yang tetap keras kepala dan mencoba untuk melarikan diri.


Akhirnya perang berakhir, beberapa orang yang menyerah tidak di bunuh, melainkan mereka di tahan agar tidak terjadi pemberontakan secara tiba-tiba. Selain itu semua senjata yang di buang oleh prajurit musuh dikumpulkan, senjata-senjata ini mungkin bisa dipakai oleh prajurit baru Elos ke depannya.


Riona juga melaporkan bahwa ia sudah menyelesaikan tugasnya membunuh Porte, Kota Hiam sudah jatuh sepenuhnya.


Zeyi mendatangi Elos sewaktu peperangan sudah selesai, ia mulai melaporkan "Tidak ada prajurit yang mati, namun sekitar 5 pasukan mayat hidup hancur di perang kali ini. Ada juga 10 orang yang terluka ringan, mungkin akan sedikit menganggu apabila mereka terus berperang akibat luka tersebut. Selain itu kita mendapatkan 142 tahanan, sebagian besar dari mereka hanyalah penduduk yang memegang senjata, sama sekali tidak terlihat seperti prajurit terlatih".


Elos mengangguk "Kita akan pergi ke kota berikutnya, kita akan terus menyerang tanpa henti sampai tiba malam, waktu para prajurit untuk beristirahat. Biarkan 100 pasukan tinggal di Kota Hiam untuk menjaga para tahanan serta kota agar musuh tidak merebutnya lagi, lalu kumpulkan semua mayat musuh untuk membuat prajurit baru sedangkan mayat para rekan kita akan di bawa kembali ke tanah tandus untuk dimakamkan".


"Baik, tuan!", jawab Zeyi yang pergi secepat mungkin untuk melakukan tugas yang Elos berikan.


Elos bukanlah orang yang tidak memiliki perasaan, bagi pasukan musuh yang sudah mati maka Elos bisa mengubah mereka menjadi pasukan mayat hidup, tapi untuk pasukan yang sudah mengikuti Elos sampai mati maka Elos tidak bisa menjadikan mereka mayat hidup. Bagaimanapun mereka sudah bertarung untuk Elos, mereka harus dimakamkan dengan hormat sebab keluarga mereka sekalipun pasti tidak akan setuju melihat anggota keluarga mereka menjadi pasukan mayat hidup.

__ADS_1


Mereka hanya berhenti di Kota Hiam selama sejam sebelum berangkat ke kota lain lagi, selama di Kota Hiam maka Elos mendapatkan tambahan 200 pasukan mayat hidup lagi.


Selama seharian ini, pasukan Elos terus bergerak hingga merebut sebanyak Kota Hiam dan 3 kota lainnya, pada akhirnya hari sudah menjadi gelap dan waktunya malam. Hal ini membuat Elos memutuskan untuk membiarkan prajurit beristirahat, apabila Elos tetap keras kepala untuk membiarkan prajurit terus berperang maka pasukannya pasti melemah akibat kelelahan.


Pasukan Elos tinggal di sebuah kota terakhir yang mereka rebut hari ini, lalu memutuskan untuk berangkat lagi besok pagi. Menurut apa yang sudah Elos pikiran, mereka bisa merebut 4 kota yang masih ada besok.


Sebagian besar dari 8 kota ini hanya memiliki pertahanan pagar kayu, oleh karena itu Elos bisa merebutnya dengan cepat.


Selain itu, ada 3 kota tambahan yang Elos rebut, masing-masing kota memberikan sekitar 200 pasukan mayat hidup tambahan untuk Elos. Jadi selama sehari ini, Elos mendapatkan total 800 pasukan mayat hidup baru dan kehilangan kurang dari 50 pasukan mayat hidup, benar-benar keuntungan besar.


...----------------...


Keesokan harinya, Zeyi datang ke tempat tinggal Elos pagi-pagi sekali.


Melihat Zeyi yang datang pagi-pagi sekali dengan wajah lelah, Elos sedikit menggelengkan kepalanya "Apakah kau tidak beristirahat semalaman? Aku tahu bahwa kau berusaha bekerja sebaik mungkin, apalagi kau memegang kementrian Intel yang sangat penting untuk perang ini. Tetapi kau tidak boleh lupa untuk beristirahat, lagipula jika kau mati akibat lelah maka aku akan kehilangan seorang pengikut yang sangat hebat".


Zeyi tersenyum di wajah lelahnya "Terima kasih atas kekhawatiran tuan, namun Zeyi hanya perlu memakan pisang untuk menghilangkan rasa lelahnya. Zeyi sebenarnya datang ke rumah tuan pagi-pagi seperti ini karena ada sesuatu yang penting, 4 kota yang awalnya kita rencanakan untuk di serang hari ini memutuskan untuk menyerah pada kita. Lebih tepatnya, masing-masing walikota dari 4 kota tersebut datang kesini untuk menyerah pagi-pagi sekali. Tuan, apa yang harus kita lakukan pada mereka?".


"Walikotanya datang sendiri untuk menyerah? Biarkan aku bertemu mereka, selama mereka benar-benar menyerah maka tidak akan keberatan untuk menerimanya. Namun apabila mereka mencoba untuk bermain bodoh denganku, mereka pasti menyesal".


Elos membawa Riona untuk pergi menemui walikota tersebut, Zeyi membawa mereka menuju rumah dimana 4 walikota tersebut sudah menunggu.


Ketika melihat Elos datang, 4 walikota itu berdiri dari kursi mereka serta langsung membungkuk.

__ADS_1


Elos menatap 4 walikota ini dengan hati-hati, mereka terdiri dari 3 pria dan 1 wanita, serta usia mereka sudah terlihat sangat tua yaitu di atas usia 50 tahun.


Elos melambaikan tangannya yang menunjukkan bahwa mereka semua bisa berdiri lagi sebelum duduk di kursi utama, sedangkan Riona berdiri di belakang Elos serta Zeyi berdiri di sampingnya.


"Para walikota sekalian, di depan kalian sekarang adalah tuan kami Elos. Apakah menerima penyerahan kalian atau tidak atas 4 kota itu, semuanya tergantung atas keputusan tuan kami", kata Zeyi menjelaskan.


Elos juga berkata "tidak perlu membuang waktu lagi, berikan aku alasan kenapa harus menerima penyerahan kalian. Lagipula walaupun 4 kota kalian bergabung, kami masih bisa menang sangat mudah. Jadi berikan aku alasan yang tepat".


Mendengar itu, para walikota saling menatap sebelum seorang pria yang nampaknya merupakan pemimpin para walikota ini berbicara "Tuan, kami siap menyerah, begitu juga penduduk kami sebagai ganti bahwa tuan tidak akan membawa pasukannya untuk menyerang kota kami. Sebagai gantinya, para prajurit dari kota kami siap ikut bergabung dengan barisan pasukan tuan, selain itu kami para walikota tidak keberatan untuk di hukum mati atau di buang. Kami juga sudah membawa seluruh uang di perbendaharaan kota kami, semua uang ini akan diberikan kepada tuan agar tidak bisa menerima penyerahan kami. Namun jangan menyerang kota dan membuat korban dari penduduk yang tidak bersalah dari 4 kota kami, biarkan keluarga-keluarga kami yang ada di kota tetap hidup, hanya itu persyaratan yang kami butuhkan.


Elos mengetuk meja selama semenit sambil berpikir, tidak ada seorangpun yang berani berbicara karena takut menganggu Elos.


Elos membuka matanya "Aku setuju, tapi kalian para walikota bersama keluarga kalian akan dipindahkan menuju Ibukota Dyremann, kalian akan menjadi tahanan di sana sehingga selama 4 kota kalian berkhianat maka kalian bersama seluruh keluarga kalian di hukum mati. Tapi tidak perlu khawatir, selama kota kalian benar-benar menyerah maka aku akan memperlakukan kalian tidak berbeda dari penduduk lainnya, kecuali kebebasan kalian bersama keluarga kalian dibatasi sampai perang ini selesai. Hanya aku yang bisa menunjukkan walikota baru di kota kalian, selain itu setengah dari perbendaharaan yang kalian berikan juga aku ambil, sedangkan setengah lainnya akan digunakan oleh walikota baru yang aku tunjuk sebagai biaya pengelolaan kota. Bagaimana? Apa kalian keberatan?".


4 walikota itu saling menatap sebelum berdiri dan berlutut pada Elos "Kami memberikan kesetiaan kami kepada tuan!".


Elos mengangguk, dengan ini maka ia tidak perlu membuang waktu lagi, 8 kota di tangan Marquis Nate sudah menjadi milik Elos. Saat ini hanya tinggal 2 kota lagi yang seharusnya direbut oleh Lumina.


"Kalau dipikir-pikir, kenapa kalian tiba-tiba menyerah padaku? Apakah kalian tidak memiliki kesetiaan kepada Marquis Nate atau kalian melakukan ini untuk kehidupan penduduk kalian?", tanya Elos sedikit penasaran sebab para walikota ini sangat mudah menyerah.


Walikota wanita tersenyum pahit "Marquis Nate sama sekali tidak jauh berbeda dari penjahat bagi kami, bahkan ada banyak sekali penduduk kota yang tidak mendukungnya karena peraturan yang ia buat menyebabkan banyak orang harus mati kelaparan setiap tahunnya".


Elos sedikit terkejut mendengar hal tersebut, ia sekarang mengerti kenapa 4 walikota ini memutuskan untuk menyerah. Tidak ada gunanya bagi mereka semua bertarung sampai mati untuk tuan yang tidak peduli pada kehidupan mereka juga.

__ADS_1


__ADS_2