AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 208 : MENYAMAR


__ADS_3

Kulen merupakan menteri perang dari Kekaisaran. Pada usia muda, ia sudah menunjukkan bakat yang sangat hebat pada peperangan, bahkan ia membuat banyak strategi bagi kaisar yang memungkinkan kekaisaran terus menang di setiap peperangan.


Oleh karena itu, kaisar yang menemukan kecerdasan Kulen tersebut memutuskan mengangkat ia menjadi menteri perang pada usia 35 tahun, ia menjadi menteri termuda di seluruh kekaisaran.


Selama 5 tahun menjadi menteri, Kulen berhasil membentuk prajurit manusia kuno menjadi lebih tertib. Manusia kuno yang sebelumnya tidak mengerti cara berperang dan hanya tahu menyerang musuh yang ada di depannya, dengan ajaran Kulen maka mereka sudah seperti pasukan manusia yaitu mengerti cara bertarung ataupun membentuk formasi. Bahkan Kulen adalah yang membentuk kavaleri serta pasukan pemanah, jika itu dulu maka manusia kuno hanya memiliki prajurit dengan senjata pedang dan tombak.


Memakai semua perubahan tersebut, prajurit manusia kuno menjadi semakin kuat sehingga kaisar semakin menghargai Kulen, ia memutuskan Kulen memiliki kekuasaan khusus yaitu untuk membentuk 5000 prajurit sendiri.


Padahal baik itu menteri ataupun jendral bahkan bangsawan di kekaisaran sama sekali tidak boleh memiliki prajurit sendiri, semua prajurit berada di bawah kekuasaan Kaisar dan hanya perlu mengikuti apa yang kaisar katakan.


Tetapi Kulen diberikan hal khusus untuk membentuk pasukan sendiri, walaupun hanya 5000 pasukan tapi ini sudah menunjukan seberapa besar Kaisar menghargai dirinya. Namun Kaisar tidak pernah tahu bahwa Kulen yang ia hargai ternyata berencana mengkhianati dirinya sendiri, meskipun sudah diberikan banyak hadiah namun Kulen merasa masih belum cukup.


Alasan ia membantu putra mahkota yaitu selama putra mahkota bisa menang maka dirinya akan menjadi perdana menteri, orang yang memiliki kekuatan terbesar di bawah Kaisar serta setingkat dengan jendral kanan.


Karena kecerdasan Kulen ini, putra mahkota selalu bertanya padanya dulu sebelum bertidak.


Kulen tersenyum percaya diri, ia berkata "Tuan, ini memang kesempatan terbaik untuk menyerang kaisar, bagaimanpun kaisar sedang sangat lemah sekarang. Namun dengan kekuatan yang kita miliki sekarang, masih tidak mungkin untuk mengalahkan kaisar sebab masih ada jendral kanan dan raja pembunuh yang merupakan belati tersembunyi milik kaisar, Jendral Folk sendirian tidak bisa mengalahkan 2 orang itu, belum lagi masih ada kaisar itu sendiri. Walaupun sudah terluka, tapi kekuatan kaisar masih sangat menakutkan".


Mendengar penjelasan Kulen, putra mahkota langsung menjadi khawatir "Kalau begitu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus menunggu lebih lama lagi untuk mengalahkan Kaisar? Apakah kita harus memperkuat pasukan lagi?".

__ADS_1


"Aku rasa itu tidak perlu tuan, bahkan nasib kali ini mendukung kita untuk mengalahkan Kaisar!", kata Kulen tersenyum licik, sepertinya ia sudah memiliki rencana besar.


"Menteri Kulen, apa maksudmu? Apakah kau sudah memiliki rencana untuk membuat kita menang?", kata putra mahkota sangat senang, menurutnya Kulen hanya berkata seperti itu jika ia sudah memiliki rencana kemenangan.


"Tuan benar! Aku sudah memiliki rencana", kata Kulen "Sebelum datang kesini, aku sebenarnya di serang oleh beberapa orang mencurigakan, sepertinya itu pasukan rahasia dari raja pembunuh yang sudah curiga terhadap diriku yang memihak putra mahkota. Pasukan ini cukup kuat, setidaknya para pengawal ku dikalahkan dengan cepat. Tetapi ketika aku berencana melarikan diri, 3 orang petualang kuat datang untuk membantuku, dari cara mereka bertarung maka 3 orang petualang ini memiliki kekuatan yang tidak kalah dari jendral kanan ataupun raja pembunuh. Oleh karena itu, aku membayar mereka agar membantu kita mengalahkan kaisar, sebentar lagi mereka harusnya datang kesini".


Mendengar penjelasan itu, putra mahkota menjadi khawatir "Apakah para petualang ini bisa dipercaya? Lagipula mereka mungkin takut melawan kaisar".


"Tuan tidak perlu khawatir", kata Kulen "Selama mereka mendapatkan bayaran yang tepat, para petualang siap menyerang siapapun. Jadi jika tuan menyiapkan banyak emas untuk mereka sekarang lalu membujuk mereka dengan emas tambahan apabila menang, mereka pasti setuju! Bagaimanapun, para petualang merupakan orang-orang gila yang peduli pada uang".


"Kalau emas maka aku tidak perlu ragu!", kata putra mahkota tersenyum senang "Kapan mereka tiba? Selama mereka bisa membantuku mengalahkan kaisar, aku bisa memberi mereka banyak emas, lagipula posisi Kaisar ratusan kali lebih penting daripada emas".


"Tuan tidak perlu khawatir, mereka pasti sampai sebentar lagi", kata Kulen mengingatkan.


Di depan gerbang Ibukota Kekaisaran Kuno, ada banyak sekali orang yang berbaris untuk pergi ke ibukota.


Pada barisan paling depan, terdapat 3 orang petualang yang memakai jubah berwarna hitam untuk menutupi wajah mereka.


Walaupun sudah ditutupi, semua orang di sekitar dapat menemukan bahwa 2 orang di antara 3 petualang ini merupakan wanita yang sangat cantik.

__ADS_1


Para penjaga melihat 2 wanita di belakang seorang pria itu dengan mata bersinar, menemukan bahwa mereka para petualang maka senyum licik muncul di wajah para penjaga tersebut.


5 penjaga mengepung 3 petualang tersebut, seseorang dari mereka berkata dengan dingin "Kalian dicurigai memiliki rencana menyerang kaisar, jadi kami harus menangkap kalian dan membawa ke penjara untuk dihukum!".


Melihat tindakan para penjaga, orang yang berbaris di belakang 3 petualang tersebut menggelengkan kepala mereka, siapapun dapat menemukan bahwa tujuan memenjarakan 3 petualang ini adalah untuk 2 wanita tersebut.


Meskipun tahu kebenarannya, tidak ada yang datang untuk membantu 3 petualang tersebut, mereka hanya berdiri di belakang sambil menonton apa yang terjadi berikutnya.


Pria yang ada di barisan paling depan memiliki wajah dingin terhadap sikap para penjaga, ia memiliki rambut berwarna emas pendek serta mata hitam yang suram.


Sebelum para penjaga itu untuk menangkap mereka, pria yang ada di barisan depan mengambil sebuah kartu berwarna hitam dan menunjukkan ke arah para penjaga "Kami adalah tamu putra mahkota, biar aku lihat siapa yang berani menangkap kami, putra mahkota pasti tidak akan membiarkan kalian pergi".


Para penjaga langsung ketakutan menatap kartu hitam yang ada di tangan petualang pria tersebut, pemimpin penjaga tersenyum dengan keringat dingin di wajahnya "Ternyata tamu putra mahkota, ternyata ada kesalahpahaman disini! Silahkan melewati gerbang, kami tidak bermaksud menangkap tamu terhormat dari putra mahkota sama sekali".


Petualang pria itu berjalan bersama 2 petualang wanita lain dengan dingin, mereka melewati para penjaga dan pergi menuju ibukota, meninggalkan para penjaga serta penduduk yang ketakutan. Lagipula mereka tidak pernah berpikir bahwa para petualang tadi adalah tamu putra mahkota, padahal selama mereka menunjukkan kartu tersebut dari tadi maka mereka tidak perlu berbaris untuk melewati gerbang.


Setelah pergi cukup jauh, seorang wanita di antara 3 petualang itu berkata dengan dingin ke pria di depannya "Elos, para penjaga disini benar-benar tidak terlatih, bahkan mereka berani menangkap orang lain secara sembarangan. Sebenarnya apa yang dipikirkan kaisar? Jika para penjaga mereka seperti ini, maka para pedagang pasti takut datang ke ibukota".


Petualang pria yang ada di depan menggelengkan kepalanya "Riona, aku bukan Elos tapi Nera sedangkan kau adalah Lasha, apakah kau sudah lupa dengan namamu sendiri?".

__ADS_1


Lasha yang ada di belakang Nera sedikit tersenyum, ia mengangguk dengan cepat "Maaf Nera, aku benar-benar lupa barusan! Lain kali, aku pasti tidak akan salah lagi".


Nera mengangguk "Untungnya kita sudah mendapatkan kartu undangan dari pria bernama Kulen, jika tidak maka kita mungkin harus melawan para penjaga tadi".


__ADS_2