
Menatap para awak kapal yang ragu di sekitarnya, Lumina berdiri penuh kemarahan "Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian sudah lupa terhadap apa yang aku ajarkan selama seminggu ini? Sebagai seorang prajurit maka tugas kita hanya mengikuti apa yang tuan katakan, bahkan jika tuan mengatakan kalian harus mati disini maka itu artinya kalian harus mati! Apabila ada yang berani menolak maka aku yang akan membunuh kalian! Oleh karena itu, kalau tuan mengatakan maju maka itu artinya tetap maju! Apakah kalian mengerti? Jawab aku, untuk siapa kesetiaan kalian?".
Para awak kapal yang bingung saling menatap, lalu mereka berdiri dan membungkuk ke arah Elos "Tuan, maafkan kebodohan kami yang sudah meragukan keputusan anda!".
Elos yang menatap semua kejadian itu harus mengakui bahwa ketertiban para prajurit ini sangat baik, setidaknya dengan pelatihan Lumina maka mereka bisa dikatakan sebagai prajurit hebat sebab mereka baru berlatih selama 2 minggu, jadi tidak aneh jika mereka sedikit meragukan keputusan Elos.
Elos melambaikan tangannya "Kali ini aku tidak mempermasalahkan kejadian ini, namun tidak ada lagi kesempatan berikutnya! Apakah kalian mengerti?".
"Baik, tuan!", jawab semua orang dengan ketegasan.
"Apabila kalian sudah mengerti maka kembali ke posisi kalian, beritahu seluruh kapal yang ada di sekitar kita untuk maju!", teriak Lumina.
Setelah semua orang kembali bekerja, Lumina duduk kembali "Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?".
Elos menatap ke arah langit gelap dan berkata dengan tegas "Badai ini sama sekali tidak alami, kemungkinan besar badai ini berasal dari kekuatan sihir seseorang. Hal ini menyebabkan tidak ada gunanya bagi kita melarikan diri, badai ini sihir yang bisa mengejar kapal kita selama kita mencoba melarikan diri. Karena kita tidak bisa lagi melarikan diri, maka kita hanya perlu maju".
Riona yang belum berbicara dari tadi mengangguk "Perkataan tuan benar, pilihan kita sekarang hanyalah tetap maju. Masalahnya disini badai ini kemungkinan besar sangatlah kuat, setidaknya semua kapal di sekitar kita bisa tenggelam kecuali kapal legenda dimana kita berada sekarang. Apabila kita tidak menyiapkan tindakan balasan terhadap badai ini secepat mungkin, ribuan pasukan mungkin mati tenggelam akibat badai".
Wajah Elos juga menjadi suram sebab ia tidak bisa memikirkan ide untuk menyelesaikan masalah ini, belum lagi semua kemampuan Elos sama sekali tidak bisa menghentikan badai ini.
"Booooom!".
Suara ledakan terdengar, Elos dan yang lainnya merasakan getaran di seluruh kapal.
"Laporan, barusan ada gelombang cukup besar yang menabrak kapal kita, namun ukuran yang besar dari kapal kita menyebabkan gelombang tersebut tidak memberikan kerusakan apapun. Masalahnya kapal yang ada di samping kita mengalami kerusakan berat akibat gelombang tersebut, jika tidak dibantu maka kapal tersebut kemungkinan besar akan tenggelam bersama ratusan pasukan di sana", kata Arla yang ada di ruangan tersebut.
"Laporan, kapal paling depan mengalami tabrakan gelombang juga! Setengah dari kapal sudah tenggelam, apabila terus seperti ini maka semua orang yang ada di kapal akan ikut mati".
__ADS_1
"Laporan, kapal di bagian--".
"Laporan, ada juga kapal pada bagian--".
Berita laporan tentang kapal yang hampir tenggelam selalu datang kepada Elos, nampaknya ia terlalu meremehkan badai ini.
Meskipun begitu, Elos sama sekali belum bisa memikirkan ide apapun. Bahkan Elos mulai berpikir untuk mengangkat semua kapal memakai pasukan manusia burung, tapi badai terlalu kuat yang membuat pasukan manusia burung sekalipun bisa tenggelam.
"Tuanku, tidak perlu khawatir! Lumina sudah mengatakan sebelumnya bahwa Lumina tidak terkalahkan di perang laut", kata Lumina sangat lembut untuk membuat Elos tidak khawatir lagi.
Lalu Lumina berdiri dari kursinya dan berjalan pergi dari ruangan tersebut, ia akan berdiri di bagian depan kapal ini serta di tengah-tengah badai.
"Laksamana Lumina, jangan pergi dari kapal ini! Kapal ini memang tidak akan tenggelam, tapi selama kau tidak berada di ruangan maka angin serta gelombang dari badai bisa menarik mu ke lautan luas", teriak Arla yang mencoba menghentikan Lumina.
Namun Lumina tetap pergi dari ruangan tersebut, ia berdiri di bagian paling depan kapal.
Tetapi, tidak peduli apakah itu gelombang laut atau angin yang sangat menakutkan maka itu tidak bisa membuat posisi Lumina bergetar, ia masih berdiri di tempatnya dengan tegak.
Lumina yang berada di depan kapal legenda ini mengangkat pedangnya ke arah langit, setelah itu ia berteriak keras di tengah badai yang kuat ini "Datanglah! Invincible Naval Forces".
Di bawah tatapan semua orang, Lumina memakai kemampuan tingkat Half God miliknya.
"Aaaaa!", teriakan perang penuh semangat bergema di seluruh medan perang, walaupun ada suara badai yang kuat tapi dihadapan teriakan perang ini maka suara badai segera dikalahkan.
Perlahan-lahan puluhan kapal perang muncul di sekitar pasukan kapal Elos, berbeda dari kapal lainnya, kapal yang dipanggil oleh Lumina ini bersinar dengan cahaya terang sepenuhnya.
Di atas setiap kapa cahaya ini, ada banyak sekali prajurit yang memakai jaket militer seperti Lumina, mereka mengangkat pedang mereka dan berteriak keras seakan-akan mengikuti gerakan Lumina.
__ADS_1
Tidak hanya kapal cahaya yang tiba-tiba muncul, cahaya dari kemampuan pedang Lumina menutupi semua kapal milik Elos.
Kapal yang sebelumnya hancur dan akan tenggelam, sekarang mulai naik lagi ke atas air. Bahkan cahaya itu melindungi masing-masing kapal, oleh karena itu semua kapal milik pasukan Elos sekarang menjadi sulit untuk dihancurkan.
Elos menatap semua kapal cahaya yang muncul di sekitarnya, jika dijumlahkan maka mungkin ada puluhan ribu pasukan yang dipanggil oleh kekuatan Lumina ini. Meskipun sebagian besar pasukan yang dipanggil hanyalah pasukan cahaya, kemungkinan besar pasukan ini akan menghilang setelah Lumina menutup kembali kemampuannya.
Masih ada badai di sekitar, namun dengan bantuan kemampuan Lumina maka badai sama sekali tidak bisa memberikan kerusakan apapun lagi pada semua kapal Elos.
"Semua pasukan maju! Tunjukkan kekuatan angkatan laut tak terkalahkan!", teriak Lumina.
Para awak kapal cahaya yang dipanggil Lumina ikut berteriak, lalu mereka mulai bekerja menggerakkan kapal. Elos dapat menilai bahwa gerakan para angkatan laut tak terkalahkan milik Lumina ini sangat ahli, setidaknya jauh lebih ahli daripada awak kapal Elos yang baru dilatih selama 7 hari.
Puluhan kapal bersama puluhan kapal cahaya bergerak dengan sangat cepat di tengah badai, semua kapal ini tidak bisa dihentikan hanya oleh badai ini.
...----------------...
"Hahahahaha", Marquis Nate duduk di atas kapalnya dengan penuh kesombongan menatap ke arah lokasi dimana pasukan Elos mengalami badai tersebut "Sihir mu memang sangat kuat, setidaknya setiap orang pasti akan kalah melawan mu di perang laut! Kecuali rank 5 ke atas, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan mu di atas laut!".
"Tuan Marquis, bukan tidak ada orang yang bisa mengalahkan ku namun hanya Elos dan pasukannya ini yang terlalu lemah, jika mereka sedikit kuat maka pertarungan ini bisa menjadi lebih menarik", kata penyihir badai sedikit bangga, bagaimanapun belum ada pasukan kapal perang yang bisa bertahan melawan sihir badai nya, kecuali ada rank 5 ke atas yang melindungi kapal perang tersebut.
Tapi sebelum ia bisa merasa senang lebih lama, seorang pasukan mendekati mereka "Tuan Marquis, puluhan kapal perang mendekati kita, musuh berhasil melewati badai! Tidak, lebih tepatnya jumlah kapal musuh menjadi semakin banyak setelah melewati badai!".
"Apa?", teriak Marquis Nate dan penyihir badai penuh rasa tidak percaya.
Jika musuh hanya melewati badai maka mereka masih bisa menerimanya, tapi jumlah pasukan musuh pasti berkurang.
Namun masalahnya disini, pasukan Elos bertambah setelah melewati badai, darimana Elos bisa mendapatkan pasukan tambahan setelah melewati badai?
__ADS_1
Marquis Nate bersama penyihir badai berdiri diam di tempat, mereka memakai seluruh kecerdasan mereka tapi masih tidak mengerti cara Elos melewati badai serta mendapatkan kapal dan prajurit tambahan tersebut.