AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 180 : LURI


__ADS_3

Perlahan-lahan tornado yang ada di langit mulai menghilang, langit yang tadinya gelap juga kembali menjadi cerah.


Ark yang sibuk melawan Tiamat dan Zamir harus menghentikan gerakannya, ia menatap ke arah tornado itu dengan wajah suram "Apakah Hera kalah? Aku memang tidak bisa menyalahkannya, bagaimanapun ia harus melawan 2 orang yang cukup kuat di waktu yang sama, belum lagi Aruse memiliki kekuatan yang hampir sama dengannya. Mungkin keadaan sudah berubah, meskipun Urmur mati tapi sepertinya aku membuat sosok yang lebih menakutkan daripada Urmur lahir. Fjorten Elos, aku akan mengingat nama ini!".


Tiamat yang ada di depan Ark segera melangkah maju, ia mendengar semua perkataan Ark sehingga Tiamat takut Ark mencoba menyerang Elos. Oleh karena itu, ia menyerang Ark agar tidak memberinya waktu untuk pergi "Lawan mu adalah aku!".


Menghadapi serangan Tiamat, Ark mengangkat tangan yang sudah ditutupi oleh energi kegelapan "Jangan khawatir, aku tidak berencana menyerang tuan mu, setidaknya bukan sekarang! Lagipula pengikut ku mungkin mati saat ini, namun Hera tidak selemah. Ia sudah mengikuti ku cukup lama, jadi tubuh aslinya sudah tidak ada disini".


Ark melompat untuk menghindari gigitan Tiamat, namun 2 kepala yang lain bergegas untuk menelan Ark yang masih melompat di udara.


"Ruang Kosong!", teriak Ark yang membuat kegelapan di tangannya menyebar ke seluruh area di sekitarnya hingga mencapai 2 kepala Tiamat.


Ketika kepala Tiamat mengenai kegelapan tersebut maka kepalanya berhenti bergerak, lebih tepatnya Tiamat merasa tidak bisa mengendalikan 2 kepalanya yang terjebak di Ruang Kosong milik Ark.


"Dengan ini, berakhir sudah, naga bumi!", teriak Ark yang memanfaatkan tubuh Tiamat yang masih berhenti.


Ia menarik pedangnya dan menusuk ke arah Tiamat.


"Tang!".


Suara tabrakan terdengar, saat pedang Ark akan mengenai Tiamat maka sebuah perisai tidak terlihat menghentikannya.


Ark tidak terkejut dengan kemunculan perisai itu, ia hanya melompat mundur sebab tahu bahwa waktunya sudah habis, perisai tidak terlihat yang menghentikan serangannya adalah perisai dimensi milik Zamir.


"Krak!".


Suara retakan terdengar, ruang kosong milik Ark mulai retak secara perlahan-lahan hingga hancur sepenuhnya, kepala Tiamat bisa kembali bergerak lagi.

__ADS_1


"Melawan kalian secara bersamaan benar-benar merepotkan", kata Ark tersenyum pahit, jika melawan mereka sendirian maka Ark yakin bisa menang dengan mudah, namun apabila mereka bekerja sama maka mereka saling menutupi kelemahan masing-masing yang membuat Ark tidak bisa membunuh mereka.


...----------------...


Di sisi lain, Hera menundukkan kepalanya untuk menemukan sebuah pedang sudah menusuk tubuhnya, mungkin lebih tepat bahwa Elos menusuk jantungnya yang pasti sudah membunuhnya.


Ia memuntahkan seteguk darah dan melihat ke arah Elos yang ada di belakangnya "Siapa yang berpikir bahwa aku, Hera yang sudah menjadi dewa sejak lama bisa kalah oleh Tuan Labirin baru sepertimu? Walaupun ini bukan tubuh asliku dan hanya bisa menggunakan paling banyak 70% kekuatan milikku, tapi ini sudah merupakan pencapaian besar untuk pemula sepertimu. Fjorten Elos, aku pasti mengingat namamu dan membalas kejadian hari ini suatu hari nanti".


Elos hanya menatapnya dengan dingin sebelum menarik pedangnya.


Hera memuntahkan seteguk darah lagi, setelah itu tubuhnya jatuh ke tanah, sejak ia terluka fatal maka dirinya tidak bisa terbang lagi.


Sebelum jatuh ke tanah, tubuh Hera berubah menjadi cahaya emas lalu menghilang tanpa jejak.


Aruse yang ada di samping mendekati Elos "Kita berhasil, kita benar-benar mengalahkan seorang dewa yang menduduki peringkat 5 besar di dewa baik".


"Tubuh asli?", tanya Aruse dengan bingung, ia tidak mengerti dengan apa yang Elos katakan.


"Sepertinya Hera ini memiliki kemampuan untuk memindahkan kesadarannya pada tubuh lain, namun ia tidak bisa memakai kekuatan penuhnya di tubuh yang bukan menjadi miliknya", kata Elos "Mungkin saat ini tubuh aslinya sudah terbangun, bagaimanpun tubuh palsu miliknya sudah mati".


...----------------...


Sangat jauh dari medan perang, seorang wanita dengan sayap putih seperti malaikat sedang berbaring di atas tempat tidurnya, berdasarkan wajah yang ia miliki maka ia sangat mirip dengan Hera yang sudah dibunuh oleh Elos.


Wanita itu membuka matanya, ia langsung berdiri dengan sedikit tersenyum "Fjorten Elos, benar-benar pria yang sangat menarik".


"Kau nampaknya terlihat sangat senang, Hera!", wanita malaikat itu sedikit terkejut mendengar suara yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Ia menatap ke sisi kanan tempat tidurnya untuk menemukan seorang wanita elf dengan rambut emas panjang, di samping wanita itu terdapat sebuah tongkat sihir dengan tulisan Glory berwarna emas serta perak.


Melihat wanita itu, mata Hera bersinar penuh rasa hormat, bahkan dari tatapan Hera maka ia lebih menghormati wanita ini daripada Ark "Nona Luri, anda sudah kembali?".


Wanita Elf bernama Luri itu sedikit mengangguk "Aku mencari 7 anak yang pernah dikutuk oleh Ark, anak-anak itu merupakan anak paling berbakat dari setiap ras sehingga apabila aku bisa mendapatkan kesetiaan mereka maka aku bisa mendapatkan kaki tangan yang sangat baik. Tapi siapa yang berpikir bahwa ada orang yang bergerak lebih cepat dariku, Tuan Labirin paling baru sudah menerima mereka menjadi prajurit khusus miliknya, aku terlambat selangkah. Namun hal itu tidak penting, aku penasaran kenapa kau terlihat sangat senang, apakah kau sudah menemukan pria yang tepat untuk menjadi pasanganmu?".


Mendengar pertanyaan Luri, Hera memutar matanya "Nona Luri pasti bercanda, tidak ada seorangpun pria di dunia ini yang bisa membuatku tertarik, bahkan Ark sekalipun. Tapi aku menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan di perang kali ini".


"Mengejutkan? Tunggu, bukankah hari ini adalah hari kalian berencana membunuh Urmur? Lalu apa yang mengejutkan? Apakah ada yang berhasil menggagalkan rencana kalian?".


Hera menggelengkan kepalanya "Tidak ada, Urmur berhasil terbunuh, namun ada sesuatu yang menarik yaitu Tuan Labirin baru itu yang memiliki kekuatan kehidupan dan kematian, sekarang ia mendapatkan kekuatan langit milik Urmur. Nona Luri, menurutmu seberapa kuatnya anak itu yang memiliki kekuatan kematian, kehidupan dan langit di masa depan? Aku yakin, selama ia diberi cukup waktu maka monster yang lebih menakutkan daripada Urmur ditakdirkan muncul! Kami membuat rencana ini untuk membunuh Urmur, namun tidak ada yang berpikir bahwa rencana ini membuat sosok yang lebih menakutkan daripada Urmur lahir".


"Kekuatan kematian, kehidupan dan langit? Siapa sebenarnya Tuan Labirin baru ini, ia bahkan mendapatkan kesetiaan 7 orang yang dikutuk itu! Siapa namanya?", tanya Luri tertarik.


"Fjorten Elos, itu nama Tuan Labirin baru tersebut", jawab Hera.


Senyum di wajah Luri membeku, lalu senyuman kembali muncul di wajahnya "Orang itu masih tidak berubah, ia memberikan nama yang sangat buruk untuk anaknya, bahkan ia memberikan anaknya nama sesuai angka, benar-benar gila! Apakah ia menganggap anaknya seperti sebuah mesin dengan angka yang berbeda?".


Hera bingung terhadap perkataan Luri "Nona Luri, apakah ada masalah? Siapa yang sedang anda bicarakan?".


Luri berdiri dari kursinya dan melambaikan tangannya "Tidak ada, kau bisa kembali beristirahat dulu, bagaimanapun kau baru kehilangan tubuh palsu yang pasti memberikan tubuh aslimu sedikit luka. Aku akan pergi dulu, masih ada yang harus dilakukan".


Luri pergi dari ruangan itu sambil membawa tongkat sihirnya, ketika sudah berjalan cukup jauh maka ia sedikit tersenyum lagi "Apakah aku harus memberitahu Tuan Ark bahwa Elos ini adalah Elos yang asli yang sudah ia tunggu-tunggu untuk dibunuh?".


Setelah memikirkannya selama beberapa saat, Luri menggelengkan kepalanya "Lebih baik tidak memberitahu Tuan Ark, lagipula jika ia tahu maka ia akan memburu Elos ini sampai mati agar Elos tidak memiliki waktu untuk berkembang lebih lama lagi. Locke, anggap ini adalah bayaran atas hutangku selama ini, lagipula kau sudah membantuku menyelesaikan buku Akhir dari Glory".


Lalu Luri berjalan pergi dari tempat itu, tidak ada yang mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh wanita ini, bahkan Ark yang merupakan tuannya sekalipun tidak pernah bisa mengerti terhadap apa yang dipikirkan oleh Luri.

__ADS_1


__ADS_2