AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 97 : MENYERBU PARA PENYELUNDUP


__ADS_3

Bare saat ini sedang berdiri di depan 100 prajurit yang berbaris dengan tertib, sedangkan 100 prajurit lainnya bertugas untuk mengepung Penginapan Grol ini agar tidak ada seorangpun penyelundup yang berhasil melarikan diri.


Wajah Bare sekarang sudah sangat tegas, bagaimanapun ini merupakan tugas yang diberikan dari Elos. Oleh karena itu, Bare tidak boleh gagal.


"Dengar ini baik-baik, setelah ini kita akan langsung menyerbu penginapan ini, tidak peduli siapapun yang ada di sana, selama mereka mengangkat senjata mereka dan bukan budak maka mereka harus mati! Hukum kerajaan tidak boleh dilanggar, sebagai prajurit maka tugas kita untuk menegakkan aturan tersebut!", teriak Bare penuh ketegasan di depan para prajuritnya ini.


Elos hanya mengizinkan Bare untuk membawa 200 prajurit, jadi Bare membawa semua prajurit terbaik di bawah tangannya, mereka adalah pasukan elit Bare.


"Siap, jendral!", teriak 100 prajurit yang sudah memegang senjata mereka, selama Bare memberikan izin maka mereka akan langsung menyerbu tanpa keraguan sedikitpun.


"Kalau begitu tidak perlu membuang waktu lagi", Bare menarik pedangnya dan menunjuk ke arah Penginapan Grol "Serang! Jangan biarkan seorang penjahat pun melarikan diri!".


"Serang!", teriak para prajurit di bawah pimpinan Bare.


Bare berdiri di barisan paling depan dan 100 prajurit mengikutinya juga, ketika tiba di depan pintu penginapan nama Bare mengangkat kakinya serta menendang pintu penginapan tersebut memakai banyak kekuatan miliknya.


"Brak!".


Pintu penginapan yang berukuran sangat besar dan berat tersebut segera terbang di bawah tendagan Bare, saat pintu sudah terbuka maka 100 pasukan yang sudah menunggu di belakang bergegas menuju penginapan tersebut.


Bare yang memimpin pasukan menemukan puluhan orang yang sudah mengepung mereka, nampaknya para penjahat ini sudah bersiap sejak mengetahui bahwa penginapan milik mereka sudah dikepung.


"Serang!", teriak pemimpin musuh yang memiliki tinggi sekitar 2 meter dan wajah yang ganas.


Puluhan orang di belakang pemimpin penjahat itu berlari menuju ke arah pasukan Bare, berdasarkan gerakan mereka maka Bare tahu bahwa pasukan ini sudah dilatih cukup baik. Lebih tepatnya mereka masih berani bertarung melawan pasukan Bare tanpa rasa takut, walaupun sudah tahu akan kalah.


Melihat bahwa lobi penginapan ini sangat besar sehingga mereka bisa bertarung tanpa terganggu oleh tembok, karena ada ruang yang cukup luas untuk bertarung maka Bare melempar pedang di tangannya dan mengambil tombak miliknya.

__ADS_1


"Aaaaa!", Bare mengayunkan tombak di tangannya, 5 orang pasukan musuh yang ada di barisan depan langsung terbang sejauh puluhan meter sebelum menabrak tembok akibat tebasan tombak Bare, meskipun mereka masih hidup sekalipun maka mereka pasti tidak bisa bertarung lagi sebab semua tulang di tubuh mereka sudah patah.


Tanpa membuang waktu lagi, Bare mengayunkan tombaknya tanpa henti. Tidak peduli siapa yang ada di depannya, setelah tombak Bare mengenai mereka maka orang tersebut pasti terlempar jauh.


"Tang!".


Ketika Bare sudah menjatuhkan puluhan orang, pemimpin musuh akhirnya bergerak.


Ia menarik pedangnya dan menebas ke arah Bare, melihat gerakan tersebut maka Bare juga menusuk tombaknya menuju pedang musuh yang membuat 2 senjata itu saling bertabrakan.


Pemimpin musuh yang awalnya berpikir bahwa ia bisa mengalahkan Bare merasa terkejut sebab ia menyadari bahwa dirinya bukan lawan Bare, kekuatan Bare jauh lebih kuat darinya.


Pemimpin musuh mundur sejauh 7 langkah akibat tabrakan tombak Bare, tangannya sudah memiliki sebuah luka goresan yang cukup besar.


Bare menatap pemimpin musuh dengan senyum mengejek "Kau pikir dengan kekuatan tingkat 7 maka kau sudah bisa melawan tuanku? Terlalu bodoh! Bahkan prajurit terkuat di bawah tuan sama sekali tidak perlu bergerak, aku sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan mu!".


Pemimpin musuh sama sekali tidak bisa melihat gerakan tombak tersebut karena tombak itu terlalu cepat, saat ia menyadarinya maka tombak Bare sudah ada di depan wajahnya.


"Stab!".


Kepala pemimpin musuh segera tertusuk oleh tombak tersebut, tidak ada lagi kemungkinan baginya untuk hidup.


Bare menatap ke arah sekitar untuk mengetahui bahwa pertarungan hampir selesai, semua prajurit miliknya sudah membersihkan semua pasukan musuh.


Wakil Bare mengambil pedang yang dilemparkan oleh Bare, lalu ia membawa pedang tersebut menuju Bare penuh rasa hormat "Jendral Bare, anda memang sangat kuat! Tidak aneh jika tuan Elos menunjuk anda sebagai jendral, aku mungkin perlu puluhan tahun sebelum bisa menjadi sekuat anda atau mungkin sampai mati sekalipun maka aku tidak bisa sekuat anda. Lagipula aku tidak terlalu ahli bertarung".


Melihat pria muda yang ada di depannya ini, Bare mengangguk dan mengambil kembali pedangnya "Berlatih lebih keras, kau pasti bisa menjadi sekuat diriku selama kau berusaha. Apalagi aku bukanlah yang terkuat, Laksamana Lumina dan Nona Kronev di samping tuan puluhan hingga ratusan kali lebih kuat daripada diriku, aku bukanlah lawan mereka".

__ADS_1


Bare mengangkat pedangnya lagi dan berteriak ke arah seluruh prajurit yang selesai bertarung "Semua yang terluka segera mundur untuk di rawat, sedangkan mereka yang terluka ringan atau tidak terluka maka menyebar menjadi kelompok 20 orang! Pergi ke arah yang berbeda-beda di penginapan ini dan temukan semua budak ataupun musuh yang ada!".


"Siap, jendral!", teriak para prajurit yang sedang membersihkan darah di zirah mereka, sebagian besar darah ini berasal dari musuh mereka.


Tidak lama kemudian, 100 pasukan itu terbagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20 orang, mereka semua menyebar ke seluruh penginapan melalui jalan yang berbeda-beda.


Bare yang menunggu di lobi penginapan bisa mendengar suara pertarungan dari seluruh penginapan ini, sepertinya masih ada beberapa musuh yang belum mati atau bersembunyi.


Setelah 3 jam, seluruh ruangan Penginapan Grol sudah selesai di datangi para prajurit. Mereka menemukan banyak budak ataupun musuh yang sedang bersembunyi, oleh karena itu para prajurit membunuh musuh dan membawa budak kembali.


Wakil kapten yang mencatat semua hasil perang ini bergegas melapor menuju Bare "Jendral, gawat!".


"Ada apa?", tanya Bare dengan wajah suram, lagipula ia tidak boleh gagal menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Elos.


"Jendral, menurut laporan yang kami terima bahwa kita hanya mendapatkan 900 budak, padahal seharusnya ada 100 budak lagi yang masih belum ditemukan!", teriak wakil tersebut.


"Apa?", Bare yang sedang duduk di kursinya langsung berdiri, ia berteriak ke arah para prajurit "Pergi! Cari 100 budak lagi, walaupun harus menghancurkan Penginapan Grol maka kalian harus menemukan mereka! Kemungkinan besar ada ruangan tersembunyi di sekitar penginapan ini!".


"Jendral, aku rasa hal itu tidak perlu dilakukan", kata wakil yang menghentikan keputusan Bare.


"Kenapa? Jika tuan tahu bahwa aku gagal menangkap 100 budak lagi maka tuan pasti kecewa, kita harus menemukannya!", teriak Bare tanpa keraguan sedikitpun.


Wakil Bare sedikit ragu-ragu sebelum melaporkan "Jendral, sebenarnya menurut informasi yang aku dapatkan dari para penduduk. Puluhan kereta baru pergi dari Penginapan Grol tepat 10 menit sebelum kita datang, mereka pergi seakan-akan tahu bahwa kita akan menyerbu mereka".


Wajah Bare berubah, ia segera pergi dari Penginapan Grol secepat mungkin.


"Jendral, anda akan pergi kemana? Tidak ada gunanya lagi mengejar para pedagang yang melarikan diri, mereka sudah pergi berjam-jam yang lalu sehingga tidak mungkin lagi untuk mengejar mereka", teriak wakil Bare itu mengingatkan.

__ADS_1


"Aku tahu!", kata Bare yang masih terus berjalan menuju istana Elos "Meskipun aku tidak bisa mengejar mereka lagi, kejadian ini harus diberitahu kepada tuan secepat mungkin agar para pengkhianat tidak terus bergerak di Kerajaan Manusia Hewan!".


__ADS_2