
Baik itu Tersin ataupun Letta dapat merasakan bahwa sosok Elos di depan mereka ini sudah sangat berubah, bukan hanya kekuatan dan aura miliknya melainkan Elos terlihat seperti orang yang berbeda.
Tersin berusaha menarik pedangnya yang terjebak di tangan Elos, tapi tidak peduli seberapa keras ia mencoba maka pedang itu tidak bisa lepas dari tangan Elos.
Hal ini membuat Tersin berkata dengan tidak percaya "Apakah kau masih Elos? Bagaimana mungkin kekuatanmu bisa berubah dengan sangat cepat?".
Elos yang sudah kehilangan kesadarannya tidak langsung menjawab Tersin melainkan bertanya balik "Menurutku, aku ini siapa?".
"Brak!".
Sebelum Tersin bisa menjawab apapun, tinju Elos memukul perutnya dengan keras. Pada tinju Elos ini terdapat kekuatan Ruler of Death yang sangat menakutkan, lalu kekuatan kematian itu mengalir ke seluruh tubuh Tersin.
Tersin memuntahkan seteguk darah, tidak lama kemudian tubuhnya terbang sejauh puluhan meter sebelum menabrak tembok ruangan ini dengan keras.
"Booooom!".
Tembok di belakang Tersin segera mengalami banyak retakan akibat tabrakan itu, bahkan Tersin merasa seluruh tulangnya patah akibat pukulan Elos ini.
Tinju ini tidak hanya mempengaruhi Tersin melainkan seluruh labirin, akibat tabrakan tadi maka seluruh labirin bergetar dengan hebat.
Tersin jatuh duduk dengan lemah di tanah, ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya hingga kesulitan untuk bergerak sekalipun.
Elos tidak peduli terhadap Tersin, ia hanya menatap tangan tulang miliknya sambil berkata dengan suara suram "Siapa yang berpikir bahwa memakai tubuh ini cukup sulit untuk mengendalikan kekuatan kematian milikku, jika aku tidak memakai tubuh ini maka anak itu pasti sudah mati melalui pukulan tadi. Tunggu, apakah mungkin aku gagal membunuhnya karena kau mencoba menghalangiku, Ruler of Life".
Tiba-tiba suara Elos berubah menjadi lembut "Jangan berbicara sembarangan, kenapa aku harus repot-repot mengganggumu? Itu semua terjadi sebab kau lemah, jangan salahkan aku untuk kelemahan dirimu".
__ADS_1
Suara Elos kembali menjadi suram lagi "Lemah! Apabila aku lemah maka kau jauh lebih lemah lagi!".
Letta yang ada di samping Elos sangat bingung sebab ia melihat Elos sedang berbicara dengan dirinya sendiri, tapi apa yang membuat Letta paling aneh yaitu suara Elos yang selalu berubah-ubah seakan ada 2 orang yang sedang berbicara.
"Aku rasa aku terlalu banyak berpikir", kata Elos dengan suara suram "Jika anak itu tidak mati dengan 1 pukulan maka aku hanya perlu membunuhnya dengan 2 pukulan".
Setelah itu Elos berjalan menuju Tersin yang duduk dengan lemah di tanah, Tersin tentunya juga melihat Elos yang mendekati dirinya, tapi Tersin sama sekali tidak panik.
Ia menatap Elos sambil berkata dengan marah "Sebenarnya siapa kau ini? Tidak mungkin Elos memiliki kekuatan seperti ini!".
"Siapa aku?", kata Elos yang sudah berdiri di depan Tersin, setelah itu ia memegang kepala Tersin untuk mengangkatnya dari posisi duduk "Nak, kekuatanmu tidak cukup kuat untuk mengetahui siapa diriku, setidaknya kau harus berlatih selama 1000 tahun lagi untuk bisa melawanku!".
Elos mengangkat Tersin yang ia pegang di kepalanya, lalu Elos melemparkan Tersin sejauh ratusan meter sebelum menabrak tembok dengan keras lagi.
"Booooom!".
Di mata Letta sekarang mungkin Elos masih seperti Elos, namun berbeda di mata Tersin.
Menurut mata Tersin sekarang, ia melihat Elos seperti sedang melihat seekor monster yang sangat menakutkan.
Di sisi kiri Elos merupakan kekuatan kematian yang bisa membuat siapapun merasa ketakutan sedangkan di sisi kanan adalah kekuatan kehidupan yang membuat siapapun merasa bersemangat, tapi tidak peduli apakah itu kematian atau kehidupan maka semuanya memberikan tekanan yang sangat kuat. Bahkan aura milik Tersin di tekan oleh 2 aura Elos tersebut hingga tidak bisa bergerak.
Elos berjalan perlahan-lahan lagi menuju Tersin sambil berkata dengan suram "Nak, kenapa kau sangat keras kepala? Aku beritahu kau untuk menyerah lalu mati, jangan membuang-buang lebih banyak waktu lagi!".
Mendengar hal itu, Tersin meledak marah.
__ADS_1
Baik itu Urmur ataupun Ark selalu meremehkan dirinya, pada akhirnya Urmur berakhir di tangannya yang memberikan Tersin rasa kebanggan. Sekarang ia hanya perlu membunuh Ark, dengan itu maka tidak ada lagi seorangpun yang meremehkannya.
Namun sekarang seorang anak baru seperti Elos berani meremehkannya, walaupun ia tahu orang di depannya ini bukan Elos namun Tersin masih tidak bisa menerima bahwa dirinya diremehkan.
Tersin mulai mencoba berdiri dar tanah lagi, meskipun darah terus jatuh dari seluruh tubuhnya tapi Tersin masih memiliki senyuman di wajahnya "Semua orang sejak dulu selalu meremehkan ku, menganggap aku sebagai orang yang lemah! Aku yang tidak sekuat ayahku! Bahkan aku tidak bisa memiliki kekuatan Tuan Labirin! Semua orang meremehkan ku! Tetapi aku tidak sama lagi dari diriku yang dulu, sekarang aku sudah lebih kuat daripada Urmur itu hingga bisa mengalahkannya, aku Tersin tidak akan membiarkan siapapun meremehkan ku lagi!".
Tersin mengulurkan 2 tangannya ke depan, ia menatap Elos dengan mata dingin "Berbanggalah, aku belum pernah memakai kemampuan ini untuk melawan siapapun sebab aku menyimpannya sebagai senjata rahasia untuk membunuh Ark, tapi kau tidak memberiku pilihan lain sehingga aku harus memakainya sekarang! Kau bisa merasa bangga, ini adalah kekuatan terkuat di dunia! Bahkan untuk menggunakannya, aku harus membakar hidupku selama 50 tahun, namun aku tidak keberatan! Untuk bisa membunuh orang sepertimu, umur 50 tahun hanya masalah kecil!".
Melihat gerakan Tersin, Elos yang dikendalikan menghentikan langkahnya.
Elos memegang wajahnya sambil berkata dengan tertarik "Siapa yang berpikir bahwa anak lemah sepertimu masih memiliki senjata rahasia seperti itu, cukup hebat untuk ukuran seekor semut! Berdasarkan ingatan Elos, kau adalah anak dari Tuan Labirin terkuat, walaupun tidak sekuat ayahmu pada usia mudanya tapi setidaknya kau tidak selemah itu".
Mendengar bahwa Elos masih meremehkannya hingga berkata dirinya bukan lawan Urmur pada usia puncaknya, Tersin menjadi semakin marah.
Petir terus berkumpul di tangannya, bahkan awan gelap saat ini sedang berkumpul di atas langit labirin ini.
Elos tidak mencoba menghentikan gerakan Tersin ini, Elos hanya berdiri diam di tempat untuk menunggu serangan itu seakan-akan sedang menemukan sesuatu yang menarik.
Tersin membuka matanya, petir yang sudah berkumpul di tangannya hampir meledak akibat jumlah yang terlalu banyak, jadi Tersin langsung melempar petir itu menuju Elos yang berdiri diam di tempat "Gyldent Lyn".
Petir yang sudah berkumpul di tangan Tersin berubah menjadi berwarna emas sebelum menembak ke arah Elos, ledakan yang sangat keras segera terjadi.
Bahkan Tersin yang memakai kemampuan itu harus mundur sejauh beberapa meter akibat ledakan petir tersebut.
Petir berwarna emas yang sangat kuat itu bergegas dengan cepat menuju Elos, tapi Elos masih berdiri diam di tempatnya tanpa memakai pertahanan apapun untuk menghentikan petir emas ini yang menunjukkan bahwa Elos masih meremehkan serangan petir dari Tersin ini.
__ADS_1