AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 161 : TEMPAT TINGGAL


__ADS_3

Melihat kematian Huma, Yirel sama sekali tidak terkejut, lebih tepatnya ia sudah pernah mendengar tentang seberapa menakutkannya kekuatan yang dimiliki oleh 3 orang Daran ini.


Menurut dewa yang ia ikuti, di antara seluruh kekuatan rank 1 terkuat di dunia saat ini maka Daran berada di antara posisi 3 besar, selain itu Daran juga sudah sangat dekat dari posisi dewa.


Masalahnya Daran mendapatkan kekuatan itu tanpa bantuan dewa manapun, ia memang membantu raja Kerajaan Sanctus untuk menjadi 3 kerajaan terbesar milik manusia, namun ia tidak pernah setia kepada sang raja. Mungkin bisa dikatakan bahwa mereka berteman, oleh karena itu Daran memutuskan untuk membantunya, sebagai ganti bantuan Daran maka Raja Sanctus V memutuskan untuk memberikan banyak harta serta kehormatan kepada 3 orang Daran di istana miliknya.


Baru-baru ini hubungan Daran dengan Raja Sanctus V memburuk karena sang raja takut Daran mengambil kekuasaannya sebab para penduduk kerajaan lebih menghormati Daran daripada dirinya.


Bukan hanya Raja Sanctus V yang takut, beberapa dewa utama kebaikan juga berpikir bahwa Daran merupakan sosok yang paling tidak bisa mereka kendalikan, jadi para dewa memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Daran secara diam-diam.


Para dewa kebaikan tidak boleh turun tangan langsung pada hal ini, jika tidak maka dewa jahat mungkin memanfaatkan masalah ini untuk menganggu kesetiaan jendral rank 1 dan 2 yang setia kepada para dewa agar berpindah kesetiaan sebab para dewa kebaikan membunuh seorang jendral rank 1 tanpa alasan.


Setelah berpikir sebentar, mereka memutuskan untuk menjebak Daran.


Orang yang ikut serta pada pembunuhan ini serta ditunjuk para dewa kebaikan yaitu Huma, Yirel, dan Raja Sanctus V yang sudah khawatir terhadap posisi Daran.


Huma dan Yirel yang bekerja sama sekalipun tidak bisa membunuh Daran, apalagi ia diikuti oleh 2 pengikut rank 1.


Hal ini membuat mereka memutuskan untuk memakai Raja Sanctus V yang memisahkan Daran dari 2 rekannya lalu meracuni Daran dengan cara mengajaknya ke pesta makan antara pemimpin Kerajaan Sanctus dengan Kerajaan Cahaya.


Racun kuat sekalipun sangat sulit membunuh Daran, oleh karena itu racun tersebut hanya bisa membuat Daran menjadi lemah selama beberapa saat.

__ADS_1


Walaupun begitu, Yirel dan Huma yang bekerja sama sudah cukup untuk membunuh Daran.


Ketika Daran sudah melemah dan terluka berat, semua orang sudah berpikir bahwa Daran pasti mati. Tapi siapa yang pernah berpikir bahwa Daran berhasil melarikan diri, mereka tidak tahu pasti kemana Daran melarikan diri, tapi yang pasti Daran pergi ke Provinsi Portus Aureus.


Di sanalah ia bertemu dengan Elos secara kebetulan saat hampir mati, lalu perwakilan Kerajaan Cahaya yang mencoba mencari Daran hingga menemui Elos.


Yirel yang tahu bahwa keadaannya tidak baik memutuskan untuk berbalik dan melarikan diri, apabila ia 1 lawan 1 dengan Daran maka dirinya pasti kalah. Belum lagi Daran disini bersama Frida, Letias, dan Letta, tidak ada kesempatan baginya untuk menang kecuali melarikan diri.


Sebelum Yirel bisa pergi jauh, sebuah tongkat sihir jatuh di pundaknya dan suara dingin Letta terdengar dari belakang "Apakah kau tidak tahu bahwa di tengah pertarungan, tidak baik untuk mengalihkan perhatian dari lawan mu sebab itu bisa berarti kematian!".


Wajah Yirel berubah sebab ia bisa merasakan aura sihir yang sangat kuat dari tongkat Letta, sekarang perlindungan Elos sudah tidak perlu diragukan lagi dengan keberadaan Daran, jadi Letta tidak perlu menahan diri lagi untuk melawan Yirel.


"Crushing Dimension", sebelum Yirel bisa berbalik sepenuhnya maka seluruh dimensi di sekitarnya mulai retak.


"Tidak! Aku, Yirel seorang jendral tingkat 1 tidak bisa mati di tempat ini, aku seharusnya menjadi bagian dari dewa--", Yirel tidak bisa menyelesaikan kata-katanya sebab dirinya sudah terserap oleh lubang dimensi tersebut yang akhirnya kembali menutup.


Setelah Yirel berhasil di serap lubang dimensi, Letta menghapus keringat yang jatuh dari wajahnya. Bagaimanapun memakai kemampuan ini menghabiskan banyak tenaga milik Letta, ia perlu beristirahat selama beberapa saat agar kekuatannya kembali. Meskipun begitu, kemungkinan Yirel masih hidup sekarang hampir tidak ada, saat seseorang terlempar ke retakan dimensi maka tekanan di sana akan menghancurkan tubuh orang tersebut. Kecuali para dewa, makhluk hidup yang berada di tengah retakan dimensi pasti mati.


Daran yang mengamati kemampuan Letta tidak bisa untuk tidak berkata penuh penghargaan "Sihir yang sangat menakutkan, prajurit khusus milik Tuan Labirin Urmur memang tidak pernah mengecewakan. Padahal kau adalah prajurit khusus yang paling lemah, tapi kekuatanmu sudah sebesar ini. Aku sangat penasaran, jadi seberapa menakutkannya kekuatan Hergaf yang mendapatkan posisi 3 besar di antara prajurit khusus Tuan Labirin Urmur".


Letta yang sedang menghapus keringatnya dan berjalan menuju Elos tersenyum sopan "Tuan Daran terlalu melebih-lebihkan kekuatan milikku, jika dibandingkan Tuan Daran maka aku pasti mati hanya dengan 5 tebasan pedang dari Tuan Daran! Aku tidak bermaksud meremehkan Tuan Daran, apabila Tuan Daran yang sekarang melawan Nona Hergaf maka itu sama seperti semut yang mencoba melawan dewa, tidak ada kesempatan untuk menang".

__ADS_1


"Kau benar, nampaknya aku masih harus banyak belajar", kata Daran sambil tersenyum, ia tidak marah karena Letta menganggapnya sebagai semut di depan Hergaf.


Elos yang ada di samping Daran dari tadi bertanya "Daran, apa yang akan kau lakukan sekarang? Aku yakin kau tidak bisa kembali lagi ke kerajaan milikmu setelah kejadian ini, kalau tidak salah nama kerajaan milikmu itu Kerajaan Sanctus bukan?".


Mendengar pertanyaan Elos, Daran tersenyum pahit "Itu bukan kerajaan ku, aku hanya pernah tinggal di sana selama bertahun-tahun, lebih tepatnya sejak temanku sudah berubah maka aku tidak pernah kembali ke sana lagi. Meskipun begitu, aku selalu pergi ke berbagai kerajaan lain untuk melihat-lihat, bahkan aku datang kesini untuk mencoba melawan Tuan Labirin. Bagaimanapun aku sudah sangat dekat dari kekuatan dewa, aku hanya membutuhkan 1 dorongan lagi untuk berdiri di barisan para dewa. Masalahnya 1 dorongan ini sangat sulit, mungkin aku tidak bisa mencapainya selama puluhan hingga ratusan tahun".


"Apa yang paling penting sekarang adalah mencari tempat tinggal, sejak aku melawan para dewa maka aku sudah tidak memiliki tempat lagi, kecuali aku siap di kejar-kejar tanpa henti oleh pengikut para dewa. Aku mungkin harus pergi ke sudut dunia, atau berjalan-jalan di wilayah yang bukan milik para dewa".


"Bagaimana jika tinggal di tempatku?", kata Elos "Bagaimanapun kau sudah melindungi ku kali ini, oleh karena itu memberikan tempat tinggal kepadamu hanya masalah kecil. Kau bisa berada di wilayah ku sampai menemukan tempat tinggal mu yang sebenarnya, aku juga tidak keberatan jika kau akan terus tinggal di wilayah ku selama kau mengikuti peraturan yang sudah ada".


Senyum di wajah Daran menghilang, ia menatap Elos dengan tajam "Apakah Tuan Elos tidak takut?".


"Kenapa harus takut?", tanya Elos dengan bingung.


"Keberadaan rank 1 yang tidak setia kepada tuan tinggal di dekat Tuan Elos, aku mungkin bisa membunuh Tuan Elos sewaktu-waktu", kata Daran.


"Di dunia ini, bukan hanya dirimu yang tahu berterima kasih, aku juga tahu berterima kasih", kata Elos mengulangi perkataan Daran sebelumnya.


Daran masih ragu "Namun terlalu berisiko untuk--".


Sebelum Daran bisa menyelesaikan perkataannya, Elos menepuk pundak Daran dan berkata "Baiklah, aku tidak menerima penolakan lagi, kau harus pergi ke wilayah ku untuk tinggal sementara waktu! Setelah kita kembali nanti, aku akan membawamu untuk memakan makanan terbaik di kota sebagai rasa terima kasih sudah melindungi ku dari kematian hari ini".

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Daran lagi, Elos berbalik dan kembali untuk memeriksa apakah Riona dan Kronev memiliki luka, Elos langsung pergi juga agar Daran tidak memberikan penolakan lagi.


Melihat Elos yang pergi tanpa menerima penolakan, Daran hanya bisa tersenyum tanpa bisa mengatakan apapun lagi, jika ia terus menolak maka itu sama dengan ia meremehkan rasa terima kasih Elos sehingga ia hanya bisa menerimanya.


__ADS_2