
"Booooom!".
Ledakan yang keras terjadi ketika petir emas itu menabrak Elos, lalu tidak berhenti sampai di situ, petir emas tersebut terus bergegas maju hingga membentuk sebuah lubang besar di tembok labirin.
"Tuan!", teriak Letta dengan panik, ia membuka matanya penuh rasa tidak percaya sebab ia menemukan bahwa setengah dari tengkorak Elos hancur akibat serangan tersebut.
Petir emas Tersin barusan menghancurkan setengah tengkorak Elos, walaupun ia memiliki The Strongest Bone sekalipun tapi masih tidak bisa bertahan dari serangan terkuat Tersin yang mengorbankan umurnya.
Dengan hilangnya setengah tengkorak, wajah Elos menjadi kosong. Bagaimanapun mayat hidup sekalipun pasti mati selama tengkorak mereka terluka berat, apalagi Elos sudah kehilangan setengah dari tengkorak yang pasti tidak bisa bertahan hidup lagi.
Di sisi lain, Tersin juga sangat terkejut menemukan bahwa dirinya menang. Lagipula Elos terlihat sangat percaya diri barusan, tapi pada akhirnya Elos langsung mati hanya dengan sekali serangan terkuat miliknya.
Tersin kembali sadar dengan cepat lalu ia tertawa dengan keras "Hahahahaha, bukankah kau sangat sombong barusan? Kau bersikap seakan-akan aku bukan lawan mu, bahkan kau menganggap remeh kemampuan milikku! Lihat dirimu sekarang, kau mati dengan mudah hanya dengan serangan barusan! Meskipun aku memakai 50 tahun hidupku, aku bisa hidup selama ribuan tahun tanpa masalah sehingga kehilangan 50 tahun untuk membunuh monster sepertimu adalah harga yang tepat! Ini adalah harga yang harus dibayar bagi siapapun yang berani meremehkan, baik itu Urmur dan kau sudah membayar harganya, berikutnya adalah Ark!".
Ketika Tersin terus tertawa senang, sebuah suara dingin terdengar yang membuat seluruh tubuh Tersin membeku "Apa yang sedang kau tertawa kan?"
Tersin menatap ke arah Elos yang sudah kehilangan setengah tengkoraknya penuh rasa tidak percaya, saat ini kepala Elos kembali bergerak dan menatap Tersin dengan dingin "Aku rasa ini masih terlalu cepat bagimu untuk mengakui kemenangan mu bukan? Hanya dengan menghilangkan setengah dari tengkorak milikku, bukan berarti aku sudah kalah".
Di bawah tatapan tidak percaya Tersin dan Letta, setengah tengkorak Elos perlahan-lahan pulih kembali dengan bantuan cahaya putih yang merupakan kekuatan Ruler of Life.
Tulang pada tengkorak mulai tumbuh hingga membentuk kembali tengkorak Elos sepenuhnya, tidak ada sedikitpun jejak luka akibat petir barusan seakan-akan tidak ada yang terjadi.
__ADS_1
Tersin merasa tidak bisa menerima semua itu, lagipula semuanya pasti mati ketika setengah dari tengkorak mereka hilang, ia tidak bisa mengerti kenapa Elos masih bisa bertahan hidup.
Seluruh tubuh Tersin gemetar ketakutan, jika itu sebelumnya maka Tersin hanya mereka bahwa Elos kuat, namun sekarang Tersin merasa bahwa Elos tidak bisa ia kalahkan.
Tersin membuka mulutnya yang terus gemetar "Siapa sebenarnya kau? Apakah kau tidak bisa mati? Makhluk apa kau sebenarnya ini?".
"Harus berapa kali aku katakan?", jawab Elos yang sudah muncul di depan Tersin, pada mata kiri Elos terdapat kegelapan yang membuat seseorang seperti sedang melihat jurang sedangkan di mata kanan Elos terdapat cahaya yang sangat terang seakan-akan bisa membakar semua yang dilihatnya "Kau terlalu lemah untuk mengetahui siapa aku!".
"Stab!".
Sebelum Tersin bisa menyadarinya, ia merasakan rasa sakit yang sangat kuat dari tubuhnya.
Tersin sedikit menunduk untuk menemukan bahwa tangan Elos sudah menusuk jantungnya, bahkan ada aliran Ruler of Death yang memperburuk luka itu.
Melihat Tersin yang melemah dengan cepat di tangannya, Elos berkata dengan tidak peduli "Bukankah kau memakai cara seperti ini untuk mengalahkan Tuan Labirin bernama Urmur itu? Aku memang tidak memiliki hubungan dengan Urmur, tapi Elos sangat menghormati Urmur. Oleh karena itu, aku hanya melalukan nya sesuai ingatan Elos".
Setelah itu, Elos menarik tangannya dari tubuh Tersin, bersamaan dengan lepas tangan Elos maka tubuh Tersin jatuh dengan lemah ke tanah.
Tersin yang berbaring di tanah melihat bagian belakang tubuh Elos sebelum kematiannya, ia bergumam "Padahal aku sudah memperingatkan anak itu bahwa kematian dan kehidupan tidak seharusnya bergabung, tapi sekarang sudah terlambat, seekor monster sudah terbentuk akibat terlambat bergerak. Siapa yang berpikir pada akhirnya aku Tersin berakhir melawan musuh yang bahkan aku tidak kenal--".
Tidak lama kemudian Tersin menutup matanya, ia sudah kehilangan hidupnya.
__ADS_1
Tersin yang merupakan pemimpin dewa jahat dan berhasil membunuh Urmur, hari ini ia juga mati di Labirin Racun milik Fran oleh Fjorten Elos.
Tersin membunuh Urmur, lalu Urmur mewariskan kekuatannya pada Elos, sekarang Elos yang mengalahkan Tersin.
Letta masih sedikit tidak percaya bahwa Tersin berhasil dikalahkan, bagaimanapun Letta sangat jelas mengenai seberapa menakutkannya kekuatan Tersin.
Elos sekarang sama sekali tidak peduli pada Letta ataupun mayat Tersin, bagi Elos yang sudah dikendalikan sekarang maka mengalahkan Tersin tidak jauh berbeda dari melawan semut, sama sekali bukan hal penting.
"Apakah sudah berakhir? Ini sangat cepat, aku merasa masih belum cukup memakai tubuh ini", kata Elos dengan suram "Tunggu dulu, jika dipikirkan baik-baik maka kenapa aku harus mengembalikan tubuh ini? Ruler of Life, ayo kita saling bekerja sama".
"Bekerja sama? Apakah kau sudah gila? Kita merupakan musuh, tidak mungkin untuk bekerja sama", kata Elos dengan suara lembut.
"Musuh bisa berubah menjadi teman dan teman juga bisa berubah menjadi musuh, tidak ada hal yang pasti di dunia", kata Elos dengan suara suram "Ayo kita menguasai tubuh ini dan membuang Elos, kita akan bergantian yaitu setiap orang memiliki kesempatan 1 hari sebelum bertukar lagi. Jadi aku hari ini, kau besok, 2 hari lain aku, bagaimana? Bukankah tidak ada dari kita yang dirugikan dengan kerja sama ini? Lagipula jika kita terus saling bertarung, maka kita sama-sama rugi tanpa ada yang untung!".
Tidak ada jawaban dari Ruler of Life selama semenit sebelum suara lembut Elos kembali "Baiklah, aku setuju denganmu. Besok merupakan waktunya bagiku untuk memakai tubuh ini, sedangkan untuk sehari ini maka aku tidak akan menganggumu".
"Baiklah! kalau begitu kita sudah setuju", kata Elos dengan suara suram.
Letta yang ada di sisi lain kembali sadar, ia melihat Elos yang berbicara sendiri dengan aneh, Letta sekarang merasa sedikit takut terhadap Elos seakan-akan ia sudah sangat berbeda.
Walaupun begitu, Elos adalah tuannya yang membuat Letta memberanikan diri "Tuan, apakah kau tidak apa-apa? Apakah tuan lelah setelah berhasil mengalahkan Tersin? Kalau begitu tuan bisa beristirahat lebih dulu".
__ADS_1
Mata hitam gelap milik Elos jatuh ke arah Letta, ia berkata dengan dingin "Maaf nona, kau tidak beruntung karena berada disini, tidak peduli apa hubunganmu dengan Elos sebelumnya".
Tiba-tiba Letta menemukan bahwa Elos sudah ada di depannya, Elos mengulurkan jarinya yang sudah ditutupi Ruler of Death menuju kepala Letta "Kau sekarang bisa beristirahat tanpa perlu bangun lagi, nona!".