AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 211 : KEMENANGAN MENGEJUTKAN


__ADS_3

Saat ini Nera, Lasha, Terfis, putra mahkota, Kulen dan Folk berkumpul di sebuah lapangan yang cukup luas, lebih tepatnya lapangan ini merupakan lapangan pertarungan yang ada di villa milik putra mahkota.


Sebagai putra mahkota maka ia memiliki sebuah villa yang sangat luas serta memiliki lapangan pertarungan sendiri, oleh karena itu Lasha dan Folk bisa saling bertarung tanpa masalah.


Saat ini Folk berdiri di tengah-tengah lapangan dengan wajah sombong miliknya, ia tidak memakai baju besi apapun dan hanya ada sebuah pedang di pinggangnya.


Folk menatap ke arah Lasha dengan sombong "Petualang miskin, untuk keadilan saat bertarung maka aku tidak akan memakai baju besi! 1 pedang sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan orang seperti kalian, aku pasti mengajari kalian bahwa dibandingkan kami para prajurit yang sudah bertarung di medan perang selama bertahun-tahun, melawan kalian para petualang hanya seperti bertarung dengan anak-anak".


Mendengar ejekan Folk, wajah Lasha menjadi semakin dingin.


Lasha menatap ke arah sekitar sebelum mengambil sebuah tombak kayu yang ada di pinggir lapangan, sepertinya tombak kayu ini dipakai untuk latihan.


Lasha mengangkat tombak kayu tersebut menuju Folk "Kalau begitu, tombak kayu ini sudah cukup bagiku untuk mengalahkan mu".


Folk menggelengkan kepalanya dengan kecewa "Nona muda, lebih baik tidak meremehkan musuh mu, jika tidak maka kau pasti menyesal. Baiklah, karena kau sudah seperti itu maka aku memberimu kesempatan 3 kali menyerang lebih dulu! Tidak peduli apa yang kau lakukan, selama kau belum menyerang sebanyak 3 kali maka aku tidak akan membalas serangan mu!".


Putra mahkota yang ada di sisi lain bertanya kepada Kulen "Apakah ini tidak masalah? Jika terjadi sesuatu pada wanita bernama Lasha itu, para petualang ini mungkin tidak berencana membantu kita lagi".


Menurut putra mahkota, Lasha sama sekali bukan lawan Folk, paling banyak maka hanya Nera yang merupakan lawan Folk sebab ia adalah pemimpin kelompok petualang ini yang berarti ia adalah yang paling kuat.


Kulen sedikit tersenyum "Tuan tidak perlu khawatir, sebentar lagi tuan pasti mengetahui kenapa aku sangat menyarankan para petualang ini untuk membantu tuan mengalahkan Kaisar".


Sebelum putra mahkota bisa berbicara lebih banyak lagi, sosok Lasha sudah menghilang dari tempatnya.


Baik itu putra mahkota ataupun Folk terkejut, saat ini hanya ada sebuah kata dipikiran mereka yaitu cepat. Gerakan Lasha benar-benar mengejutkan mereka sebab gerakannya terlalu cepat hingga sulit untuk dilihat, apabila mereka tahu bahwa Lasha bisa lebih cepat lagi selama ia memakai bantuan sayapnya, mereka pasti menjadi lebih terkejut.


Ketika Folk baru menyadarinya, tombak Lasha sudah ada di depan matanya.

__ADS_1


Pada tombak Lasha ini, terdapat aliran kegelapan yang sangat menakutkan, bahkan Folk yang tadi meremehkan Lasha segera menyesal. Berdasarkan kecepatan serta kekuatan kegelapan pada tombak Lasha ini, Folk tahu bahwa Lasha bukanlah lawan yang bisa ia remehkan.


Walaupun begitu, Folk tidak banyak berpikir tentang penyesalan, apa yang lebih penting adalah dirinya tidak boleh kalah agar tidak membuat putra mahkota malu.


Folk menarik pedangnya dengan cepat untuk menahan tombak Lasha.


"Tang!".


Tombak dan pedang saling bertabrakan, Folk merasa seluruh tangannya bergetar akibat tabrakan tersebut yang menunjukkan bahwa serangan ini terlalu kuat. Padahal Lasha hanya memakai tombak kayu, apabila ia memakai tombak besi maka serangannya pasti lebih kuat dari ini.


Tetapi Lasha tidak berhenti sampai di situ, ketika Folk sibuk menahan tombak Lasha maka Lasha melepaskan tombaknya secara tiba-tiba.


Sebelum Folk bisa menyadarinya, mungkin lebih tepat bahwa Folk tidak pernah berpikir bahwa Lasha akan melepaskan tombak dari tangannya.


Setelah melepas tombak tersebut, Lasha menangkap tangan Folk lalu memutarkan tubuhnya ke tanah.


Folk merasa tubuhnya berputar di udara akibat tarikan Lasha lalu tubuhnya mendarat dengan keras ke tanah, ia memuntahkan seteguk darah serta merasa beberapa tulangnya mungkin patah akibat Lasha yang menabrakkan tubuhnya ke tanah.


Bahkan pedang yang ia pegang harus terlepas, tanah yang di tabrak oleh Folk ikut hancur.


Ketika sudah melempar tubuh Folk, Lasha mengambil kembali tombak miliknya. Gerakan Lasha sangat cepat, ia melakukan semua itu dengan waktu kurang dari semenit, oleh karena itu tombaknya tadi belum jatuh ke tanah.


Saat sudah mengambil tombaknya, Lasha mengarahkan tombak tersebut menuju leher Folk sambil menggunakan kemampuan Spear of Dark "Pertarungan sudah berakhir".


Folk yang masih berbaring di tanah berkeringat dingin, ia masih merasa sakit di seluruh tubuhnya tapi sudah ada sebuah tombak yang berada tepat di depan lehernya, selama Lasha benar-benar musuhnya maka ia pasti sudah mati.


Meskipun sulit menerima bahwa dirinya kalah dari petualang wanita yang lebih kecil darinya, Folk hanya bisa tersenyum pahit "Aku mengaku kalah, kau memang lebih kuat dariku".

__ADS_1


Bukan hanya Folk yang terkejut, putra mahkota juga membuka mulutnya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya.


Kulen yang ada di samping putra mahkota tersenyum penuh kebanggan, bagaimanapun ia adalah orang yang menemukan para petualang hebat ini "Bagaimana tuan? Orang yang aku sarankan sama sekali tidak salah bukan?".


Putra mahkota kembali sadar, ia tidak sedih akibat harus kehilangan 1000 koin emas hitam karena kekalahan Folk.


Bahkan putra mahkota melangkah maju dan berjabat tangan bersama Nera "Temanku Nera, kalian memang sangat hebat! Dengan bantuan kalian, maka tidak ada masalah untuk mengalahkan kaisar!".


"Putra mahkota terlalu berlebihan, kami masih harus banyak belajar", kata Nera tanpa kesombongan sedikitpun meskipun Lasha berhasil menang "Kami bisa membantu putra mahkota mengalahkan kaisar, namun untuk bayarannya--".


"Tidak perlu khawatir!", kata putra mahkota tegas "Aku bisa memberikan kalian 40.000 koin emas hitam tanpa masalah, aku akan membayar 20.000 koin emas hitam dulu untuk sekarang dan 20.000 lainnya akan diberikan saat sudah berhasil menang. Bagaimana menurutmu, temanku Nera?".


Sebuah senyuman muncul di wajah Nera, ia berkata dengan tegas "Kami tentunya siap membantu putra mahkota".


Putra mahkota mengangguk "Kulen, biarkan Nera dan yang lainnya pergi ke penginapan milikku, mereka pasti sudah lelah selama perjalanan kesini sehingga mereka membutuhkan istirahat. Lagipula masih ada beberapa hari sebelum waktunya penyerangan, temanku Nera dan yang lainnya bisa memulihkan tenaga mereka kembali dulu. Sedangkan untuk uangnya, aku akan membiarkan pelayan mengirim uang tersebut malam ini".


Kulen setuju, ia berjalan ke arah Nera sebelum berkata "Nera, biarkan aku membawamu ke penginapan terbaik di kota ini, kalian bisa yakin bahwa penginapan ini merupakan yang paling mewah di ibukota sebab penginapan tersebut adalah milik putra mahkota".


"Putra mahkota, kami akan pergi lebih dulu! Jika waktunya penyerangan sudah tiba, kau bisa memberitahu kami agar kami juga bisa bersiap", kata Nera yang pergi bersama Lasha dan Terfis dengan Kulen yang memimpin jalan mereka.


Setelah Nera dan yang lainnya pergi, Folk yang terluka berjalan ke arah putra mahkota dengan malu "Tuan, aku sudah membuat anda malu dengan gagal mengalahkan musuh! Folk siap menerima hukuman atas kegagalannya".


Putra mahkota melihat ke arah Folk sebelum melambaikan tangannya "Aku tidak akan menghukum mu kali ini, jadikan kekalahan ini pelajaran bahwa kau tidak boleh terlalu sombong lagi, terutama hanya karena mereka petualang".


"Terima kasih atas kebaikan tuan, Folk pasti tidak akan meremehkan orang lain lagi di masa depan", teriak Folk dengan tegas, ia sudah mendapatkan pelajaran hari ini untuk tidak meremehkan orang lain.


Putra mahkota berbalik menuju villa miliknya sambil tersenyum "Jangan lupa untuk membiarkan prajurit pemberontak yang sudah kita siapkan untuk datang ke ibukota secara diam-diam selama 2 hari ke depan, pada hari ke 3 maka kita akan melakukan penyerangan terhadap kaisar. Dengan adanya dukungan dari 3 petualang kuat tersebut, kita pasti bisa mengalahkan kaisar".

__ADS_1


__ADS_2